Mega-Pro Ngegas Lagi - Arbindonesia
Juni 10, 2021

Mega-Pro Ngegas Lagi

Screenshot_2021_0610_185737

Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Foto: Instagram prabowo)

Bagikan..

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Berbagai nama tokoh muncul dalam wacana pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Beberapa nama mulai di jodoh-jodohkan usai adanya agenda pertemuan antar tokoh.

Namun, ada pasangan lama yang kembali muncul yakni pasangan Megawati Soekarno Putri dengan Prabowo Subianto (Mega-Pro). Keduanya berpasangan dalam Pilpres 2009. Kini, suara dukungan Mega-Prabowo mencuat dari Pro Mega Center.

Mulai meredanya tensi politik PDIP dan Gerindra jadi salah satu alasan mendorong duet yang sempat membuat perjanjian Batu Tulis ini kembali didorong bersanding.

“2009 kesuksesan yang tertunda. Kalau Mega-Prabowo bisa potensi koalisi besar mengarah satu pasang atau konsensus. Nggak ada yang berani maju,” ujar Direktur Pro Mega Center, Mochtar Mohammad, dalam keterangan tertulis, Senin (7/6/2021).

Pasangan Mega-Prabowo dinilai dapat membentuk koalisi besar. Menurutnya, duet ketum parpol itu berpotensi membuat tidak ada calon lain yang berani maju di Pilpres nanti.

“Kalau Mega-Prabowo bisa potensi koalisi besar mengarah satu pasang atau konsensus. Nggak ada yang berani maju,” kata Mochtar.

Seberapa Kuat Kans Duet Mega-Prabowo?


Direktur Parameter Politik Adi Prayitno mengatakan duet Mega-Prabowo punya kans besar terulang kembali pada 2024. Ada sejumlah alasan mengapa duet ini dapat terulang kembali.

“1.000 persen peluang duet Mega-Prabowo bisa terulang. Alasannya dua hal. Pertama, sampai saat ini tak satu pun parpol koalisi pemerintah yang berani vulgar melawan dominasi PDIP, yang belakangan didukung penuh Gerindra,” kata Adi kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

“Nyaris semua partai sami’na waato’na, taat secara robotik. Itu artinya, Mega dan Prabowo sangat mungkin bisa mendikte koalisi partai menuju 2024. Kalau Mega-Prabowo berhendak, duet ini bakal terwujud,” sambungnya.

Alasan lainnya, sejumlah nama kuat yang belakangan ini disurvei tak memiliki partai politik untuk maju. Duet maut Megawati-Prabowo dinilai punya peluang besar pula di sini.

“Kedua, belum ada calon yang bisa dipastikan bisa maju pencapresan. Sejumlah nama beken versi survei, macam Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Sandi, Ridwan Kamil, dan tokoh lain tak punya partai untuk maju. Duet Mega-Prabowo akan jadi duet maut karena keduanya cukup solid sejauh ini,” ujarnya.

Melihat Survei Mega-Prabowo Kini

Tingginya elektabilitas Prabowo saat ini memang tak bisa dimungkiri. Ketua Umum Partai Gerindra itu kerap unggul di tujuh survei terkini terkait pilpres. Namanya juga sering kali bertengger di dua teratas tokoh yang digadang-gadang menjadi calon presiden.

Berbeda dengan Prabowo, nama Megawati justru jarang masuk dalam radar survei Pilpres 2024. Kendati demikian, bukan berarti Presiden ke-5 RI itu tak pernah masuk dalam survei terkini. Megawati masuk di deretan tokoh yang digadang-gadang sebagai calon presiden di survei Puspoll Indonesia.

Namun, sayangnya, elektabilitas Megawati masih jauh di bawah Prabowo. Sementara Prabowo di peringkat teratas, Megawati bertengger di peringkat 12 dengan 1,2 persen.

Menerka Lawan Mega-Prabowo di Pilpres 2024

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menilai duet Mega-Pro bisa saja kembali terjadi. Pasangan Mega-Prabowo pernah terjadi di Pilpres 2009.

Hensat menyebut, jika wacana itu terlaksana, praktis lawan terbesar koalisi PDIP-Gerindra tersisa Golkar dan koalisi NasDem-PKS. Menurutnya, Airlangga dan Anies bisa menjadi capres tandingan.

“Siapa kira kira lawannya Mega-Pro dari yang tersisa? Berarti kan yang tersisa PDIP bisa maju sendiri dengan Gerindra sudah cukup. Sisanya tinggal yang kuat Golkar, ada Airlangga. Kemudian NasDem-PKS Anies Baswedan, Cak Imin bisa ikut ke PKB, bisa ikut ke Pak Prabowo, bisa juga ikut ke Airlangga,” ucapnya.

Dia memperkirakan pada 2024 nanti akan ada 3 paslon yang bersaing. Ketiganya, kata dia, yakni Mega-Pro, Anies-Airlangga atau Anies-AHY, dan Sandiaga Uno-Ridwan Kamil.

“Jadi mungkin kalau pun ada ya kemungkinan besar 3 paslon aja, bisa jadi Megawati-Prabowo, Anies-Airlangga atau Anies-AHY, lalu kalau Mas Sandi mau maju ya Sandiaga Uno-Ridwan Kamil gitu,” ujarnya.

sumber detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.