TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dewan tegaskan jika Sambu Group tidak menunjukkan komitmen yang jelas untuk kemajuan Kabupaten Indragiri Hilir silahkan “hengkang”.
Pernyataan pedas ini terlontar dari seorang Anggota Komisi II DPRD Inhil, Edy Herianto. Ia mengaku, perusahaan yang dinilainya menumpang hidup dan menumpang jaya di bumi Inhil ini sama sekali tidak menunjukkan kepedulian dengan tidak adanyanya itikad baik terutama dalam penyelesaian persoalan harga beli kelapa petani.
“Apa susahnya, kalau memang mereka berniat baik dan peduli dengan kesusahan masyarakat petani, mereka tentu tidak akan berbelit-belit dalam bernegoisiasi. Seperti penetapan harga kelapa jenis Kina Rp. 800 per butir, pasti didasari atas perhitungan biaya yang jelas dan jumlah margin yang diinginkan. Sementara, Pemkab Juga sudah memiliki rumusan dari Tim kajian fakultas Pertanian UNRI. Dengan memperbandingkan kedua dasar rumusan ini, mana yang tepat diteruskan dan mana yang dinilai kurang tepat tentunya perlu kembali dilakukan perbaikan. Tapi Sambu Group saya duga terlalu angkuh. Mereka hanya memikirkan meraup untung besar. Untuk apa lagi kita pelihara perusahaan seperti ini” Kecam Sindrang
Dalam kesempatan komfirmasi ini, Sindrang juga mengajak semua elemen masyarakat Inhil bersatu padu untuk menyelamatkan masyarakat petani kelapa terutama menurutnya dalam menghadapi perusahaan Sambu Group. (dro/*0)



BERITA TERHANGAT
Semangat Jum’at Berkah di Tembilahan! Kajari Inhil Bersama Anggota DPR RI dan DPRD Riau Gandeng Tangan Tebar Kebaikan
Mengukir Generasi Emas dari Sudut Pasar Tembilahan!Kisah Inspiratif Berdirinya PAUD Adhyaksa yang Digagas Kajari Inhil
Menyongsong Era Baru PWI Inhil! Prasuyitno Resmi Maju Jadi Calon Ketua, Bawa Semangat Kolaborasi dan Energi Positif!