Juleha Inhil Turut Ramaikan Ragam Budaya HUT ke 77 TNI, Ada Asah Pisau Gratis Loh

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) turut meramaikan kemeriahan Ragam Budaya HUT ke 77 TNI Republik Indonesia.

Pada ragam budaya ini, Juleha Kabupaten Inhil menampilakan berbagai macam pisau untuk penyembelih hewan.

Tidak itu saja, Juleha Kabupaten Inhil juga menyediakan jasa asah pisau gratis.

“Kami menampilkan berbagai macam pisau untuk menyembelih hewan. Kami juga menyediakan jasa asah pisau gratis untuk warga Inhil,” sebut Ketua Juleha Inhonesia, Kabupaten Inhil, Ustad Syaiful Anwar kepada awak media.

Juleha Inhil membuka stand tepat di Stand LAMR Inhil.

“Jika mau asah pisau bisa langsung datang ke stand LAMR Inhil di Lapangan Gajah Mada Tembilahan,” ujarnya.

Ustad Syaiful Anwar kembali mengatakan bahwa hadirnya Juleha Inhil pada Ragam Budaya ini bertujuan untuk mengenalkan Juleha Inhil kepada halayak ramai di Negeri Hamparan Kelapa Dunia.

“Hadirnya kami untuk mengenalkan Juleha kepda masyarakat Inhil dimana maksud agar hewan-hewan kurban atau hewan yang akan kita konsumsi sehari-hari adalah hewan halal,” sebut Ustad Syaiful Anwar.

Selama ini, lanjutnya kadang-kadang orang banyak yang tidak baik dalam penyembelihan hewan dan dalam pelaksanaan penyembelihan.

“Sehingga kita khawatir kadang-kadang kehalalan dari hewan tersebut masih dipertanyakan,” tuturnya.

Disamping itu, ia mengatakan bahwa saat Juleha Inhil memiliki anggota lebih dari 15 orang yang aktif.

Tidak itu saja, Ustad Syaiful Anwar mengaku bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pelatihan penyembelihana hewan yang benar hingga ke daerah.

“Alhamdulillah kita masih aktif, dan kita sampai hari ini terus melakukan sosialiasi dan pelatihan sampai ke daerah-daerah,” tuturnya. **




Merasa Ada Kerugian, Petani di 2 Desa Ini Konsultasi ke Kantor PERADI

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Desa Kuala Sebatu dan Desa Pasir Emas Kecamatan Batang Tuaka berkunjung ke kantor Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (PERADI SAI) Indragiri Raya.

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan petani desa Kuala Sebatu dan Pasir Emas Kecamatan Batang Tuaka disambut langsung oleh Direktur Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI SAI Indragiri Raya, Muhsin, SH., MH didampingi Sekretaris, Syapriansyah, SH dan pengurus DPC PERADI SAI Indragiri Raya, Akmal, SH, Bambang Samita Adi Putra, SE., SH., MH serta Paralegal Arianto Santoso, SH dan Nia Susanti, SH.

Pertemuan yang berlangsung beberapa jam ini membahas tentang dampak kerugian yang dimunculkan oleh fenomena banjir yang terjadi di desa Kuala Sebatu dan Pasir Emas Kecamatan Batang Tuaka.

Hasanuddin selaku ketua pemuda desa Kuala Sebatu memaparkan bahwa pihaknya datang ke kantor PRADI SAI Indragiri Raya ini guna untuk berdiskusi dan memberikan penjelasan terkait beberapa permasalahan yang terjadi di desa Kuala Sebatu dan Pasir Emas.

“Sejak ada banjir warga di kampung saya banyak yang mengungsi ke luar daerah karena hasil pertanian yang biasa diperoleh mereka di Kuala Sebatu terendam banjir. Kemudian kelapa warga serta pinang yang dahulu bagus, sekarang juga ikut mati,” ucapnya sambil menunjukkan video rekaman.

Di sisi lain, Kepala Desa Pasir Emas, Abdurahman dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa kerugian pertanian di dua desa ini sangat signifikan sehingga bentuk bantuan yang masuk dari pemerintah terhadap pembangunan pertanian bisa terindikasi sia-sia apabila tidak diselesaikan permasalahan pokoknya yakni normalisasi sungai.

“Kalau kerugian tidak bisa lagi kita hitung, setiap tahun penghasilan turun drastis meskipun sudah diupayakan sedemikian rupa. Meskipun sudah dibangun berbagai bentuk namun jika sungai kita yang tidak diperbaiki maka tetap saja akan seperti ini terus yakni tergenang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI SAI Indragiri Raya, Muhsin dalam penyampaiannya menyebutkan semua keluhan masyarakat sudah ditampungnya, dan pihaknya terlebih dahulu akan mempelajari dampak tersebut hingga akhirnya bisa mengambil kesimpulan upaya langkah hukum apa yang bisa diambil.

“Aduan sudah kami terima, dan kami akan rumus secepatnya bersama tim hingga nanti kami akan simpulkan upaya langkah hukum apa yang cocok kita ambil dalam hal ini,” imbuhnya. (Rls)




Pemdes Kuala Sebatu Ucapkan Trimakasih Atas Hadirnya Pemkab Inhil Dalam Kasus Luapan Air PT SAGM

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa (Pemdes) Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka menyampaikan ucapan terimakasih atas hadirnya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang telah hadir dan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lahan perkebunan dan pertanian masyarakat terendam yang diduga akibat luapan air dari perusahaan PT. Setia Agrindo Mandiri (SAGM).

Hadirnya Pemerintah Daerah dalam Kasus luapan air yang merusak lahan pertanian dan perkebunan masyarakat, tentunya hal tersebut memberikan angin segar akan adanya upaya penyelesaian masalah yang sudah hampir 5 tahun dirasakan masyarakat di Dusun Tasik Pilang dan Dusun Panglima.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Budi Wibowo, S.Kep, saat diwawancarai wartawan, usai menunjukkan titik-titik di mana sumber air itu berasal, yang menyebabkan luapannya melimpah ke lahan masyarakat,

“Alhamdulillah, sekian lamanya lima tahun lebih kami terendam dan pada hari ini, saya ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang ikut serta dalam meninjau kampung kami ini beginilah adanya,” kata Kepala Desa (Kades) Kuala Sebatu, Budi Wibowo, S.Kep kepada Wartawan, Selasa (04/10/22).

Lebih lanjut, Budi Wibowo membenarkan bahwa, berita yang beredar di media sosial tentang kondisi Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, khususnya di Dusun Tasik Pilang dan Dusun Panglima itu benar adanya.

“Jadi sesuai denga apa yang diberitakan di media sosial bahwasanya kampung kami memang terendam. Jadi setelah dikunjungi oleh pihak Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Walaupun pihak PUTR tidak sampai melanjutkan perjalanan bersama kami, tapi syukur alhamdulilah itu menjadi hal yang sangat menggembirakan,” tukasnya.

Terakhir Kades Sebatu memohon kepada pemerintah bahwa kunjungan atau peninjuan ini tidak berhenti sampai disini saja, akan tetapi ada tindaklanjut atau solusi yang diberikan oleh pemerintah daerah.

“Jadi kami mohon berharap tidak sampai di sini saja hanya sekedar kunjungan, tetapi mohon ditindaklanjuti pada pihak – pihak terkait untuk perbaikan Kuala Sebatu secepatnya. Tak lupa pula saya sangat berterimakasih juga kepada bapak Ketua RT 25 RT 24 pak Lamiran dan pak Sutikno beliau bersusah payah mengawal kita untuk menelusuri kemana-mana titik-titik yang diberitakan di media,” pungkasnya.

Sementara itu, secara terpisah Manager PT. SAGM melalui Humas PT. SAGM Darma saat dihubungi oleh wartawan via telepon, Kamis (6/10/22) tidak memberi respon.

Sampai berita ini diterbitkan pihak media masih menunggu informasi penjelasan tentang dugaan air limpahan dari perusahaan tersebut.

Untuk diketahui, dalam peninjauan itu turut dihadiri oleh Kasi Pengawas Alat dan Mesin, Erfan Abdul Razak, Staff Dinas PUTR Fahyudi, Ps. Kanit Intelkam Polsek Batang Tuaka, Aipda Eka Ardinal, S.E.

Bhabinkamtibmas Desa Kuala Sebatu, Bripka Bayu Hanif, Banit Intelkam Polsek Batang Tuaka, Briptu Deni Arista, Kades Pasir Emas Kecamatan Batang Tuaka, Abdul Rahman, Penyuluh Pertanian Desa Kuala Sebatu Kecamatan Batang Tuaka, Kardinal, dan Penyuluh Pertanian Desa Pasir Emas Kecamatan Batang Tuaka, Ahmad Fathoni. ***




Oknum Bea Cukai Ditetapkan Sebagai Tersangka Dalam Perkara Tewasnya H Permata

ARB INdonesia, PEKANBARU – Masih ingat dengan peristiwa di awal tahun 2021 lalu, yang berawal dari aksi pengejaran terhadap 4 buah high speed craft (HSC) bermesin 6 x 250 PK yang bermuatan rokok ilegal.

Hingga terjadi penembakan di Perairan Kabupaten Indragiri Hilir yang menewaskan Mantan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam, Haji Jumhan atau lebih dikenal dengan nama Haji Permata.

Meski berjalan panjang, pada akhirnya polisi menetapkan seorang tersangka dalam perkara  tewasnya seorang pengusaha asal Batam tersebut.

Dilansir dari haluanriau.co, pelaku penembakan tersebut diketahui merupakan oknum pegawai Bea Cukai KPPBC TMP C Tembilahan.

Saat dikonfirmasi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan membenarkan hal tersebut. Dikatakan dia, penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan serangkaian proses penyidikan dan gelar perkara.

“Kami sudah menetapkan satu tersangka berinisial B. Tersangka oknum pegawai Bea dan Cukai,” ujar Asep saat ditemui di Mapolda Riau, Rabu (5/10).

Dalam pengusutan perkara, kata Asep, pihaknya juga telah melakukan melakukan rekonstruksi ulang dengan memindahkan lokasinya ke Sungai Siak, Pekanbaru.

“Hasil penyidikan proyektil dengan senjata yang dipegang tersangka sama. Kami sudah periksa tersangka dan yang bersangkutan mengakui ada mengeluarkan tembakan,” sebut Asep.

Asep menambahkan, berkas tersangka juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau atau tahap I. Langkah ini untuk dilakukan penelitian guna memastikan kelengkapan syarat formil maupun materil perkara.

“Tahap I, berkas tersangka pekan lalu,” pungkas Asep.

Editor  Arbain
Sumber: haluanriau.co




Terjun Kelokasi Lahan Perkebunan yang Terendam, ini Kata Dinas Pertanian Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meninjau langsung lokasi lahan pertanian masyarakat Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, yang terdampak banjir diduga akibat air dari perusahaan PT. Setia Agrindo Mandiri (SAGM).

Usai melihat langsung kondisi infrastruktur, dan lahan pertanian warga, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Inhil Fajar Husein melalui Koordinator Penyuluhan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortkultura Peternakan (DPTPHP) Kabupaten Inhil, Helvis Veri, mengungkapkan bahwa dengan adanya dampak air seperti itu, masyarakat tidak bisa bercocok tanam.

“Yang jelas skala dampaknya memang luar biasa, lahan pertanian yang ada kan tidak bisa di garap tuh, ya roda perekonomian matilah, dari mana penghasilan petani kalau nggak bercocok tanam, kan gitu. Di sisi lain solusi pekerjaan lain tidak ada, yang mereka punya itu usahanya, sementara untuk melakukan usaha lain tidak bisa karena kondisi lahan seperti itu banjir,” katanya yang saat itu didampingi Koordinator Pembenihan DPTPHP Kabupaten Inhil, Mukhdi, dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan DPTPHP Kabupaten Inhil, Sefmita Handayani.

Kendati demikian, solusi untuk melakukan perbaikan lahan pertanian itu, kata Helvis Veri pihaknya tidak bisa melakukannya sendiri, perlu melibatkan beberapa instansi – instansi yang lain.

“Kalau ini tidak bisa Dinas pertanian sendiri, harus semua deret pemerintahan dari tingkat desa, kecamatan, semua instansi terkait harus terlibat. Karena kalau pertanian ini masalah tehnis, tapi untuk solusi bagaimana petani itu bisa bekerja semua harus duduk satu meja, tidak hanya pertanian yang menangani,” jelasnya.

Selain itu, Koordinator DPTPHP Kabupaten Inhil ini menyarankan kepada masyarakat Desa Kuala Sebatu ketika tidak menanam padi, ada tanaman lain atau tanaman pekarangan yang bisa mereka manfaatkan.

“Sekitar rumah mereka tidak ada banjir juga, adapun banjir, kan ada solusinya, sistem mungkin menggunakan media dengan polibek, atau hidroponik tanpa tanah, itu ibaratnya harus diberikan pengetahuan seperti itu, menjelang ada yang mungkin lebih lagi bagaimana pemerintah terutama Pemda melihat apa akibatnya untuk petani bagaimana permasalahan utamanya, oh lahan banjir artinya normalisasi apakah kanal-kanalnya atau drainase,” ungkapnya.

Karena menurutnya, tekhnologi pangan sudah berkembang, tergantung dari kepribadian masing-masing mau mengbil peluang tersebut apa tidak.

“Tergantung kita mau mengadopsinya apa enggak, dan juga mau nggak kita belajar lebih, dan permasalahan seperti ini kita harus mencari solusi-solusi lain,” pungkasnya.




Tinjau Lahan Masyarakat yang Terendam, DLHK Inhil Akan Lakukan Rapat di Kabupaten

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) turun langsung meninjau lokasi lahan pertanian dan perkebunan masyarakat Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, yang terdampak banjir, Selasa (04/10/22).

Dalam peninjauan itu, DLHK turun bersama beberapa instansi terkait, diantaranya Dinas Pertanian, dan Dinas Perkebunan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Inhil.

Sampai di lokasi yang dituju, masyarakat serta RT setempat memperlihatkan kondisi lahan dan aliran air yang diduga dari perusahaan PT. Setia Agrindo Mandiri (SAGM).

“Ada 5 titik yang dipasang paralon oleh pihak perusahaan, semua aliran air itu masuknya ke tempat kami,” katanya saat dilokasi peninjauan.

Kemudian katanya lagi, dampak dari air tersebut yang membuat lahan-lahan pertanian atau perkebunan milik mereka mati selama 5 tahun terakhir.

“Aliran sungai ini sudah pernah ditutup permanen. Namun, dibongkar oleh pihak perusahaan dipasang lagi tapi menggunakan paralon sehingga air tetap mengalir ke tempat kami,” sebutnya.

Sementara itu, usai melihat langsung kondisi di lapangan Kepala Dinas LHK Azwizarmi melalui Pengawas DLHK Inhil, Wanda Fauzan mengatakan bahwa, persolan ini akan dirapatkan di kabupaten.

“Atas perintah atasan kami turun mengecek ke lokasi, kita lihat bersama-sama dengan tim memang ada sebagian dari lahan masyarakat yang terendam, ini akan dilakukan rapat koordinasi selanjutnya di kabupaten, karena inikan banyak ada Dinas perkebunan, PUTR, Pertanian,” sebutnya.

Sementara untuk limbah, kata Wanda, pihak (DLHK, red) selama setengah tahun sekali selalu melakukan pengujian.

“Kalau limbahkan setiap enam bulan sekali memang kami uji, inikan banyak air kanal ni, dan kita tidak bisa menduga terlebih dahulu, kita kan hanya ngecek di lapangan, oh ini terendam,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam peninjauan itu turut dihadiri oleh Kasi Pengawas Alat dan Mesin, Erfan Abdul Razak, Staff Dinas PUTR Fahyudi, Ps. Kanit Intelkam Polsek Batang Tuaka, Aipda Eka Ardinal, S.E.

Bhabinkamtibmas Desa Kuala Sebatu, Bripka Bayu Hanif, Banit Intelkam Polsek Batang Tuaka, Briptu Deni Arista, Kades Kuala Sebatu Kecamatan Batang Tuaka, Budi Wibowo, S.Kep. Kades Pasir Emas Kecamatan Batang Tuaka, Abdul Rahman,
Penyuluh Pertanian Desa Kuala Sebatu Kecamatan Batang Tuaka, Kardinal, dan
Penyuluh Pertanian Desa Pasir Emas Kecamatan Batang Tuaka, Ahmad Fathoni.