Juni 15, 2024

WARGA TANJUNG SIMPANG MENGAMUK.

Bagikan..

Tuding PT. THIP Sebagai Perampok

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Akhirnya, ratusan petani Desa Tanjung Simpang, KecamatanPelangiran menduduki lahan mereka yang diserobot PT Multi Gambut Industri (PT MGI)/ PT Tabung Haji Indo Plantations (PT THIP), Kamis
(18/8/11). Massa petani juga merusak kantor PT MGI/ PT THIP.

Ratusan petani tersebut bergerak menuju lokasi lahan mereka yang diserobot perusahaan asal Malaysia ini dengan menggunakan 4 unit pompong. Mereka juga mengusung bendera merah putih dan poster berisikan minta lahan mereka dikembalikan.

Kedatangan para petani ini dipimpin langsung Ketua Forum Komunikasi Petani Tanjung Simpang, Hatisar. Tampak juga kuasa hukum petani, Munir Kairoti SH didampingi Advisor, Sudin Lamau dan juru bicara petani,
Frans Aba. Terlihat juga beberapa orang mahasiswa asal Kecamatan Pelangiran.

Setibanya di lokasi lahan mereka sekitar pukul 11.00 WIB, para petani ini langsung memasang 2 buah spanduk berukuran cukup besar persis disamping plang perkebunan PT MGI/ PT THIP. Spanduk tersebut berisikan tulisan ‘Lahan Ini Milik Warga Tanjung Simpang’.

Kedatangan para petani ini tidak mendapatkan penghadangan dari pihak kepolisian yang terlihat hanya beberapa orang saja, sehingga para petani langsung menuju lahan mereka. Saat itu tampak juga puluhan
sekurit PT MGI/ PT THIP yang berjaga-jaga, tapi mereka hanya melihat saja kedatangan para petani tersebut.

Setelah menguasai lahan mereka tersebut, para petani ini kemudian bergerak menuju kantor PT MGI/ PT THIP, di sana mereka menggelar orasi depan kantor ini. Pada intinya mereka meminta pihak perusahaan mengembalikan dan atau mengganti rugi lahan mereka yang telah diserobot tersebut.

Diantara puluhan poster yang diusung petani tersebut, diantaranya bertuliskan ‘Rebut Lahan Kita, PT THIP Perampok Lahan dan Tanah Warga,11 Tahun Tanah dan Lahan Kami Dijajah PT THIP/ PT MGI, Tangkap
Direktur Utama PT THIP/ MGI, PT THIP Pembohong, Penipu, Perampok’.

Sesampainya di depan kantor PT MGI/ PT THIP massa petani ini langsung merangsek masuk dengan memanjat pagar gerbang kantor perusahaan ini. Tampak aparat kepolisian dan sekuriti perusahaan tidak dapat mencegah
aksi ini. Saat itu tampak Kapolsek Pelangiran, Ipda Yanu Rihardi.

Setelah berada di dalam kantor perusahaan sawit asal Malaysia ini, massa langsung memecahkan pintu dan kaca disana, mereka juga merusak peralatan kantor, berupa meja, kursi, komputer dan AC.

Selama hampir satu jam massa terus merusak barang-barang apa saja yang mereka temui. Bahkan, terlihat para karyawan dan staf perusahaan ini berhamburan menyelamatkan diri dari kejaran massa.

“Kami minta perusahaan perampok lahan kami, untuk mengembalikan lahan kami yang dirampoknya. Selama sebelas tahun kami menderita dibuat perusahaaan ini,” teriak salah seorang massa saat itu.

Menurut massa mereka sudah muak dan kesal selama ini terus dijanjikan, namun lahan mereka yang ‘dirampok’ tersebut tidak kunjung dikembalikan.

Sampai saat ini massa petani masih terus bertahan di kantor PT MGI/ PT THIP. Pihak manajemen perusahaan, informasinya masih terus berkoordinasi dengan pimpinannya di Malaysia.(nto)