TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sudah dua hari ini ketebalan kabut asap yang menyelimuti langit Kota Tembilahan dan sekitarnya semakin pekat. Demikian pula dengan titik panas atau hotspot yang cendrung meningkat.
Satu hari sebelumnya jarak pandang bisa mencapai 1000 sampai 1500 meter, namun hari Kamis (20/6) kemarin jarak pandang diperkirakan hanya mencapai 500 hingga 1000 meter saja. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indragiri Hilir (Inhil) terus melakukan aktivitas kebakaran hutan dan lahan.
“Kami sudah menyurati pemerintah kecamatan (Pemcam) untuk memantau jika ada titik api atau sebagainya yang mengarah terhadap kebaran hutan maupun lahan,” ungkap Kepala BPBD Inhil, H Tantowi Jauhari, Kamis (20/6).
Selain itu dia juga menghimbau kepada masyarakat supaya jangan melakukan pembakaran lahan perkebunan apalagi sampai melakukan pembakaran hutan. Dengan kondisi semacam ini semua pihak harus bersama-sama menjaga kemungkinan buruk yang dapat membahayakan lingkungan itu sendiri.
“Ini sudah menjadi tugas kita bersama untuk mensosialisasikan akibat buruk dari kebakaran hutan dan lahan,” harapnya.(dro/*1)


BERITA TERHANGAT
Rp1 juta Per Siswa, Dugaan Pungli Bermodus Sumbangan di MTs Nurul Mubtadiin Pulau Burung
Ada Pungutan Rp1juta Per Siswa, Kepala MTs Nurul Mubtadiin Sebut Berdasarkan Kesepakatan Orang Tua
Meski Menerima Dana Bos, MT Nurul Mubtadiin Pulau Burung Inhil Pungut Rp1 Juta Per Siswa