TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 4 petugas disiagakan untuk memberikan pelayanan hemodialisa atau cuci darah, yang telah dioperasikan sejak tanggal 10 Juni 2015 lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada.
“Empat petugas ini dibagi dalam 2 shift, yang memberikan pelayanan di setiap shifnya 4-5 jam,” tutur Direktur RSUD Puri Husada, dr Irianto saat menerima kunjungan Bupati Inhil, HM Wardan dan rombongan, Kamis (23/7/2015).
Dijelaskan Irianto, untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat atau pasien yang ingin melakukan cuci darah, pihaknya telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti televisi, buku bacaan dan lain-lain.
“Sejak dibukanya layanan ini, sebanyak 120 kantong darah telah digunakan. Jumlah tersebut termasuk pasien yang mengalami sakit ginjal kronis, karena untuk melakukan cui darah atau pengecekan minimal 2 kali seminggu,” terang Irianto.
Untuk biayanya, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, bagi para pengguna serta pemegang kartu BPJS dan Jamkesda telah ditanggung pihak bersangkutan.
“Sedangkan pasien dari kategori umum, dikenakan biaya sekitar Rp 1 jutaan persekali cuci darah,” imbuhnya.
Untuk diketahui, penyakit gagal ginjal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tidak terkontrolnya tekanan darah (darah tinggi), diabetes, serta penggunaan obat sembarangan dan tanpa resep atau anjuran dokter. (adi)



BERITA TERHANGAT
Tangan Pemerintah Hadir Ditengah Duka, Bupati Inhil Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Tembilahan Hilir
HUT ke-80, BNI Tembilahan Mantapkan Transformasi Ekonomi dan Digital di Inhil
Bupati Herman: MPLS Harus Bebas dari Perundungan dan Kekerasan