Pelaku Sempat Tinggalkan Barang Bukti 40 KG Sabu

ARB INdonesia, BENGKALIS – Tim gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dan Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis, berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu sebanyak 40 kg.

Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap 3 orang pria tersangka. Masing-masing mereka berinisial SS alias SU (22), MK alias AM (27), dan RS (41). Ketiganya sama-sama berasal dari Bengkalis.

Pengungkapan ini bermula dari informasi yang didapatkan petugas pada Jumat (26/8/2022) lalu, tentang keberadaan sebuah kapal pompong yang di dalamnya tersimpan 2 buah karung putih mencurigakan di perairan Sungai Kembung, di kabupaten berjuluk Negeri Sri Junjungan tersebut.

IMG-20220906-WA0039

Tim kemudian melakukan penyelidikan atas temuan tersebut, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kapal pompong itu.

Petugas ternyata mendapatkan 40 bungkusan hijau dengan tulisan Guan Yin Wang, termasuk menemukan barang bukti lainnya, berupa satu unit handphone merk Nokia yang diketahui milik seseorang berinisial PUR, yang kini masih berstatus masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dari sana, petugas melakukan pengembangan. Sehingga pada Sabtu (27/8/2022) sekira pukul 18.00 WIB, pelaku berinisial SS alias SU, berhasil diamankan saat berada di Jalan Desa Muntai, Kabupaten Bengkalis.

“Berdasarkan hasil introgasi, tersangka SS mengaku sebagai orang yang memberikan upah kepada orang berinisial AM dan SUM, yang merupakan pengendali narkoba dari Malaysia. AM dan SUM tinggal di Malaysia dan kini juga masuk daftar DPO,” kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, saat ekspos kasus didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Yos Guntur, di Polsek Mandau, Selasa (6/9/2022).

Tak berhenti di situ, petugas terus melakukan penelusuran. Upaya yang dilakukan aparat pun tak sia-sia. Satu lagi tersangka berinisial MK alias AM berhasil ditangkap di Desa Pematang Duku, Kabupaten Bengkalis.

Tersangka MK rencananya bertugas menjemput sabu dari pantai mengunakan mobil merk Innova dengan nomor pelat BA 1317 IO. Namun hal itu tak terlaksana, lantaran mobil yang digunakan tersangka terperosok sehingga tak sampai ke lokasi penjemputan.

Dalam hal ini, akhirnya terungkap bahwa yang menjadi pengendali utama pengiriman narkoba dalam jumlah besar ini, adalah orang berinisial SUM, yang sekarang juga masih dicari keberadaannya.

Dimana SUM, bekerjasama dengan pria berinisial RS. Sabu dijemput dengan speedboat di Malaysia oleh keduanya dan dibawa ke perairan Sungai Kembung, Kabupaten Bengkalis.

Berkat kegigihan petugas, akhirnya keberadaan tersangka RS berhasil diketahui. RS bersembunyi di sebuah hotel di Kota Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Tim pun berangkat ke lokasi, dan berhasil menangkap tersangka di kamar hotel di Jalan Teuku Umar, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri,” tutur Kabid Humas.

Tersangka RS dipaparkan Kombes Sunarto, mengaku ketika itu bersama SUM dan sedang berada di atas speedboat, bertemu tersangka PUR yang menggunakan kapal pompong dengan membawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) di tengah laut tujuan Malaysia.

“Kemudian tersangka RS berpindah tempat ke kapal pompong yang dikemudikan PUR, sementara para PMI pindah ke speedboat yang dikemudian tersangka SUM dan berangkat menuju ke Malaysia. Sementara tersangka RS dan PUR dengan pompong, merapat ke pinggir daratan, di perairan sungai Kembung Bengkalis sembari menunggu kurir darat penjemput barang datang,” urai Kombes Sunarto.

Setelah ditunggu, kurir darat berinisial MK tidak kunjung datang karena mobil yang dikendarainya terjebak di lumpur.

“Sementara hari sudah mulai pagi dan air laut sudah surut. RS dan PUR pun panik hingga memutuskan melarikan diri meninggalkan kapal pompong beserta bawaannya 2 karung goni putih yang berisi 40 kg narkotika jenis sabu,” sebut Kabid Humas.

Selain 40 bungkusan sabu seberat 40 kg, dari pengungkapan ini, petugas juga menyita barang bukti berupa 1 unit kapal pompong, 1 unit mobil merk Toyota Raize, 1 unit mobil merk Toyota Innova, dan 6 unit handphone.

Atas perbuatannya, para tersangka Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati, atau seumur hidup, atau kurungan penjara paling singkat 6 tahun.

Kombes Sunarto menambahkan, berkat pengungkapan ini, sebanyak 6,5 juta jiwa khususnya generasi muda, berhasil terselamatkan dari bahaya narkoba. (rls)




Harga Kelapa Kian Terpuruk, Ternyata ini Salah Satu Penyebabnya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Perang antara Rusia dan Ukraina hingga saat ini belum menunjukan adanya tanda-tanda akan berakhir, mengingat gencarnya pasukan militer Rusia menggempur Kota-kota di Ukraina.

Akibat dari invasi Rusia ke Ukraina yang terus berlarut, hal itu sangat memberikan dampak yang besar hingga membuat industri kelapa di dunia kian terpuruk.

Seperti yang dilansir dari antaranews.com, bahwa Market Statistic Officer dari International Coconut Community (ICC), Alit Pirmansah mengatakan konflik Rusia-Ukraina membuat industri kelapa dunia terpuruk. Pasalnya, stabilitas global yang tengah terganggu memberikan pengaruh besar dalam hubungan dan perdagangan internasional. 

Hal senada juga diungkapkan oleh pihak Sambu Grub saat dikonfirmasi ARB INdonesia mengenai penurunan harga komuditi kelapa di negeri Hamparan kelapa dunia, Selasa (6/9/2022) melalui panggilan whatsapp.

Dari informasi yang didapat, perusahaan yang menjadi ‘kiblat’ harga kelapa di Indragiri Hilir ini ternyata juga sangat merasakan dampak besar atas terjadinya konflik Rusia-Ukraina. Hinga akhir-akhiir ini harga kelapa kembali mengalami penurunan.

“Saat menghadapi pandemi kemarin kami (Sambu Grub) masih bisa berusaha survive dan bisa bertahan dalam menjaga stabilitas harga beli kelapa di perusahaan. Namun adanya gempuran ekonomi baru yang disebabkan dampak dari perang Rusia-Ukraina ini terasa sangat jauh berbeda,” ungkap Humas Sambu Grub, Ginting.

“Fenomena ini membuat kami industri kelapa juga semakin terpuruk, dan ini bukan hanya Sambu Grub yang merasakan. Bahkan industri kelapa di Indonesia dan juga dunia merasakan hal serupa khususnya di beberapa negara kawasan Asia Tenggara,” tambahnya.

Lanjutnya, keterbatasan dan penurunan jumlah ekspor hasil turunan kelapa yang diolah Sambu Grub juga menjadi salah satu kendala yang dialami perusahaan hingga membuat harga kelapa saat ini belum menunjukan grafik kenaikan.

“Akibat kurangnya permintaan pasar oleh negara pengimpor kelapa dan turunannya membuat perusahaan juga terseok-seok,” ungkap Ginting.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pihaknya mengerti apa yang dirasakan oleh petani kelapa di Inhil akibat harga kelapa yang turun.

“Kami juga merasakan apa yang petani rasakan, karena kami mengalami hal serupa tetapi dalam wujud yang berbeda. Kami juga terbuka untuk bersama-sama mencari solusi dari persoalan ini demi bisa mengangkat harga kelapa,” akhirinya.

Untuk diketahui, Update harga kelapa saat ini di Sambu Grub untuk Kelapa licin diharga Rp 2.000 perkilogram, sedangkan Kelapa jambul Rp 1.800 perkilogram.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh awak media ARB INdonesia untuk harga kelapa di Palembang per 5 September 2022 diantaranya untuk – Petani 1.050/butir, Pengepul 1.350/butir, dan Pengepul Container 1.450 perkilogram.

Sebagai informasi juga, berdasarkan data yang di lansir dari antara news.com, di Filipina, Kopra pada bulan Maret 2022 berkisar USD 1.221/MT dan turun menjadi sekitar USD 773/MT di bulan Juli 2022.

Sementara kelapa parut (desiccated coconut) di Filipina diperdagangkan masih di kisaran USD 2.700/MT, di Maret hanya menjadi sekitar USD 2.000/MT di Juli 2022.

Penulis : Arbain




Hari Pertama H Syamsuar Kunker ke Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar benar-benar memaksimalkan momen kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Indragiri Hilir.

Hari pertama kunker (Selasa, 06/09/2022), Syamsuar mengunjungi paling tidak tiga lokasi yang jadi perhatiannya.

Bertolak dari Pekanbaru dengan menggunakan helikopter pada Selasa pagi, Syamsuar dan rombongan mendarat di halaman Kantor Bupati Inhil sekira pukul 09.00 pagi.

Break sebentar sembari minum teh bersama Bupati Inhil HM Wardan. Syamsuar dan rombongan selanjutnya bergegas menuju Dermaga Pelindo, Tembilahan.

Tempat pertama yang dikunjungi Syamsuar adalah Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanah Merah.

Perlu waktu sekira 45 menit dari Pelabuhan Pelindo dengan menggunakan speed untuk sampai ke desa yang sering terjadi abrasi itu.

Di sini, Syamsuar menyerahkan secara simbolis Rumah Layak Huni (RLH) yang diperuntukkan bagi warga korban bencana longsor.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan sejak dua tahun terakhir membangun RLH bagi warga korban longsor. Terutama yang tinggal di pinggir laut.

Akibat abrasi, rumah mereka tergerus ke laut. Sebab itu, Pemprov Riau merelokasi dan membangunkan RLH untuk mereka.

Tahun 2021, Pemprov Riau membangun 20 unit RLH. 10 unit di Kuala Enok dan selebihnya di Desa Tanjung Baru.

Tahun Anggaran 2022 ini, Pemprov Riau kembali membangun 21 unit RLH. Gubri Syamsuar pun hadir untuk melakukan peletakan batu pertama.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Gubernur yang sangat peduli dengan masyarakat korban bencana,” kata Bupati Inhil HM Wardan saat menyampaikan sambutan.

Wardan mengakui bahwa Inhil termasuk daerah yang rawan bencana.

Selama tahun 2022 saja, ulasnya, terjadi angin ribut atau puting beliung sebanyak 4 kali, kebarakan perumahan 17 kali, longsor 13 kali dan banjir 5 kali. “Kalau di bulan November dan Desember, di Inhil biasa air laut naik ke darat (banjir rob),” ungkapnya.

Dalam pada itu, Gubri Syamsuar dalam sambutannya mengajak masyarakat menjaga lingkungan agar bencana alam dapat diminimalisir.

Hutan mangrove dan gambut yang luas di Riau, khususnya di Inhil harus dijaga. “Ada 127 ribu hektar mangrove di Inhil ini. Terluas di Indonesia,” ucapnya.

Keberadaan mangrove dan gambut, tegas Syamsuar justru saat ini jadi idola. Karena dianggap mampu mengurangi emisi karbon.

Makanya saat kunker ini, Gubri juga melakukan penanaman mangrove bersama Bupati Wardan.

“Dunia internasional punya perhatian lebih kepada mangrove dan gambut ini,” katanya sembari menambahkan bahwa di hutan mangrove juga potensi dilakukan budidaya kepiting.

Pada kesempatan itu, Syamsuar juga mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap krisis pangan dan energi. “Saat ini sudah 60 negara yang hampir kolaps karena krisis pangan dan energi ini. Negara kita jangan sampai terjadi,” ingatnya.

Untuk itu, Syamsuar kembali mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan dan pekarangan, terutama untuk menanam cabai dan komoditas palawija lainnya.

Di Inhil, ternak ayam juga sangat potensial karena dekat dengan Singapura. Saat ini, Singapura punya permintaan yang tinggi terhadap suplai ayam.

“Di Riau sempat tinggi inflasi akibat kelangkaan cabai. Mari sama-sama ke depan kita tanam cabai. Kita manfaatkan pekarangan kita untuk menanam cabai agar kebutuhan kita terpenuhi,” ajaknya.

Syamsuar menyebut, Kota Tembilahan selain Pekanbaru dan Dumai, sangat menentukan bagi inflasi di Riau.

“Jadi kalau harga-harga di Inhil ini terkendali, maka Riau aman. Begitu juga di Pekanbaru dan Dumai,” katanya.

Gubri Syamsuar di sela-sela pidatonya juga memerintahkan Dinas PUPR agar melakukan semenisasi terkait jalan di Desa Tanjung Baru.

“Tadi sepanjang jalan ke sini, anak-anak sekolah yang menyambut saya semua teriak, Pak tolong perhatikan jalan kami. Coba Dinas PUPR lakukan semenisasi nanti,” tegasnya.

Terima Kasih Pak Gubri

Salah seorang penerima Rumah Layak Huni (RLH), Ahmad Sarbini saat diwawancara mengaku sangat bersyukur. “Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Gubernur,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, karena merasa gembira.

Apalagi, Gubri Syamsuar langsung menyerahkan kunci secara simbolis. Sebelumnya, kata Sarbini, ia dan keluarga terpaksa menumpang di rumah keluarga karena rumahnya tergerus laut alias abrasi.

“Alhamdulillah kami sekarang punya rumah lagi, yang jauh lebih bagus,” katanya penuh syukur.

Usai menyambangi Desa Tanjung Baru, Syamsuar bersama rombongan beranjak menuju salah satu Rumah Tahfidz atau TPQ Asy-Syifa’ di Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuindra.

Perlu waktu sekira satu jam untuk sampai ke lokasi itu. Hujan deras sepertinya tidak menyurutkan langkah Syamsuar untuk ke sana.

Apalagi, setiap menuju lokasi, transportasi yang digunakan adalah sepeda motor.

Sampai di Rumah Tahfidz, Gubri Syamsuar sempat berinteraksi dengan murid-murid tahfidz yang berjumlah sekira 150 orang.

Seperti diketahui, Gubri Syamsuar punya perhatian khusus terhadap rumah-rumah tahfidz ini.

Bahkan, Syamsuar sengaja menyiapkan guru tahfidz dari Yaman, yang siap mengajari anak-anak Riau bagaimana cepat menghafal Al-Quran.

“Nanti siapa yang mau ikut dari Inhil, lapor Pak Bupati, biar didata. Nanti sampaikan ke kami. Ini semua gratis. Dana kami yang siapkan. Anak-anak tinggal belajar saja,” ucapnya.

Syamsuar memang ingin agar Riau menjadi negeri yang penuh berkah. Antara lain dengan mencetak banyak para hafidz dan hafidzah.

Bangun Jalan Tiga Kilometer

Usai meninjau rumah tahfidz sekaligus Gubri Syamsuar menyerahkan bantuan, selanjutnya bertolak ke makam Syekh Abdurrahman Siddiq.

Gubri ingin berziarah sekaligus meninjau jalan sepanjang 3 kilometer menuju makam, yang tahun lalu dibangun Pemprov Riau.

Gubri berharap, makam Syekh Abdurrahman Siddiq benar-benar menjadi tempat wisata religi. Apalagi setiap menjelang Ramadhan atau lebaran, makam Tuan Guru Sapat itu selalu ramai dikunjungi peziarah, baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain dibangun jalan, saat ini makam juga dipugar untuk direnovasi.

“Mudah-mudahan para peziarah nyaman dan aman untuk datang ke sini,” pungkas mantan Bupati Siak dua periode itu.

Rencananya, Gubri Syamsuar akan berada di Inhil selama dua hari, sekaligus peninjauan jalan lintas yang rusak akibat abrasi.

Ikut bersama Gubri dalam kunker ini, Kadis PUPR M Arief Setiawan dan Kadis Kominfotik Provinsi Riau Erisman Yahya. ***




Kadin Riau Gelar Muprov VII di Kota Dumai

ARB INdonesia, DUMAI – Rangkaian kegiatan Musyawarah Provinsi (Muprov) VII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau di Kota Dumai dimulai dengan Welcome Dinner.

Kegiatan yang dipusatkan di salah satu hotel di Kota Dumai pada Selasa 6 September 2022 malam ini dihadiri oleh Ketua Umum (Ketum) Kadin Riau Juni Rachman dan jajaran pengurus, serta Ketua Kadin 12 Kabupaten/Kota dan peserta Muprov VII Kadin Riau.

“Rangkaian kegiatan kita sudah dimulai malam ini, dengan menjamu seluruh peserta melalui acara Welcome Dinner,” ujar Ketua Panitia Delisis Hasanto.

Sedangkan untuk persiapan kegiatan lainnya, diakui Delisis sudah sangat matang dan maksimal, mulai dari lokasi, peserta hingga seluruh tamu undangan yang hadir nantinya pada puncak acara.

“Tadi kita cek persiapan sudah oke semua. Besok, kegiatan akan dibuka secara langsung oleh Ketum Kadin Indonesia M Arsjad Rasjid,” terang Delisis yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Infrastruktur dan Properti Kadin Riau ini.

Terkait dengan kedatangan rombongan Ketum Kadin Indonesia di Kota Dumai, lanjutnya, sesuai rencana akan mendarat pada esok hari di Bandar Udara Pinang Kampai sekira pukul 08.30 WIB.

“Selain membuka acara, Ketum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid juga akan melakukan pencanangan Depo Kontainer di depan Kantor Pelindo Dumai. Kita harapkan seluruh rangkaian kegiatan Muprov VII Kadin Riau ini berjalan dengan baik, lancar dan sukses,” tambah Delisis.

Adapun peserta yang sudah dikonfirmasi hadir dalam kegiatan tersebut, yakni 72 peserta penuh, unsur Kadin Provinsi 70 orang, Dewan Pertimbangan 25 orang dan unsur Peninjau 82 orang.

“Inilah semuanya peserta kegiatan dari 12 kabupaten dan kota di Riau. Semuanya sudah hadir dan memenuhi syarat,” imbuhnya. (rls)




Kunjungi Desa Tanjung Baru di Inhil, Gubri Tuntaskan 3 Agenda

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Gubernur Riau, H Syamsuar melakukan kunjungan kerja di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Selasa (6/9/2022).

Kedatangan orang nomor wahid di riau ke Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini bertujuan untuk melakukan peninjauan langsung pembangunan rumah layak huni yang telah selesai pengerjaannya, sekaligus melakukan penyerahan kunci dan sertifikat rumah kepada keluarga penerima manfaat.

IMG_20220906_161944
Bantuan RLH di Desa Tanjung Baru

Selain itu, Syamsuar juga melakukan pelatakan batu pertama untuk pembangunan lanjutan rumah layak huni bagi korban bencana tanah longsor yang terjadi pada awal tahun 2022 lalu.

IMG_20220906_161633
Gubernur Riau dan Bupati Inhil saat melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan RLH

Tak hanya itu saja, Gubri juga melaksanakan kegiatan penghijau dengan melakukan penanaman mangrove di Desa Tanjung Baru.

IMG_20220906_161554
Gubri, Bupati Inhil, Dandim, Kapolres dan Ketua DPRD Inhil ketika melakukan penanaman mangrove

Dalam sambutannya, H Syamsuar menyampaikan bahwa bantuan rumah layak huni ini diperuntukkan bagi warga Desa Tanjung Baru yang mengalami musibah tanah longsor.

“Bantuan rumah layak huni ini bagian kegiatan yang sudah kita laksanakan dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu sebagai wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat yang mengalami musibah,” tuturnya.

IMG_20220906_161528
Gubri, Syamsuar saat memberi kata sambutan

Selain itu kata Syamsuar, Kabupaten Inhil memang memiliki siklus alam yang rawan terjadi tanah longsor, maka untuk mengantisipasi hal itu terjadi lagi maka pembangunan rumah layak huni ini sengaja dibuat jauh dari bibir pantai.

“Salah satu solusi untuk mengantisipasi terjadinya abrasi, juga perlu adanya penghijauan dengan melestarikan hutan dan melakukan penanaman mangrove,” ungkapnya.

Terakhir Syamsuar menyampaikan bahwa Inhil adalah kabupaten yang memiliki hutan mangrove terluas di Provinsi Riau, maka dari itu ia mengajak masyarakat agar bersama-sama untuk selalu menjaga dan melestarikannya.

“Hutan mangrove dan tanah gambut ini akan menjadi primadona. Maka daerah yang banyak memiliki hutan mangrove dan tanah gambut akan menjadi daerah yang akan menjadi pusat diperhatikan oleh pemerintah pusat,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam kunker Gubernur Riau beserta rombongan ke Desa Tanjung Baru turut hadir, Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Kapolres, Dandim 0314/Inhil, Camat, Kepala Desa dan unsur lainnya. (Arbain)




Penuhi Panggilan RDP di DPRD Inhil, ini Kata Kadinkes Mengenai Kasus Bayi Alami Putus Kepala

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rahmi memenuhi panggilan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Inhil terkait kasus bayi yang mengalami putus kepala saat proses persalinan di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Senin (5/9/2022).

Dalam RDP yang di gelar di Ruang Rapat Komisi, Kadinkes Inhil menyampaikan bahwasannya dengan adanya kejadian ini merupakan suatu cambuk pembelajaran agar kedepannya Dinas Kesehatan dan puskesmas lebih baik lagi dan lebih berhati-hati dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Baca juga : Kasus Bayi Alami Putus Kepala, Komisi IV DPRD Inhil Gelar RDP Bersama Dinkes dan Pukesmas Gajah Mada

“Pada intinya kami Dinas Kesehatan dan Puskesmas pada saat masyarakat membutuhkan layanan kesehatan kami bisa memberikan layanan kesehatan yang paripurna,” kata Kadinkes Inhil.

“Ini juga menjadi PR saya untuk dapat melaksanakan apa yang telah disampaikan oleh ketua dan anggota komisi IV untuk kami Dinas Kesehatan dan Puskesmas sebagai pemberi pelayanan kesehatan,” tambah Rahmi di akhir RDP bersama Komisi IV DPRD Inhil.

Untuk diketahui Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Samino dalam RDP tersebut menegaskan setiap pelayanan kesehatan kedepannya harus lebih mengutamakan pelayanan bukan administratif, demi keselamatan pasien.

“Jadi, tidak ada lagi permasalahan keterlambatan rujukan, apalagi kasusnya darurat. Mengenai persyaratan rujukan bisa menyusul, yang terpenting pasien dilayani terlebih dahulu,” tegas Samino saat memimpin RDP bersama Dinkes Inhil dan Puskesmas Gajah Mada Tembilahan.

“Jangan ada regulasi aturan yang rumit. Masyarakat datang ingin mendapatkan pelayanan bukan penjelasan. Nanti kita rapat juga bersama RSUD, BPJS juga biar persoalan seperti ini tidak terulang kembali,” tambahnya.

Sementara itu Anggota Komisi IV, Wahyudin juga menekankan kepada Puskesmas agar kedepannya lebih mengutamakan keselamatan pasien, karena hal tersebut menyangkut nyawa seseorang.

“Jangan ditunda, ketika ada pasien gawat darurat langsung rujuk ke RS. Administrasi bisa menyusul, karena ini masalah nyawa lebih berharga dari apapun. Kalau rumah sakit menolak, telpon ketua Komisi IV dan anggota Komisi,” ungkapnya dengan tegas. (Arbain)