
Tembilahan, detikriau.org – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indragiri berinovasi memanfaatkan limbah kulit batang pohon sagu sebagai lapisan dasar pembukaan badan jalan baru dilahan rawa.
Selama ini, Limbah kulit tanaman yang tumbuh subur dikawasan pesisir Inhil ini cenderung tidak termanfaatkan dan terbuang percuma.
“daya tahannya juga sangat bagus. Pengujiannya sudah pernah dilakukan oleh Universitas Riau,” Ujar Kadis PUPR Inhil, Iliyanto melalui Kabid Jasa Konstruksi dan Peralatan Dinas PUPR Inhil, Slamet Soedarsono
Diterangkan Slamet, lapisan gambut wilayah pesisir Inhil relatif tebal. Untuk wilayah percontohan pembukaan badan jalan baru dari Pulau Sambu menuju Pulau Burung sepanjang lebih kurang 12 Km yang membentang di dua Kecamatan ini, lapisan gambut dibeberapa tempat mencapai kedalaman hingga 2 meter. Dengan kondisi ini, pengerukan gambut tentu tidak efisien dan relative memerlukan biaya yang sangat besar.
Dalam pekerjaannya, lanjut Slamet, kulit batang sagu disusun secara merata dalam beberapa lapisan sebelum dilanjutkan pelapisan dengan menggunakan bahan geotextile.
“yang jelas, kulit batang sagu relatif mudah untuk didapatkan, memiliki daya tahan baik dan tentunya dengan biaya yang relatif murah.” Akhiri Slamet./ red

BERITA TERHANGAT
Polsek Mandah Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pencegahan Karhutla di Desa Bekawan
Gp Ansor dan Banser Inhil Siap Bersinergi Jaga Persatuan dan Kondusifitas Daerah
Sidang Perkara AP dan AI, Kuasa Hukum: Konstruksi Hukum Patut Dipertanyakan