Harga Kelapa Kian Terpuruk, Ternyata ini Salah Satu Penyebabnya - Arbindonesia
September 7, 2022

Harga Kelapa Kian Terpuruk, Ternyata ini Salah Satu Penyebabnya

images (3)

Perkebunan kelapa, (FB-SG)

Bagikan..

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Perang antara Rusia dan Ukraina hingga saat ini belum menunjukan adanya tanda-tanda akan berakhir, mengingat gencarnya pasukan militer Rusia menggempur Kota-kota di Ukraina.

Akibat dari invasi Rusia ke Ukraina yang terus berlarut, hal itu sangat memberikan dampak yang besar hingga membuat industri kelapa di dunia kian terpuruk.

Seperti yang dilansir dari antaranews.com, bahwa Market Statistic Officer dari International Coconut Community (ICC), Alit Pirmansah mengatakan konflik Rusia-Ukraina membuat industri kelapa dunia terpuruk. Pasalnya, stabilitas global yang tengah terganggu memberikan pengaruh besar dalam hubungan dan perdagangan internasional. 

Hal senada juga diungkapkan oleh pihak Sambu Grub saat dikonfirmasi ARB INdonesia mengenai penurunan harga komuditi kelapa di negeri Hamparan kelapa dunia, Selasa (6/9/2022) melalui panggilan whatsapp.

Dari informasi yang didapat, perusahaan yang menjadi ‘kiblat’ harga kelapa di Indragiri Hilir ini ternyata juga sangat merasakan dampak besar atas terjadinya konflik Rusia-Ukraina. Hinga akhir-akhiir ini harga kelapa kembali mengalami penurunan.

“Saat menghadapi pandemi kemarin kami (Sambu Grub) masih bisa berusaha survive dan bisa bertahan dalam menjaga stabilitas harga beli kelapa di perusahaan. Namun adanya gempuran ekonomi baru yang disebabkan dampak dari perang Rusia-Ukraina ini terasa sangat jauh berbeda,” ungkap Humas Sambu Grub, Ginting.

“Fenomena ini membuat kami industri kelapa juga semakin terpuruk, dan ini bukan hanya Sambu Grub yang merasakan. Bahkan industri kelapa di Indonesia dan juga dunia merasakan hal serupa khususnya di beberapa negara kawasan Asia Tenggara,” tambahnya.

Lanjutnya, keterbatasan dan penurunan jumlah ekspor hasil turunan kelapa yang diolah Sambu Grub juga menjadi salah satu kendala yang dialami perusahaan hingga membuat harga kelapa saat ini belum menunjukan grafik kenaikan.

“Akibat kurangnya permintaan pasar oleh negara pengimpor kelapa dan turunannya membuat perusahaan juga terseok-seok,” ungkap Ginting.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pihaknya mengerti apa yang dirasakan oleh petani kelapa di Inhil akibat harga kelapa yang turun.

“Kami juga merasakan apa yang petani rasakan, karena kami mengalami hal serupa tetapi dalam wujud yang berbeda. Kami juga terbuka untuk bersama-sama mencari solusi dari persoalan ini demi bisa mengangkat harga kelapa,” akhirinya.

Untuk diketahui, Update harga kelapa saat ini di Sambu Grub untuk Kelapa licin diharga Rp 2.000 perkilogram, sedangkan Kelapa jambul Rp 1.800 perkilogram.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh awak media ARB INdonesia untuk harga kelapa di Palembang per 5 September 2022 diantaranya untuk – Petani 1.050/butir, Pengepul 1.350/butir, dan Pengepul Container 1.450 perkilogram.

Sebagai informasi juga, berdasarkan data yang di lansir dari antara news.com, di Filipina, Kopra pada bulan Maret 2022 berkisar USD 1.221/MT dan turun menjadi sekitar USD 773/MT di bulan Juli 2022.

Sementara kelapa parut (desiccated coconut) di Filipina diperdagangkan masih di kisaran USD 2.700/MT, di Maret hanya menjadi sekitar USD 2.000/MT di Juli 2022.

Penulis : Arbain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *