
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi) menilai ketegasan Pemkab Inhil masih rendah untuk menertibkan lingkungan, khususnya selama bulan Ramadhan.
Pasalnya dalam sepekan terakhir, masih hanyak aktivitas-aktivitas masyarakat yang mengganggu ketertiban ibadah.
“Masih banyak aktivitas di lingkungan kota Tembilahan ini yang sangat mengganggu kenyamanan umat muslim untuk menjalankan ibadah ramadan. Semua itu sangat erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah,” ungkap Ketua Tanfidz FPI Tembilahan, Habib Darmawi Al-Attas, Jum’at (10/6/2016).
Menurutnya, beberapa aktivitas tersebut disebutkannya seperti caffe ataupun club malam yang bermoduskan games anak, masih beroperasinya rumah makan disiang hari selama bulan Ramadhan dan maraknya dagangan mercon.
Untuk itu, FPI mendesak Pemkab Inhil untuk mengeluarkan kebijakan terkait beberapa persoalan tersebut. Termasuklah katanya pemberhentian secara merata terhadap peredaran Miras.
“Jadi, kami minta kepada Bupati Inhil khususnya agar sekiranya bisa menginstruksikan kepada seluruh instansi guna membangun suasana Ramadhan tahun ini lebih kondusif,” tutupnya./ Mirwan



BERITA TERHANGAT
Ketika Hukum Menemukan Hatinya di Kejari Inhil, Tersangka dan Korban Berpelukan Hapus Segala Luka
Masyarakat Khawatir Proyek Jalan Ruas Sanglar-Kotabaru Kembali Mangkrak, Ini Tanggapan Pemerintah Daerah
Pusaran Konflik Pengajuan HGU!Ancaman Kehilangan Hak Tanah Warga di Balik Kemitraan PT Oscar Investama yang Tak Memiliki Lahan Inti