Melihat Dunia Melalui Beasiswa, Talkshow Kodim 0314/Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Guna memberikan motifasi kepada siswa siswi dan mahasiswa di Kabupaten lnhil, Dandim 0314/lnhil gelar acara sosialisasi dan Talkshow bersama siswa/i SLTA dan Mahasiswa di Aula Graha Bhakti Makodim 0314/lnhil, jalan Ahmad Yani, Parit 9, Tembilahan Hulu. Kamis, (07/10/2021).

Dengan narasumber Fauzan Aziz Maulana (candidate magister Anhui University) dan DR. Ir. H. Sahrudin, M.M (wakil ketua bidang kemahasiswaan dan kerja sama STAl) dengan motivator lbu Titin Triana, SH, MH (lawyer & teacher) dan Moderator Sdr Nabfahrin (staf Unisi).

Dalam sambutannya, Dandim 0314/lnhil Letkol lnf lmir Faishal mengatakan bahwa kegiatan ini sebenarnya sudah direncanakan beberapa bulan yang lalu, namun karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan hingga baru hari inilah kegiatan ini bisa dilaksanakan.

“Kegiatan ini kita gelar agar adik adik semua dapat meraih asa atau cita cita yang diinginkan. Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita mau berusaha,berdo’a dan tentunya Ridha dari Allah SWT,” ujar Dandim.

“Mungkin dalam pikiran kita, ah saya tidak punya biaya, ah saya gak mungkin bisa, nah sekarang kita akan kupas disini, sehingga sesuai dengan tema kita yaitu reach the dream & see the world through scholarship, (Raih mimpi dan lihat dunia melalui beasiswa),” tambahnya.

Apa dan bagaimana beasiswa itu, nanti akan disampaikan oleh para Nara sumber. Bagaimana cara mendapatkannya, dimana saja, benda apa itu, nanti akan dibahas akan dikupas tuntas semuanya disini.

“Namun saya harapkan kepada adik adik semuanya tanamkanlah prinsip bahwa pengetahuan itu sangat penting dan harus merasa haus akan pengetahuan,” sebutnya.

Dandim mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang telah mengadakan acara ini, mudah mudahan acara ini bisa berlangsung dengan baik, lancar dan tentunya mudah mudahan acara ini bisa berguna dan bermanfaat.

Sementara itu DR. Ir. H. Sahrudin, M.M mengucapkan terimakasih kepada Dandim 0314/lnhil yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di Aula Kodim 0314/lnhil dan langsung pembicaranya Dandim. Ini sebagai motifasi yang terbaik bagi mahasiswa dan siswa.

“Mudah mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan motivasi dan kiat kiat dalam meraih beasiswa sehingga siswa siswi dan mahasiswa dapat semakin terbuka dalam pemikiran dan bersemangat dalam meraih beasiswa,” ujarnya.

Sementara itu juga, Fauzan Aziz Maulana yang merupakan Candidate Magister Anhui University dalam pemberian motivasi kepada peserta mengaku pernah berkali-kali gagal untuk melanjutkan study s2 di luar negeri maupun di Conference International di berbagai negara.

“Tapi saya tidak pernah menyerah dengan berbagai cacian dan cemoohan yang didapat dari teman sekitar kita,” ujar Fauzan Aziz Maulana.

Berdirinya dirinya saat ini dalam memberikan motifasi kata Fauzan, untuk berbagi pengalamannya sebagai schoolar hunter kepada peserta, agar adik-adik khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir bisa mencapai keinginan untuk studi di luar negeri maupun dalam negeri melalui beasiswa.

Seperti yang disampaikan Dandim tambah Fauzan, Indonesia memiliki target yaitu INDONESIA EMAS tahun 2045 dan disinilah generasi X dan Z sekarang bisa meningkatkan kualitas diri untuk berperan di Indonesia 2045.

“Pesan saya buat adik adik khususnya di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini jangan malu untuk mencoba, jangan malu untuk berkarya dan jangan malu untuk menggapai cita cita. Untuk menggapai cita cita butuh pengorbanan dan setiap pengorbanan dan kerja keras pasti akan menuaikan hasil,” paparnya. (Arb)




Barisan Kelapa Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Tampak indah, barisan kelapa yang tersusun rapi itu seakan memanjakan indra penglihatan dikala melintasi perkebunan milik masyarakat di Desa Terusan Kempas, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kesejukan juga sangat terasa ketika badan berada di areal perkebunan yang berbaris bak tentara yang menghijau ketika menggunakan seragamnya.

Selain itu kebersihan lahan juga tampak terjaga, seakan tumbuhan liar tak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup diarea perkebunan yang penuh dengan sentuhan perawatan oleh pemiliknya.

Dengan terjaganya kebersihan kebun kelapa itu, juga tampak terlihat produksi buah kelapa yang dihasilkan cukup banyak pada setiap pokoknya.

Untuk diketahui, melalui data Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil bahwa perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Gaung memiliki luas 27.285 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 19.735.947 kilogram.

Untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida di Kecamatan Gaung tidak terdapat perkebunan kelapa jenis kelapa hibrida. (Arbain)




Tiga Cara Petani Kelapa Dalam Memanen Kelapa

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sudah tak asing didengar, bahwa Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merupakan kabupaten yang memiliki hamparan perkebunan kelapa paling luas di mata nasional bahkan dunia.

Hal itu menunjukkan bahwa kekayaan akan buah kelapa melalui hasil perkebunan kelapa di Inhil sangatlah melimpah.

Kendati demikian, tahukah bagaimana cara petani kelapa di Kabupaten yang tersohor dengan dengan Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini memanen buah kelapa dari pohonnya.

Dari sumber di lapangan mengenai cara Petani kelapa di Inhil memanen kalepa, terdapat 3 cara yang sering dilakukan oleh petani kelapa saat waktu panen tiba.

  1. Memanjat
    Dalam memudahkan untuk memanen buah kelapa dengan memanjat pohon kelapa, hal yang selalu dilakukan petani kelapa adalah membuat tempat pijakan atau tataran pada batang pohon kelapa.

Selain cara tersebut, memanjat dengan memanfaatkan tali tambang dan alat bantu yang lain tanpa merusak pohon kelapa. Selain itu juga adapula yang menggunakan bantuan kera atau monyet untuk memanjat kelapa, akan tetapi cara ini sangat jarang di temui di Kabupaten Inhil.

  1. Menggunakan Galah
    Cara memanen buah kelapa ini dilakukan
    dengan menggunakan sebilah bambu kering panjang yang pada bagian unjung nya disambung atau direkatkan mata pisau yang didesain khusus, dengan bentuk semacam sabit.

Metode ini adalah yang paling banyak dilakukan petani kelapa di Negeri Hamparan Kelapa (Inhil).

  1. Memungut Buah Yang Telah Jatuh
    Cara memanen ini hanya dilakukan pada buah kelapa kering yang jatuh dengan sendirinya dari pohon kelapa.

Dilansir dari Inhilframe.com Jenis panen seperti ini tentunya agak rawan dipraktekkan pada kebun-kebun yang berada jauh dari pemukiman dan keamanannya tidak terjamin.

Menurut beberapa literatur, hasil panen dari buah yang jatuh ke tanah tidak terlalu cocok sebagai bahan baku kopra atau kelapa parut kering ( desiccated coconut ) karena sudah lewat masak, tetapi masih bagus untuk bahan baku minyak kelapa murni.

Teknik panen yang disampaikan di atas berlaku secara umum hanya untuk kelapa yang diolah menjadi kopra dan minyak kelapa atau untuk dijual kembali sebagai bahan baku industri.

Selain teknik dan kriteria panen seperti di atas ada pula teknik dan kriteria panen khusus untuk pemanfaatan tertentu seperti pembuatan gula kelapa atau pemanfaatan kelapa muda sebagai salah satu alternatif minuman. (Arbain)




Ketahuan Hendak Curi Motor, Seorang Warga Desa Keritang di Hakimi Masa

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Entah apa yang melatar belakangi SP (32) warga Desa Keritang, Kecamatan Kemuning ini hingga ia nekat melakukan aksi pencurian sepeda motor di Pasar Air Balui, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (28/9/2021) lalu.

Tak seindah yang dibayangkan, belum sempat membawa kabur motor Supra 125 yang ingin dicurinya, aksinya malah diketahui oleh warga setempat.

Alhasil, SP malah dihakimi oleh warga di sekitar pasar Air Balui di Jalan Penunjang.

Kapolsek Kemuning Kompol Benhardi, SH melalui Paur Humas Polres Inhil Ipda Esra, SH mengatakan bahwa saat itu korban (Khatimah) yang merupakan warga Air Balui
berangkat ke pasar dengan menggunakan sepeda motor dan memarkirkannya di tempat parkiran.

“Korban lalu masuk ke pasar untuk berbelanja,” ujar Paur Humas Polres Inhil Ipda Esra menyampaikan kronologi kejadian melalui lapsik.

Lanjutnya, sekitar pukul 15.00 wib korban mendengar teriakan atau keributan dari warga di parkiran tersebut.

“Korban lalu keluar dari pasar dan melihat sepeda motor miliknya sudah bergeser. Saat itu juga korban melihat tersangka sudah dihakimi oleh warga,” tuturnya.

“Saat itu juga anggota Polsek Kemuning tiba di TKP. Tersangka dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan perobatan dan selanjutnya di amankan oleh personil Polsek Kemuning untuk dilakukan penyidikan,” tambah Esra.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian materil sebanyak 7 juta rupiah dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kemuning.

“Tersangka dikenakan pasal 363 KUH.Pidana (pencurian) dan terancam pidana paling lama lima tahun penjara,” jelasnya.

Editor Arbain




Pemkab Inhil bersama JMSI Gelar Pelatihan Ekspos Pembangunan dan Potensi Desa

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) bersama dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Inhil menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi perangkat desa se-Kabupaten Inhil, Rabu (29/09/2021).

Kegiatan ini berlangsung diikuti langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Inhil Budi N Pamungkas, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Inhil Trio Beni Putra, para Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Inhil.

Selain itu, diikuti juga oleh Sekjen JMSI Pengurus Pusat Mahmud Marbaha, Ketua JMSI Provinsi Riau Dheni Kurnia, dan Ketua KI Provinsi Riau Zufra Irawan. Ketiga undangan Webinar ini adalah sebagai pembicara.

Demi mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19, Pemkab Inhil bersama JMSI berinisiatif menyelenggarakan secara virtual/webinar. Sehingga, tidak terjadi kerumunan yang berdampak terhadap penularan virus corona.

Sebelum menyampaikan kata sambutan, Bupati Inhil terlebih dahulu menandatangani MoU/PKS dengan JMSI Kabupaten Inhil dan perangkat desa.

“Tentunya dalam hal ini kepada para aparat desa yang sudah mendapat pelatihan nantinya bisa bekerja sama dengan para media khususnya dengan JMSI dalam menciptakan keterbukaan informasi publik dan mengekspose keberhasilan pembangunan Desa sekaligus mengangkat potensi yang ada di Desa,” ucap Bupati Wardan.

Sementara itu, Ketua JMSI Kabupaten Inhil, Aditya Prahara menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Inhil yang telah mendukung penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, khususnya kepada Bupati Inhil HM Wardan serta Dinas Kominfo Persantik Kabupaten Inhil dan Dinas PMD Kabupaten Inhil.

Menurut Adit, sapaan akrab Aditya Prahara, terobosan ini akan membantu pemerintah daerah dalam mengimplementasikan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomor 14 tahun 2008, terutama informasi pembangunan dan potensi desa di Kabupaten Inhil.

“Saya pikir, melalui program unggulan kepemimpinan Pak Wardan, yakni DMIJ, begitu banyak pembangunan di desa. Akan tetapi belum banyak diketahui publik. Maka dari itu, melalui program JMSI Inhil, Insya Allah, implementasi keterbukaan informasi publik akan dapat terlaksana,” ucapnya.

“Jika ini berhasil, tidak ada yang tidak mungkin, bisa saja Bapak HM Wardan dilirik oleh pemerintah pusat untuk menjadi menteri,” pungkasnya. ***




Amerika Kucurkan Rp 27 T untuk Ganti Peralatan Huawei dariJaringan Nasional, Bagaimana Indonesia Menyikapi Perang Dagang Ini?

Opini : Muslim Hadi (Amerika Kucurkan Rp 27 T untuk Ganti Peralatan Huawei dariJaringan Nasional, Bagaimana Indonesia Menyikapi Perang Dagang Ini?)

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan Indonesia akan terus menjalin hubungan bilateral dengan Amerika Serikat dan China meski perang dagang antara kedua negara belum mereda.

AS dan China disebut merupakan negara mitra strategis, termasuk saat pandemi Covid-19.

“Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan AS dan China serta menjadi mitra yang solid pada masa pandemi ini meskipun terjadi perang dagang di antara kedua negara tersebut,” kata Lutfi dalam webinar Mandiri Sekuritas seperti dikutip dari keterangan resmi.

Menurutnya, AS dan China berperan besar terhadap kinerja perdagangan Indonesia, dan sebaliknya Indonesia merupakan negara yang penting di bidang perdagangan bagi keduanya.

Perusahaan Cina yang terkena dampak aturan ini adalah Huawei, ZTE, Hytera Communications Corp, Hangzhou Hikvision Digital Technology Co, dan Zhejiang Dahua Technology Co. Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) pada Senin mengatakan akan membuka program ganti rugi senilai US$1,9 miliar (Rp27 triliun) kepada operator telekomunikasi AS yang mengganti peralatan perusahaan Cina yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional seperti Huawei dan ZTE.

Namun aturan ini menjadi masalah besar bagi operator telekomunikasi di pedesaan AS, karena mereka mesti mengeluarkan biaya tinggi dan kesulitan menemukan pekerja untuk melepas dan mengganti peralatan dari perusahaan telekomunikasi Cina. Perintah terakhir FCC memperluas perusahaan yang memenuhi syarat untuk penggantian, dari operator telekomunikasi yang memiliki 2 juta atau lebih sedikit pelanggan menjadi operator yang memiliki 10 juta atau lebih sedikit pelanggan. FCC pada September 2020 memperkirakan akan menelan biaya US$1,837 miliar (Rp26,6 triliun) untuk mengganti peralatan Huawei dan ZTE dari jaringan telekomunikasi AS.

Perang dagang total antara AS dan China kian sulit dielakkan, sehingga akan memicu era baru deglobalisasi atau setidaknya ekonomi global akan terbagi menjadi dua blok yang saling tidak compatible.

Skenario manapun terjadi, perdagangan barang dan jasa, aliran modal, tenaga kerja, teknologi dan data akan benar-benar terbatas. Sistem digital akan menjadi splinternet, dimana antara Barat dan China tidak akan tersambung satu sama lain. AS telah mengenakan sanksi pada ZTE dan Huawei.

Alhasil, China akan berjuang keras memastikan bahwa teknologinya mendapatkan sumber input utama yang berasal dari domestik maupun dari negara sahabatnya yang tidak tergantung AS. Ini mirip perang Balkan.

China dan AS akan saling berebut pengaruh, sementara banyak negara ketiga berusaha tetap netral dengan tetap mempertahankan hubungan ekonomi dengan kedua negara tersebut.

Menyikapi perkembangan tersebut, Indonesia harus cerdas dan tepat menentukan sikap dan akan berpihak kemana. Keberpihakan akan menjadi keniscayaan, tergantung dari warna dan pandangan politik kelompok yang ada di panggung pemerintahan.

Setiap pilihan akan membawa konsekuensi, tidak hanya ekonomi 270 juta penduduk negeri tetapi menyangkut takdir NKRI. Pepatah yang menyatakan bahwa ‘gajah lawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengah’ harus disingkirkan dari benak setiap anak bangsa yang cerdas.

Kita ubah menjadi ‘gajah lawan gajah pelanduk ketawa dipunggung gajah’. Perlu diingat bahwa di Asia akan terbelah menjadi dua kelompok. Mereka yang berpihak ke AS adalah Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Filipina.

Adapun yang berada pada sisi China adalah Korea Utara, Myanmar, Laos, Kamboja, Pakistan dan Singapura. Indonesia kemana?

Penulis : Muslim Hadi