Maret 4, 2024

Pengawasan Dewan Dipertanyakan

Bagikan..

www.detikriau.wordpress.com (Tembilahan) – Aktivis muda yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Tembilahan (MPT) Zakiyun, mempertanyakan kinerja dewan dalam mengawasi pembangunan. Dia menilai, selama ini tidak ada kejelasan terkait pengawasan yang dilakukan para wakil rakyat itu.

“Kami sudah bosan mendengar pernyataan atau janji-janji yang disampaikan dewan dalam hal pengawasannya. Buktinya, pengawasan yang dilakukan hanya sebatas formalitas di atas kertas tanpa ada realisasi. Kami mempertanyakan kinerja pengawasan yang dilakukan dewan,” cetus Zakiyun, Sabtu (1/10/2011) di Tembilahan.

Misalnya, Yon panggilan akrab aktifis muda ini mencontohkan, selama ini fungsi pengawasan yang dilakukan Komisi III dalam hal realisasi pekerjaan proyek. Dewan selalu menggaungkan pengawasan yang baik dan optimal. Namun sampai saat ini tidak ada hasil konkrit dari pengawasan itu yang dapat dipertanggungjawabkan ke publik.

“Mana buktinya? Semua masyarakat Inhil mengetahui berapa banyak telah terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan proyek. Beberapa kali rapat dengar pendapat yang mereka gelar setakat ini tidak pernah jelas kemana titik akhirnya. Semuanya mengambang.” Kecam Yon
Lebih jauh, Yon mengkhawatirkan, pengawasan yang digaungkan-gaungkan dewan itu ditenggarai hanya dijadikan tameng untuk meraup keuntungan oleh oknum dewan yang bersangkutan. Jangan sampai hal itu akan berdampak negatif, yakni hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyatnya di DPRD.

Dia meminta agar dewan lebih bekerja optimal. Tunjukkan hasil kerja pengawasan yang dilakukan DPRD terhadap berbagai kebijakan pembangunan pemerintah daerah yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daerah.

“Kami menginginkan bukti, bukan hanya janji-janji. Sebagai wakil rakyat, hendaknya DPRD dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik. Dewan juga dituntut untuk lebih berpihak dan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan lain. Baik pribadi, golongan dan partai,” pungkasnya. (fsl)