Banjir di Riau. ©2018 Merdeka.com/Abdullah Sani
ARB INdonesia, RIAU – Bencana banjir melanda 5 kabupaten di Riau yaitu Rokan Hulu, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Kuansing. Banjir itu mengakibatkan dua orang balita meninggal dunia.
Korban pertama, balita laki-laki berusia dua tahun, Irzan Putra Loka. Jenazah korban ditemukan di Dusun Kayu Batu, Desa Talontam, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (12/12). sekitar pukul 10.00 WIB.
“Korban meninggal dunia akibat luapan banjir yang merendam sawah belakang rumah orang tua korbannya. Jarak antara rumah dengan luapan banjir sekitar 10 meter,” ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Jumat (13/12).
Sedangkan korban kedua, Ayu Nurliana, seorang balita perempuan berusia 4 tahun di Rokan Hulu. Korban meninggal dunia akibat terseret arus banjir pada Selasa (10/12). Balita itu terlepas dari pengawasan orang tuanya, di rumah mereka Simpang Dusun Planduk, Kelurahan Kota Lama, Kunto Darussalam.
Atas insiden itu, Gubernur Riau Syamsuar merasa sedih dan prihatin. Syamsuar telah mengirim pasukan BPBD untuk menangulangi banjir di sejumlah daerah.
- Tahukah Kamu! Ternyata Panita Bupati Cup Inhil Belum Setor Pajak Hasil Penjualan Tiket
- GP Ansor Inhil Tolak Peningkatan Status Surau di Sungai Beringin, Desak Kemenag dan FKUB Lakukan Kajian Menyeluruh
- Menjaga Nyala Semangat di Pesisir, Kades Sungai Berapit Pimpin Persiapan Peringatan HUT RI ke-81
- Koperasi PSB Diduga ‘Menyesatkan’ Anggota terkait HGU PT Oskar, Lahan Sawit Warga Terancam Hilang Status Kepemilikan
- LBH Sri Rakyat Tegaskan Komitmen Kawal Sengketa Agraria, Pendampingan Masyarakat Jadi Prioritas
Dia juga meminta orang tua untuk menjaga dan mengawasi anak-anak. “Kita berharap para orang tua dapat menjaga anak-anak,” ujar Syamsuar
Syamsuar juga meminta pemerintah kabupaten yang daerahnya mengalami banjir, agar menempatkan petugas di setiap titik. Selain itu, petugas juga diminta membantu masyarakat, baik masalah konsumsi maupun kesehatan.
“Puskesmas juga harus turun langsung melihat kondisi kesehatan masyarakat, khususnya balita dan lansia. Jika obat-obatan kurang, silahkan minta ke Pemerintah Provinsi, kita siap bantu,” kata Syamsuar. (*)
Sumber merdeka.com
https://www.merdeka.com/peristiwa/banjir-di-riau-telan-korban-jiwa-2-balita-gubernur-kerahkan-tim-bpbd.html



BERITA TERHANGAT
Korban Gigitan Monyet Sakti di Tembilahan Bertambah Jadi 10 Orang
Teror Monyet Ganas di Tembilahan! 8 Warga Jadi Korban Gigitan, Tim Gabungan Sisir Lokasi
Abrasi Hantam Tanah Merah Inhil, 6 Rumah Amblas ke Sungai dan Kerugian Capai Rp900 Juta