PT Pulau Sambu Corong Perkelapaan di Bumi Pertiwi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR -Penempatan lokasinya sangat strategis berada di wilayah perairan Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, dan sangat dekat dengan negara tetangga  Singapore.

Itulah perusahan yang bernama PT Pulau Sambu (Guntung) yang bediri sejak tahun 1967, ia adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan turunanan kelapa.

Yang mana perusahan ini permerupakan pemasok kelapa parut untuk industri gula dan cokelat ternama di Eropa, Amerika Utara, Australia, Timur Tengah, dan Tiongkok.

Selain itu, perusahan ini juga dikenal dengan olahan Krim santan kelapa dengan merek ‘KARA’, yang saat ini populer di berbagai pasar di Asia, Australia, dan Eropa.

Dengan semakin populernya hidangan Benua Asia yang menggunakan krim santan kelapa sebagai bahan utamanya, pasar krim santan yang diolah PT Pulau Sambu semakin berkembang dan meluas hingga ke seluruh dunia.

Tak hanya sampai disana, ketenaran perusahaan ini juga samkin meroket dengan ada olahan air kelapa dengan merek Nata DeCoco dan Hydro Coco.

Pesatnya kemajuan dari perusahaan pengolah turunan kelapa itu tentunya tak terlepas dari semangat dan dukungan masayarakat Kabupaten Indragiri Hilir yang notabane nya adalah petani kelapa yang terus memasok bahan baku kelapa untuk produksi perusahan.

Kini, di tahun 2022 ia memasuki usia ke-55 Tahun, PT Pulau Sambu yang merupakan bagian dari Sambu Grub ini terus konsisten dalam menjadi corong industri perkelapaan di Bumi Pertiwi.

Hal itu terlihat pada jejak perjalanan yang penuh lika-liku yang ia (PT Pulau Sambu) lalui sejak 1967 hingga 2022, sampai saat ini namanya tetap kokoh berdiri dalam mengibarkan bendera perekonomian.

Keberhasilan mempertahankan brand perusahan itu tentunya tidak semudah ‘membalikan telapak tangan’, hal itu pastinya tidak terlepas dari tantangan dan rintangan yang terus menempa PT Pulau Sambu.

Hal itu dapat terlihat jelas di beberapa tahun belakangan ini.

Meski diterpa ‘ombak badai’ beberapa tahun belakangan ini,  hal itu tak mampu menggoyahkan semangat dari pemangku kebijakan perusahaan yang diwariskan dari semangat perintis Tn. Tay Juhana.

Bagaimana tidak, Perusahan yang terlahir di wilayah yang umumnya di tumbuhi pohon kelapa ini tetap tegar ketika dihadapkan berbagai persoalan, salah satunya bencana global Covid-19.

Meski demikian, perusahaan yang memproduksi berbagai olahan turunan kelapa ini masih mampu berusaha survive dan bisa bertahan dalam menjaga axsistensi dan menajaga grafik harga bahan baku kelapa demi menjaga stabilitas kesejahteraan petani kelapa dan ribuan karyawan yang ada di tubuh perusahan ‘raksasa’ ini.

Setalah mampu melewati masa genting dan mulai kembali stabil, lagi-lagi perusahaan yang mememiliki ribuan karyawan pekerja ini kembali dihadapkan dengan persoalan krisis ekonomi global (pangan dan energi)

Dan lagi-lagi, PT Pulau Sambu kembali harus menerima pahitnya kenyaataan dengan adanya masalah baru  yaitu gempuran ekonomi yang disebabkan dampak dari perang Rusia-Ukraina.

Hal itu membuat olahan turunan kelapa yang di produksi perusahan ternama ini berkurangnya permintaan pasar oleh negara pengekspor yang mengalami krisis akibat dampak infasi rusia ke ukraina hingga terjadinya pembatasan ekspor.

“Kabar buruknya, kondisi krisis pangan dan energi ini berimbas kepada Indonesia. Sebab negara-negara yang mengalami kondisi itu merupakan mitra dagang Indonesia, yang merupakan negara tujuan ekspor produk kita,” tutur humas Sambu Grub, Ginting kepada ARB INdonesia beberapa waktu lalu.

Persoalan tersebut masih dirasakan oleh Sambu Grub hingga saat ini, hinga membuat harga kelapa belum menunjukan arah pukul 12 (naik).

Meski demikan, perusahan yang menjadi Kiblat perkelapaan di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini terus berupaya untuk melewati masa sulit demi keberlangsungan simbiosis mutualisme.

Di usia ke-55 tahun ini juga bukanlah suatu pencapai yang mudah bagi sebuah perusahaan, sebab tidak semua perusahaan berhasil menjalani dengan banyak ‘goncangan’ yang di hadapi.

Bagi PT Pulau Sambu, usia bukanlah hambatan untuk tetap memeberikan kontribusi dalam memberikan sumbangsih untuk negara melalui jalur perdagangan.

Buktinya, berkaca dari historis tersebut perusahaan industri kelapa terpadu ini, ternyata mampu berhasil menjaga elektabilitasnya dalam menjadi pelopor dalam menghasilkan produk-produk berbahan dasar kelapa di Indonesia. Hal itu ditandai dengan beberapa penghargaan yang pernah diperoleh PT Pulau Sambu seperti Living Legend Company.

Berkat manajemen yang berkompeten dan terus melakukan berbenah diri, PT Pulau Sambu bisa berhasil mencapai usia tersebut dengan catatan positif. hala iti dibuktikan dengan masuknya nominasi ke dalam Indonesia Living Legend Company 2020 lalu.

Dari data sebelumnya, penganugerahan yang diraih PT Pulau Sambu dari Majalah SWA tersebut didasarkan atas survey yang dinilai atas : lahir di Indonesia dengan usia di atas 50 tahun, perusahaan terus mencetak laba, bisnisnya terus bertumbuh, punya cakupan pasar yang luas, terus berinovasi, dan merupakan market leader di sektornya.

Pencapaian prestasi ini tentunya juga tidak terlepas dari kesolidan dan kekompakan dari pemangku kebijakan perusahan ini yang selalu berlandaskan atas 3 tugas yang diemban.

Sebagai prinsip dalam berusaha, dimana PT Pulau Sambu tidak hanya mementingkan bisnis, namun juga memperhatikan kehidupan sosial masyarakat, kelestarian alam serta lingkungan hidup.

Selain itu perusahaan besar ini juga sangat memetingkan atas kehidupan masyarakat di sekitar lokasi perusahaan, hal itu sangat terlihat atas eksistensinya di bidang sosial yang terus dilakukan hingga saat ini.

Nb. Manajemen PT. ARB Media Pers yang menaungi media Arbindonesia.com mengucapkan selamat milad ke-55 tahun PT. Pulau Sambu.

“Teruslah berkontribusi untuk mensejahterakan masyarakat dari berbagai sektor kebijakan,”.

Penulis :Arbain
Media: Arbindonesia.com




Pergantian Elpiji 3 Kg ke Kompor Listrik Dinilai Bikin Masalah Baru

ARB INdonesia, JAKARTA – Gas elpiji 3kg akan digantikan oleh kompor listrik 1.000 watt. Kementerian ESDM menyebut ini sudah dilakukan uji coba.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengungkapkan rencana konversi dari elpiji ke kompor induksi akan menambah banyak masalah.

“Pertama dari daya listrik, kelompok bawah harus migrasi paling sedikit ke daya 1200VA, artinya biaya pemakaian listrik pasti akan naik, jauh lebih besar dari biaya elpiji 3kg,” kata dia saat dihubungi, Sabtu (17/9/2022).

Selanjutnya kompor gas dan peralatan masal yang lama banyak yang tidak bisa dipakai lagi, masyarakat harus beli peralatan masak yang sesuai dengan kompor listrik induksi.

Anthony menduga kebijakan ini ditempuh untuk membantu permasalahan keuangan PLN, agar pemakaian konsumsi listrik meningkat, karena saat ini PLN mengalami oversupply.

“Hal ini berarti sama saja rakyat miskin, rakyat kelompok bawah, diminta menambal defisit PLN. Permasalahan PLN seharusnya ada di hulu, atau pembangkit, ini yang harus diefisienkan, bukan malah mengalihkan permasalahan ini ke rakyat miskin,” jelas dia.

Menurut dia Gas elpiji 3kg juga masih dipakai oleh banyak pedagang kecil, mereka tidak mungkin pakai kompor induksi.

Direktur Riset CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan penggunaan kompor listrik lebih tepat ditunjukkan kepada kalangan menengah atas, karena daya listrik yang dibutuhkan relatif besar.

“Coba dicek saja, jangan sampai konsumsi kompor listrik bisa lebih boros dari LPG. Ujungnya tergantung pemakaian per rumah tangga dan UMKM,” jelas dia.

Menurut dia, kecuali pemerintah melakukan diskon secara signifikan tarif listrik pada kelompok rentan yang menggunakan kompor listrik.

“Tapi ini akan butuh survei yang detail, berapa banyak kelompok rentan beralih ke kompor listrik, dan berapa subsidi listrik yang ideal per rumah tangga,” jelas dia.

Menurut dia di sisi lain kritik terhadap penggunaan kompor listrik adalah inkonsistensi pada sumber energi primer listrik yang sebenarnya sama-sama berasal dari fosil yakni 70% gabungan BBM dan Batubara.

Meski tujuan akhirnya mengurangi beban subsidi LPG 3kg atau ketergantungan pada fosil, tapi di sisi energi primer PLN harus dengan signifikan mengurangi pembangkit batubara dan BBM.

Meski tujuan akhirnya mengurangi beban subsidi LPG 3kg atau ketergantungan pada fosil, tapi di sisi energi primer PLN harus dengan signifikan mengurangi pembangkit batubara dan BBM.

“Kalau dibarengi dengan upaya pensiun dini PLTU, dan stop bangun PLTU baru misalnya, itu langkah yang bagus. Atau PLN berkomitmen semua rumah tangga yang menggunakan kompor listrik akan dialiri listrik dari EBT,” ujarnya.

Sumber : finance.detik.com




Rawan Terjadi Karhutla, Pemerintah Kecamatan Mandah Luncurkan Inovasi OSPS MPA

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meluncurkan sebuah inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam memberi informasi terkait terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Inovasi ini berupa media pelaporan kebakaran berbasis online dan terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp itu diberi nama OSPS MPA (Online System Pengaduan Siaga Masyarakat Peduli Api).

IMG_20220916_112808
Camat Mandah, Ns.Matzen, S.Kep, MSi, MM.Kes

Disampaikan Camat Mandah, Ns.Matzen, S.Kep, MSi, MM.Kes bahwa mengingat di wilayah Kecamatan Madah merupakan suatu kecamatan yang sangat rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Maka, kami meluncurkan inovasi yang tercetus dengen latarbelakang banyaknya terjadi karhutla di Wilayah Kecamatan Mandah yang selama ini kurang terkomunikasikan dan kurang terkoordinasi,” papar Camat Mandah kepada awak media, Jum’at (16/9/2022).

Dengan adanya inovasi OSPS MPA ini, masyarakat dan anggota MPA lebih mudah dan jauh lebih akurat dalam memberikan informasi jika menemukan titik api.

“Dengan cepatnya informasi yang disampaikan, maka masalah titik api yang di temukan tersebut akan semakin cepat dan tepat dalam penangananya. Sehingga titik kebakaran tersebut tidak semakin meluas,” ungkap Ns.Matzen, S.Kep, MSi, MM.Kes

Terakhir Camat Mandah berharap dengan diluncurkannya inovasi tersebut dapat berguna untuk masyarakat banyak terutama di wilayah Kecamatan Mandah.

“Semoga dengan adanya inovasi ini, nawaitu kita dalam penanganan dan mengantisipasi karhutla di wilayah Kecamatan Mandah dapat berjalan baik, sehingga kedepannya tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan akibat karhutla,” tutup Camat Madah, Ns.Matzen, S.Kep, MSi, MM.Kes.

Untuk diketahui, OSPS MPA memiliki fungsi utama sebagai media layanan pengaduan bagi masyarakat wilayah Kecamatan Mandah, dalam melaporkan perihal temuan titik api yang beresiko terjadinya kebakaran lahan.

Adapun kemudahan dan fitur yang disajikan pada layanan OSPS MPA, diantaranya:

  1. Layanan pelaporan terintegrasi langsung ke aplikasi WhatsApp pengguna. Sehingga mempermudah dalam penyampaian atau pelaporan terkait temuan titik api.
  2. Layanan kontak person yang aktiv 24 jam, sehingga masyarakat atau pelapor akan mendapatkan balasan dari admin dengan cepat.
    Menampilkan informasi mengenai sejauh mana penanggulangan dari suatu kejadian kebakaran lahan.
  3. Auto Share, fitur ini merupakan salah satu fitur yang paling vital dari layanan OSPS MPA.

Adapun cara kerja dari fitur ini yaitu:

Ketika admin OSPS MPA mendapat laporan temuan titik api dari masyarakat maka secara otomatis laporan tersebut di share ke stakeholders terkait melalui Group WhatsApp OSPS MPA Kecamatan Mandah, yakni Camat, TNI, Polri, Bhabinkamtibmas, Damkar, Lurah, Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RT dan tokoh msyarakat.

Dari beberapa fitur yang disajikan dalam layanan OSPS MPA tersebut, secara umum inovasi ini dibuat untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan untuk kedepannya.

Sebagai informasi juga, pemanfaatan hutan dan perlindungannya telah diatur dalam UUD 45, UU No. 5 tahun 1990, UU No 23 tahun 1997, UU No. 41 tahun 1999, PP No 28 tahun 1985 dan beberapa keputusan Menteri Kehutanan serta beberapa keputusan Dirjen PHPA dan Dirjen Pengusahaan Hutan.

Namun gangguan terhadap sumberdaya hutan terus berlangsung bahkan intensitasnya makin meningkat.

Kebakaran hutan merupakan salah satu bentuk gangguan yang makin sering terjadi. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan cukup besar mencakup kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, perubahan iklim mikro maupun global, dan asapnya mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu transportasi baik darat, sungai, danau, laut dan udara.

Kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan sudah menjadi tugas berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta masyarakat.

Peran serta masyarakat menjadi sangat penting, mengingat keberadaannya, yang berbatasan langsung dengan hutan dan daerah rawan kabakaran lainnya.

Dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, salah satu cara masyarakat dalam memberikan kontribusinya, yaitu dengan segera melaporkan ketika dijumpa titik api yang berisiko terjadinya kebakaran lahan. (ARBAIN)




Dalam Sepekan, Ditlantas Polda Riau Amankan 55 Motor Balap Liar

ARB INdonesia, PEKANBARU – Direktorat Lalu Lintas Polda Riau terus menekan angka fatalitas di seluruh wilayah hukum, melalui program Blue Light Patrol sepekan terakhir, Direktorat Lalu Lintas dan Satlantas Jajaran berhasil mengamankan 55 Unit Motor dari Aksi Balap Liar, Pekanbaru Kamis (15/09/22)

Pelaksanaan kegiatan Blue Light Patrol yang di dilaksanakan secara maraton oleh Ditlantas Polda Riau serta Satlantas jajaran dan di dukung dari laporan dan informasi masyarakat dengan adanya aksi balap liar.

Dirlantas Polda Riau Kombes Pol. Firman Darmansyah. S.I.K mengatakan, adanya informasi aksi balap liar tersebut di dapat dari laporan masyarakat, guna antisipasi hal tersebut, melalui program Blue Light Patrol yang berkesinambungan, Tim Blue Light Patrol merespon langsung setiap ada laporan dan melakukan penggerakan ke lokasi Aksi Balap Liar guna menertibkan Aksi Balap Liar tersebut.

“Dari laporan dan informasi masyarakat yang kami dapatkan, Tim Blue Light Patrol Langsung bergerak ke lokasi Aksi Balap Liar yang sering berlangsung di malam hari, saat Tim Blue Light Patrol sampai di Lokasi Aksi Balap Liar tersebut berhasil mengamankan beberapa kendaraan yang digunakan untuk Aksi Balap Liar.” Jelas Dirlantas Polda Riau.

Adapun data jumlah kendaraan yang berhasil diamankan TIM Blue Light Patrol selama Sepekan terakhir dari Aksi Balap Liar sebanyak 55 Motor, 14 STNK dan 1 SIM dengan jumlah total keseluruhan 70 pelanggar.

“Bisa kita jelaskan bahwa, pelaksanaan kegiatan Blue Light Patrol ini dilaksanakan secara rutin saat malam hari, Blue light Patrol hadir di tengah-tengah masyarakat guna antisipasi kejadian yang tidak kita inginkan seperti, Curat, Curas, Curanmor (C3) serta Aksi Balap Liar.” Tuturnya.

Dari penjelasan Dirlantas Polda Riau kepada awak media, adapun titik lokasi Aksi Balap Liar khususnya di Kota Pekanbaru, dimulai dari JL. Diponegoro, Jl. Sudirman depan Purn MTQ, Jl. Arifin Ahmad – Arengka, Stadion Rumbai, Stadion Utama Riau di Jalan Naga Sakti dan jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru.

Selain itu, Tim Blue Light Patrol juga memberikan himbauan Kamseltibcarlantas agar tercipta kesadaran kepada pelaku Aksi Balap Liar dan berharap tidak mengulangi perbuatan yang berdampak fatal terhadap diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Sejauh ini, Tim Blue Light Patrol tidak saja melaksanakan kegiatan Patroli di titik rawan, namun juga memberikan himbauan secara humanis dan edukatif agar para pelaku aksi balap liar tidak lagi melakukan hal yang tidak kita harapkan bersama, Aksi balap liar ini tidak saja membahayakan diri sendiri namun juga pengguna jalan lainnya.” Jelas Kombes Pol Firman Darmansyah. S.I.K selaku Dirlantas Polda Riau.

Ia juga menghimbau kepada seluruh para orang tua agar ikut berperan aktif dan lebih selektif mengawasi anak-anak, karena, peran orang tua juga sangat besar untuk mengantisipasi ada Aksi Balap Liar.

“Kami dari Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menghimbau kepada masyarakat dan orang tua agar ikut berperan aktif mengawasi anak-anak kita, agar tidak lagi melakukan aksi balap liar, semoga dengan kebersamaan kita Dari Ditlantas Polda Riau, masyarakat serta orang tua kita mampu mencegah aksi balap liar ini,” tutupnya. (rls)




Puluhan Ribu Password Pengguna Indodax Diduga Bocor

ARB INdonesia, JAKARTA – Sebanyak 50 ribu kredensial atau password pengguna platform kripto kenamaan asal Indonesia, Indodax diduga bocor dan diunggah di situs gelap.

Kebocoran kredensial itu diungkap oleh salah satu platform investigasi peretasan Dark Tracer lewat akun Twitternya, Rabu (14/9). Data tersebut disinyalir dibobol malware.

“Sekitar 50.000 kredensial pengguna pertukaran cryptocurrency terbesar di Indonesia “INDODAX” bocor ke web gelap oleh malware pencuri,” ujar mereka lewat Twitter, Rabu (14/9).

Mengutip halaman resmi Indodax, pengguna platform mata uang kripto itu sudah memiliki 5,5 juta member yang terdaftar di seluruh dunia.

https://twitter.com/darktracer_int/status/1569969935593664512?t=gDllnBdMTIBLcnTGyxNNPw&s=19

Dark Tracer menilai angka kebocoran itu paling dominan berasal dari pengguna Indodax yang berasal dari Indonesia.

“Dari jumlah tersebut, 82,7 persen adalah kredensial pengguna Indonesia,” ujarnya.

Hingga berita ini disiarkan, pihak Indodax Indonesia yang dihubungi awak media belum bisa merespons.

Indodax telah beroperasi sebagai platform penukar mata uang kripto di Indonesia sejak 2014. Perusahaan itu juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Bappepti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Sumber CNNIndonesia.com




Pemilu 2024, Ini Deretan Politisi PAN Diperkirakan akan Bertarung

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sejumlah nama politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang akan bertarung di Pemilu 2024 sudah mencuat. Kursi DPR RI dari PAN di Dapil Riau dua menjadi target Alfedri pada Pemilu mendatang.

Sejumlah nama disiapkan untuk maju sebagai calon legislatif DPR RI untuk dapil Riau dua tersebut. Ada nama Sekretaris DPW PAN Riau Sahidin akan maju sebagai caleg DPR RI.

Kemudian nama yang tidak asing lagi adalah Komperensi yang sudah maju beberapa kali di Pilkada Kuansing dan terpilih beberapa kali juga sebagai anggota DPRD Kuansing dan DPRD Riau.

Komperensi juga saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kuansing dan memiliki basis massa yang kuat.

“Insya Allah DPR RI, mohon doanya, ini juga amanah dari partai,” kata Komperensi saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Selain Komperensi ada nama Mardianto Manan yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Riau, tidak lain adalah Pergantian Antar Waktu (PAW) Komperensi karena maju di Pilkada 2020.

Saat dikonfirmasi Mardianto Manan mengaku masih diamanahkan partai untuk mengamankan konstituennya di Kuansing – Indragiri Hulu yang tentunya untuk maju sebagai calon legislatif DPRD Riau.

“Kami yang petahana itu istilahnya SimPAN, untuk mengamankan massa kami di dapil masing-masing, saya juga sudah mendaftar sebagai caleg DPRD Riau,” kata Mardianto Manan.

Mardianto Manan mengakui, memang saat ini dirinya belum ada persiapan apapun untuk menghadapi pemilu 2024 tersebut. Meski demikian, ia masih fokus menyelesaikan tugasnya sebagai wakil rakyat hingga akhir masa tugasnya 2024 mendatang.

“Kalau ditanya persiapan ya belum adalah, yang jelas masih fokus menuntaskan tugas sebagai wakil rakyat hingga akhir masa jabatan nanti,” jelas Mardianto.

Sumber Cakaplah.com