Bertarung Dibabak Penyisihan Bintang Dangdut TVRI, Intan Asal Pulau Kijang Minta Do’a Dari Masyarakat Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Ikut audisi di Calon Bintang Dangdut TVRI Riau. Intan Dewi Lestari wanita Asal Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai bertarung di babak penyisihan.

Dimana gadis cantik berusia 22 tahun ini akan berlaga pada Kamis (29/9/2021) besok untuk berebut posisi juara grub.

Dari 24 orang peserta di Calon Bintang Dangdut TVRI Riau dibagi menjadi 6 grub.

Intan Dewi Lestari harus bersaing diposisi teratas dengan 3 peserta lainnya yaitu Siska Dewi Anggraini Asal Asahan, Sumatera Utara, Dasril asal Kampar dan Pendi Ilham asal Indragiri Hulu.

Nah, jika Intan Dewi Lestari yang masih menempuh bangku pendidikan di Universitas Riau ini berhasil menjadi jawara grub. Otomatis Intan akan masuk ke babak 6 besar.

Dan dari 6 peserta yang tersisa nanti, para peserta akan kembali berlomba merebutkan posisi juara I,II dan III di malam puncak grand final.

Sedangkan posisi IV, V dan VI panitia tetap memberikan penghargaan atas pencapaian para peserta.

Besar harapan Intan Dewi Lestari dalam audisi Calon Bintang Dangdut TVRI Riau ini. Karena selain ingin membanggakan orang tua, Intan juga ingin mengharumkan nama asal daerahnya yaitu Kabupaten Indragiri Hilir.

Dengan itu, Bambang ayahandanya, meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Inhil agar putrinya bisa memberikan penampilan terbaik.

“Mohon doanya kepada masyarakat Inhil agar anada kami Intan Dewi Lestari pada hari Rabu tanggal 29 September sukses dalam audisinya di calon bintang dangdut TVRI Riau,”kata ayahanda Intan Dewi Lestari melalui pesan tertulisnya, Selasa (28/9/2021) malam.

Selain itu, Bambang juga meminta doa dari masyarakat agar putrinya itu dapat masuk ke babak grand final hingga menjadi penyanyi dangdut di kancah nasional.

“Sebagai orang tua tentu mendoakan agar Intan bisa mengejar cita-citanya, di calon bintang dangdut ini semoga Intan berhasil meraih juara, sehingga bisa menjadi kebanggaan bagi masyarakat Inhil,”harap Bambang.***




Dampak Perang Dagang Cina VS AS, Indonesia Berpihak Kemana?

Opini : Yhudi Juliandra Dinata (Dampak Perang Dagang Cina VS AS, Indonesia Berpihak Kemana?)

ARBIndonesia.com – Perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat pasca kebijakan yang diambil presiden Donald Trump, sangat berdampak luas bagi perekonomian dunia. Perang dagang bermula karena Trump kesal dengan neraca perdagangan negaranya yang selalu tercatat defisit dengan China.

Untuk itu, ia memilih langkah proteksionisme untuk memperbaiki neraca perdagangan AS. Trump memutuskan untuk menaikkan bea masuk impor panel surya dan mesin cuci yang masing-masing menjadi 30 persen dan 20 persen.

Sejak saat itu, tepatnya 22 Januari 2018, perang dagang pun dimulai. Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tampaknya semakin tidak bisa dihindarkan. Imbas perang dagang ini tentu harus secepatnya diantisipasi agar tidak berdampak secara sistematis.

Realitas ini menjadi peringatan bagi semua negara karena dominasi Amerika Serikat sebagai adidaya pada tatanan globalisasi kini mendapat tandingan dari Tiongkok yang menjadi kekuatan baru pada era baru perdagangan global.

Setidaknya daya saing Tiongkok menjadi faktor di balik sukses merajai pasar global sehingga nilai jual produk made in China sukses di pasaran. Fakta ini juga diperkuat oleh ketersediaan tenaga kerja yang melimpah di Tiongkok sehingga tarif menjadi lebih kompetitif.

Peran teknologi dan inovasi juga memperkuat daya saing produk-produk made in China. Ironisnya, daya saing produk made in Indonesia melemah karena terpengaruh nilai tukar rupiah yang terperosok di level Rp14.000 dengan prediksi bisa menyentuh Rp15.000 per dolar Amerika Serikat.

Jika ini terjadi, ancaman terhadap daya saing produk made in Indonesia akan kian besar dan tentu berdampak terhadap neraca perdagangan. Artinya, imbas perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok Tampaknya semakin krusial, terutama imbas terhadap perekonomian di mayoritas negara berkembang, termasuk Indonesia. Fakta ini secara tidak langsung menegaskan bahwa kesuksesan pemilihan kepala daerah pada akhir Juni lalu tidak menjamin ekonomi Indonesia tumbuh positif karena rupiah terus terpuruk dan ancaman dampak perang dagang kian mengkhawatirkan, sementara pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi dan suku bunga acuan 50 basis poin menjadi 5,25%.

Menyikapai perkembangan tersebut, Indonesia harus cerdas dan tepat menentukan sikap dan akan berpihak kemana. Keberpihakan akan menjadi keniscayaan, tergantung dari warna dan pandangan politik kelompok yang ada di panggung pemerintahan.

Setiap pilihan akan membawa konsekuensi, tidak hanya ekonomi 270 juta penduduk negeri tetapi menyangkut takdir NKRI.

Pemeo yang menyatakan bahwa ‘gajah lawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengah’ harus disingkirkan dari benak setiap anak bangsa yang cerdas. Kita ubah menjadi ‘gajah lawan gajah pelanduk ketawa dipunggung gajah’.

Perlu diingat bahwa di Asia akan terbelah menjadi dua kelompok. Mereka yang berpihak ke AS adalah Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Filipina. Adapun yang berada pada sisi China adalah Korea Utara, Myanmar, Laos, Kamboja, Pakistan dan Singapura. Indonesia kemana?

Penulis : Yhudi Juliandra Dinata




Gencatan Perang Dagang Amerika-China dan Dilematis Perdagangan Indonesia

Opini : Ilham Mandala Anugrah (Gencatan Perang Dagang Amerika-China dan Dilematis Perdagangan Indonesia)

ARBIndonesia.com, KEPRI – Ilham Mandala Anugrah peserta LK III Badko HMI Riau Kepri, awal tahun 2017 menjadi babak baru bagi Amerika Serikat dengan terpilihnya Donald Trump seorang pengusaha menjadi Presiden Amerika Serikat yang menggantikan Barack Obama.

Kebijakan Trump secara ekonomi dan politik mengundang banyak kontroversi dalam negeri maupun ranah internasional.

Trump mengumumkan kebijakan memorandum eksekutif yakni berkaitan dengan kebijakan yang menerapkan peraturan-peraturan terkait dengan tarif impor Amerika Serikat dan telah dilakukan penanda tanganan dengan menerapkan tarif sekitar 60 miliar dollar AS atau sekitar 827,34 triliun rupiah atas produk Cina serta kenaikan tarif impor senilai 34 miliar dollar AS atau sekitar 489 triliun rupiah untuk ratusan produk-produk yang berasal dari Cina2.

Tarif impor dari Cina tertinggi terdiri dari tarif impor baja sebesar 25% dan tarif impor aluminium sebesar 10%. Amerika Serikat dan Cina merupakan dua negara dengan perekonomian raksasa di dunia.

Cina sebagai negara kuat dengan GDP (Gross Domestic Product) sebesar 11199,15 miliar pada tahun 2016 tersebut akan melakukan retaliasi pengenaan tarif produk-produk utamanya ke Amerika Serikat (Kompas, 2018).

Cina terus menerapkan peningkatan tarif balasan senilai 34 miliar dollar AS untuk 128 produk impor asal Amerika Serikat.

Kenaikan tarif ini selanjutnya diyakini akan berimplikasi pada kerugian ekonomi dan hanya menguntungkan sebagian kelompok agen ekonomi serta merugikan sebagian besar industri dan konsumen pada umumnya, dalam istilah ekonomi disebut dead weight losses.

Latar belakang terjadinya perang dagang bermula dari niat Amerika Serikat untuk menghukum Cina atas dugaan praktik perdagangannya yang dianggap tidak adil terhadap Amerika Serikat.

Trump menuduh Cina memperoleh teknologi Amerika Serikat dan membatasi akses pasar untuk perusahaan keuangan dan teknologi.

Di samping itu, komoditas baja dan aluminium pun menjadi faktor Trump melakukan ancaman perang dagang akibat dari impor berlebih yang dilakukan Amerika Serikat.

Dalam hitungan hari setelah retaliasi yang dilakukan oleh Cina, otoritas Amerika Serikat merencanakan untuk menambah jumlah barang-barang asal Cina yang dikenai tarif dengan nilai mencapai 200 miliar dollar AS.

Amerika Serikat dan Cina merupakan negara ujung tombak sebagai mitra dagang seluruh negara-negara di dunia. Kekuatan perekonomian kedua negara tersebut menjadi pilihan negara-negara berkembang untuk menciptakan pasar yang kuat dan stabil.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang saat ini terus menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Cina.

Pemerintah Indonesia memilih kedua negara tersebut sebagai pilihan ekspor utama untuk menjual produk-produk dalam negerinya.

Perang dagang Amerika Serikat-Cina merupakan kebijakan yang melibatkan dua negara adidaya yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian global hingga saat ini.

Perang dagang ini akan berdampak dan berpengaruh secara global termasuk pada kondisi Indonesia sebagai negara berkembang.

Perang dagang Amerika Serikat-Cina berpengaruh terhadap sistem perekonomian negara-negara berkembang termasuk Indonesia yang juga merasakan implikasinya.

Komoditi dan industri di Indonesia menghadapi naik turun perdagangan akibat dari derasnya arus impor barang dari Cina dan tidak sebanding dengan ekspor Indonesia ke luar negeri.

Baja dan aluminium serta turunannya, yang berasal dari Cina dengan harga beli jauh lebih murah dibanding produk dalam negeri telah membanjiri pasar lokal sehingga berdampak terhadap industri dalam negeri.

Pemerintah harus bersiap dengan kelonjakan permintaan impor baja dan aluminium Cina yang didapatkan dengan harga jauh lebih murah dibanding produk dalam negeri.

Jika impor terus dilakukan, maka kerugian yang didapatkan pemerintah akan besar dan membuat industri baja dan aluminium dalam negeri terpuruk karena kalah bersaing dengan produk impor yang lebih murah.

Disisi lain, Indonesia berpeluang menggantikan posisi Cina untuk melakukan ekspor baja dan aluminium ke Amerika Serikat.

Amerika Serikat resmi menerapkan perang dagang dan telah mengakibatkan gejolak perekonomian dunia. Selain itu, Cina merupakan negara utama yang menjadi lawan bagi Amerika Serikat. Perang dagang disebabkan oleh impor yang dilakukan Amerika Serikat terlalu besar dan sangat menguntungkan Cina.

Selanjutnya, aksi balas tarif impor gencar dilakukan oleh keduanya yang bertujuan untuk melindungi perekonomian negaranya masing-masing. Perang dagang ini menjadi langkah proteksi yang dilakukan oleh Amerika Serikat, sehingga akan berimplikasi terhadap negara-negara lain.

Cina dan negara-negara lain memilih untuk melakukan aksi balas dengan terus menaikkan tarif impor terhadap Amerika Serikat.

Perekonomian Indonesia telah bergejolak sejak resmi diterapkannya perang dagang, serta kenaikan nilai ekspor pada tahun 2018 tidak sesuai dengan harapan.

Proteksi Amerika Serikat menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak memiliki arah ekspor-impor serta ragu dalam menentukan kebijakan selanjutnya.

Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan perekonomian melalui perdagangan baja dan aluminium.

Dengan adanya perang dagang, baja, aluminium dan turunannya mengalami berbagai implikasi serta berpengaruh terhadap industri dalam negeri.

Perang dagang ini tentunya berdampak bagi meningkatnya harga barang di Amerika Serikat dan Cina sehingga membuka kesempatan ekspor bagi negara ketiga untuk mengisi pasar.

Disamping itu, dampak perang dagang Amerika Serikat-Cina ini terhadap Indonesia tidak signifikan karena produk yang dikenakan tarif bukan produk utama dan Indonesia hanya memiliki pangsa pasar kecil di Amerika Serikat maupun di Cina.

Indonesia merupakan negara berkembang yang juga bukan sebagai mitra dagang utama bagi Amerika Serikat, melainkan merupakan negara pemasok ke-16.

Indonesia berpeluang mengisi pasar Amerika Serikat di Cina dalam berbagai produk, utamanya adalah produk-produk dari baja dan aluminium, begitupun sebaliknya Indonesia berpeluang untuk mengisi pasar Cina di Amerika Serikat dalam produk-produk baja dan aluminium.

Disamping itu, perang dagang juga berpengaruh terhadap neraca dagang Indonesia yang mana dikarenakan menurunnya permintaan bahan baku impor dari Amerika Serikat dan Cina.

Penulis : Ilham Mandala Anugrah




Musda Pemuda Muhammadiyah Inhil, Panitia Buka Penjaringan Tim Formatur

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Organisasi Kepemudaan (OKP) Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah (PM) akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) pada Sabtu 30 Oktober 2021 mendatang.

Sebelum digelar Musda untuk memilih tim Formatur kepengurusan yang baru maka akan lebih dulu digelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang membahas terkait teknis dan juknis Musda.

Saat ini, pihak panitia telah memulai pembukaan pendaftaran calon Formatur untuk nantinya dipilih menjadi tim formatur kepengurusan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Inhil.

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Inhil, Akhmad Faizal, S.Sos mengatakan jika kepengurusan PD Pemuda Muhammadiyah Inhil terbuka untuk seluruh kader dan simpatisan yang ingin berkiprah di organisasi kepemudaan.

“Kita terima seluruh kader dan simpatisan yang berniat maju serta ikut dalam organisasi kepemudaan di Muhammadiyah ini. Salah satu syarat sesuai aturan yang ada yaitu berumur dibawah 40 tahun,” ungkap Faizal, Senin 27 September 2021.

Ditambahkannya, untuk masuk dalam kepengurusan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah tidaklah selalu diwajibkan harus berpengalaman dan senioritas namun yang terpenting adalah mau berkontribusi dan memberikan pemikirannya untuk kemajuan umat serta agama.

“Kita perlu jiwa-jiwa muda yang energik, yang mau turun kelapangan dan memberikan kontribusi untuk kemajuan serta kemaslahatan umat. Mau berlomba untuk memberikan kebaikan bagi sesama,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana Jumiyardi Ali menjelaskan jika tahap penjaringan calon Formatur akan dibuka selama 20 hari kedepan.

“Kita buka pendaftaran mulai hari ini hingga 18 Oktober mendatang,” ungkap Jumiyardi Ali yang juga inisiator Komunitas Peduli Olahraga Gaung Anak Serka (KomPOr GAS) Kabupaten Inhil itu.

Dilanjutkannya, bagi pemuda yang ingin mendaftar menjadi calon Formatur Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dapat menghubungi ketua panitia atau datang langsung ke sekretariat PD Pemuda Muhammadiyah Inhil di Jalan Kapten Mukhtar Tembilahan.

“Silahkan menghubungi ketua panitia di nomor kontak 0812 7769 4848 atau datang ke sekretariat PD Pemuda Muhammadiyah di Komplek Mesjid Muhammadiyah Jalan Kapten Mukhtar Tembilahan,” pungkasnya. ***




Bantu Keamanan di Papua, Polda Riau Berangkat 100 Personel Brimob

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi melepas keberangkatan 100 orang pasukan berkemampuan khusus dari Kesatuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau pada Sabtu pagi (25/9/2021).

Satu kompi prajurit Satbrimobda Polda Riau ini dilepas keberangkatannya
melalui terminal Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Kota Pekanbaru.

100 personel Brimob Riau berkemampuan khusus dengan persiapan yang matang dan kelengkapan peralatan pendukungnya tersebut diberangkatkan untuk membantu meningkatkan keamanan dan kondusifitas di daerah Timika Papua. Mereka nantinya akan bergabung dengan personel lainnya yang bertugas dalam Satgas pengamanan.

Irjen Agung didampingi wakilnya Brigjen Tabana Bangun langsung memimpin apel pelepasan tersebut, bertempat di halaman terminal Cargo Bandara SSK II Pekanbaru pada Sabtu pagi. Hadir pula para pejabat utama dari jajaran Polda Riau serta keluarga dari para personel yang akan diberangkatkan. 100 personel Brimobda ini juga diberi arahan secara khusus oleh jenderal bintang dua tersebut.

“Kita memberangkatkan satu kompi personel Brigade Mobil ke Timika, untuk melaksanakan penugasan di daerah rawan, yang di BKO (Bawah Komando Operasi) ke Polda Papua. Tugasnya untuk meningkatkan keamanan wilayah, khususnya di Timika. Di sana, mereka akan bergabung dengan Satgas lainnya,” ungkap Irjen Agung Setya Imam Effendi saat memberikan keterangan pers.

Ia meyakinkan, 100 personel yang dikirim ke Papua sudah disiapkan dengan sangat baik, dari segi taktikal, kemampuan dan hal pendukung tugas lainnya.

“Serta dengan perbekalan yang memadai juga. 100 orang yang berangkat, tentunya juga harus kembali 100 orang. Prajurit kita juga berpengalaman dengan berbagai macam penugasan dan kita harap bisa menyelesaikan tugas ini, demi menjaga kedaulatan dan kesatuan NKRI,” tegasnya.

Kapolda Riau pun memberikan arahan khusus kepada 100 orang personelnya itu. Irjen Agung menekankan agar mereka selalu waspada serta menyiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin dalam menghadapi potensi ancaman.

“Ini penugasan yang tidak mudah, saya minta agar selalu waspada, menyiapkan segala sesuatunya agar apapun ancaman dan rintangan bisa dihadapi. Ini penugasan dengan pola baru dan modern, dan anggota sudah dilengkapi kemampuan mengatasi segala hal di Timika,” pungkas Irjen Agung didampingi Kabid Humas.

Usai apel digelar, Kapolda Riau juga menyempatkan diri menghampiri satu persatu personelnya ini, yang kebetulan tengah berinteraksi dengan keluarga mereka yang turut hadir dalam pelepasan. Irjen Agung memberikan support moril bagi keluarga yang ditinggalkan. Suasana haru pun pecah seketika itu.

Irien Agung menyampaikan secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan oleh personelnya, agar tak sungkan berkomunikasi dengan kesatuan (Satbrimobda) apabila mengalami kendala apapun. Hal ini pun menjadi perhatian sepenuhnya oleh Polda Riau.

“Kita ingin selalu menjaga rasa memiliki dan kebersamaan. Spirit ini akan menjadi bagian dari moril anggota dalam melaksanakan tugas beratnya di sana. Dengan komunikasi yang baik, semua permasalahan kita tampung dan selesaikan. Keluarga yang ditinggalkan serta personel yang bertugas tentunya menjadi perhatian kita sepenuhnya supaya tidak ada hal yang dirisaukan. Kita ingin memberikan yang terbaik bagi mereka,” yakin Agung Setya Imam Effendi. *




Tangan Diborgol, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Ditahan KPK

ARBIndonesia.com, JAKARTA— Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ditahan KPK. Azis ditetapkan sebagai tersangka kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Lampung Tengah, Bandar Lampung.

KPK melakukan penahanan terhadap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Pantauan wartawan sekira pukul 00.25 WIB, Sabtu (25/9/2021), Azis Syamsuddin terlihat sudah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dan tangannya terborgol.

Namun borgol ini posisinya di depan, bukan di belakang.

Azis langsung berjalan ke ruang konferensi pers untuk diumumkan soal perkaranya.

KPK sebelumnya telah menemukan keberadaan Azis, saat dia tak bisa memenuhi panggilan KPK karena berdalih sedang isolasi mandiri (isoman).

Setelah dilakukan upaya jemput paksa oleh penyidik, akhirnya Azis dinyatakan negatif dari COVID.

“Yang bersangkutan kami persilakan mandi dan persiapan dulu. Sambil menunggu penasihat hukum. Tes swab antigen negatif,” kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Jumat (24/9).

KPK pun tak menunggu waktu 1×24 jam untuk mengumumkan secara resmi status Azis karena bukan ditangkap tangan atau terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Azis Syamsuddin sendiri diketahui telah dijemput paksa oleh tim penyidik KPK di salah satu kediaman Azis di daerah Jakarta Selatan Jumat malam.

Azis terpaksa dijemput karena mangkir dari panggilan penyidik KPK untuk datang ke Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan pada pagi hari tadi. ***

Sumber Pojoksatu.id