TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Pustaka Buku Bekas, Muhji menyatakan serius dalam mengembangkan dan mengelola pustakanya.
Hal tersebut dilontarkan mengingat betapa pentingnya mendalami pengetahuan dengan cara membaca. Artinya, berdirinya Pustaka Buku Bekas ini sebagai fasilitas dalam membantu masyarakat untuk membaca.
“Latar belakang mendirikan karena ingin memajukan dunia pendidikan Inhil yang sekarang kurangnya minat baca mahasiswa, pelajar dan masyarakat, karena membaca itu penting,” kata Muhji, Minggu (11/2/2018).
Untuk itu, mahasiswa Fakultas Hukum UNISI ini mengajak masyarakat secara umum, mulai tingkat pelajar, mahasiswa dan umum untuk sama-sama mengisi waktu kosong untuk membaca.
Disamping itu, pria kelahiran tahun 1993 ini juga siap menerima sumbangan buku bekas jika ada pihak yang berkenan untuk menyumbangkan buku-buku bekas di Pustaka Buku Bekas Jalan Lingkar 1 nomor 16 Tembilahan.
“Berapapun jumlahnya kami terima, buku itu kami peruntukan sebagai bentuk rasa kepedulian bahwa pentingnya membaca terhadap perubahan mindset dan karakter setiap pribadi terkhusus kaula muda sebagai penerus bangsa,” imbuhnya./Mirwan



BERITA TERHANGAT
Ketika Hukum Menemukan Hatinya di Kejari Inhil, Tersangka dan Korban Berpelukan Hapus Segala Luka
Masyarakat Khawatir Proyek Jalan Ruas Sanglar-Kotabaru Kembali Mangkrak, Ini Tanggapan Pemerintah Daerah
Pusaran Konflik Pengajuan HGU!Ancaman Kehilangan Hak Tanah Warga di Balik Kemitraan PT Oscar Investama yang Tak Memiliki Lahan Inti