ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Program 3 Desa 1 Excavator untuk perbaikan perkebunan kelapa masyarakat yang digagas Pasangan calon (Paslon) Bupati Inhil nomor urut 2, H Ferryandi dan H Dani M Nursalam dinilai kurang efektif.
Berkaca pada tempo lalu, Progam bantuan alat berat jenis excavator untuk perbaikan perkebunan kelapa ini sebenarnya pernah dilakukan oleh pemerintah daerah semasa kepemimpinan HM Wardan dengan program 1 Kecamatan 1 excavator.
Kala itu, 18 unit excavator difungsikan untuk mengelola trio tata air di perkebunan warga serta difungsikan sebagai upaya penyelamatan kerusakan infrastruktur kebun kelapa.
Namun sangat di sayangkan pada bulan Februari 2020 lalu, 16 unit excavator diantaranya dikabarkan ditarik kembali oleh Pemkab Inhil melalui Dinas Perkebunan.
Penarikan excavator dari sejumlah kecamatan pada waktu itu disebabkan karena kurang efektifnya alat berat tersebut dalam upaya melakukan penyelamatan kerusakan perkebunan kelapa masyarakat.
Seperti yang dikutip dalam kanal Indragirione.com (Februari 2020), Pemkab Inhil akan menarik kembali 16 unit alat berat (excavator) yang ada di sejumlah kecamatan, karena dinilai kurang efektif dalam upaya penyelamatan kerusakan infrastruktur kebun kelapa masyarakat.
Penarikan excavator, kata Sekretaris Disbun Inhil Sutarno Wandoyo masa itu, merupakan langkah dari hasil kesepakatan dengan DPRD Inhil yang menilai program satu kecamatan satu excavator kurang maksimal dari sisi capaian target penyelamatan kebun kelapa masyarakat. (Arbain)

BERITA TERHANGAT
Gp Ansor dan Banser Inhil Siap Bersinergi Jaga Persatuan dan Kondusifitas Daerah
Sidang Perkara AP dan AI, Kuasa Hukum: Konstruksi Hukum Patut Dipertanyakan
Penyegaran Birokrasi Inhil: Ari Syuria Resmi Nakhodai Kecamatan Tembilahan