Penemuan Mayat di Jalan M Boya Tembilahan, ini Kronologisnya - Arbindonesia
Januari 18, 2020

Penemuan Mayat di Jalan M Boya Tembilahan, ini Kronologisnya

Bagikan..

Foto : Polsek Tembilahan dan BPBD mengevakuasi mayat dari rumah korban

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Warga lorong Pinang, Jalan M Boya, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir dihebohkan dengan penemuan seorang mayat pria yang sudah membusuk di rumahnya,  Sabtu (18/1/2020) pagi.

Diketahui, Mayat pria yang ditemukan warga tersebut bernama, Alan (50 th). Saat ditemukan warga, mayat tersebut sudah dalam kondisi membengkak dan membiru.

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian penemuan mayat tersebut berawal dari timbulnya bau menyengat yang berasal dari rumah Alan.

Mengetahui sumber bau tersebut, warga setempat menyampaikan kepada Nazrul yang merupakan keluarga dari Alan.

Bersama – sama warga Nazrul mendatangai rumah Alan, saat diketuk pintu rumahnya tidak ada jawaban. Kemuadian Nazrul mendobrak pintu rumah tersebut.

Didalam rumah itu, Alan ditemukan dalam posisi terbaring tak bernyawa didalam kamarnaya yang tertutup kelambu.

Atas peristiwa tersebut, Kepolisian dari Polsek Tembilahan dan BPBD yang menerima laporan langsung mendatangi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dan membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

“Hasil visum, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan ada bekas muntahan akibat tekanan darah tinggi,” kata Kanit Reskrim Polsek Tembilahan, Bripka Ahmaluddin.

Selain itu dari keterangan Keponakan korban, Warta (37) yang dikutip dari Nusaperdana.com, dikatakanya bahwa sang paman memang tinggal sendiri di rumahnya. Sebelum meninggal, diungkapkan Warta, sang paman memang memiliki riwayat penyakit stroke.

“Beliau memang tinggal sendiri di rumah. Sebelum meninggal memang sedang stroke agak sulit bicara,” pungkas Warta.

Beberapa waktu sebelumnya, Warta mengungkapkan, pernah berjumpa dengan Alan. Alan, dikatakan Warta, meminta Dirinya untuk menemani memangkas rambut dan membeli buah-buahan.

“Biasanya, mamak Saya setiap minggu menjenguk karena adiknya. Tapi, kebetulan ini tidak ada,” tukas Warta seraya mengatakan bahwa sang Paman dulunga berprofesi sebagai tukang becak.
(Arbain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.