Maret 4, 2024

Awas! Penipuan Melalui WhatsApp, Modus Pengiriman Paket Mengatas Namakan JNE

Foto: Logo Whatsapp (REUTERS/Thomas White)

Bagikan..

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Hati-hati bagi siapa saja yang menerima pesan melalui WhatsApp (WA) yang mengatas namakan JNE untuk melakukan konfirmasi pengiriman paket.

Hal tersebut merupakan modus baru oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk membobol data pribadi anda di Handphone hingga menguras isi rekening tabungan anda.

Modus ini sangat persis dengan penipuan bermodus pengiriman undangan pernikahan berbentuk aplikasi (APK) melalui pesan WhatsApp yang heboh beberapa waktu belakangan.

Hal yang sama juga dilakukan dengan modus yang baru melalui pengiriman paket yang mengaatas namakan JNE.

Screenshot_2023_0220_023103
Screenshot modus penipuan pengiriman paket melalui pesan WhatsApp, foto Arbindonesia.com

“Ini ada paket di kantor JNE kami. Untuk atas nama ARBAIN, besok pagi paket akan di kirimkan ke alamat kk, mohon untuk melampirkan alamat nya melalui aplikasi yang kami kirimkan di bawah ini,” pesan yang di sampaikan oleh pelaku yang mengaku sebagai Kurir, Senin (20/2/2023).

Setelah mengirim pesan WhatsApp tersebut melalui nomor 081278919572, pelaku juga mengirimkan sebuah aplikasi yang bertuliskan “LIHAT PESANAN” seraya menganjurkan penerima pesan untuk menginstal aplikasi tersebut.

“Silahkan di cek terlebih dahulu untuk keterangan paket nya kk, di install terlebih dahulu untuk aplikasi yang kami kirimkan agar lebih jelas ,” lanjut pesan yang dikirim oleh pelaku kepada target.

“Di pastikan kk klik Izinkan SMS agar kk bisa menerima info-info paket nya,” tulisnya lagi saat penerima pesan bertanya langkah selanjutnya setelah menginstal aplikasi.

Hal tersebut merupakan kejadian yang dialami langsung oleh penulis pada Senin (20/2/2023) pukul 02.18 dini hari.

Beruntung pada saat menerima pesan ‘penulis’ sadar bahwa hal tersebut merupakan suatu modus penipuan berbasis android.

Untuk diketahui, modus pengiriman paket ini merupakan cara lain setelah viralnya modus penipuan pengiriman pesan undangan pernikahan melalui WhatsApp.

Diketahui saat file tersebut dibuka oleh anda, maka akan memberikan informasi data pribadi anda seperti aplikasi banking mobile yang dimiliki korban.

Setelah segala data di tangan pelaku, maka mereka bisa leluasa memegang akun bank korban. Setelah itu rekening mereka akan habis disikat oleh para pelaku penipu.

Seperti dalam pemberitaan yang telah ramai sebelumnya, seorang pria yang bernama Derasmus Kenlopo harus kehilangan tabungannya sebesar Rp14 juta usai membuka link undangan nikah yang diterimanya lewat WhatsApp (WA).

Link undangan tersebut dikirim dari nomor tak dikenal. Uang yang raib dari rekeningnya sebanyak Rp14 juta baru saja dipinjam Derasmus dari Bank BRI di Kupang.

Derasmus mengajukan kredit untuk mengembangkan usaha bengkel las yang ia rintis.

Uangnya lenyap dari rekening seketika seusai sang istri membuka sebuah link undangan digital pernikahan yang dikirim melalui pesan di WA oleh nomor tidak dikenal.

“Ada nomor baru masuk di handphone yang sementara istri pegang, setelah buka ada pesan dengan link berisi undangan pernikahan. Istri klik link itu untuk lihat foto prawedding, untuk memastikan siapa yang menikah,” jelas Derasmus, Rabu (18/1/2023).

Tak lama setelah mengklik tautan pada undangan digital, mereka mendapatkan pesan dari aplikasi Brimo mengenai aktivitas transfer dari rekening mereka ke sejumlah nomor rekening.

Mendapat pesan tersebut, Derasmus dan istrinya pun panik. Apalagi sandi mereka telah diubah. Setelah dicek ke ATM, uang dalam rekening mereka hanya tersisa Rp25.000.

“Setelah buka link undangan pernikahan, uang semua ditarik dengan munculnya pesan singkat dari aplikasi Brimo. Saya coba Buka brimo tapi kata sandinya sudah langsung diganti saat itu,” ujarnya.

Derasmus kemudian mendatangi kantor BRI untuk berkonsultasi mengenai persoalan yang dia hadapi. BRI memberikan jawaban bahwa rekening mereka telah dibobol karena telah memberikan nomor OTP, sehingga transaksi itu dinyatakan sah.

“Kata BRI, rekening kami orang sudah bobol karena kami kasi nomor OTP. Saya jelaskan bahwa kami hanya buka undangan nikah, sehingga klik link untuk mencari tau siapa yang menikah,” jelasnya.

Derasmus kemudian melaporkan kejadian yang dia alami ke Polresta Kupang Kota. Dia berharap polisi mampu mengungkap para pelaku penipuan ini sehingga tidak ada lagi orang lain yang menjadi korban.

Jadi ingat hati-hati saat menerima jenis file dan apapun yang dikirimkan oleh orang tidak dikenal melalui WhatsApp. Jangan membuka sembarangan file ttersebut. (Arbain)