ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi tuan rumah dalam agenda Hari Temu Tani (HTT) yang di selenggarakan oleh Widya Erti Indonesia yang bekerjasama dengan Unilever. Acara tersebut sebelumnya juga telah sukses dilaksanakan di Indragiri Hulu (Inhu) pada 12 Desember 2023 lalu.
Hari Temu Tani Inhil 2023 yang bertujuan untuk memperkuat praktik pertanian sawit berkelanjutan ini diselenggarakan di Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, Rabu (20/12/2023).
Acara ini menjadi titik temu penting bagi petani sawit swadaya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan standar ISPO dan RSPO. Kegiatan ini diadakan dengan tema, “Melalui Sekolah Lapang, Menuju Tata Kelola Kebun Kelapa Sawit Berkelanjutan.”
Direktur Eksekutif WEI, Wiranatha Krisna menyampaikan
kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Widya Erti Indonesia dan Unilever, menandai komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan.
“Tahun ini, tercatat peningkatan signifikan dalam jumlah petani yang terlibat dalam program Sekolah Lapang Kelapa Sawit (SLKS) di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan total 770 petani telah mengikuti program ini. Dari jumlah tersebut, 126 petani telah berhasil mendapatkan sertifikat RSPO, sedangkan 271 lainnya sedang dalam proses audit sertifikasi,” ungkapnya.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian signifikan ini. Lebih dari 700 petani di Indragiri Hilir telah mengikuti SLKS, sebuah langkah besar dalam upaya kami untuk memajukan pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan. Kami mengajak para alumni SLKS untuk terus mendorong rekan-rekan petani lainnya agar ikut serta dalam program ini, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperbaiki standar pertanian kita.”
tambah Direktur Eksekutif WEI, Wiranatha Krisna.
Sementara itu, Dian Reza, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Indragiri Hilir, menambahkan bahwa Inisiatif seperti ini sangat penting dalam pengembangan sektor perkebunan di daerah.
“Dengan program serupa yang kami miliki, kami sangat berharap bisa berkolaborasi lebih jauh dengan WEI dan para pemangku kepentingan lainnya. Kami percaya bahwa melalui kerja sama yang kuat, kami dapat menciptakan dampak yang lebih besar bagi pertanian kelapa sawit, baik untuk petani maupun lingkungan,” imbuh Dian.
Pada kesempatan ini, petani sawit swadaya yang juga merupakan alumni Sekolah Lapang Kelapa Sawit (SLKS) membagikan pengalaman berharga yang mereka dapatkan.
Dalam pemaparannya, salah satu aspek penting yang akan dibahas adalah mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengakses bibit kelapa sawit berkualitas tinggi dan masalah legalitas lahan. Mereka juga menekankan pentingnya mendapatkan dukungan dalam hal ini, baik dari pihak pemerintah maupun lembaga terkait lainnya.
Selain itu, mereka juga berharap pihak pemerintah atau stakeholder terkait dapat menyediakan bibit berkualitas tinggi secara gratis atau dengan harga yang terjangkau dan untuk mempermudah proses legalisasi lahan. Harapan ini mencerminkan keinginan kuat para petani untuk meningkatkan produktivitas mereka sambil mematuhi standar lingkungan dan sosial yang bertanggung jawab.
Untuk diketahui, Hari Temu Tani Kabupaten Indragiri Hilir 2023 ini lebih menekankan pada pengalaman dan kemajuan petani sawit swadaya, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan praktik pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Diharapkan juga adanya peningkatan keterampilan dan pengetahuan, serta membangun komunitas petani yang saling mendukung dan terlibat dalam dialog konstruktif dengan berbagai pihak untuk memperjuangkan keberlanjutan di sektor kelapa sawit. ***

BERITA TERHANGAT
Polsek Mandah Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pencegahan Karhutla di Desa Bekawan
Gp Ansor dan Banser Inhil Siap Bersinergi Jaga Persatuan dan Kondusifitas Daerah
Sidang Perkara AP dan AI, Kuasa Hukum: Konstruksi Hukum Patut Dipertanyakan