Kronologis Kebakaran di Toko Sinar Asia Tembilahan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Terbakarnya sebuah toko sembako semi permanen milik Jusendra Susesman alias Ayong (55 tahun) di jalan Jendral Soedirman, Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jum’at (5/11/2021) Sore, diketahui mengalami kerugian hingga 50 Juta Rupiah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Eddiwan Shasby selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Inhil kepada awak media, Jum’at (5/11) malam.

Menurutnya, Kebakaran tersebut berawal dari adanya arus pendek listrik sehingga dari korsleting tersebut menimbulkan api, lalu api dengan cepat membakar isi toko.

“Dugaan kuat kita akibat arus pendek pada listrik di toko,” Ujarnya melalui via WhatsApp.

Lebih lanjut, Eddiwan mengatakan bahwa kronologis kejadian bermula saat masyarakat dari luar toko melihat ada kumpulan asap di dalam toko.

“Masyarakat diluar toko Sinar Mas melihat ada asap di dalam toko, lalu berteriak memanggil pemilik toko, setelah dibuka tak ada api diruangan bawah rupanya banyak asap dari plafon, sehingga pemilik ruko panik dan menelpon Pemadam kebakaran,” Jelas Kadis Damkar.

Beberapa saat setelah menelpon Pemadam Kebakaran, lalu 2 unit mobil pemadam, 1 ambulance, 1 pickup BPBD, dan 2 Viar Satredkar diturunkan ke lokasi kejadian.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.20 wib malam, dan beruntung tidak ada korban jiwa.

“Didalam ruko tersebut diketahui ada 9 orang keluarga yang tinggal disana bersama pemiliknya Ayong,” ungkapnya.

“Untuk kedepannya, Kepada seluruh masyarakat Inhil agar dimohon diperhatikan lagi kondisi listrik dan hal-hal lainnya yang dikhawatirkan berpotensi terjadi hal yang sama seperti di toko Ayong,” pesan Kadis Damkar Inhil.

Editor Arbain




KPPS Kampung Lalang Resmi Dilantik 

ARBIndonesia.com, SIAK – Panitia Pemilihan Penghulu Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak melantik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), kamis (4/11).

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, acara pelantikan tersebut dilaksanakan di gedung serbaguna Kampung Lalang.

Ketua Panitia Pemilihan Penghulu Kampung Lalang, Arif Efendi S.AP dalam sambutannya menyampaikan selamat mengemban amanah untuk kawan-kawan yang telah dilantik.

“Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik demi terwujudnya proses pemilihan penghulu dikampung kita sehingga berjalan dengan kondusif,” tuturnya.

Lanjutnya, KPPS yang dilantik ini nantinya akan bertugas di 3 TPS, kemudian dilanjutkan simulasi dan pembekalan Panitia pemungutan suara pemilihan penghulu Kampung Lalang dengan para saksi calon penghulu.

Dalam acara tersebut, turut hadir calon penghulu Kampung Lalang dengan Nomor urut 1 Meriyanti, Nlnomor urut 2 Fatahul Khairi, nomor 3 Kamaruddin dan nomor 4 Daroni, serta panitia dari kecamatan, Bapekam Kampung Lalang, Pj Penghulu Kampung Lalang atau yang mengawikili serta tokoh masyarakat dan pemuda.

Penyelengaraan pemungutan suara akan dilaksanakan pada hari kamis 11 November 2021.

“Kami selaku panitia pemilihan penghulu kampung lalang mengajak semua elemen masyarakat Kampung Lalang ayo datang ke TPS Masing Masing gunakan hak pilih nya serta selalu Taati protokol kesehatan covid 19,” ucapnya Arif.

‘Disamping Itu Pj penghulu kampung Lalang, Arman juga mengajak dan menghimbau kepada semua masyarakat kampung lalang untuk meningat pada tanggal 11 November 2021 tepatnya hari kamis untuk datang Ke TPS guna untuk menyalurkan hak pilih.

Selain itu, ia juga menghimbau agar selalu menjaga ketertiban dan kenyamanan kampung, sehingga proses demokrasi dikampung berjalan lancar dan damai.

“Yang terpilih nanti itulah pemimpin kampung kita 6 tahun kedepan pilihan masyarakat,” tuturnya.

“Ayo, sukseskan pemilihan Penghulu Kampung Lalang Tahun 2021,” ajaknya.

Editor Arbain




Kekosongan Kursi Kadinkes Inhil Sudah Terisi

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Setelah beredar informasi pengunduran diri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, dr. Afrizal Darmawan beberapa hari yang lalu, hari ini, Jum’at (5/11/2021) tersiar kabar kursi kosong tersebut sudah diisi oleh Plt Kadis.

Dari kabar yang terlintas bahwa Budi N Pamungkas yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (PLT). Untuk memastikan informasi ini media mencoba menghubungi Budi N Pamungkas yang sekarang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indragiri Hilir.

Dalam penjelasannya Budi N Pamungkas membenarkan informasi ini penunjukan dirinya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Jum’at (5/11/21).

Budi N Pamungkas
saat dihubungi melalui via telepon tidak banyak berkomentar terkait dengan informasi tersebut. Ia hanya mengungkapkan bahwa selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten Indragiri Hilir hanya mengikuti perintah atasan.

“Kita sebagai PNS ya tentunya mengikuti perintah atasan,” ungkapnya singkat.

Untuk mempertajam kabar tersebut media mencoba mengkonfirmasi kepala Dinas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kabupaten Indragiri Hilir H. Fauzar. Namun hingga kini belum memberikan keterangan apapun mengenai perihal ini. (rls/usf/berita inhil)




Dugaan Pelecehan Seksual Menimpa Mahasiswi di Riau

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Dugaan pelecehan seksual menimpa salah seorang mahasiswi di perguruan tinggi Universitas Riau (UR) angkatan 2018.

Dugaan pelecehan seksual itu viral setalah video keterangan korban di upload oleh akun Instagram komahi_ur, Kamis (4/11/2021).

Dari video yang ratusan ribu kali tanyang itu, terlihat seorang wanita duduk sendiri di depan kamera dengan wajah buram. Wanita itu mengaku sebagai mahasiswi jurusan Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2018.

Tak hanya itu, Mahasiswi tersebut juga mengaku telah dilecehkan di lingkungan kampus saat melakukan bimbingan skripsi.

“Kronologinya terjadi pada 27 Oktober lalu, hari Rabu sekitar pukul 12.30 WIB,” kisah Mahasiswi itu.

Saat itu katanya, peristiwa tersebut terjadi saat akan melakukan bimbingan skripsi dengan dosen pembimbing yang memiliki jabatan penting di kampus tersebut.

Ia mengaku bimbingan skripsi di ruangan sang dosen seorang diri. Tidak ada orang lain saat mulai bimbingan hingga selesai.

“Mengawali bimbingan dan menanyakan pertanyaan tentang pekerjaan, kehidupan, dan beberapa kali mengatakan kata-kata yang membuat saya tidak nyaman. Seperti ‘i love you’. Hal itu membuat saya terkejut,” kata mahasiswi itu dalam video yang beredar.

Setelah bimbingan berjalan lancar, ia pamit dan menyalami tangan sang dosen. Lalu ia mengaku bahunya dipegang erat oleh sang dosen. Tak lama setelah itu tubuhnya didekatkan dan kepalanya dipegang lalu sang dosen tersebut mencium pipi kiri dan kening.

Merasa ketakutan, mahasiswi itu kemudian menunduk. Namun kepalanya kembali diangkat ke atas dalam kondisi ketakutan.

“Saya sangat ketakutan, saya langsung menundukkan kepala saya. Namun kepala saya langsung diangkat keatas dan berkata ‘mana bibir, mana bibir’ yang membuat saya sangat terhina dan terkejut,” ungkapnya

Karena menolak, mahasiswi itu kemudian diizinkan meninggalkan ruangan. Tanpa buang waktu, ia langsung keluar dari ruangan sang dosen dengan kondisi ketakutan.

“Saya langsung meninggalkan ruang dekan dan kampus dengan gemetar,” katanya.

Atas perbuatan itu, Mahasiswi tersebut mengaku sangat terhina dan sangat dilecehkan atas peristiwa yang menimpa dirinya.

https://www.instagram.com/tv/CV2Jn0zlAln/?utm_medium=share_sheet

Menanggapi persoalan tersebut, dilansir dari tribunpekanbaru.com saat melakukan upaya konfirmasi kepada Dekan FISIP UNRI, Syafriharto.

Saat dihubungi lewat sambungan telfon dan ditanyai perihal video pengakuan yang telah viral itu, Syafriharto mengaku belum mengetahuinya.

“Hah, tak tahu saya tuh, belum dapat saya informasinya,” kata Syafriharto, Kamis (4/11/2021).

“Coba kirim (videonya),” imbuhnya.

Tribunpekanbaru.com lalu mengirimkan video yang diminta oleh Syafriharto lewat pesan WhatsApp.

“Nanti saya cek dulu,” tuturnya lewat pesan WhatsApp.

Selanjutnya, tribunpekanbaru.com memintai tanggapan atau klarifikasi dari Syafriharto.

“Saya belum tau ni… terkejut saya ni,” sebut Syafriharto membalas pesan.

Saat ditanyai terkait ini, apa langkah yang akan diambilnya, dan apakah dia melontarkan bantahan atas tuduhan itu, Syafriharto belum memberikan balasan.

Editor Arbain




Sebelum Anaknya Tewas Diserang Harimau, Sang Ibu Sempat Dengar Jeritan Minta Tolong

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Seorang anak berinisial MS diduga telah diserang hingga tewas oleh seekor harimau Kejadian ini terjadi di Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Sang ibu korban sempat menyaksikan hewan buas yang diduga harimau itu menyeret anaknya (korban) saat tidur di sampingnya di camp PT Usaha Berkat Fangarato (UBF). Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau M Mahfud mengatakan, pihaknya mendapat laporan terkait konflik satwa liar dari Kepala Unit PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa (MSK).

Manfud mengatakan korban merupakan anak pekerja pada perusahaan PT UBF salah satu kontraktor penanaman di PT MSK. Saat turun ke lokasi kejadian tengah ada aktivitas penanaman.

‘’Korban dilaporkan diserang Ahad (31/10) dinihari sekitar pukul 00.05 WIB,’’ jelas Mahfud.

Serangan diduga harimau diketahui berawal saat ibu korban mendengar jeritan minta tolong anaknya yang sedang tidur bersamanya di dalam camp (pondok kerja).

‘’Jadi saksi ibu korban mengaku terbangun dan melihat samar anaknya seperti diseret keluar dari pondok kerja. Sehingga ibunya langsung keluar pondok, namun tidak melihat keberadaan anaknya yang saat itu suasana begitu gelap,’’ jelas Mahfud.

Dengan keadaan panik, ibu korban langsung mencari senter, untuk membantu penglihatan mencari anaknya. Lebih kurang 60 meter dari camp, anaknya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

‘’Tim melaporkan ada bekas luka cakaran dan gigitan di bagian kepala serta tengkuk korban,’’ jelas Mahfud.

Saat kejadian berlangsung ayah korban sedang tidak berada dilokasi, dan sang ibu korban langsung meminta teman sesama pekerja di camp di sekitar lokasi.

Adanya laporan dari ibu korban, pekerja lainnya langsung menghubungi keluarga korban yang berada di PT Bina Duta Laksana (BDL) dan menghubungi sekuriti PT MSK. Sekitar pukul 01.05 WIB, pihak sekuriti langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke Pos P3K dalam kondisi sudah meninggal.

Dari lokasi jasad MS pihak security melaporkan dugaan serangan harimau. Sehingga pihak kepolisian melakukan visum tindakan medis.

‘’Hasil diagnosis awal kematian disebabkan oleh Death On Arrival ec. Gigitan binatang buas. Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka dan dimakamkan,’’ ujar Mahfud.

Atas peristiwa ini, Mahfud menyampaikan belasungkawa terhadap korban bersama dengan pihak perusahaan serta dan TNI melakukan mitigasi konflik satwa.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan tim di lapangan juga melakukan sosialisasi untuk mencegah konflik susulan dan mengimbau karyawan yang ada di sekitar kejadian agar hati-hati dan waspada serta tidak melakukan aktivitas pada waktu pagi dan sore hari.

‘’Yang penting tim juga menyampaikan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian agar tidak memasang jerat atau melakukan tindakan anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk Harimau Sumatera,’’ ujarnya.

Setelah kejadian ini pihak perusahaan memutuskan untuk menghentikan aktivitas sementara dan memindahkan seluruh pekerja yang berada di TKP dan sekitarnya ke camp induk PT MSK.

‘’Tanggal 1 November 2021 Balai Besar KSDA Riau melaksanakan rapat bersama para pihak untuk merumuskan rencana tindaklanjut penanganan konflik,’’ ujar Mahfud.

Saat ini, jelas Mahfud, tim di lapangan juga sedang melakukan identifikasi terhadap individu satwa yang berkonflik dengan penambahan pemasangan tiga camera trap.

‘’Ada sebanyak 10 unit yang mencakup wilayah konsesi dan sekitarnya. Untuk mengetahui satwa yang menyerang MS, tim juga memasang umpan pada titik titik tertentu dalam rangka menarik pergerakan satwa ke camera trap. Kemudian, memasang jerat di sekitar jalur jelajah satwa bersama pihak terkait,’’ katanya.

Langkah lainnya, tim dilapangan juga turut mendorong perusahaan untuk meningkatkan patroli dan pengawasan pada pusat-pusat aktivitas kerja. Kemudian, turut mengusulkan agar pihak perusahaan untuk merubah pola penempatan pondok kerja lapangan (mobile camp) menjadi lebih terpusat.

‘’Tujuannya agar para pekerja bisa lebih terkontrol dan saling menjaga serta lebih menjamin keamanan dari serangan satwa liar,’’ jelas Mahfud.

Langkah sosialisasi terkait mitigasi konflik terhadap para pekerja dan pihak yang berada di sekitar lokasi, untuk mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan peran satgas penanganan konflik dan melakukan patroli secara mobil.

Mahfud juga mengimbau semua pihak yang memiliki izin yang di dalamnya merupakan wilayah jelajah pergerakan Harimau Sumatera agar bisa menciptakan kondisi kerja yang bersahabat dan lebih antisipatif dengan peningkatan pengawasan melalui patroli baik pengawasan pekerjaan maupun aktivitas illegal seperti perburuan atau pemasangan jerat.

‘’Kami menghimbau agar para pekerja menjaga kewaspadaan secara rutin, melakukan operasi sapu jerat, melakukan monitoring satwa liar secara rutin dan melaporkannya,’’ pungkasnya. (***/Arb)




Hasil Pilkades di Desa Belaras Digugat

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Hasil pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Belaras Kecamatan Mandah akan dibawa ke ‘meja hijau’.

Salah seorang calon nomor urut 01 Said Saprudin resmi menunjuk pengecara muda Yudhia Perdana Sikumbang untuk menggugat hasil pilkades di Desa Belaras, Kecamatan Mandah , Kabupaten Indragiri Hilir.

“Kami menunggu SK Bupati tentang penetapan pelantikan kepala desa terpilih Desa Belaras, selanjutnya kami akan ajukan sesuai Perma Nomor 6 tahun 2018 akan mengajukam keberatan atas SK yang akan dikeluarkan nantinya ketika 10hari tidak ada penyelesaian atas keberatan kami, maka akan kami daftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru,” terangnya kepada wartawan, Senin (01/11/2021).

Yudhia kemudian menjelaskan sesuai jalur yang ada dan karena ini sifatnya keputusan (besikkcing), maka hal ini tepatnya dibawa ke PTUN atas keberatan yang diajukan pasca SK tentang penetapan kepala desa tepilih.

“Hal ini juga sebagai edukasi kemasyarakat bahwa pilkades pun saat ini animonya sangat tinggi, juga terkait penyelesaiannya diharapkan sesuai jalur yang ada, karena ini sifatnya keputusan (besikkcing) maka hal ini tepatnya dibawa ke PTUN setelah keberatan diajukan pasca SK tentang penetapan kepala desa tepilih di Desa Belaras nantinya ditetapkan,”pungkasnya. (rls/arb)