Juni 16, 2024

BERKAH IDUL ADHA BAGI KAUM DUAFA

Bagikan..

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan hampir diseluruh Mushola dan Masjid yang ada di Kota Tembilahan membuat masyarakat gembira. Terutama masyarakat dari golongan ekonomi menengah kebawah. Menurut pengakuan mereka. Banjirnya daging kurban ini tentu akan memberikan arti tersendiri karena tidak setiap hari mereka bisa mengkonsumsi daging.

“Alhamdulillah pak. Semalam saya juga mendapat bagian dari daging hewan korban dan hari inipun saya masih diberikan limpahan rezky dari Tuhan dengan mendapat pemberian satu kupon lagi,” Kata Masnur yang sempat ditemui  saat mengambil pemberian daging qurban di jalan batang tuaka Tembilahan, Senin (7/11/2011)

Menurut pengakuan lelaki paruh baya ini, dengan hasil yang diperolehnya sebagai penyedia jasa sebagai pendayung becak, sekedar untuk memenuhi kebutuhan beras bagi keluarga saja dirinya terpaksa harus bekerja seharian penuh.”jangankan membeli daging sendiri pak, mimpi saja saya tidak berani karena memang penghasilan saya sebagai pengemudi becak pasti tidak akan memungkinkan. Alhamdulillah, tentunya pemberian daging qurban ini akan menjadi buah tangan yang sangat berharga bagi anak-anak saya” Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ditempat berbeda, Wardah, seorang Ibu rumah tangga bertubuh kurus dengan langkah kaki lunglai turut mengakui berkah Idul Adha. Dirinya mengaku sejak beberapa hari kemaren anak-anaknya sudah menunggu-nunggu tibanya hari raya kurban ini.” Lawas dah anak-anakku kapingin mamakan daging pak ai.  Tapi mana aku kawa mamanuhi, gawian abahnya hanya maambil upah bahuma. Kawa nukar pilor tiap harigen sudah hibat. (sudah lama anak-anak saya pingin makan daging pak. Tapi mana saya mampu memenuhi, kerjaan bapaknya saja hanya mengambil upah bertani. Mampu membeli beras setiap hari saja sudah hebat. Red). ” Ujarnya dengan dialek banjar yang sangat kental.

Dirinya mengaku, kedatangan hari raya kurban ini memberikan berkah yang sangat luar biasa bagi dirinya dan seluruh keluarga.”Satiap hari raya kurban ini pang kami kawa marasakan makan daging pak ai. Alhamdulillah sampai wayahini masih banyak urang mampu di tembilahan yang ringan hati bakurban dan urang susah kaya kami jadi umpat marasai nyamannya daging. ( setiap hari raya qurban seperti inilah kami bisa makan daging pak. Alhamdulillah sampai hari ini masih banyak orang mampu di kota tembilahan yang ringan hati untuk berkorban. Jadi orang susah seperti kami bisa ikut merasakan enaknya daging. Red),” Tawanya renyai dengan gigi yang terlihat sudah banyak rontok. (fsl)