September 22, 2023

Benarkah Tiga Proyek Multiyears Demi Memenuhi Ambisi Pribadi Indra?

Bagikan..

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) – Tiga proyek multiyears yakni jalan High way Bandara Tempuling – Mandah, Gedung Kampus UNISI dan Islamic Center dengan total anggaran 965 milyar dituding hanya sebatas ambisi pribadi Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan tanpa memikirkan kemampuan anggaran yang dimiliki. Apalagi disinyalir proyek tersebut tanpa perencanaan yang matang dan tidak lebih hanya mengejar fee untuk kepentingan dana suksesi Gubri mendatang.

Menurut penuturan seorang kontraktor yang tidak bersedia menyebutkan namanya ketika berbincang-bincang dengan www.detikriau.wordpress.com bahwa proyek pembangunan jalan high way bandara Tempuling – Mandah yang menelan biaya Rp. 500 Milyar, satu dari tiga proyek multiyears tersebut sangat janggal. Proyek High Way ini dinilai sangat mendadak dan tidak pernah masuk dalam program Inhil sebelumnya. “Mendadak saja proyek tersebut menjadi prioritas Pemkab Inhil dan anehnya proses tender sudah berlangsung pada tahun 2010 yang lalu, sementara Perdanya ketika proses tender itu berlangsung belum selesai dibahas.” Paparnya, Kamis (18/8/2011)

Bahkan, keberadaan jalan tersebut merupakan jalan yang benar-benar jalur baru karena sebelumnya tidak pernah ada badan jalan setapakpun yang pernah dibuat, hingga diprediksi menjadi penyebab pembengkakan mata anggaran hingga ratusan milyar. Hal itu tentunya sangat merugikan dan membebani APBD Inhil dan menyebabkan banyak program prioritas lainnya seperti pendidikan dan kesehatan jadi terkendala.

Dari analisanya, untuk proyek ini kenapa tidak mempergunakan badan jalan yang sudah ada saja? yakni jalan yang melewati Sungai Piring, Teluk Pinang, Kuala Lahang dan seterusnya sampai ke Mandah. Apalgi sebagian besar jalan tersebut sudah disemenisasi, hingga makin memudahkan pelaksanaan proyek tersebut.

“Terus terang saya merasa heran kenapa jalan high way tersebut tidak menggunakan jalan yang sudah ada sekarang. Padahal kalau itu yang dilakukan, dalam analisa saya ada 200 milyar dana yang mampu dihemat, ketimbang menggunakan jalur yang ada sekarang,” sebutnya.

Makanya ia melihat, keberadaan pembangunan jalan tersebut bukannya untuk kepentingan masyarakat, melainkan ambisi Bupati untuk mengejar fee guna membiayai suksesi Gubernur akhir 2013 mendatang. Sebab dari rumur yang ia dengar fee untuk proyek tersebut sekitar 10 persen. Dari total 500 milyar pagu anggaran, paling tidak 50 milyar untuk fee saja.

Sementara itu sebelumnya salah seorang anggota DPRD Inhil dari Fraksi Partai Bintang Repormasi (PBR) Bakri H Anwar mengaku telah dibohongi terkait tiga proyek multiyears tersebut. Karena sebelumnya Bupati Inhil Indra Muchlis Adnan mengungkapkan bahwa proyek tersebut tidak akan membebani APBD Inhil karena akan ada dana sharing dari APBN dan juga APBD Provinsi Riau.

Nyata setelah proyek tersebut berjalan, apa yang dikatakan “jauh panggang dari api”. Janji adanya dana sharing APBN dan APBD Provinsi sama sekali tidak terbukti. Sehingga keuangan daerah sangat terkuras dan diperkiran akan kolap kalau dipaksakan untuk dilanjutkan membiayai proyek tersebut.
“Posisi kita di dewan bak buah simalakama. Kalau dilanjutkan keuangan daerah akan terkuras habis, sementara kalau dibatalkan sudah berapa anggaran yang tersedot untuk pembiayaan tiga proyek tersebut,” kata Bakri.

Sementara Edi Gunawan Ketua Komisi III juga mengungkapkan hal senada. Bahkan dalam suatu kesempatan, ia mengungkapkan keberadaan beberapa proyek multiyears di Inhil terkesan mubazir dan pemborosan anggaran. Sehingga manfaat untuk masyarakat tidak terlalu dirasakan.

Ia mencontohkan tiga proyek multiyeas yang pengerjaan sudah selesai oleh Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) seperti Pelabuhan Parit 21, Bandara Tempuling dan Terminal Laksamana Indragiri. Sejauh ini ketiga proyek tersebut sama sekali tidak difungsikan, padahal entah berapa ratus milyar anggaran yang tersedot kesana.

“Yang sangat kita khawatirkan keberadaan proyek tersebut tidak memberikan manfaat kepada masyarakat seperti tiga proyek multiyears di Dishubkominfo. Padahal tiga proyek yang ada sekarang biayanya jauh lebih besar, dan dana sharing yang dijanjikan omong kosong. Hingga pembiayaanya semuanya dibebankan kepada APBD Inhil.” Kecamnya.

Sementara itu dari informasi yang didapat www.detikriau.wordpress.com untuk tahun 2010 ada 30 milyar anggaran yang dialokasikan untuk tiga proyek tersebut. Sementara itu untuk 2011 ini seperti yang dikutif Vokal dari Riau Terkini ada 135 milyar dana yang dialokasikan seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bappeda Inhil H Fauzar SE. Tentunya masih ada 800 milyar dana yang dibutuhkan untuk proyek ambisius tersebut.

Mengaca kepada Perda proyek multiyears yang harus selsesai pendanaanya 2013 mendatang, tentunya suatu pekerjaan yang maha berat. dengan APBD hanya sekiat 1 triliyun lebih dan itupun mendekati angka 60 persen atau mencapai 600 milyar untuk belanja pegawai, dan artinya hanya 40 persen atau sekitar sekitar 400 milyar lebih untuk belanja pembangunan Sudah barang tentu dapat dipastikan proyek tersebut mustahil akan selesai. (Suf)