Riau dan Sumsel Sepakat Bersama Mengatasi Karhutla

ARB INdonesia, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Selatan, menyepakati mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), secara bersama pada tahun 2020 ini.


Kesepakan tersebut, terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) gubernur Riau dan jajaran bersama Gubernur Sumatera Selatan dan jajaran terkait penanganan Karhutla, Sabtu (11/1/2020), di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Provinsi Riau di Pekanbaru.


Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Riau H Syamsuar, Danlanud Roesmin Nurjadin, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Karo OPS Polda mewakili Kapolda, Danrem 031 Wira Bima, BPBD Provinsi Riau beserta Kepala OPD Provinsi Riau dan jajaran. Dan dari Provinsi Sumel hadir Gubernur H. Herman Deru, berserta Danrem 044 Garuda Dempo, Kolonel. Arh Sonny Septiono dan jajaran.







“Kami ingin dalam pertemuan ini masing-masing jajaran dapat bertukar pengalaman, dan tercipta kesamaan visi dalam menghadapi bencana Karhutla, sehingga penanggulangan Karhutla dapat ditangani lebih baik. Musim kemarau ekstrem akan kita hadapi dalam waktu dekat, Pemprov Riau sudah melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder sampai pihak desa agar dapat bersama-sama menjaga hutan dan lahan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Syamsuar.


Beberapa kebijakan strategis yang telah dilakukan Pemprov Riau, diantaranya, Pemetaan kembali daerah rawan bencana. Inventarisir kembali terhadap izin perusahaan perkebunan dan pengusahaan yang beroperasi di wilayah Provinsi Riau. Perlibatan perusahaan dalam patroli bersama yang dapat dimonitoring langsung oleh satgas karhutla Provinsi Riau.


Penyediaan alat pertanian di 99 kecamatan yang rawan karhutla dan penyediaan tanaman yang ramah terhadap lingkungan. Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan sebagai zona penyamgga sehingga menciptakan ekowisata terutama di kawasan taman nasional hutan lindung dan hutan konservasi. Pelibatan dunia pendidikan terhadap dosen dan tenaga pengajar lainnya serta mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata dalam mensosialisasikan bahaya karhutla akibat membuka lahan cara membakar.







Menanam tanaman-tanaman yang ramah lingkungan di lahan gambut. Sistem informasi / aplikasi peringatan dini dalam mengetahui lokasi titik hotspot di lapanfam. Pembuatan embung dan sekat kanal pada lokasi-lokasi lahan gambut.


“Dan penetapan status siaga darurat jika sudah ada informasi awal dari BMKG mengenai masuknya musim kemarau. Selanjutnya pembentukan tim terpadu penertiban kebun sawit ilegal, termasuk penegakan hukum. Terakhir juga menjalin sinergitas antara pemprov dan Kabupaten Kota, serta bersama pemerintah pusat, perguruan tinggi dengan semua pihak,” ungkap Gubri.


Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkapkan, tidak ada kata lain selain kerjasama dalam menghadapi Karhutla ini. Melihat solidnya Gubernur Riau dengan bupati/walikota dalam menangani Karhutla, hal ini menjadi inspirasi bagi dirinya.


“Selama 10 tahun saya menjabat menjadi bupati tidak ada Karhutla, baru saja saya dilantik sebagai gubernur langsung dihadapkan dengan Karhutla, tahun 2019 merupakan kondisi cuaca panas yang sangat ekstrim,” ungkap Herman.







Lahan gambut di Sumsel, beber Herman, ada seluas 1,4 juta. Kubah gambut di Sumsel 20-30 meter, dan berada jauh dari infrastruktur. Andalan pemadaman hanya water bombing dengan cost yang besar sementara APBD Sumsel sedikit. Karenannya Pemerintah Provinsi Sumsel kewalahan menghadapi Karhutla.


“Saya mengucapkan terimakasih kepada gubernur Riau, sudah mau menerima kami dan bertukar pikiran tentang penanganan Karthula, dan kami juga berterima kasih karena Riau sudah mengumpulkan daerah penghasil sawit tadi pagi. Untuk menghadapi Karhutla tidak ada kata lain, selain saling bekerjasama,” ucap Herman.


Untuk diketahui, pada tahun 2019 yang lalu, kondisi Karhutla di Riau, begitu parah setelah tiga tahun tanpa asap. Dan kembali terjadi pada tahun 2019, yang menyebabkan ratusan ribu haktar lahan terbakar. Bahkan menyebabkan kabut asap tebal, dan menggangu dunia pendidikan. Selain itu juga mengganggu penerbangan dan perekonomian. (*)


loading…




Sumber cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/2020/01/11/riau-dan-sumsel-sepakat-bersama-mengatasi-karhutla/#sthash.MHWlnmZa.dpbs





Jokowi Wants To Close Copra Exports, Will Be Processed By Himself For Airplane Fuel

Fhoto: Through the editing process







ARB INdonesia – President of the Republic of Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) wants to close the export of several commodities in Indonesia, one of which is copra export. Because according to him, copra can be processed into a substitute for Aviation Turbine (Avtur) fuel.


Avtur is a type of aviation fuel that is designed to be used on airplanes powered by gas turbines. Copra is dried coconut meat, this commodity is exported to several countries such as India, Thailand and the Philippines.


“Coconut oil copra can become Avtur. This research is almost complete, “said Jokowi in the 47th PDI Perjuangan anniversary event at JIExpo in Jakarta, Friday (10/1/2020).


The President of the Republic of Indonesia said, If the results of the research had already come out, he wanted to replace all aircraft fuel with copra owned by farmers in the country.


“This step is aimed at realizing a self-reliant Indonesia in the economic field, such as the message of Indonesia’s first President Sukarno. We will be independent and do it ourselves,” Jokowi said.


Besides copra, Jokowi also plans to close exports of several commodities such as bauxite and coal.


“However, the closing of the export tap will be carried out in stages,” he added.


As is known, Referring to businesswire.com, Indonesia is the largest volume of coconut producer in the world. Indonesia is capable of producing 19 million tons of coconut in 2018, while the Philippines and India produce 14 million and 12 million tons respectively.







In addition, Indonesia is also the world’s largest coconut exporter. In 2018, Indonesia exported 290 thousand tons or 52% of the total coconut exports.


On one hand, Transportation Minister Budi Karya Sumadi said, the government was studying ways to balance Avtur prices so that plane ticket fares would be more affordable, especially before Christmas and the New Year 2020. Moreover, avtur prices in eastern and western Indonesia were different.


“Avtur causes 40% increase in ticket prices. Therefore, Avtur prices will be looked for a way out by balancing (rebalancing) prices,” said Transportation Minister Budi Karya Sumadi at the end of last year (2/12/2019).


Based on Pertamina’s data in February 2019, the price of aviation fuel in eastern Indonesia averaged over Rp 10,000 per liter. Even the price of aviation fuel for Deo Airport (Sorong), Papua for Jet A-1 types reached Rp 11,080 per liter (77.4 US cents per liter).


The price is 34.9% higher than the price of Avtur at Soekarno Hatta Airport (Jakarta) Rp 8,210 / liter.


The following is a chart of Databoks related to avtur prices in Eastern Indonesia:



loading…




Editor: Arb
Google translate : Jokowi Ingin Tutup Ekspor Kopra, Akan Diolah Sendiri Untuk Bahan Bakar Pesawat


Source link:
https://katadata.co.id/berita/2020/01/10/bakal-diolah-jadi-avtur-jokowi-ingin-tutup-ekspor-kopra




Iran Tak Sengaja Merudal Pesawat Ukraina karena Intimidasi AS

Iran mengakui tak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines dengan rudal. Foto/Infografis SINDOnews







ARB INdonesia, TEHERAN – Iran akhirnya mengakui menembak jatuh pesawat sipil Ukraina dengan rudal yang menewaskan 176 orang pada Rabu lalu. Teheran mengaku tidak sengaja karena dalam situasi diintimidasi Amerika Serikat (AS).


“Dengan penyesalan dan kesedihan yang mendalam, beberapa jam yang lalu saya diberitahu tentang hasil penyelidikan Staf Jenderal Angkatan Bersenjata terhadap kecelakaan pesawat penumpang Ukraina,” kata Presiden Hassan Rouhani, Sabtu (11/1/2020), yang dikutip SINDOnews.com dari situs web Presiden Iran.


“Dalam suasana ancaman dan intimidasi oleh rezim Amerika yang agresif terhadap bangsa Iran setelah mati syahidnya Jenderal Qasem Soleimani, dan untuk mempertahankan diri dari kemungkinan serangan oleh Angkatan Darat Amerika, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran siap sepenuhnya waspada, yang sayangnya menyebabkan bencana mengerikan ini merenggut nyawa puluhan orang tak bersalah karena human errror dan penembakan yang keliru,” lanjut Rouhani.







Militer Teheran mengaku salah mengidentifikasi pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines sebagai pesawat musuh ketika situasi sedang tegang dengan militer AS.


“Di tengah ancaman presiden kriminal (AS) dan komando militer untuk mencapai beberapa sasaran di Iran serta memberikan aktivitas udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut, angkatan bersenjata negara ini ditempatkan pada siaga tempur tertinggi untuk menanggapi kemungkinan ancaman,” kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Sputniknews, Sabtu (11/1/2020).


Staf Umum tersebut mengatakan bahwa setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran, pesawat Ukraina mendekati fasilitas militer dan operator sistem rudal salah mengidenfitikasi pesawat sipil itu sebagai pesawat musuh hingga akhirnya ditembak jatuh.,







Rouhani memerintahkan untuk menghilangkan cacat pada sistem pertahanan rudal udara nasional. “Adalah perlu untuk menghilangkan semua kelemahan sistem pertahanan udara, mengambil semua langkah untuk mencegah bencana seperti itu di masa depan,” katanya.


Pesawat Ukraina itu jatuh setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran, Rabu pagi. Pesawat hendak menuju Kiev, Ukraina.



Tragedi itu terjadi beberapa jam setelah Iran menyerang dua markas militer Amerika Serikat di Irak dengan 15 rudal. Serangan belasan misil itu sebagai balas dendam atas pembunuhan Jenderal Pasukan Quds, Qassem Soleimani, oleh serangan pesawat nirawak AS di Baghdad sepekan lalu.


Menurut manifes yang dirilis UIA, para korban termasuk 83 warga Iran dan 63 warga Kanada. Korban tewas lainnya adalah sepuluh warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman, dan sebelas warga Ukraina termasuk sembilan awak. (*)


loading…




Sumber Sindonews.com
https://international.sindonews.com/read/1493833/43/iran-tak-sengaja-merudal-pesawat-ukraina-karena-intimidasi-as-1578727598




Pesan Dandim 0314/Inhil Saat Berkunjung ke Sekretariat FKWI

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dandim Letkol Inf Imir Faishal melakukan kunjungan ke Sekretariat Forum Komunikasi Wartawan Indragiri Hilir (FKWI) yang bertempat di jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan, tepatnya di samping Gor Tasik Gemilang, Sabtu (11/1/2020) pagi.


Dalam kunjungan yang telah direncanakan sebelumnya, Dandim 0314/Inhil mengatakan Ingin mengenal lebih dekat keanggotaan FKWI, serta menjalin tali silaturahmi tentunya.


“Alhamdulillah organisasi Wartawan FKWI dengan Kodim 0314/Inhil sudah terjalin sebagai sebuah mitra kerjasama penginformasian, dan semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 0314/Inhil ini selalu menyertakan wartawan sebagai sebuah wadah penyampai informasi,”  tuturnya.







Selain itu, Letkol Inf Imir Faishal juga berpesan kepada Wartawan yang tergabung dalam kepengurus organisasi FKWI, dalam menyampaikan informasi pemberitaan agar selalu mengedepankan kode etik.


“Pesannya sama seperti pertama kali bertemu dengan FKWI, media itu fungsinya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Tidak hoax,” pesan Dandim.


Terkahir Dandim mengatakan Ketika mendapat sebuah informasi harus dikros cek terlebih dahulu dengan pihak yang berkaitan agar berimbang.


“Tidak seperti dulu dengan istilah “bad news is good news” (kabar buruk adalah kabar baik), imbuh Dandim sambil melihat isi didalam Sekretariat FKWI.







Sementara itu, Ketua FKWI Debi Candra melalui Sekretaris Jendral (Sekjen) Daud M Nursalam dan anggota lainnya menyambut baik atas kunjungan Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf Imir Faishal beserta jajarannya.


“Semoga kunjungan Dandim ke Balai FKWI ini mempererat hubungan baik kemitraan antara TNI dan Wartawan yang ada di Inhil,” ujarnya.


Untuk diketahui, setelah kunjungannya di Sekretariat FKWI, Dandim beserta jajaran melaksanakan sarapan bersama dengan pengurus FKWI, tampak pula Tokoh Masyarakat Yusuf Said dan Kepala Imigrasi, Nazaruddin.



Diketahui juga, sebelum melaksanakan kunjungan itu, terlebih dahulu Dandim 0314/Inhil melaksanakan olahraga pagi dengan bersepeda bersama jajaran dan Komunitas sepeda di Inhi.  (arb/fkwi)





Video: Cara Tradisional Membelah Kelapa dengan Cepat

https://youtu.be/Yj2So1vl7ko


Lembaga Pelatihan Keterampilan 8 Yan Ekhsan


ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – LPK 8 YES merupakan suatu lembaga pelatihan yang membidangi tetang pengolahan kopra putih berkualitas ekspor.


LPK 8 YES berjalan sejak tahun 2018, beralamatkan di Jalan Tanjung Priok, Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil)-Riau. (Arb)


Dalam produksinya, LPK 8 YES mampu memproduksi kopra putih puluhan ton per minggu.


Selain memproduksi kopra putih sendiri, LPK 8 YES juga memiliki jaringan yang tersebar dalam beberapa kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. (arb)




Jokowi Ingin Tutup Ekspor Kopra, Akan Diolah Sendiri Untuk Bahan Bakar Pesawat

Kopra yang dikeringkan menggunakan sinar matahari, foto lpk 8 yes, Arbindonesia.com







ARB INdonesia, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) ingin menutup ekspor beberapa komoditas yang ada di Indonesia, salah satunya ekspor kopra. Sebab menurutnya, kopra dapat diolah menjadi pengganti bahan bakar Aviation Turbine (Avtur) .


Avtur merupakan salah satu jenis bahan bakar penerbangan yang dirancang untuk digunakan pada pesawat terbang yang bermesin turbin gas.


Kopra merupakan daging buah kelapa yang telah dikeringkan, komoditas ini diekspor kebeberapa Negara seperti India, Thailand, dan Filipina.


“Kopra minyak kelapa yang bisa menjadi Avtur. Ini sudah hampir selesai risetnya,” tutur Jokowi dalam acara HUT PDI Perjuangan ke-47 di JIExpo di Jakarta, Jum’at (10/1/2020).







Dikatakan Presiden RI, Jika hasil riset itu sudah keluar maka ia ingin mengganti seluruh bahan bakar pesawat dengan kopra milik petani di Tanah Air.


“Langkah ini bertujuan mewujudkan Indonesia yang berdikari dibidang ekonomi, seperti pesan Presiden RI pertama Soekarno. Kita akan mandiri dan kerjakan sendiri,” ujar Jokowi. 


Selain kopra, Jokowi juga berencana menutup ekspor beberapa komoditas seperti Bauksit dan Batu Bara.


“Namun, penutupan keran ekspor tersebut akan dilakukan bertahap,” imbuhnya.


Sebagaimana diketahui, Mengacu pada  businesswire.com, Indonesia merupakan produsen kelapa dengan volume terbesar di dunia. Indonesia mamlu memproduksi 19 juta ton kelapa pada 2018, sedangkan Filipina dan India masing-masing menghasilkan 14 juta dan 12 juta ton.  


Selain itu, Indonesia juga menjadi eksportir kelapa terbesar dunia. Pada 2018 lalu, Indonesia mengekspor 290 ribu ton atau mencapai 52% dari total ekspor kelapa.







Disatu sisi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah tengah mengkaji cara menyeimbangkan harga Avtur agar tarif tiket pesawat menjadi lebih terjangkau, khususnya menjelang mudik Natal dan Tahun Baru 2020. Apalagi, harga avtur di Indonesia bagian timur dan barat berbeda.


“Avtur penyebab 40% kenaikan harga tiket. Oleh karena itu, harga Avtur akan dicarikan jalan keluar dengan penyeimbangan (Rebalancing) harga,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada akhir tahun lalu (2/12/2019).



Berdasarkan data Pertamina pada Februari 2019, harga avtur di Indonesia bagian timur rata-rata di atas Rp 10 ribu per liter. Bahkan harga avtur Bandara Deo (Sorong), Papua untuk jenis Jet A-1 mencapai Rp 11.080 per liter (77,4 sen AS per liter).


Harga tersebut lebih tinggi 34,9% dari harga Avtur di Bandara Soekarno Hatta (Jakarta) Rp 8.210/liter.


Berikut Gambar grafik Databoks terkait harga avtur di Indonesia Timur:


Foto screenshot datakita.com


loading…




Editor : Arbain


Sumber : katadata.co.id
https://katadata.co.id/berita/2020/01/10/bakal-diolah-jadi-avtur-jokowi-ingin-tutup-ekspor-kopra