Pilkades di Desa Panglima Raja Masuk Tahap Pencabutan Nomor Urut

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemilihan calon kepala desa di Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir masuk pada tahap pencabutan nomor urut, Senin (19/7/2021).

IMG-20220204-WA0052

Dikatakan PLT Kepala Desa Panglima Raja, Rahman, S.Pd.I bahwa hari ini pesta demokrasi di desanya tersebut masuk pada tahapan pencabutan nomor urut calon kepala desa.

IMG-20220204-WA0054

“untuk calon kepala desa di Panglima raja ada dua calon yang akan bertarung pada pemilihan mendatang. Hari ini telah laksanakannya pencabutan nomor urut untuk masing-masing calon,” tuturnya.

IMG-20220204-WA0056

“Semoga apa yang menjadi harapan kita bersama pada pesta demokrasi ini melahirkan pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat desa,” tutupnya.

IMG-20220204-WA0055

(adv/GF/Arb)




PPD HKBP Distrik XXII Riau Sukses Menggelar Webinar Tentang Perempuan dan Media Sosial

ARBIndonesia.com – Webinar PPD HKBP Distrik XXII Riau yang diselenggarakan hari Rabu,14 Juli 2021 berjalan dengan sukses. Webinar dengan tema Perempuan Bijak Bermedia Sosial dan Politik tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan dan daerah di Indonesia.

Pengurus berharap webinar ini bisa menambah ilmu dan wawasan bagi para Perempuan Gerejawi dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat, lebih bijak menyikapi segala informasi dari Media Sosial serta tidak melanggar UU ITE.

“Kami dari Pengurus PPD HKBP Distrik XXII Riau, mengucapkan terimakasih kepada semua team atas kerjasama yang baik,” ungkap Sorta selaku sekretaris.

Yang bertindak selaku narasumber pada webinar tersebut adalah Amang Praeses HKBP Distrik XXII Riau Pdt.Hantus Hutapea, STh.MM,

Soniwati, SH anggota DPRD Provinsi Riau, dan Dr.Rudi Pardede, SH,MH dari Biro Hukum Polresta Pekanbaru.

Yang bertindak selaku moderator adalah Audrey Chandra dari Kompas TV dan sebagai Host adalah Mangisi Erlinda dari Kovid Psikologi Indonesia.

Turut hadir dalam webinar tersebut Ev.Anita Gizelle Lubis, Ketua Konferensi Parempuan HKBP dan Emmy LumbanRaja
Ketua Bidang Kordinator SOSPOLHUMKAM.

Webinar ini juga ada give awaynya yang disponsori oleh Soniwati, SH yang juga salah satu pembicara pada webinar tersebut.

“Kelancaran webinar ini juga terwujud atas kepiawaian Kovid Psikologi Indonesia sebagai EO dalam kegiatan ini,” ungkap salah seorang pengurus PPD HKBP XXII Distrik Riau.




11 Unit Alat Pertanian Kembali Disalurkan untuk Petani di Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Beberapa kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali mendapatkan bantuan alat pertanian dari pemerintah.

Kali ini, bantuan berupa 11 unit Hand Traktor yang diserahkan oleh Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau, Sabtu (17/7/2021).

Atas bantuan tersebut, Poktan mengucapkan rasa syukur dan berterima kasih kepada wakil rakyat yang duduk di Komisi II DPRD Provinsi Sulaiman dan James Pasaribu yang telah memperjuangkan aspirasi mereka hingga terealisasi.

“Kami sangat terbantu sekali dengan bantuan Hand Traktor ini. Karena selama ini Kelompok tani kami tidak punya, jadi menyewa ke lain,” ungkap Ketua Poktan Karya Bakti Desa Bayas, Kecamatan Kempas, Nanang Rosidin usai penyerahan bantuan.

Nanang berharap bantuan pemerintah terus mengucur kepada Poktan, agar petani lebih maju dan hasil panennya menjadi lebih meningkatkan.

“Ada sekitar 30 hektar lahan yang dikelola 30 anggota Poktan Karya Bakti. Jadi kami berharap setidaknya ada 2 hand traktor, jadi masih kekurangan 1 lagi. Power Treshere atau mesin perontok padi paska panen juga tak ada. Semoga bisa dibantu lagi oleh pemerintah,” harap Nanang.

https://youtu.be/XK99EOR1VUM
Video Penyerahan Bantuan Aat Pertanian

Yuliatmi selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau menjelaskan penyerahan bantuan ini berdasarkan usulan anggota DPRD Provinsi Riau, Sulaiman MZ SE M.Si

Ia menjelaskan Provinsi Riau saat ini baru 30 sampai 35 persen kebutuhan beras di Riau ini terpenuhi. Selebihnya beras didatangkan dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Jambi.

Sehingga dengan adanya bantuan alat-alat pertanian yang disaluran dan diupayakan oleh anggota DPRD Provinsi Riau dapat mempercepat penanaman.

“Jadi harapan kita bersama kelompok tani yang menerima alat- alat pertanian ini dapat mengoptimalkan penggunaan alat tersebut, karena kita akan menuju petani maju, mandiri, dan moderen yang didukung dengan alat pertanian,” katanya.

Poktan juga minta merawat sehingga nilai ekonomisnya bisa bermanfaat hingga bertahun-tahun lamanya.

Sementara itu Sulaiman MZ yang turut menghadiri penyaluran bantuan ketika diwawancarai wartawan mengatakan bantuan alat ini merupakan pemenuhan dari kebutuhan masyarakat yang bergerak di bidang tani dalam pengolahan tanah.

“Alhamdulillah, dengan bekerja sama antara Legislatif dan Dinas Pertanian Provinsi Riau, hari ini kita dapat memenuhi kebutuhan saudara-saudaraku berupa bantuan alat pertanian Hand Traktor. Mudah-mudahan dengan alat ini dapat meningkatkan produksi pertanian di Inhil. Selama ini banyak kita di Inhil yang pengolahan lahan hanya dilakukan secara konvensional, dengan adanya alat ini mudah-mudahan dapat memangkas waktu dalam pengolahan sawah,” imbuhnya

Sulaiman yang juga Ketua DPD PAN Inhil tersebut berharap kedepannya kejayaan dalam swasembada pangan kembali terwujud di Kabupaten Inhil.

Untuk diketahui, beberapa bulan sebelumnya juga dilakukan penyerahan bantuan kepada Poktan di Inhil berupa Power Threshere dan motor roda tiga sesuai aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Anggota Provinsi Riau ketika reses. (Arbain)




Luas Perkebunan Kelapa di Kecamatan Tembilahan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dikenal dengan julukan ‘Negeri Hamparan Kelapa Dunia’ ini memiliki potensi besar dalam bidang perkebunan untuk komoditi kelapa.

Potensi perkebunan pada komoditi kelapa itu seluruhnya dimiliki oleh setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten yang juga berjuluk ‘Negeri Seribu Parit’. Salah satunya adalah Kecamatan Tembilahan.

Berdasarkan data yang didapat melalui Dinas Perkebunan Inhil tahun 2019, dari keseluruhan luas perkebunan kelapa di Inhil yang tersebar pada 20 kecamatan (400.740,84 hektar), 340.773 hektar diantaranya adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam, dan 59.967,84 hektar adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida.

Untuk Kecamatan Tembilahan, perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam memiliki luas 7.581 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 9.038.902 kilogram.

Sedangkan luas perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida pada Kecamatan Tembilahan memiliki luas 367 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan Kelapa Hibrida tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 348.404 kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil, Drs. Sirajuddin, MM melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE menyampaikan bahwa berdasarkan data di tahun 2019 untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Tembilahan terdapat 1.547 jumlah petani kelapa atau KK yang memiliki perkebunan tersebut.

Sedangkan untuk perkebunan kelapa jenis Hibrida terdapat 148 petani kelapa atau KK yang memiliki perkebunan kelapa jenis Hibrida di Kecamatan Tembilahan.

“Artinya secara umum, terdapat ribuan lebih masyarakat di Kecamatan Tembilahan yang perekonomiannya ditopang melalui hasil dari produksi perkebunan kelapa,” imbuh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE.

Untuk diketahui, luas hamparan perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Tembilahan berada pada enam terakhir dari 20 kecamatan di Kabupaten Inhil.

Sedangkan untuk jenis Kelapa Hibrida, Kecamatan Tembilahan berada pada delapan terakhir dari 20 kecamatan yang memiliki hamparan perkebunan kelapa jenis Hibrida.
(Arbain)




Halim Perdanakusuma, Perintis TNI AU yang Gugur Setelah Tuntaskan Misinya

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Kala itu penghujung akhir tahun 1939 di Eropa pecah perang dunia ke II. Sekitar bulan Mei 1940 Belanda diduduki Jerman, seketika itu juga Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan wajib militer bagi rakyat Hindia Belanda.

Peraturan ini terjadi juga di Indonesia, yang saat itu termasuk daerah jajahannya untuk menghadapi kemungkinan perang di wilayah Asia.

Seperti dikutip dari tni-au.mil.id, Rabu (14/7/2021), seorang pemuda bernama Abdul Halim Perdanakusuma yang tengah duduk di tingkat dua sekolah Mosvia (Middelbare Opleiding School voor Inlandsche Ambtenaren), sekolah pendidikan pribumi, turut juga terkena wajib militer.

Sehingga Halim Perdanakusuma tidak dapat menyelesaikan pendidikan pamong praja tersebut dan wajib melaksanakan peraturan Pemerintah Hindia Belanda untuk melaksanakan milisi dan memasuki dunia militer.

Pemuda kelahiran Sampang, Madura, 18 November 1922 ini kemudian dikirim oleh Angkatan Laut Hindia Belanda untuk mengikuti pendidikan opsir (calon perwira) Torpedo di Surabaya.

Selama Perang Dunia II dalam menjalankan masa penugasan sebagai militer, Abdul Halim Perdanakusuma tercatat pernah bertugas di Royal Canadian Air Force dan Royal Air Force dengan pangkat Wing Commander dan mendapat tugas di skadron tempur pesawat Lancaster dan Liberator.

Sedangkan dalam Perang Pasifik, Jepang kalah. Secara berturut-turut pasukan sekutu mulai memasuki Indonesia. Tanggal 15 Oktober 1945, ketika tentara Sekutu mendarat di Tanjung Priok, Jakarta diantara sekian banyak orang berkulit putih terdapat seorang berkulit sawo matang berpakaian Angkatan Udara Inggris. Dia adalah Halim Perdanakusuma.

Saat itu situasi negara pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia sangat mencekam. Belanda dan tentara sekutu menjadi musuh, bagi bangsa Indonesia. Sedangkan keberadaan Abdul Halim Perdanakusuma di tanah air dicurigai sebagai tentara NICA, karenanya dia dimasukkan dalam penjara di Kediri.

Keadaan pun makin genting, ditambah terjadi pertempuran hebat di Surabaya antara pasukan Indonesia dengan pasukan sekutu Inggris. Akhirnya, demi menjaga keselamatan Abdul Halim Perdanakusuma, lewat Menteri Pertahanan (Menhan) Amir Syarifuddin, Pemerintah Indonesia membebaskan Abdul Halim Perdanakusuma.

Kemudian anak dari Haji Abdulgani Wongsotaruno dan Raden Ayu Aisah ini pulang kampung ke Sumenep, tempat kedua orangtuanya. Di kampungnya ini, Abdul Halim Perdanakusuma tidak bertahan lama.

Dengan kondisi peperangan yang cukup sengit, dibutuhkan untuk membangun kekuatan udara, cikal bakal Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), adalah Komodor Udara R Soerjadi Soerjadarma bersama dengan Komodor Muda Udara Adisutjipto dan Komodor Muda Udara Prof Dr Abdulrachman Saleh yang menjadi arsitek awal perancang kekuaran udara Indonesia waktu itu.

Namun diperlukan personel lagi untuk menambah kekuatan udara Indonesia, seketika R Soerjadi Soerjadarma mendengar tentang bebasnya Halim Perdanakusuma. Dengan segera R Soerjadi memerintahkan untuk menghubungi dan mengajak Halim turut mengabdi kepada perjuangan bangsa Indonesia.

Halim yang saat itu tengah berada di kampungnya, langsung menerima tawaran tersebut untuk membela angkatan udara Indonesia. Dimulai saat itu Abdul Halim Perdanakusuma mengawali tugasnya ikut serta membina dan merintis perkembangan AURI dengan pangkat Komodor Muda Udara.

Sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang dimilikinya, Halim diserahi tugas sebagai Perwira Operasi Udara. Ia bertanggung jawab atas pelaksanaan operasi udara. Selain itu, dia juga diserahi tugas sebagai instruktur navigasi di sekolah penerbangan yang didirikan dan dipelopori oleh Agustinus Adisutjipto.

29 Juli 1947, Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma mendapat perintah menyusun serangan udara balasan atas agresi militer I Belanda. Serangan itu menyasar tiga kota yang dikuasai Belanda, yaitu Semarang, Salatiga dan Ambarawa.

Serangan ini dinilai berhasil dan membawa nama AURI dikenal. Namun di sisi lain Belanda murka dengan serangan tersebut. Sore harinya keberhasilan tersebut dibayar mahal dengan gugurnya tiga perintis dan pelopor AURI yaitu Komodor Muda Udara A Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof Dr Abdulrahman Saleh, dan Juru Radio Opsir Udara Adisoemarmo Wiryokusumo.

Ketiganya dalam pesawat Dakota VT-CLA yang membawa obat-obatan bantuan dari Palang Merah Malaya di atas langit Maguwo Yogyakarta, ditembak oleh dua pesawat pemburu Kitty Hawk Belanda, Pesawat tersebut jatuh di sekitar desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, dekat Desa Ngoto, Bantul Yogjakarta.

Kemudian Halim Perdanakusuma menggantikan posisi Adisutjipto sebagai Wakil Kepala Staf AURI. Di tengah kesibukannya dalam melaksanakan pengabdian di AURI, pada tanggal 24 Agustus 1947 Halim melaksanakan pernikahan dengan Koesdalina di Madiun. Dua bulan setelah menikah Halim mendapat tugas membangun angkatan udara di Sumatera.

Tugas ini sebagai upaya menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera menembus blokade udara Belanda, serta persiapan sebagai basis perjuangan apabila pangkalan-pangkalan udara di Pulau Jawa dikuasai oleh Belanda. Didampingi oleh Opsir Udara II Iswahjudi, Halim berangkat menuju Sumatera.

Penerbangan dilakukan pada malam hari dengan tujuan negara tetangga untuk mengangkut persenjataan yang telah disiapkan. Dalam usaha mencari bantuan ke luar negeri inilah, bersama opsir udara I Iswahjudi pergi ke Muangthai (Bangkok) pada bulan Desember 1947 menggunakan Pesawat Avro Anson RI-003 dengan penerbang Iswahyudi, dan seorang penumpang bernama Keegan berkebangsaan Australia yang telah menjual pesawat tersebut.

Selain mengantarkan Keegan pulang, misinya adalah untuk melakukan penjajakan lebih jauh tentang kemungkinan pembelian senjata dan pesawat serta melakukan inspeksi terhadap perwakilan RI dalam mengatur penukaran dan penjualan barang-barang yang berhasil dikirim dari dalam negeri dan berhasil memasukan barang-barang dari Singapura ke daerah RI menembus blokade udara Belanda.

Dalam perjalanan kembali inilah pesawat terjebak dalam cuaca buruk di daerah Perak Malaysia, yang disertai dengan kabut tebal yang menghalangi pandangan sang pilot sehingga pesawat jatuh di pantai. Malapetaka itu tepatnya terjadi di Labuhan Bilik Besar, antara Tanjung Hantu dan Teluk Senangin di Pantai Lumut.

Berita jatuhnya pesawat RI-003 ini mendapat perhatian luar biasa dan disiarkan oleh surat kabar berbahasa Inggris The Times dan Malay Tribune yang terbit pada tanggal 16 Desember 1947.

Almarhum Abdul Halim Perdanakusuma. meninggalkan seorang istri bernama Koesdalinah yang pada waktu itu tengah mengandung empat bulan. Sebelum berangkat tugas, ia berpesan kepada istrinya, jika kelak anak yang lahir laki-laki agar kelak diberi nama Ian Santoso, maksudnya untuk mengenang sahabat karibnya sewaktu perang dunia II di Eropa.

Selanjutnya Ian Santoso mengikuti jejak ayahnya menjadi prajurit TNI AU sebagai penerbang pada Skadron Udara 17 di Lanud Halim Perdanakusuma. Jabatan terakhir Marsdya TNI Purn Ian Santoso Perdanakusuma adalah sebagai, Kepala Badan Intelijen Strategis (Ka BAIS) TNI.

sumber sindonews.com




Kejari Sabu Raijua Selamatkan Uang Daerah 109 Juta dari Perusahaan Tambak Garam

ARBIndonesia.com, SABU RAIJUA – Melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negera Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua senilai Rp.109.000.000 (Seratus Sembilan Juta Rupiah).

Yang mana uang Seratus Juta lebih tersebut berhasil di selamatkan dari perusahaan yang mengelola tambak garam di daerah Kabupaten Sabu Raijua.

Dari keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sabu Raijua, Agus Kurniawan, SH.MH, melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Muhammad Juanda Sitorus, SH. MH mengatakan pengembalian uang dari perusahaan tambak garam ke kas daerah tersebut berdasarkan hasil temuan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi NTT.

“Dalam temuan audit BPK tersebut menyimpulkan bahwa perusahaan yang melakukan pengelolaan tambak garam yang berkontrak kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sabu Raijua terbukti berdasarkan audit tidak melaksanakan kewajiban penyetoran laba hasil penjualan garam kepada Pemda,” ungkap Juanda Sitorus, Rabu (14/7/2021).

“Sehingga menimbulkan kerugian pada keuangan daerah senilai 109 Juta Rupiah,” tambahnya.

Lebih lanjut Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Muhammad Juanda Sitorus, SH. MH menyampaikan bahwa awalnya Pemerintah Sabu Raijua meminta bantuan kepada Kejari untuk membantu melakukan pemulihan keuangan daerah tersebut melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Akhirnya kata Juanda, Kejari Sabu Raijua berhasil melakukan pemulihan pengembalian keuangan daerah tersebut setelah melakukan beberapa kali usaha negosiasi penagihan.

“Saat ini uang sejumlah 109 Juta Rupiah tersebut telah di setorkan kembali ke kas daerah melalui rekening Bank NTT,” tutup Juanda Sitorus.

Editor : Arbain