280 Ribu PNS Pusat Harus Ikut Pindah ke Ibukota Baru, yang Menolak Silahkan Pergi

Foto Menteri PANRB Tjahjo Kumolo.







ARB INdonesia, JAKARTA – Pegawai Negeri Sipil di lingkungan pemerintah pusat harus mulai bersiap diri untuk hidup di ibukota baru.


Pasalnya, sekitar 180 ribu PNS itu diharuskan pindah mengikuti instansinya masing-masing.


Demikian disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo saat rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (20/1/2020).


“Insyaallah 2023-2024 akan dipindahkan 280 ribu PNS kementerian/lembaga ke ibukota baru,” ungkap Tjahjo.


Tjahjo juga menyebut, Presiden Jokowi menyatakan pemindahan ratusan ribu PNS itu bisa dilakukan secara bertahap tergantung kondisi di lapangan.


“Itu sebabnya, saat ini persiapan pemindahan terus kami lakukan,” jelasnya.







Saat ini, pihaknya tengah mengkalkulasi segala skenario, termasuk kemungkinan 15-16 persen PNS tersebut memutuskan pensiun dini.


“Sedang dipikirkan apakah akan yang akan pensiun itu diganti dengan PNS baru atau bagaimana,” tuturnya.


Tjahjo menegaskan, semua PNS pusat wajib pindah ke ibukota baru karena hal itu merupakan amanat Undang-Undang.


Selain itu, ada juga ketentuan bahwa PNS memang harus siap dipindahkan di mana saja.


“Tentunya akan ditanyakan dulu, apakah pilih pindah atau tidak. Kalau tidak pindah, ada pilihan pensiun dini,” sambungnya.



Terkait kekhawatiran bakal banyaknya PNS yang menolak pindah, Tjahjo menyampaikan bahwa kesejahteraan PNS itu akan dijamin.


Bahkan, pemerintah sudah menyiapkan rumah bagi PNS, sekolah hingga perguruan tinggi yang bagus.


“Di ibukota baru PNS akan hidup enak. Semua fasilitas akan disiapkan pemerintah,” bebernya.


Karena itu, sejatinya tidak ada alasan bagi ratusan ribu PNS itu menolak pindah ke ibukota baru.


“Lagipula kalau bertahan di Jakarta, lah semua instansi pusat pindah ke ibukota baru, dia mau kerja di mana,” pungkasnya. (*)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/01/20/280-ribu-pns-pusat-harus-ikut-pindah-ke-ibukota-baru-yang-menolak-silahkan-pergi/2/




Tak Hanya China, Prabowo Akui Sejumlah Negara Langgar Batas Wilayah

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat hendak mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Foto/SINDOnews/Kiswondari







ARB INdonesia, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyebut China bukan satu-satunya negara yang melanggar batas wilayah Indonesia.


Menurut dia, ada beberapa negara yang melanggar batas wilayah Indonesia. “Tapi saya ingin tegaskan lagi di sini, bahwa pelanggaran wilayah tidak hanya terjadi dari satu negara, tapi beberapa negara lain juga melakukan pelanggaran wilayah ke wilayah kita,” kata Prabowo seusai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).


Saat ditanya terkait negara mana saja yang dimaksud, Prabowo enggan mengungkapkan negara mana saja yang melanggar batas wilayah Indonesia.



“Iya ada beberapa negara lain ya,” ujarnya.


“Ya saya cukup sebut beberapa negara,” kata mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.


Namun, Prabowo melanjutkan, Komisi I DPR juga memahami dan mendukung pemerintah untuk meningkatkan pertahanannya guna menjaga kedaulatan negara.


“Saya kira itu di Komisi I memahami, Komisi I juga mendukung pemerintah dan mendukung peningkatan pertahanan TNI dan sebagainya,” kata Prabowo. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://nasional.sindonews.com/read/1502146/14/tak-hanya-china-prabowo-akui-sejumlah-negara-langgar-batas-wilayah-1579518133




Selama 4 Jam Tenggelam, Bocah 2 Tahun ini Akhirnya Ditemukan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Afrizal (2 th) yang tenggelam disungai akibat terjatuh kesungai bersama orang tuanya saat melintasi jembatan akhirnya ditemukan.


Afrizal di temukan  pada Minggu (19/1/2029) sekitar pukul 16.55 WIB, sekitar 500 meter dari tempat Korban jatuh di Jembatan Sungai Pinggan Desa Gemilang Jaya Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau.


Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman Siahaan SIK melalui Kasubag Humas Polres Inhil AKP Warno mengatakan, korban di temukan setelah tim melakukan penyisiran diseputaran perairan Sungai Pinggan.







“Berjarak kurang lebih 500 M dari tempat kejadian korban ditemukan dalam posisi tersangkut dipohon Nipah”, ungkapnya.


Selain itu, AKP Warno juga menyampaikan pencarian korban dilakukan secara bersama-sama dengan personil Polsek Batang Tuaka , Personil Pol Airud Polres Inhil, BASARNAS dan Masyarakat.


“Dari pencarian itu membuahkan hasil, saat di temukan Korban sudah  meninggal dunia. Selanjutnya Tim melakukan evakuasi ke Rumah Korban dan di lakukan Tindakan Visum,” ucap Humas Polres Inhil.


Baca juga : Ayah Dan 3 Anak Jatuh Kesungai Saat Melintas Di Jembatan Rusak, 1 Diantaranya Dalam Pencarian


Editor Arb




Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas

Foto Ilustrasi idntime.com


ARB INdonesia, LA TAHZAN – Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal. Maka, apalagi saya, Anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset dan salah.


Dalam hidup ini, terutama jika Anda seseorang yang selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka Anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit. Mungkin pula, sesekali Anda akan mendapat cemoohan dan hinaan dari orang lain. Dan mereka, tidak akan pernah diam mengkritik Anda sebelum Anda masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit, dan berpisah dengan mereka.


Adapun bila Anda masih berada di tengah-tengah mereka, maka akan selalu ada perbuatan mereka yang membuat Anda bersedih dan meneteskan air mata, atau membuat tempat tidur Anda selalu terasa gerah. Perlu diingat, orang yang duduk di atas tanah tak akan pernah jatuh, dan manusia tidak akan pernah menendang anjing yang sudah mati.







Baca Juga : Jangan Sampai Hal-hal yang Sepele Membinasakan Anda!


Adapun mereka, marah dan kesal kepada Anda adalah karena mungkin Anda mengungguli mereka dalam hal kebaikan, keilmuan, tindak tanduk, atau harta. Jelasnya, Anda di mata mereka adalah orang berdosa yang tak terampuni sampai Anda melepaskan semua karunia dan nikmat Allah yang pada diri Anda, atau sampai Anda meninggalkan semua sifat terpuji dan nilai-nilai luhur yang selama ini Anda pegang teguh. Dan menjadi orang yang bodoh, pandir dan tolol adalah yang mereka inginkan dari diri Anda.


Oleh sebab itu, waspadalah terhadap apa yang mereka katakan. Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan dan hinaan mereka. Bersikaplah laksana batu cadas; tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran￾butiran salju yang menderanya setiap saat, dan ia justru semakin kokoh karenanya.


Artinya, jika Anda merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan atau cemoohan mereka, berarti Anda telah meluluskan keinginan mereka untuk mengotori dan mencemarkan kehidupan Anda. Padahal, yang terbaik adalah menjawab atau merespon kritikan mereka dengan menunjukkan akhlak yang baik.


Baca Juga : Yang Lalu Biar Berlalu







Acuhkan saja mereka, dan jangan pernah merasa tertekan oleh setiap upadaya mereka untuk menjatuhkan Anda. Sebab, kritikan mereka yang menyakitkan itu pada hakekatnya merupakan ungkapan penghormatan untuk Anda. Yakni, semakin tinggi derajat dan posisi yang Anda duduki, maka akan semakin pedas pula kritikan itu.


Betapapun, Anda akan kesulitan membungkam mulut mereka dan menahan gerakan lidah mereka. Yang Anda mampu adalah hanya mengubur dalam-dalam setiap kritikan mereka, mengabaikan solah polah mereka pada Anda, dan cukup mengomentari setiap perkataan mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah.


{Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu.”} (QS. Ali ‘Imran: 119).


Bahkan, Anda juga dapat ‘menyumpal’ mulut mereka dengan ‘potongan-potongan daging’ agar diam seribu bahasa dengan cara memperbanyak keutamaan, memperbaiki akhlak, dan meluruskan setiap kesalahan Anda. Dan bila Anda ingin diterima oleh semua pihak, dicintai semua orang, dan terhindar dari cela, berarti Anda telah menginginkan sesuatu yang mustahii terjadi dan mengangankan sesuatu yang terlalu jauh untuk diwujudkan.


(Karya  Dr. Aidh al- Qarni – Penerbit Qisthi Press)




Bermodal Rompi SWAT, Polisi Gadungan Peras Pengendara di Makassar

Ilustrasi Polisi Gadungan. ©2015 Merdeka.com







ARB INdonesia, MAKASSAR – Residivis bernama Lufti Tajuddin (31) warga Kecamatan Manggala yang mengaku-ngaku sebagai polisi diringkus polisi dari unit Jatanras Polrestabes Makassar, Jumat malam (17/1) pukul 21.00 Wita. Lutfi merupakan pelaku kriminal dengan 14 Laporan Polisi (LP) terhitung sejak Oktober 2019 hingga Januari 2020 ini.


Kejahatan yang dilakukannya mulai dari pencurian, penipuan dan pemerasan. Dari tangan Lutfi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti sejumlah ponsel dan sepeda motor.


Kemudian satu lembar rompi hitam bertuliskan SWAT (Special Weapons And Tactics). Rompi tersebut digunakan Lutfi saat menjadi polisi gadungan untuk memeras pengendara yang tidak lengkap surat-surat kendaraannya.


Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono saat dikonfirmasi Minggu (19/1) menjelaskan Lutfi sebelumnya residivis kasus pencurian sepeda motor di Polsek Manggala, penggelapan sepeda motor di Polsek Mamajang dan penggelapan alat elektronik di Polsek Panakkukang.







“Ada tujuh tindak pidana pencurian, penipuan dan pemerasan yang dilakukan tersangka dengan cara menyamar sebagai polisi dengan menggunakan rompi hitam bertuliskan SWAT. Modusnya dengan menahan pengguna jalan di pinggir jalan dan memeriksa kelengkapan surat-suratnya. Jika tidak lengkap, dia minta uang tebusan dengan nilai beragam mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu,”kata Yudhiawan.


“Pernah juga di sebuah warung mengaku anggota Resmob, pinjam ponsel pengunjung. Saat pemilik lengah, tersangka lalu bawa kabur ponsel itu,” sambungnya.



Selain mengaku sebagai polisi, Lutfi juga pernah mencuri di indekos putri, rumah bernyanyi atau tempat karaoke dan rumah sakit. Modusnya antara lain pura-pura jadi sales dan membawa kabur barang incaran saat perawat di rumah sakit tertidur.


“Saat pengembangan, tersangka berusaha melarikan diri dan mencoba lompat dari kendaraan petugas dengan mendorong dan membenturkan kepalanya ke arah wajah anggota kemudian melarikan diri. Tapi anggota mengejar dan berhasil mengamankannya setelah kaki kanannya ditembak lantaran mengabaikan tiga kali tembakan peringatan,” pungkas Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono. (*)


loading…




Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/bermodal-rompi-swat-polisi-gadungan-peras-pengendara-di-makassar.html




Jangan Sampai Hal-hal yang Sepele Membinasakan Anda!

Foto : Ilustrasi popbela.com







ARB INdonesia, LA TAHZAN – Banyak orang bersedih hanya karena hal-hal sepele yang tak berarti. Perhatikanlah orang-orang munafik; betapa rendahnya semangat dan tekad mereka.


Berikut ini adalah perkataan-perkataan mereka:
{Janganlah kamu sekalian berangkat (pergi berperang) di dalam panas terik ini.} (QS. At-Taubah: 81)


{Berilah kami izin (tidak pergi berperang) dan janganlah menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah.}  (QS. At-Taubah: 49)


{Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).} (QS. Al-Ahzab: 13)


{Kami takut akan mendapat bencana.} (QS. Al-Ma’idah: 52)


{Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.} (QS. Al-Ahzab: 12)


Sungguh, betapa sempitnya hidung-hidung mereka, betapa sengsaranya jiwa-jiwa mereka. Hidup mereka hanya pada sebatas soal perut, piring, rumah dan istana. Mereka tidak pernah mau menengadahkan pandangan mereka ke angkasa kehidupan yang ideal. Mereka juga tak pernah menatap bintang-bintang keutamaan hidup.


Kecemasan dan pengetahuan mereka hanya pada soal kendaraan, pakaian, sandal dan makanan. Coba perhatikan, betapa banyaknya manusia yang hidupnya dari pagi hingga sore hanya disibukkan oleh kecemasan dan kegelisahan mereka agar tidak dibenci isteri, anak atau kerabat dekatnya, atau agar tidak mendapat celaan, atau mengalami keadaan yang menyedihkan.


Ini semua, pada dasarnya justru merupakan musibah besar bagi manusia-manusia seperti itu. Betapa mereka sama sekali tidak memiliki tujuan-tujuan yang lebih mulia yang seharusnya menyibukkan mereka, dan juga kepentingan-kepentingan agung yang seharusnya menyita seluruh waktu mereka.

Padahal, pepatah mengatakan: “Jika air telah keluar dari bejana, hawa kosong akan datang memenuhinya.” Maka dari itu, bila Anda juga merasa seperti orang-orang tadi, renungkanlah kembali hal-hal yang selama ini telah menyita perhatian dan hidup Anda, atau bahkan membuat Anda resah setiap saat.


Baca juga : Yang Lalu Biar Berlalu


Benarkah semuanya itu pantas memperoleh perhatian dan porsi yang sedemikian besar dalam hidup Anda? Mengapa Anda harus rela mengorbankan pikiran, daging darah, ketentraman dan juga waktu hanya untuk persoalan-persoalan sepele tadi?


Ibarat orang berjual beli, apa yang Anda lakukan itu sebenarnya suatu keculasan dan kerugian besar yang dibayar murah. Para ahli jiwa sering mengatakan, “Buatlah batasan yang rasional (wajar) untuk setiap hall” Dan lebih tepat dari kalimat ini adalah firman Allah, {Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.} (QS. Ath-Thalaq: 3)


Yakni, letakkanlah setiap persoalan sesuai dengan ukuran, bobot dan kadarnya. Janganlah sekali-kali Anda melakukan kezaliman dan melampaui batas. Ibaratnya, bila tujuan utama orang-orang yang berbakti kepada Allah (ketika berada dibawah sebuah pohon) adalah untuk berjual beli, maka mereka akan mendapatkan ridha Allah. Namun, bila salah seorang dari mereka hanya disibukkan dengan urusan untanya saja, hingga ia tak sempat ikut berjual beli, maka yang akan ia peroleh adalah hanya kebinasaan dan kegagalan.


Abaikanlah hal-hal sepele yang tak penting. Jangan sampai Anda hanya disibukkan olehnya dan waktu Anda habis karenanya. Dengan begitu, niscaya Anda kegundahan dan kecemasan akan selalu menjauhi Anda. Dan Anda pun selalu riang ceria.


((Karya  Dr. Aidh al-Qarni))