
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 224 hektar persawahan Kedelai di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami gagal panen disebabkan kemarau panjang. Kedelai tersebut merupakan penanaman pada bulan Mei dan seharusnya sudah bisa dipanen pada bulan Agustus 2015 yang lalu.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikulkultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Inhil Fajar Husen melalui Kasi Tanaman Pangan, M Shaleh saat dikonfirmasi detikriau.org membenarkan sejumlah persawahan kedelai di Inhil mengalami lumpuh total.
“Ratusan hektar itu adalah gabungan persawahan di 4 kecamatan, keempatnya merupakan keseluruhan persawahan yang ada di Inhil. Artinya dari sawah yang ada, hanya sedikit sisanya yang berhasil dipanen oleh petani,” kata Shaleh.
Ia merincikan, dari 4 kecamatan itu adalah Kecamatan Enok ad 47 hektar dengan realisasinya nol, di kecamatan Reteh seluas 125 hektar realisasinya juga nol, begitu juga dengan persawahan di kecamatan Kemuning seluas 50 hektar dengan realisasinya nol. Namun untuk persawahan di kecamatan Kempas hanya 4 hektar yang gagal panen dari luas 10 hektar.
Kegagalan tersebut katanya, diakibatkan kemarau panjang sehingga persawahan tidak mendapatkan lagi serapan air. Secara terpaksa, kelompok tani yang ada hanya bisa pasrah terhadap peristiwa tersebut. (mirwan)



BERITA TERHANGAT
DPRD Inhil Turun ke Pabrik Sambu Group, Industri Kelapa di Bawah Tekanan Berlapis
BPBD Inhil Catat ada 80 Hotspot di Inhil, Kecamatan Gaung Borong 28 Titik
Dugaan Permainan Gelap PT Oscar Investama dan Ketua Koperasi, Skema Bagi Hasil Dirubah Sepihak