Hadiri, Diskusi Publik Meja Pers Diselenggarakan Malam ini

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Malam ini, lintas wartawan Kabupaten Indragiri Hilir akan menggelar diskusi publik Meja Pers, Rabu (11/12/2019).

Dengan mengangkat tema “Kesejahteraan Petani Kelapa, Tanggung Jawab Siapa?”, acara tersebut bakal menghadirkan sejumlah narasumber baik dari pemerintah, wakil rakyat, pelaku usaha, akademisi dan tentunya dari perwakilan petani.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan solusi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Inhil yang mayoritas hidup dari hasil kelapa.

Loly Andriawan selaku ketua panitia mengatakan segala persiapan telah dilakukan guna mensukseskan acara diskusi perdana tersebut.

“Terima kasih kepada kawan-kawan semua. Berkat kerjasamanya, semua persiapan sudah terlaksana. Mudah-mudahan acara berjalan sesuai harapan kita,” pungkasnya.

Acara tersebut juga akan dimeriahkan dengan iringan musik akustik, dari musisi ternama di Inhil yakni Sapta Yudha dan Muhammad zaid. (Arb)




Ini 3 Tempat Hiburan Malam di Jakarta yang Terancam Ditutup karena Peredaran Narkoba

ilustrasi diskotik. © Standard.co.uk





ARB INdonesia, JAKARTA – Peredaran narkoba di Jakarta semakin memprihatinkan. Untuk menekannya, razia gabungan dari Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pemprov DKI Jakarta di tempat hiburan malam atau diskotek dan hotel gencar dilakukan.

Razia yang dilakukan pun membuahkan hasil. Terbukti BNNP DKI menemukan barang haram tersebut di tiga diskotek atau tempat hiburan malam. BNNP DKI Jakarta merekomendasikan tiga tempat hiburan malam tersebut untuk segera diberi sanksi karena diduga jadi tempat peredaran narkoba.

Apa saja tiga diskotek atau tempat hiburan malam yang dimaksud? Berikut ulasannya:





Olympic

Pertama BNNP DKI Jakarta berhasil membongkar peredaran narkoba di Hotel Olympic, Tamansari, Jakarta Barat. Dalam operasi gabungan BNNP DKI dan Garnisun Tetap 1 Jakarta berhasil menjaring lima anggota TNI.

Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Tagam Sinaga mengatakan penangkapan tersebut berawal ketika anggotanya menerima informasi pengiriman ekstasi ke Jakarta Barat, dan penerimanya akan mencicipi barang haram tersebut sebelum mengedarkan.

“Jadi pada Senin itu anggota mendapat informasi semuanya berkumpul di satu kamar hotel, dan akan datang barang baru sekalian tester untuk barang ini bagus atau tidak,” tutur Tagam, Kamis (5/9), dikutip dari Antara.

Berdasarkan laporan tersebut, BNNP DKI bergerak untuk melakukan pengintaian dan penangkapan di kamar 301 Hotel Olympic, Tamansari, Jakarta Barat pukul 23.40 WIB. Dari dalam kamar hotel tersebut pihaknya menangkap tiga petugas keamanan dan empat anggota TNI yang terlibat peredaran narkoba dengan barang bukti 2.274 butir ekstasi.





Paragon

Kemudian BNNP juga merekomendasikan Paragon Hotel, Jakarta Barat untuk diberi sanksi karena menjadi tempat peredaran narkoba. Pada tahun 2016 silam, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat pernah mengancam agar Grand Paragon Hotel di Jakarta Barat ditutup.

“Pastilah ditutup. Ini kita evaluasi yang Grand Paragon Hotel. Di sana bukan hanya orangnya saja positif narkoba, tapi ada barang bukti juga di situ,” kata Djarot, pada Kamis(25/2/2016) silam.





Diskotek 1001 Jakarta

Pada Minggu (8/9/2019), petugas merazia pengunjung di Diskotek 1001, Jakarta Barat. Dalam razia tersebut BNN DKI Jakarta mengamankan 33 pengunjung yang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika berdasarkan tes urine.

“34 pengunjung positif narkoba. 19 laki laki dan 15 perempuan,” kata Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Tagam Sinaga seperti dilansir dari Antara.





Sumber merdeka.com
https://m.merdeka.com/jakarta/ini-3-tempat-hiburan-malam-di-jakarta-yang-terancam-ditutup-karena-peredaran-narkoba.html




Vietnam Akui Tekel Horor pada Evan Dimas Bagian Strategi

Pelatih Vietnam Park Hang-seo mengakui kalau mematikan Evan Dimas bagian dari strategi memporakporandakan pertahanan Indonesia. Foto : Nhandan





ARB INdonesia, MANILA – Pelatih Timnas Vietnam Park Hang-seo mengakui semangat jadi salah satu rahasia bagaimana anak asuhnya bisa menjinakan Timnas Indonesia U-23 di final cabang sepak bola SEA Games 2019. Tapi, ada taktik lainnya untuk bisa meredam serangan Garuda Muda, yakni mematikan Evan Dimas Darmono yang selama ini jadi jenderal di lapangan tengah.

Tak bisa dipungkiri setelah Evan Dimas mendapatkan tekel horor dari Doan Van Hau pada pertandingan di Jose Rizal Stadium, Selasa (10/12/2019) malam, gelombang serangan Indonesia bisa diredam. Vietnam pun bisa memanfaatkan cederanya Evan Dimas dengan gelontoran serangan yang berbuah gol di menit 41 yang dibuat Van Hau.

Hang-seo kepada media Vietnam mengatakan bahwa kemenangan ini ia berikan pada masyarakat Vietnam. “Mereka yang mencintai sepak bola Vietnam, Federasi Sepak Bola Vietnam dan semua klub. Sejujurnya, saya juga ingin memberikan kemenangan ini tidak hanya untuk para pemain tetapi juga untuk anggota staf pelatih dan pendukung lain yang selalu membantu seluruh tim,” kata Hang-seo dilansir Nhandan, Rabu (11/12/2019).





Pelatih asal Korsel itu pantas bangga. Pasalnya, ia menjadi pelatih pertama yang bisa memberikan medali emas buat Vietnam di ajang SEA Games. Namun, prestasinya ini tercoreng dengan sikap yang berlebihan dengan memprotes kepemimpin wasit. Akibatnya Hang-seo mendapatkan kartu merah dan tak boleh mendampingi anak asuhnya sampai akhir pertandingan. Tak sampai di situ, ia pun dilarang memberikan keterangan kepada media dalam sesi konferensi pers.

Nah saat jumpa pers inilah asisten Hang-seo, Lee Young-jin membeberkan mengenai strategi menghancurkan pertahanan Indonesia. “Semuanya dipersiapkan untuk bertemu Indonesia. Kami merusak sistem pertahanan mereka untuk mencetak tiga gol.”

Pernyataan Young-jin setidaknya menggambarkan bagaimana pemain Vietnam diinstruksikan untuk memporak-porandakan pertahanan Indonesia, salah satunya dengan mematikan aksi Evan Dimas. Sampai saat ini belum diketahui bagaimana kondisi Evan Dimas usai mendapatkan tekel horor.





Sumber Sindonews.com
https://sports.sindonews.com/read/1467384/51/vietnam-akui-tekel-horor-pada-evan-dimas-bagian-strategi-1576032826




Kepemimpinan Kwarda 04 Riau Perlu Perubahan

Foto Ahmad Junaidi AN. M.Si Ketua Harian Kwarcab Inhil





ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Empat kandidat diprediksi akan maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) Kwartir Daerah (Kwarda) Propinsi Riau untuk masa bhakti 2019- 2024 yang akan berlangsung 12 Desember ini di Kabupaten Bengkalis.

Adapun empat kandidat tersebut adalah Azali djohan, Ketua Kwarda saat ini, Septina primawati anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Golkar, Edy natar Nasution Wakil Gubernur Riau dan
Al-fredy Bupati Kabupaten Siak.

Dari informasi yang berkembang, sebagian besar pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) menginginkan perubahan untuk memimpin Kwarda Riau untuk lima tahun kedepan. Hal itu diungkapkan oleh Ir. Ahmad Junaidi AN. M.Si Ketua Harian Kwarcab Inhil. Kepada media ini diungkapkannya, agar tokoh-tokoh senior Pramuka memberikan kesempatan kepada yang lebih muda untuk memimpin Kwarda Riau.

“Kakak-kakak senior untuk legowo dan memberikan kesempatan kepada yang lebih muda untuk memimpin. Tantangan kedepan untuk organisasi ini kian komplek, kita butuh sosok yang muda dan enerjik untuk menjawab dan mengatasi tantangan tersebut,” imbuhnya, Selasa (10/12/2019).

Masih menurutnya, langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya pengkaderan di struktur kepengurusan Kwarda Pramuka Riau dan sama sekali tidak ada sikap suka atau tidak suka dengan empat  figur yang akan maju saat ini.

keberadaan gerakan pramuka selaku wadah pembinaan generasi muda memegang peranan penting dalam pembinaan anak bangsa Indonesia untuk itu gerakan pramuka riau perlu menempatkan diri dalam peran tersebut.





Dalam akhir akhir ini peran pramuka selaku wadah pembinaan generasi muda menjadi tebang pilih, apalagi dalam beberapa kegiatan nasional  peserta didik yg dapat turut serta kegiatan tersebut adalah peserta didik yg orang tuanya sanggup membiayai keikutsertaannya yg diikut sertakan. Dalam artian prestasi dan keterampilan tidak menjadi ukuran keberhasilan pembinaan.

“Disinilah kwartir daerah hadir mengambil peran dalam tugas dan fungsi pembiayaan, sebagaimana yg pernah dilakukan kepemimpinan Kwartir Daerah beberapa priode yang lalu (dekade tahun 2000an red). sehingga gerakan pramuka ini milik yang orang berprestasi dan
terampil,” ungkap Ahmad Junaidi.





Demikian juga hal nya dengan pembinaan jajaran kwartir cabang yg tidak semua Kwarcab di Riau ini memiliki pendanaan yg cukup dalam melakukan pembinaan. Kwarda Riau yang dianggap memiliki pendanaan hendaknya memberikan dana pembinaan utk kwartir cabang dibawahnya sebagai suporting dana kegiatan dan pembinaan.

“Hal ini mestilah menjadi agenda yg harus diperbincangkan dalam Musda Gerakan pramuka 04 Riau di Bengkalis nanti dan menjadi catatan serta kesanggupan pada calon-calon yg ingin maju di kepemimpinan kwarda kedepan,” imbuh Junaidi.
(Owj/rl)




Bayi 40 Hari Meninggal Tersedak Pisang, Kenali Fase Pemberian MPASI

Foto Ilustrasi





ARB INdonesia, KESEHATAN – Kasus meninggalnya seorang bayi berusia 40 hari karena tersedak pisang saat disuapi ibu kandungnya di Kedoya, Jakarta, Minggu (8/12/2019), menjadi perhatian publik.

Diberitakan Kompas.com (9/12/2019), sebelum disuapi pisang, kondisi bayi pasangan AH-YH tersebut dalam keadaan sehat.

Namun begitu mendapat asupan seujung sendok teh pisang, sang bayi tersedak dan nyawanya tak tertolong.

Baru boleh diberi makanan padat usia 6 bulan





Memberikan makanan padat kepada bayi tidak bisa sembarangan. Merujuk buku Makanan Terbaik untuk Tumbuh Kembang Bayi Usia 6-12 Bulan Lebih (2019) oleh Ambarini & Dr. Yekti Hartati Effendi, makanan padat biasanya diberikan setelah bayi berusia enam bulan.

Hal senada disampaikan buku 365 Hari MP-ASI Plus: Makanan Pendamping ASI untuk Anak Usia 6-18 Bulan (2016) oleh Lies Setyarini dan Diana Damayanti.

Sebelum diberi asupan makanan padat, bayi nol sampai enam bulan disarankan hanya diberi air susu ibu (ASI). Zat penting dalam ASI penting untuk pertumbuhan jaringan otak, membangun sistem kekebalan tubuh, serta mengurangi alergi pada bayi.

Bila produksi ASI bermasalah atau bayi mengalami kendala saat minum ASI, orangtua bisa menggantinya dengan susu formula sesuai rekomendasi dokter.

Kasus ibu memberi makanan padat pada bayi kurang dari enam bulan tidak hanya terjadi di Kedoya, Jakarta.





Melansir Cleveland Clinic (25/3/2013), banyak ibu-ibu yang nekat memberikan makanan padat pada bayi di bawah enam bulan. 

Padahal, ada alasan penting mengapa bayi baru bisa diberi makanan padat setelah usia enam bulan.

Makanan padat kandungan gizinya tidak sebanding dengan ASI atau susu formula. 

Saat diberikan lebih awal, makanan padat berpotensi mengurangi nutrisi dan menambah kalori lebih tinggi pada tubuh bayi. Sehingga bayi berpotensi mengalami obesitas. 

Ketika belum genap enam bulan, saluran pencernaan bayi belum cukup berkembang. Termasuk belum mampu menelan makanan padat sehingga bayi rawan tersedak. 

Risiko lain memberikan makanan padat pada bayi sebelum enam bulan adalah timbulnya reaksi alergi.





Alasan-alasan tersebut membuat pemberian makanan padat, seperti pisang, tidak disarankan pada bayi di bawah usia 6 bulan. Lalu, bagaimana sebenarnya tahapan memberikan makanan padat pada bayi?

Tahapan memberikan makanan padat pada bayi

Setelah kebutuhan gizi bayi meningkat sesuai fase tumbuh kembangnya saat menginjak usia enam bulan, bayi baru diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI ( MPASI).

Tujuannya untuk mengenal rasa.

Memberikan makanan padat pada bayi juga perlu perkenalan. Bisa dimulai dengan memberikan makanan yang sangat lembut, tidak asam, tidak terlalu manis, tidak terlalu banyak serat, dan dicampur ASI atau susu formula yang biasa dikonsumsi bayi.





Berikut langkah-langkahnya:

Fase pertama

Minggu pertama, kenalkan bayi dengan buah-buahan seperti pisang yang dilumatkan atau apel dan pir yang dikukus. Lalu tambahkan sedikit “pengental” yakni baby rice cereal. Mulai dengan tekstur ekstra lembut.

Fase kedua

Mulai minggu kedua atau ketiga, baru kenalkan bayi dengan jenis makanan padat lainnya seperti ubi kukus yang dilumatkan, aneka sayuran dan olahan tepung beras merah. Teksturnya masih lembut.

Fase ketiga

Menginjak minggu keempat, kenalkan bayi dengan makanan yang lebih bervariasi untuk melihat reaksi alergi. Ketika terpantau ada reaksi alergi, ganti dengan bahan makanan lain. Teksturnya bisa sedikit kasar.

Fase keempat

Setelah bulan kedelapan, perkenalkan bayi dengan protein hewani atau nabati. Bisa dimulai dengan memberi daging ayam, hati ayam, daging sapi, atau tahu yang sudah dilembutkan.

Bisa juga mulai memberikan keju rendah garam yang tidak terlalu asin. Beberapa jenis keju seperti chamembert, blue cheese, dan fetah tidak direkomendasikan karena rentan menimbulkan reaksi alergi.

Jika ingin memberikan keju yang jenis bahan susunya tidak dipasteurisasi seperti contoh di atas, tunggu sampai bayi berumur satu tahun dan imunitasnya sudah lebih baik. 

Fase kelima

Setelah bayi menginjak usia 10-18 bulan, bayi bisa mulai diperkenalkan dengan protein hidangan laut. Seperti ikan, udang, dan hidangan laut segar lainnya.

Bayi juga bisa diberi buah dengan rasa yang lebih menonjol seperti stroberi atau jeruk. Pada fase ini bayi diharapkan sudah lancar belajar mencerna makanan padat pendamping ASI ( MPASI).





Sumber Kompas.com
https://health.kompas.com/read/2019/12/10/200000768/bayi-40-hari-meninggal-tersedak-pisang-kenali-fase-pemberian-mpasi?page=1




Timnas U23 Indonesia Vs Vietnam, Pelatih Park Hang-seo Diusir Wasit





ARB INdonesia, MANILA – Pelatih Park Hang-seo diusir wasit pada laga final SEA Games 2019 antara timnas U23 Indonesia vs Vietnam.

Laga timnas U23 Indonesia vs Vietnam ini berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Selasa (10/12/2019).

Kejadian itu terjadi pada menit ke-78 ketika kedudukan 3-0 untuk keunggulan Vietnam.

Vietnam pada akhirnya harus bermain tanpa pelatih kepala di sisa laga.

Park Hang-seo sebelumnya memprotes keras keputusan wasit saat pemainnya dilanggar.

Park Hang-seo beradu argumen cukup lama dengan wasit kepala hingga akhirnya harus diusir. Di 10 menti terakhir, Park Hang-seo menonton dari tribune penonton. (*)





Sumber Kompas.com
https://bola.kompas.com/read/2019/12/10/20473548/timnas-u23-indonesia-vs-vietnam-pelatih-park-hang-seo-diusir-wasit