Kalau Perang Dunia III Meletus, Pilih Emas vs Bitcoin? - Arbindonesia
Februari 9, 2022

Kalau Perang Dunia III Meletus, Pilih Emas vs Bitcoin?

Foto: Ilustrasi Bitcoin (Photo by Executium on Unsplash)

Bagikan..

ARB INdonesia – Situasi di perbatasan Ukraina kian memanas, dilansir dari CNBC International melaporkan lebih dari 100.000 tentara Rusia sudah berada di tempat tersebut. Amerika Serikat (AS) kembali mempertegas pandangannya bahwa Rusia sebentar lagi akan melaksanakan invasi ke Ukraina.

Dalam sebuah sesi pers, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa tuduhan ini dialamatkan dengan bukti. Ia menambahkan Rusia telah melakukan penumpukan besar-besaran pasukannya di dekat wilayah kekuasaan Kiev.

Di sisi lain Rusia telah membantah tuduhan invasi itu. Moskow berdalih pasukan itu digerakkan untuk melindungi kepentingan Rusia bila Ukraina menjadi anggota pakta pertahanan NATO yang merupakan rival negara itu.

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia yang turut menyeret Amerika Serikat dan negara-negara sekutu membuat pasar finansial global sedikit mengalami gejolak dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam kondisi tersebut, emas menjadi salah satu aset yang banyak diburu pelaku pasar karena statusnya sebagai aset aman (safe haven). Sepanjang bulan ini, sudah mencatat penguatan 1,61% dan pada perdagangan hari ini, Rabu (9/2) diperdagangkan di kisaran US$ 1.825/troy ons, melansir data Refinitiv.

Dalam kondisi tersebut, emas menjadi salah satu aset yang banyak diburu pelaku pasar karena statusnya sebagai aset aman (safe haven). Sepanjang bulan ini, sudah mencatat penguatan 1,61% dan pada perdagangan hari ini, Rabu (9/2) diperdagangkan di kisaran US$ 1.825/troy ons, melansir data Refinitiv.

Sejarah juga menunjukkan emas cenderung menguat saat terjadi perang. Lantas bagaimana dengan si emas digital alias bitcoin? Apakah bisa mata uang kripto paling populer ini bisa menyaingi emas?

Sepanjang bulan ini, bitcoin mencatat kenaikan lebih tajam dari emas, yakni nyaris 15% dan pagi ini diperdagangkan di kisaran US$ 44.085/BTC, berdasarkan data Refinitiv.

Meski demikian, apakah bitcoin akan mampu terus menanjak seperti emas jika benar terjadi perang masih belum bisa dipastikan. Pada tahun 2014, Rusia juga pernah menginvasi Ukraina, tetapi saat itu bitcoin dan aset kripto lainnya belum sepopuler sekarang.

Tetapi yang pasti, invasi Rusia ke Ukraina bisa berdampak buruk bagi aset kripto. Sebab, Ukraina sedang memposisikan diri sebagai hub kripto dunia.

Chainanlysis memberikan estimasi sekitar US$ 8 miliar mata uang kripto keluar masuk Ukraina secara tahunan, sebagaimana diwartakan Fortune, Senin (31/1).

Selain, New York Times melaporkan transaksi harian mata uang kripto di Ukraina mencapai US$ 150 juta, melebihi volume transaksi antarbank mata uang hryvnia. ***

Sumber: CNBC Indonesia


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.