Parah! Jutaan Buruh Kena PHK, Tenaga Medis Berguguran, Bansos Covid-19 Malah Dikorupsi Mensos Cs

Hamdan Zoelva


ARBindonesia.com, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan Menteri Sosial, Juliari Batubara.


Edhy Prabowo ditangkap KPK terkait kasus ekspor benih lobster. Sedangkan Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka penerima suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19.
Selain Juliari Batubara, 4 orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dan penerima suap pengandaan bansos Covid-19.


“Hanya dalam dua pekan, KPK empat kali melakukan OTT, dua menteri dan dua kepala daerah serta beberapa pejabat menjadi tersangka. Bravo KPK,” kata Hamdan melalui akun Twitter pribadinya, @hamdanzoelva, Minggu (7/12).
.
Hamdan menyoroti akhlak pejabat negara yang tega melakukan korupsi saat Indonesia sedang dilanda krisis akibat pandemi Covid-19.


“Ketika banyak pekerja di PHK, perusahaan bangkrut, tenaga medis berguguran, rumah sakit tidak mampu menampung pasien covid19, sejumlah pejabat tinggi negara tersebut justeru tega melakukan korupsi. Begitu tipis akhlak dan tanggung jawab kepada rakyat dan negara,” cetus Hamdan.


Seperti diketahui, jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak pandemi Covid-19 terus. Data terakhir dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sejak virus Corona merebak ada 2,1 juta pekerja di-PHK dari berbagai sektor usaha.
Sementara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebutkan, sudah lebih dari 6,4 juta tenaga kerja yang dirumahkan dan/atau terkena PHK akibat covid19.


“Kami sudah banyak merumahkan tenaga kerja, ada yang dibayar, ada yang tidak dibayar. Kalau terpaksa baru di-PHK,” kata Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno dalam webinar Forum Merdeka Barat di Jakarta, Selasa (6/10/2020).


Dijelaskan Benny, sektor usaha yang paling banyak merumahkan hingga melakukan PHK, adalah sektor tekstil sebanyak 2,1 juta pekerja, kemudian transportasi darat sebanyak 1,4 juta orang.
Selain itu, restoran sebanyak satu juta orang, perhotelan 400 ribu orang, sektor usaha sepatu dan alas kaki sebanyak 500 ribu orang, ritel 400 ribu dan farmasi 200 ribu orang.


Di sisi lain, jumlah tenaga kesehatan terus berguguran akibat terpapar Covid-19.


Ketua Tim Mitigasi IDI Adib Khumaidi mengatakan, sejak Maret hingga November, sebanyak 282 petugas medis meningga karena terinfeksi Covid-19.


“Terdiri dari 159 dokter dan 9 dokter gigi, dan 114 perawat,” ujar Adib dikutip dari siaran pers IDI, Selasa (10/11/2020).
Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 84 dokter umum, 73 dokter spesialis, serta 2 residen yang berasal dari 20 IDI Wilayah (provinsi) dan 71 IDI Cabang (kota/kabupaten).


sumber pojoksatu.id




Diduga Masalah Ayam, Tangan Suldin Dibacok Tetangga hingga Putus dan Tewas

Suldin (50) warga Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Sumsel, tewas dengan luka bacok di kepala, leher dan tangan kanan putus akibat tebasan parang. iNews TV/Berry


ARBindonesia.com, PRABUMULIH – Suldin (50) warga Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Sumsel, tewas dengan luka bacok di kepala, leher dan tangan kanan putus akibat tebasan parang.


Menurut informasi yang didapat, korban tewas akibat dugaan pencurian ayam. Pelaku belakangan diketahui masih tetangga korban sendiri yakni Jumaat (50) dan anaknya Erik Ustrada (25). Pembunuhan ini sendiri terjadi pada Minggu (6/12/2020) sekira pukul 06.30 WIB.


Informasi dihimpun menyebutkan, aksi pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP itu bermula, ketika pelaku Erik Ustrada sedang mengasah sebilah parang, lalu pelaku mendengar suara ribut cekcok adu mulut pelaku Jumaat dengan korban Suldin.


Melihat orang tua pelaku berkelahi, pelaku Erik pun langsung mendatanginya sambil membawa parang dan pada saat sedang berkelahi antara korban dan Jumaat, pelaku Erik langsung membacok korban sebanyak tiga kali di bagian kepala dan membacok tangan kanan korban hingga putus.


Akibatnya korban tewas di tempat dan pelaku langsung melarikan diri yang kemudian berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polres Prabumulih. Sedangkan pelaku lainnya yakni Jumaat sedang dalam pengejaran.


Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut. “Pelaku berjumlah dua orang berinisial JM masih dalam pengejaran dan ER sudah berhasil kami tangkap,” ungkapnya.


Selain satu pelaku, lanjutnya, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang bergagang kayu panjang kurang lebih 70 centimeter. “Korban mengalami luka bacok di kepala sebanyak dua kali di bagian depan dan belakang dan lengan tangan kanan korban putus.


Mengenai motif masih kami dalami, saat ini anggota masih melakukan pengejaran terhadap JM,” terangnya.


Sumber sindonews.com




Kepengurusan Resmi Terbentuk, Ardiansyah : Untuk Mewadahi Atlet eSport di Inhil

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pengurus Cabang (Pengcab) ESports Indonesia (ESI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi terbentuk.


Ardiansyah Julor diamanahkan sebagai ketua untuk mengnakhodai kepengurusan perdana Pengcab ESI di Kabupten Inhil.


Saat ini struktur kepengurusan Pengcab ESI Inhil telah rampung disusun menyusul Kabupaten/Kota lain di Riau.


“Alhamdulillah sesuai dengan arahan ESI Provinsi, kepengurusan Pengcab ESI Inhil sudah rampung kita susun, selanjutnya kita juga akan komunikasikan dengan KONI Inhil,” ujar Ketua ESI Inhil, Ardiansyah, Sabtu (05/12/2020).


Ardiansyah optimis, Kabupaten Inhil memiliki potensi yang luar biasa dibidang olahraga yang saat ini ramai digandrungi oleh generasi milenial tersebut.


“Beberapa tahun terakhir ini kita lihat potensinya luar biasa, banyak pemain-pemain espsort asal Inhil yang berprestasi di level provinsi maupun nasional,” kata Ardiansyah. 


Sebagaimana diketahui, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah meresmikan Pengurus Besar (PB) eSports. Selain itu Pengurus Daerah eSports Indonesia Provinsi Riau kepengurusannya juga telah dikukuhkan pada 14 Maret 2020 lalu.


Selanjutnya Ardiansyah menambahkan ESI Inhil siap mengemban amanah untuk mewadahi dan melakukan pembinaan atlet-atlet esport yang berbakat.


“Harapan kita Pengcab ESI bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Inhil dan mendapat dukungan dari semua pihak,” ujarnya. (*)




'Bau Busuk' Pengadaan Meterial Kesehatan Covid-19 senilai 2,7 Miliar di Dinkes Inhil Semakin Tercium

Ilustrasi, foto depositphotos


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – ‘Bau Busuk’ pengadaan material kesehatan untuk penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)  semakin tercium.


Pasalnya, selain dari dugaan Mark Up anggaran, pengadaan material kesehatan berupa Alkohol, Handsanitizer, dan Disinfektan yang ‘merobek kantong’ APBD Inhil tahun 2020 senilai 2,7 miliar lebih  tersebut juga diduga adanya cacat prosedur dan pemalsuan nama produk.


Hal itu terkuak ketika awak media melakukan penelusuran terhadap pihak penyedia dalam pengadaan tersebut, diketahui CV Sejahtera Mandiri Pratama itu beralamat di Kelurahan Kapitu, Kecamatan Amurang Barat , Kabupaten Minahasa  Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.


Baca juga : Diduga Dana Kegiatan Covid 19 pada Dinas Kesehatan Inhil di Mark Up


Dari hasil penelusuran  ARBindonesia.com , diketahui bahwa CV Sejahtera Mandiri Pratama merupakan perusahaan yang memproduksi Handsanitizer dan Disinfektan dengan merk dagang Dr.Vikers.


Seperti yang dikatakan seorang wanita yang tidak diketahui namanya, ia merupakan bagian bidang pemasaran dari produk Dr.Vikers. Dikatakannya bahwa pihaknya tidak menjual produk Alkhol, akan tetapi hanya menjual produk Disinfektan dan Handsanitizer.


“Kita tidak menjual Alkohol mas, cuma Disinfektan dan Handsanitizer aja produknya,” katanya saat dihubungi melalui seluler, Kamis (3/12/2020).


Anehnya, dalam pengadaan Material Kesehatan di Dinkes Inhil disebutkan bahwa pengadaan Alkohol 70% dengan jumalah  sebanyak 2.000 botol adalah merk Dr.Vikers. Sementara pihak penyedia CV Sejahtera Mandiri Pratama (Dr. Vikers) tidak memproduksi barang tersebut.


Baca juga : Waduh ! Kepala UPTD Farmasi Sebut Tak Pernah Menerima Fisik Pengadaan Alkohol, Disinfektan dan Hansantizer Senilai 2,7 Miliar


Dengan demikian, kuat dugaan pihak Dinkes Inhil telah melakukan pemalsuan merk dagang (Dr.Vikers) terhadap pengadaan Alkohol 70% tersebut.


Selain dari dugaan pemalsuan merk dagang tersebut, pihak Dinkes Inhil juga diduga kuat telah ‘mengangkangi’ surat edaran Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/jasa Pemerintah (LKPP) RI nomor 3 tahun 2020 tentang penjelasan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dalam rangka penanganan Covid-19. Bahwa PPK menunjuk PENYEDIA yang antara lain pernah menyediakan barang/jasa sejenis di instansi pemerintahan atau sebagai penyedia dalam katalog elektronik.


Namun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan Material Kesehatan tersebut telah menujuk penyedia (CV Sejahtera Mandiri Pratama) yang bukan merupakan perusahaan dalam bidang pengadaan barang/jasa, akan tetapi perusahaan tersebut merupakan perusahan produksi. Hal tersebut terlihat jelas adanya dugaan cacat prosedur dalam pengadaan material kesehatan senilai 2,7 miliar itu.


Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, PPK dan PPTK dalam pengadaan itu, saat dihubungi melalui seluler  tidak ada satupun yang merespon upaya konfirmasi yang dilakukan awak media.


Baca juga : Dugaan Mark Up Dana Covid 19 di Dinkes Inhil, ini Kata Inspektorat


Akan tetapi saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Plt Kadinkes Inhil, Rahmi terkesan enggan untuk memberikan tanggapan mengenai hal tersebut. Padahal secara administrasi dan keuangan adalah tangung jawab penuh seorang kepala dinas.


“Mohon mf saya tak bisa menangapi hal tsb…bukan kapasitas saya unt menjawabnya.tks,” kata Rahmi, Plt Kadinkes Inhil dalam pesannya,  Kamis (3/12/2020).


Baca juga : Plt Kadis Kesehatan Inhil Bantah Dugaan Mark Up Pengadaan Barang dan Jasa Penanggulangan Covid-19


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Arman yang mengaku di utus oleh Plt Kadinkes Inhil untuk memberikan keterangan atas konfirmasi awak media, ia menjelaskan bahwa terkait pihak penyedia yang bukan menyediakan barang/jasa sejenis di instansi pemerintahan atau sebagai penyedia dalam katalog elektronik. Ia mengaku pihaknya telah melakukan konsultasi terhadap Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI melalui surat nomor 1/Dinkes Inhil-Covid 19/2020 pada tanggal 27 Mei 2020 lalu.


“Dari hasil konsultasi kami melalui surat Permohonan Petujuk yang telah kita layangkan kepada LKPP Pusat. Melalui surat balasannya bahwa dalam hal PPK Dinas Kesehatan Inhil, telah menunjuk penyedia barang/jasa yang tidak memenuhi kualifikasi yang sesuai (misalnya tidak memiliki izin penyalur alat kesehatan) maka tindakan tersebut dapat diterima dengan beberapa ketentuan,” kata Arman, Kamis (3/12/2020).


(Surat balasan LKPP)


Surat balasan LKPP RI untuk Dinkes Inhil, foto doc Dinkes Inhil


Sementara, saat ditanyai soal dugaan pemalsuan merk dagang (Dr. Vikers), dan izin edar atas pengadaan Alkohol 70%, Arman mengatakan bahwa kalau untuk merk dangang, hal tersebut itu ranahnya di auditor.


“Jika auditor memeriksa adanya kecurigaan, mereka akan konfirmasi ke kami, ataupun ke pihak penyedia langsung,” tuturnya.


“untuk izin edar nanti saya coba kumunikasikan. memang harusnya dalam pengadaan barang berikut dengan izin edarnya dari mereka (Penyedia),” imbuhnya. (Arbain/tim)




Milad ke 53 Tahun, Sambu Group Terus Berbenah Diri, Berbagi dan Berprestasi

Foto: Pabrik pertama PT Pulau Sambu di Kuala Enok (1967)


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bertepatan pada hari ini, Sabtu (5/12/2020) Sambu Group telah berusia 53 tahun. Sebuah perjalanan panjang yang penuh liku dan perjuangan. Perusaahan yang bergerak dibidang industri kelapa terpadu ini telah berhasil membuktikan bahwa  perusahaan tersebut telah menjadi pelopor dalam menghasilkan produk-produk berbahan dasar kelapa.


Seperti yang diungkapkan Humas Sambu Grub, A Ginting mengatakan bahwa segala tantangan dan rintangan telah berhasil dilalui. Terlebih memasuki tahun 2020, bukan merupakan perjalanan yang mudah untuk Sambu Group.


Sebab menghadapi pandemi Covid-19 merupakan ujian kesehatan yang sangat berdampak kepada seluruh roda kehidupan. Sambu Group pun berbenah diri di semua lini guna melakukan pencegahan dan penanganan atas mewabahnya  virus Corona.


“Kami terapkan protokol kesehatan yang ketat di perusahaan. Kami juga beradaptasi untuk tata kelola perusahaan. Ini semua guna menangkal dampak Covid-19. Selanjutnya kami sosialisasikan kebijakan penanganan Covid-19 ke seluruh pemangku kepentingan. Sehingga bisa dipahami, dan bersama bergerak menghadapi pandemi,” papar A Ginting.


“Pandemi ini memang seperti perang, tak heran ada yang kalah dan tidak bisa bertahan. Bersyukur Sambu Group di tengah pandemi tetap bisa terus beroperasi dan menorehkan prestasi,” tambahnya.


Lanjut A Ginting menceritakan, pencapaian perjalanan di atas 50 tahun memang tidak gampang, sebab tidak semua perusahaan berhasil menjalaninya. Dengan terus berbenah diri, Sambu Group bisa mencapai usia tersebut dengan catatan positif, dan masuk ke dalam Indonesia Living Legend Company 2020.


Penganugerahan yang dilakukan oleh Majalah SWA tersebut didasarkan atas survey yang dinilai atas : lahir di Indonesia dengan usia di atas 50 tahun, perusahaan terus mencetak laba, bisnisnya terus bertumbuh, punya cakupan pasar yang luas, terus berinovasi, dan merupakan market leader di sektornya.


“Pencapaian prestasi ini tentunya berkat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan Sambu Group,” ungkapnya.


Sambu Group selalu berlandaskan atas 3 tugas yang selalu diemban sebagai prinsip dalam berusaha, dimana tidak hanya mementingkan bisnis, namun juga memperhatikan kehidupan sosial masyarakat, kelestarian alam serta lingkungan hidup. Sehingga Sambu Group juga sangat berkepentingan atas kehidupan masyarakat di sekitar lokasi perusahaan.


“Kami bertekad untuk ikut menjaga dan menyejahterakan kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai pesan dari Tay Juhana, pendiri Sambu Group untuk selalu sumbang ke masyarakat dan jangan menjadi beban masyarakat,” terang A Ginting.


Untuk itu, masih dalam rangkaian peringatan ulang tahun,  Sambu Group membagi ribuan masker sebagai bagian dari pencegahan dan pelaksanaan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19 .


“Masker kami bagikan ke masyarakat di sekitar lokasi usaha Sambu Group. Kami juga lakukan edukasi terus menerus atas pencegahan dan penanganan Covid-19 ke masyarakat. Semoga dengan pembagian masker masyarakat bisa terlindungi dari bahaya Covid-19,” jelas A Ginting.


“Memasuki usianya ke 53 tahun, Sambu Group tidak akan berhenti untuk berinovasi, berbenah diri, berbagi dan berprestasi. Demi mengembalikan kejayaan kelapa Indonesia,” tutupnya. (Hms SG)


Selamat Ulang Tahun Sambu Group !


Editor Arbain




Pelantun Azan Jihad Ditangkap, Jadi Tersangka Ujaran SARA


ARBindonesia.com, JAKARTA – Seorang yang merubah lapaz adzan ‘ hayya ala shola’ menjadi ‘hayya ala jihad’ ditangkap kepolisian di Sukabumi, Jawa Barat. Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan yang bersangkutan sudah menjadi tersangka.


“Tersangka atas nama SM (22) yang diamankan jam 02.45 WIB di Sukabumi, Kecamatan Cibadak, Provinsi Jawa Barat,” kata Argo lewat keterangan resmi, Jumat (3/12).


Argo mengatakan SM (22) dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Video SM azan dengan lafal yang diganti juga telah beredar luas di media sosial.


SM diduga telah melakukan tindak pidana penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian, permusuhan, individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.


Argo mengatakan pengusutan kasus itu bermula dari Laporan Polisi : LP/B/0685/XII/2020/Bareskrim tanggal 2 Desember 2020.
Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 45a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP.


“Barang bukti yang diamankan, satu buah handphone berwarna merah, satu kemeja lengan panjang warna putih, satu buah tutup kepala peci warna putih, satu buah sarung kain,” ucap Argo.


Sebelumnya, polisi sempat menangkap seorang pria berinisial H yang diduga menyebarkan video azan jihad ke media sosial. H merupakan pemilik akun Instagram @hashophasan.


“Dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu (pemilik akun) instagram @hashophasan, dengan biodata pemilik berinisial H,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Kamis (3/12).


Yusri mengatakan H mengaku mendapat video azan jihad dari sebuah grup WhatsApp bernama fmconews. Setelah itu, H kemudian menyebarkannya ke media sosial menggunakan akun Instagram pribadinya. Video itu diunggah oleh H pada 29 November lalu.


sumber cnnindonesia.com