Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Firman Ingatkan Masyarakat yang Mudik Lebaran

ARB INdonesia, PEKANBARU- Arus mudik Suci Ramadhan 1443 Hijriah segera berlangsung, Direktur lantas Polda Riau Kombes Firman Darmansyah Sik mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu ber-euforia dijalanan saat mudik ke kampung halaman.

Firman Darmansyah mengatakan, bahwa saat ini pemerintah telah mengizinkan masyarakat untuk melakukan mudik lebaran, setelah 2 tahun pandemi Covid-19.

“Pada pelaksanaan mudik nanti, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan. Pertama, kita menghimbau kepada warga untuk tidak terlalu euforia,” kata Firman, Selasa (19/4/2022).

Selanjutnya kata Firman, saat mudik masyarakat harus memperhatikan kesehatan kendaraan yang digunakan. Kendaraan harus prima dan dilengkapi dengan surat-surat yang sah.

“Cek kesehatan kendaraan, rem, lampu serta lainnya. Kita juga mewanti-wanti kepada pengendara untuk tidak kebut-kebutan dalam perjalanan mudik. Tetap utamakan keselamatan dari pada kecepatan,” lanjut Firman.

Terakhir kata Firman, pada tanggal 28 April, pihaknya akan melakukan operasi Ketupat dan melakukan pengawasan dan pengawalan bagi warga yang ingin mudik. Untuk mengawal warga yang ingin mudik dengan selamat.

“Jadi jika ngantuk saat berkendara, istirahat. Jangan paksakan biar selamat sampai tujuan,” pungkasnya. ***




Bupati Inhil Siap Sukseskan Ketahanan Pangan 1000 Hektar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Drs HM Wardan MP menghadiri vidcon serta ikut melaksanakan penanaman perdana tanaman dalam program ketahanan pangan 1000 Hektar Korem 031 Wira Bima dengan dinas Pertanian dan ketahanan pangan se provinsi Riau, Senin (18/4).

Program ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan bahan pangan daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat

HM Wardan mengatakan bahwa kabupaten Inhil telah menyediakan lahan seluas 31 Hektar dalam mendukung program ketahanan pangan tersebut

“Sebanyak 31 Hektar telah kita siapkan di tempat yang terpisah dan akan di tanam dengan jagung,ubi dan yang paling banyak adalah padi,” ujar Bupati Inhil

Beliau juga mengharapkan dukungan dari seluruh unsur agar ikut andil dalam mewujudkan program ketahanan pangan tersebut.

“Saya juga berharap kepada seluruh Unsur baik dari dinas hingga masyarakat untuk bersama mewujudkan program ini dan saya nyatakan kabupaten Inhil siap untuk menjaga ketersediaan bahan pangan,” tegas Bupati

Pada kesempatan ini Bupati Inhil HM Wardan bersama Dandim 0314 Inhil, Kapolres, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri beserta unsur forkopimda melaksanakan penanaman padi secara simbolis sebagai tanda progam ketahanan pangan di kabupaten Inhil telah di mulai. (Adv/Diskominfops/Arb)




Akses NIK Dikenai Biaya 1.000, ini Penjelasan Kemendagri

ARB INdonesia, JAKARTA – Lembaga pengguna data NIK akan dikenai biaya Rp 1.000 per akses NIK. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjelaskan, penerapan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) itu salah satunya bakal dimanfaatkan untuk meningkatkan sistem server Dukcapil Kemendagri yang sudah berusia puluhan tahun.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan penerapan PNBP dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia sudah berjalan lama. Misalnya, pendapatan negara bukan pajak yang dikenakan pemerintah untuk pembuatan SIM, perpanjangan STNK, pelat kendaraan bermotor, pembuatan paspor, sertifikat tanah, meminta data di BPS, pengurusan PT, penempatan notaris, pendidikan dan pelatihan pegawai, serta keperluan lainnya. Zudan menyebut ada ribuan jenis PNBP di Indonesia.

Khusus Dukcapil, kata Zudan, salah satu pertimbangan penerapan tarif NIK atau jasa pelayanan akses pemanfaatan data dan dokumen kependudukan ialah guna menjaga sistem Dukcapil tetap hidup.

“Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan akurasi data. Sebab, beban pelayanan makin bertambah. Jumlah penduduk dan jumlah lembaga pengguna yang dulu hanya 30 sekarang 5.010 lembaga yang sudah kerja sama, namun anggaran APBN terus turun,” kata Zudan dalam keterangannya, Minggu (17/4/2022).

Ia menjelaskan, lembaga pengguna NIK yang akan dibebankan tarif akses NIK 1.000 tersebut merupakan lembaga sektor swasta yang bersifat profit oriented semisal perbankan. Namun lembaga pelayanan publik, seperti BPJS Kesehatan, tidak akan dikenai biaya akses NIK.

“Contoh lembaga perbankan, asuransi, pasar modal, sekuritas. Untuk kementerian/lembaga pemerintah, pemda, dan lembaga pelayanan publik, seperti BPJS Kesehatan, RSUD, semuanya tetap gratis. Dan tidak ada hak akses yang berikan kepada perorangan. Hak akses ini hanya untuk lembaga berbadan hukum,” kata Zudan.

Untuk Tambahan APBN

Sementara itu, Zudan mengaku tidak menargetkan berapa besaran PNBP yang akan diterima terkait kebijakan tersebut. Zudan menjelaskan, PBNP akan dimanfaatkan untuk perawatan dan peremajaan server sistem kependudukan.

“Karena hakikatnya tidak untuk mencari pendapatan, tetapi hanya tambahan bagi APBN agar sistem Dukcapil tetap terjaga untuk memberi pelayanan,” ujar Zudan.

“PNBP akan dimanfaatkan untuk perawatan dan peremajaan infrastruktur server dan storage Ditjen Dukcapil dalam melayani masyarakat dan lembaga pengguna,” imbuhnya.

Zudan juga menjelaskan terkait isu menjual data pribadi. ‘Apakah menjual data pribadi itu tidak melanggar prinsip kerahasiaan data pribadi?’ Menjawab hal tersebut, Zudan menjelaskan, dalam hal PNBP, jasa pelayanan akses pemanfaatan data dan dokumen kependudukan itu tidak menjual data penduduk dan tidak memberikan data.

Zudan mengatakan, lembaga pengguna sudah punya data dan diverifikasi oleh Dukcapil. Dukcapil hanya memberikan verifikasi data seseorang dengan notifikasi true or false (sesuai/tidak sesuai). Ia menambahkan, lembaga pengguna data Dukcapil sudah punya data nasabah atau calon nasabah. Data itulah yang diverifikasi ke Dukcapil.

“Sehingga lembaga pengguna bisa memverifikasi data seseorang dengan akurat, secure dan valid. Misalnya, pemilik data tersebut masih cocok tidak datanya dengan Dukcapil, masih hidup, masih sesuai alamatnya, dan lainnya,” ungkap Zudan.

Jamin Perlindungan Keamanan Data

Dalam kesempatan itu, Zudan juga menjawab isu terkait keamanan data NIK yang diberikan kepada lembaga pengguna atau sektor usaha. Zudan menjelaskan, sektor swasta yang memanfaatkan akses data kependudukan harus melalui berbagai tahapan/persyaratan. Di antaranya telah bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil (MoU dan PKS), PoC sistem (proof of concept), menandatangani NDA (non disclosure agreement), serta SPTJM (surat pertanggungjawaban mutlak) untuk mematuhi kewajiban menjaga dan melindungi data.

“Serta tidak boleh memindahtangankan data walaupun sudah tidak bekerja sama atau dikenal dengan istilah zero data sharing policy. Para lembaga pengguna juga harus siap mengikuti ketentuan regulasi yang berlaku,” tuturnya.

Terkait pemanfaatan PBNP ini sebelumnya diusulkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim (saat ini dirotasi menjadi anggota Komisi XI DPR). Luqman mendorong Kemendagri agar menjadikan kerja sama pemanfaatan data kependudukan sebagai bagian dari tambahan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

“Kalau belum ada PNBP penting untuk dipikirkan, Pak Mendagri. Setahu saya beberapa pihak memanfaatkan data kependudukan ini adalah institusi komersial, misalnya perbankan. Mereka ada keuntungannya dari pemanfaatan data ini. Kalau belum ada PNBP sebaiknya segera diurus agar itu menambahi pendapatan negara kita,” ujar Lukman.

Sebelumnya, lembaga pengguna data NIK akan dikenai biaya Rp 1.000 per akses NIK. Nantinya biaya tersebut akan digunakan sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang bakal dimanfaatkan untuk biaya pemeliharaan dan pengembangan sistem Dukcapil Kemendagri.

Hal tersebut akan diatur dalam aturan yang sedang di susun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) layanan pemanfaatan data adminduk oleh user yang saat ini sudah memasuki tahap paraf koordinasi antar-K/L. Zudan mengatakan biaya tersebut akan digunakan untuk memelihara sistem data penduduk di Dukcapil.

“Sekarang kan gratis sejak 2013. Mulai tahun 2022, akses hit per NIK akan berbayar Rp 1.000 untuk digunakan menjaga agar sistem di Dukcapil tetap hidup,” kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh saat dihubungi, Kamis (14/4/2022).

Artikel inj telah tayang di detiknews dengan judul “Penjelasan Kemendagri soal Akses NIK Akan Berbayar 1.000 bagi Bank dkk”
Editor Arbain




BLT UMKM Dilanjutkan, Begini Cara Cek Apakah Kamu Sebagai Penerima

ARB INdonesia, JAKARTA –  Bantuan presiden atau banpres produktif yang ditujukan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau BLT UMKM bakal terus dilanjutkan. 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, besaran BLT UMKM 2022 ini hampir mirip dengan bantuan kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) atau BP-PKLW. Nilainya Rp 600.000. 

“Tadi juga ada usulan banpres untuk usaha mikro (BLT UMKM) yang nantinya juga akan diagendakan, dengan besaran Rp 600.000 per penerima. Ini sama juga dengan BT-PKLW dan sasarannya 12 jutaan,” ujar Airlangga Selasa (5/4/2022). 

Cara cek penerima BLT UMKM 2022 

Nantinya para penerima BLT UMKM akan ditransfer uang Rp 600.000 melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) atau bank BUMN. 

Adapun cara mengecek penerima BLT UMKM 2022 yakni melalui e-form BRI. Berikut caranya:

1. Masuk ke halaman e-form melalui link: eform.bri.co.id/bpum 
2. Kemudian, Anda harus mengisi nomor KTP dengan benar 
3. Tunggu kode verifikasi untuk melanjutkannya 
4. Jika sudah menerima kode verifikasi, masukkan kode verifikasi, dan dilanjutkan dengan mengklik “proses inquiry” 
5. Setelahnya akan muncul notifikasi pemberitahuan, apakah Anda masuk sebagai penerima BLT UMKM 2022 atau tidak.

Sebagai informasi, berdasarkan APBN 2022, dana bantuan yang akan digelontorkan pemerintah untuk pemulihan ekonomi adalah sebesar Rp 455,62 triliun yang dialokasikan pada tiga kelompok.  Kelompok pertama yaitu penanganan kesehatan mendapat alokasi anggaran Rp 122,54 triliun, mencakup program vaksinasi, perawatan pasien Covid-19, insentif tenaga kesehatan, insentif perpajakan, dan penanganan Covid-19 di daerah. 

Kelompok kedua yaitu perlindungan masyarakat, yakni Rp 154,76 triliun mencakup program bansos (PKH, sembako), Kartu Pra Kerja, BLT Desa, Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), dan antisipasi perluasan perlinsos. 

Sementara kelompok ketiga, sebesar Rp 178,32 triliun, dialokasikan untuk pemulihan ekonomi, melalui program Padat Karya untuk parekraf, ketahanan pangan, di bidang ICT, pembangunan kawasan industri, dan dukungan kepada UMKM, termasuk BLT UMKM.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul “Cara Cek Penerima BLT UMKM 2022 senilai Rp 600.000, Login Eform.bri.co.id”.
Editor : Arbain




Jelang Lebaran, Pemdes Lahang Tengah Salurkan BLT DD Langsung 3 Tahap

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Jelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah Desa Lahang Tengah, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD), Jum’at (29/4/2022).

Bantuan yang telah disalurkan tersebut merupakan penyaluran pertama dengan 3 tahap sekaligus, yakni untuk bulan Januari, Februari dan Maret, dengan rincian 300 ribu per bulannya.

“Total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT DD ini sebanyak 55 KK, dan masing-masing penerima dari penyaluran 3 tahap ini sebesar 900 ribu rupiah per KPM,” tutur Kepala Desa Lahang Tengah, Arifin Ahmad melalui Sekretaris Desa, Rino, S.Kom

Dengan telah disalurkannya BLT DD, Sekdes Lahang Tengah ini berharap bantuan tersebut dapat digunakan dengan bijak, tentunya itu bisa memberikan manfaat besar bagi keluarga penerima.

“Semoga bantuan yang telah disalurkan melaluu Pemerintah Desa Lahang Tengah ini bisa dapat membantu kebutuhan keluarga di masa pemulihan ekonomi sekarang ini,” ungkapnya.

Terakhir Rino,S.Kom berpesan kepada selurub warga Desa Lahang Tengah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan demi menjaga kesehatan bersama.

“Mengingat hanya sepekan lagi telah memasuki bulan Syawal, maka kita jangan beriforia, sebab hal tersebut bisa membuat kita lalai menerapkan protokol kesehatan. Tetap jaga kesehatan dengan menerapkan protkes kapan dan dimana saja,” tutup Sekdes Lahang Tengah.

Untuk diketahui, dalam penyaluran BLT DD tersebut selain dihadiri unsur forkopimdes Lahang Tengah, turut di hadiri langsung oleh Camat Gaung, Yuliargo, SP. (Adv/Arbain)




13 Santri dan Santriwati TPQ Al Faruqi Khatam Iqro

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 13 santri dan santriwati Tempat Pengajian Al-Quran (TPQ) Al Faruqi telah khatam (khotmil) Iqro. Belasan santri tersebut dinyatakan lulus dan akan naik menyelesaikan bacaan Al-Quran.

Pembina TPQ Al Faruqi, Ustad Ali Murtopo mengatakan kegiatan khatam Iqro tersebut terlaksana berkat kerjasama TPQ Al Faruqi dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Inhil.

“Alhamdulillah kegiatan ini dilaksanakan berkat kerjasama TPQ Al Faruqi dan PMII Inhil,” sebut Ustad Ali Murtopo, Sabtu 9 April 2022 di Tembilahan.

Ali Murtopo menuturkan terdapat sebanyak 13 santri dan santriwati yang menyelesaikan bacaan Iqro yang terdiri dari delapan santri dan 5 santriwati.

“Hari ini ada sebanyak delapan santri dan lima santriwati yang naik bacaan ke Al-Quran,” ujar Ali.

Dengan naiknya bacaan ke jenjang Al-Quran, dosen Universitas Islam Indragiri (Unisi) ini berharap agar para santri dan santriwati dapat meningkatkan kualitas bacaan.

Selain itu, ia juga berharap para santri agar bisa istiqomah dalam mendalami Al-Quran, lebih meningkatkan iman dan ketakwaan.

“Saya tentunya sangat berharap dengan banyaknya anak-anak yang gemar membaca Al-Quran bisa menciptakan generasi Al-Quran di Inhil,” tuturnya.

Ali menuturkan bahwa santri dan santriwati di TPQ Al Faruqi terdiri dari 100 orang dengan pengajar berjumlah 6 ustad dan ustazah.

Para santri dan santriwati yang menuntut ilmu di TPQ Al Faruqi terdiri dari Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kegiatan yang dibarengi dengan buka bersama dengan para orang tua santri dan santriwati TPQ Al-Faruqi serta PMII tersebut berlangsung khitmad. Pada penghujung kegiatan, diberikan bingkisan kepada para santri dan santriwati dari para donatur.

Untuk diketahui, TPQ Al-Faruqi berada di Jalan Tanjung Harapan Gang Tanjung Hidayah Keurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan. ***