Dua Pelaku Spesialis Maling Motor Kunci "T" Diringkus Polsek Ujung Batu

ARBindonesia.com, ROKAN HULU – Pelaku spesialis pencurian sepeda motor sekaligus pengantarnya ditangkap polisi di dua tempat berbeda, satu Pelaku diringkus di Kecamatan Ujung Batu, dan satunya lagi diciduk di wilayah hukum Polsek Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (24/12/2020) siang.


Mereka adalah RM, (26 th) warga Asal Desa Gunung Malelo Kecamatan Koto Kampar Kabupaten Kampar dan saat ini berdomisili di RT 002 RW 002 Desa Lubuk Napal Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Dia adalah Pelaku utama dalam melakukan aksi pencurian Sepeda Motor berbekal kunci letter T.


Sedangkan RH (20 th) Warga, RT 001 RW Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo berperan sebagai Pengantar Pelaku saat melakukan aksi pencurian sepeda motor di rumah Juniarto. Keduanya diringkus Polisi di tempat berbeda tanpa melakukan perlawanan.


Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, S.IK, M.H melalui Paur Humas Ipda Totok Nurdianto, S.H menjelaskan awalnya Masrolina Munthe (39 th) yang merupakan Guru Honorer warga RT 005 RW 010 Kelurahan Ujung Batu, meletakkan sepeda motornya di depan rumah Junarto di RT 005 RW 010 Kelurahan Ujung Batu Kecamatan Ujung Batu, Rabu (23/12/2020) malam.


Padahal pada saat itu dia sudah mencabut kunci kontaknya, lalu dia masuk ke dalam rumah JN sekitar jam 20.45 WIB, tapi alangkah terkejutnya saat dia keluar rumah ternyata sepeda motornya sudah lenyap. Dicari kesana kemari tak ditemukan, tak lama setelah itu datanglah IR teman Korban dia mengatakan bahwa dia berpapasan dengan seorang laki-laki yang membawa sepeda motor milik Korban di Gang Durian Kelurahan Ujung Batu.


Mendengar itu, dia langsung menghubungi saudaranya yang merupakan Anggota Kepolisian dan menceritakan bahwa sepeda motornya telah dibawa kabur oleh orang tak dikenal.


Keluarga Korban yang merupakan Kanit Reskrim Polsek Rambah Samo yaitu Aiptu Sarlin Sihotang, S.H, langsung menghubungi Panit 1 Reskrim Polsek Ujung Batu Ipda Feri Fadli, S.H dan menyampaikan bahwa sepeda motor milik saudaranya telah hilang di Gang Harapan Kelurahan Ujung Batu.


Atas informasi tersebut Panit 1 Reskrim dan anggota Reskrim Polsek Ujung Batu bergerak cepat melakukan penyisiran di sekitaran wilayah Ujung Batu, tak lama setelah itu didapat informasi bahwa Aiptu Sarlin Sihotang, S.H telah berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial RM bersama sepeda motor hasil curiannya, dan Pelaku serta BB nya langsung diamankan di Polsek Ujung Batu.


Dikatakan Paur Humas Ipda Totok saat digeledah Polisi menemukan 1 buah kunci T dan 2 buah anak kunci T di dalam saku celananya, ketika diinterogasi, Pelaku melakukan aksinya bersama RH menggunakan 1 unit sepeda motor merek Honda Scoopy warna hitam merah,” terangnya.


Berdasarkan keterangan RH selanjutnya Kapolsek Ujung Batu AKP Amru Hutauruk, S.H memerintahkan Panit 1 Reskrim dan anggota melakukan penyelidikan atas keberadaan RM, dan keesokan harinya diperoleh informasi bahwa Pelaku ada di Kecamatan Rambah Samo,” terang Ipda Totok. 


Tak ingin target buruannya kabur Kapolsek Ujung Batu dan anggota melakukan lidik keberadaan, tak lama berselang Pelaku berhasil diamankan dirumahnya RT 001 RW 001 Desa Teluk Aur Kecamatan Rambah Samo Kabupaaten Rokan Hulu beserta Barang Bukti berupa 1 unit sepeda motor merek Honda Scoopy warna hitam merah. Selanjutnya Pelaku dan Barang Bukti dibawa ke Polsek Ujung Batu untuk proses lebih lanjut. 


Keduanya digelandang ke Polsek Ujung Batu usai menggasak sepeda motor yang diparkir dengan membobol menggunakan kunci letter T yang digunakan setiap melakukan aksinya.


Polisi berhasil mengamankan barang bukti dari tersangka RM berupa 1 unit sepeda motor jenis Honda Supra X 125 warna merah hitam, dengan nomor registrasi polisi BM 4304 UG, Nomor Rangka MH1JB9123BK682473, Nomor mesin JB91E-2673567 dan 1 buah kunci letter T serta 2 unit anak kunci T. Sedangkan dari tersangka RH diamankan 1 unit sepeda motor merek Honda Scoopy warna hitam merah,” jelas Totok.(***/Alfian Top)




Cegah Penularan Covid-19 pada Momen NATARU, Jenderal Idham Aziz Keluarkan Maklumat Kapolri

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat bernomor Mak/ 4 /XII/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, pada Rabu (23/12/2020)


Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSI melalui Kabid Humas Polda Riau Kombes Narto memeberkan bahwasanya penerbitan Maklumat Kapolri tersebut bertujuan untuk memutus dan mencegah rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 diakhir tahun hingga awal tahun depan.


“Betul pak Kapolri telah mengeluarkan (Maklumat Kapolri) yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona, jangan sampai liburan ini menjadi klaster baru”, ujar Narto pada media Rabu (23/12).


Dalam Maklumat Kapolri tersebut, kepatuhan protokol kesehatan itu harus diimplementasikan oleh segenap masyarakat dengan mempertimbangkan
penanganan penyebaran Covid-19 secara nasional belum sepenuhnya terkendali dan masih berpotensi berkembang luas dalam masyarakat.


Kombes Narto menjelaskan bahwa Maklumat tersebut juga bertujuan untuk memberikan perlindungan dan menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat selama pelaksanaan libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru Tahun 2021.


Oleh sebab itu, Kapolri mengeluarkan
Maklumat untuk tidak menyelenggarakan pertemuan/kegiatan yang mengundang
kerumunan orang banyak di tempat umum seperti


  • perayaan Natal dan kegiatan keagamaan di luar tempat ibadah.
  • pesta/perayaan malam pergantian tahun;
  • arak-arakan, pawai dan karnaval.
  • pesta penyalaan kembang api.


Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Polda Riau menghimbau dan mengajak seluruh warga masyarakat untuk bersama sama mematuhi dan mengindahkan maklumat Kapolri ini demi Keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi dan demi mencegah/memutus mata rantai penyebaran covid19.


Narto menambahkan
Polri menyelenggarakan Operasi Lilin 2020 dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2020 dan tahun baru 2021 guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.


“Mari kita lebih peduli, jangan sampai perayaan natal dan tahun baru ini menimbulkan klaster baru penyebaran covid19”, pinta Narto.


Disebutkannya, guna menghindari penyebaran virus covid ini, pemerintah telah menerbitkan berbagai himbauan juga larangan.


“Bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Hindari pusat pusat keramaian, terutama saat pergantian tahun.
Dilarang untuk mengadakan perayaan dalam bentuk apapun.
Hindari bermain petasan karena dapat membahayakan diri sendiri, mengganggu lingkungan dan dapat menimbulkan kebakaran.
Jangan mudik atau bepergian keluar kota untuk melindungi diri dan keluarga dari bahaya virus yang mematikan ini”, imbuhnya


“Merayakan natal tahun ini tidak harus berkumpul dan kontak fisik dengan family atau kolega, bisa secara online karena cara ini akan sangat membantu menghindari penularan covid19. Tetap patuhi protokol kesehatan disetiap aktifitas dengan menjalankan 4 M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan) serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih”, pesan Narto


“Laporkan kepada pihak Kepolisian bila melihat/mengetahui hal hal mencurigakan”, tutupnya. (BPR/*)




Sekda Provinsi Riau Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

Yan Prana Jaya Indra Rasyid


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Sekretaris Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid, ditahan oleh jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (22/12/2020). Yan Praja tersandung kasus dugaan korupsi dana rutin di Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Siak tahun 2013-2017.


Sebelum ditahan Yan Prana menjalani pemeriksaan sebagai saksi sejak pukul 09.00 WIB. Jelang siang, ia ditetapkan sebagai tersangka. Sekitar pukul 13.40 WIB, terlihat tenaga medis datang ke Kejati Riau untuk memeriksa kesehatan Yan Prana.


Sekitar pukul 15.30 WIB, tenaga medis selesai memeriksa kesehatan Yan Prana. “Alhamdulillah (sehat),” kata seorang tenaga medis yang coba dikonfirmasi.


Tidak lama berselang, istri Yan Prana datang ke Kejati Riau, bersama seorang pria muda. Mengenakan baju warga kuning, perempuan berhijab itu langsung menuju lantai lima gedung tangannya terlihat menggenggam tasbih.


Sekitar pukul 15.30 WIB, Yan Prana keluar dari gedung Kejati Riau. Mengenakan rompi tahanan warna oranye, Yan Prana digiring ke mobil tahanan yang sudah menunggu di gedung Kejati Riau.


Selain dikawal petugas kejaksaan, juga terlihat sejumlah petugas Kepolisian.


Tidak ada kata yang terucap dari mulut Yan Prana ketika dikonfirmasi terkait penahanan dirinya. Dengan bergegas, Yan Prana langsung masuk ke mobil tahanan yang membawanya ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.


Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Hilman Azazi, mengatakan, Yan Prana akan ditahan selama 20 hari ke depan. “Sore ini kita tahan untuk 20 hari ke depan,” kata Hilman.


Hilman menyatakan, alasan penahanan Yan Prana karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. “Kalau melarikan diri tidak mungkin, karena dia pejabat publik,” kata Hilman.


Korupsi dilakukan ketika Yan Prana menjabat Kepala Bappeda Riau. Ia bertindak selaku pengguna anggaran. Diduga ada pemotongan anggaran ketika ia menjabat sebesar 10 persen.


Dalam kasus ini, Yan Prana sudah empat kali diperiksa sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 2 jo pasal 3 Pasal 10 pasal 13 f UU Pemberantasan Tidak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 31 Tahun 2001.


Sumber cakaplah.com




Keluarga Izinkan Komnas HAM Autopsi Ulang Jenazah Laskar FPI

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera turut mendampingi tim kuasa hukum FPI dan pihak keluarga 6 Laskar FPI saat mereka bertandang ke Kantor Komnas HAM. Foto/MNC Portal


ARBindonesia.com, JAKARTA – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera turut mendampingi tim kuasa hukum FPI dan pihak keluarga 6 Laskar FPI saat mereka bertandang ke Kantor Komnas HAM . Kedatangan mereka untuk menyerahkan barang bukti baru terkait dengan kasus adu tembak antara Laskar FPI dan Polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.


Mardani menjelaskan dalam pertemuan tersebut pihak keluarga menyetujui jika Komnas HAM hendak melakukan autopsi ulang atas 6 jenazah Laskar FPI . “Tadi disampaikan ada dokumen keluarga menyetujui jika Komnas HAM memang memerlukan pendalaman dengan melakukan autopsi ulang, tadi disampaikan persetujuan keluarga oleh pengacara. Pengacara dan keluarga sudah menyiapkan surat pernyataan boleh,” tuturnya di Kantor Komnas HAM , Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2020).


Dia menuturkan, sedari awal pihak keluarga tidak diberitahu kalau para jenazah telah diautopsi oleh kepolisian. Bahkan, izin untuk melakukan autopsi pun pihak keluarga enggan memberikan. “Sebagian yang saya tangkap tadi jenazahnya sudah diautopsi padahal tidak ada keluarga yang memberikan persetujuan untuk melakukan langkah autopsi,” katanya.


Sementara itu, salah satu anggota tim hukum FPI Aziz Yanuar menyebut pihaknya masih menunggu keputusan Komnas HAM ihwal pelaksanaan autopsi ulang. Menurutnya, hingga saat ini belum ada keputusan terkait hal tersebut. “Kita menunggu dari Komnas HAM, yang jelas pihak keluarga siap. Akan tetapi menunggu dari Komnas HAM,” ungkapnya.


Sumber sindonews.com




Bungkus Shabu Pakai Uang, Pelaku Berhasil Diciduk Sat Narkoba Polres Rohul

ARBindonesia.com, ROKANHULU – Pengedar narkotika biasanya menyembunyikan barang haramnya di dalam benda yang memiliki ruang atau celah khusus, namun pengedar shabu yang berhasil diciduk Sat Res Narkoba Polres Rokan Hulu (Rohul), Kamis (17/13/2020) sekitar pukul 19:15 WIB di sebuah rumah kos yang terletak di jalan Tali Air, Dusun Batang Samo, Kecamatan Rambah Kabupaten Rohul ini justru menggunakan cara tradisional.


AP, (28 th) Warga RT 001 RW 010 Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu ini mengelabui Petugas dengan cara membungkus shabu dengan menggunakan uang kertas pecahan dua ribu rupiah. Pelaku melakukan ini untuk menghindari kecurigaan Petugas, namun seperti peribahasa Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, hal itulah yang dirasakan oleh lelaki berinisial AP, Dia merupakan Pelaku sekaligus pengedar barang haram tersebut.


Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, S.IK, M.H melalui Paur Humas Ipda Totok Nurdianto, S.H mengatakan Pelaku ditangkap Polisi bersama Barang Bukti berupa 2 paket diduga Narkotika jenis Shabu yang di bungkus dengan plastik klip bening dan dibalut uang kertas pecahan dua ribu rupiah dengan berat kotor lebih kurang 0,50 gram serta 1 unit Hp merk Nokia warna hitam.


Ipda Totok menuturkan, terungkapnya kasus ini berawal pada Kamis, (10/12/2020) atas adanya informasi dari masyarakat bahwa di Desa Suka Maju Dusun Batang Samo Kecamatam Rambah sering dijadikan tempat transaksi Narkotika.


Berdasarkan info tersebut, Kasat Narkoba AKP Masjang Effendi langsung memerintahkan personel  untuk melakukan lidik, dengan menggunakan jasa informan, hanya dengan waktu singkat Pelaku behsil ditangkap,” katanya.


“Saat dilakukan penangkapan Pelaku sedang duduk di dalam sebuah Rumah Kos, seketika itu Petugas melakukan penggeledahan badan dan ditemukan Barang Bukti (BB) Narkotika jenis Shabu.


Kemudian saat dilakukan interogasi “AP” mengakui bahwa Narkotika jenis Shabu itu adalah miliknya yang diperoleh dari, EN yang beralamat di Kecamatan Rambah selanjutnya dilakukan pencarian terhadap EN namun sudah tidak berada di tempat, Kini Pelaku dan BB dibawa ke Polres Rokan Hulu guna proses lebih lanjut. 


Dia menambahkan Pelaku akan dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling sedikit 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara. Polisi masih mendalami kasus tersebut.” pungkasnya.(***/Alfian Top)




Diputusin Pacar, Pria Ini Lempar Bom Molotov ke Rumah Mantannya

ARBindonesia.com, PEKANBARU – RS (35) ditangkap oleh Tim Opsnal Polsek Rumbai Pesisir karena berniat membunuh mantan pacarnya bernama Dian dengan cara melempar bom molotov ke rumah korban di Jalan Cemara, Kelurahan Limbungan, Kota Pekanbaru, Sabtu (12/12/2020).


Selain RS, Tim Opsnal Polsek Rumbai Pesisir juga menangkap pelaku ARS (33) yang menemani RS saat hendak melakukan aksinya tersebut.


Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kapolsek Rumbai Pesisir AKP Maitertika mengatakan, aksi pelemparan bom molotov juga sempat terekam CCTV di rumah korban.


“Pelaku RS ini sakit hati karena diputusin oleh mantannya bernama Dian. Pelaku ingin membunuh korban dengan cara melempar bom molotov ke rumah korban. Saat melakukan aksinya, RS ditemani oleh pelaku ARS dengan mengendarai sepeda motor,” ucap Maitertika, Sabtu (19/12/2020).


Saat kejadian, korban sedang berada di kamar lantai 2 rumahnya, tiba-tiba korban mendengar suara ledakan di teras rumah. Korban lalu berlari mengecek dan didapati api sudah menyala membakar 2 buah kursi kayu yang berada di teras rumah.


Kemudian korban bersama keluarganya memadamkan api tersebut. Setelah api berhasil dipadamkan, didapati pecahan botol kaca bersumbu dan berbau bensin, yang diduga sebagai pemicu ledakan dari kebakaran itu. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rumbai Pesisir.


Berdasarkan keterangan korban dan beberapa saksi, Tim Opsnal Polsek Rumbai Pesisir melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan pelaku. Hasil penyelidikan menunjukkan pelaku RS dan ARS. Keduanya lalu ditangkap Tim Opsnal Polsek Rumbai Pesisir di Pekanbaru.


“Pelaku RS ini terlebih dahulu menyiapkan botol M.150 dan merakit bom molotov di Jembatan Siak IV Jalan Sudirman Pekanbaru. Pelaku mengisi minyak bensin dan memasukkan sumbu ke botol M.150,” cakapnya.


“Pelaku RS dan ARS pergi ke rumah korban dengan menyiapkan bom molotov yang sudah dirakit sendiri. Saat berada di depan rumah korban, pelaku RS langsung menghidupkan bom molotov menggunakan mancis dan melempar ke rumah korban,” jelasnya.


Kedua pelaku dikenakan Pasal 187 ayat (1.e) dan (2.e) KUHPidana. Ternyata setelah dilakukan tes urine, kedua pelaku juga positif narkoba.


Sumber cakaplah.com