Pencuri Baterai Tower Telkomsel di Sungai Salak Diciduk - Arbindonesia
Juni 11, 2021

Pencuri Baterai Tower Telkomsel di Sungai Salak Diciduk

PicsArt_06-11-10.55.21
Bagikan..

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Akibat nekat mencuri baterai tower telkomsel di Jalan Provinsi RT 04 Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), 3 orang pemuda terpaksa harus diproses secara hukum.

Peristiwa hilangnya baterai tower telkomsel tersebut terjadi pada Rabu 26 Mei 2021 lalu.

Baterai tower telkomsel yang seharusnya berjumlah 16 blok namun hanya tersisa 4 blok saja, hal itu diketahui saat para petugas piket sedang melakukan pemeriksaan.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan SH SIK MHum melalui Paur Humas Ipda Esra, SH mengatakan hilangnya baterai tower diketahui saat petugas piket melakukan pengecekan.

“Saat sudah berada didalam tower, Ia melihat baterai tower 100 Ah yang sebelumnya berjumlah 16 blok hanya tinggal 4 blok saja dan 12 bloknya lagi hilang. Petugas tersebut memeriksa keadaan tower sampai mencari sekeliling tower namun tidak di menemukannya,” jelasnya.

Ipda Esra mengatakan, setelah berkoordinasi dengan penjaga tower, terungkap ada 4 kali tim yang masuk kedalam tower, salah satunya adalah R (29) yang merupakan Karyawan PT Tara Telco.

“Peristiwa hilangnya baterai tower itu lalu dilaporkan ke manager perusahaan melalui telepon. Sementara petugas lainnya mendatangi Polsek Tempuling untuk melaporkan hal tersebut, setelah mendapatkan laporan, Kanit Reskrim beserta anggota yang diperintahkan Kapolsek Tempuling melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku di Tembilahan,”

Para pelaku tersebut diantaranya R (29), A (34) dan AP (26) yang merupakan pegawai perusahaan itu sendiri.

“Dari pengakuan para pelaku, mereka mengakui telah melakukan pencurian baterai tower, pada Jum’at (2/4) sore dan baterai tower itu sudah dijual sesaat setelah mereka berhasil mencuri,” sebutnya.

Selain para pelaku, turut diamankan barang bukti berupa kunci pas ukuran T.

“Para pelaku dikenai pasal 363 KUH.Pidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun,” terangnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *