Pemotor yang Viral Culik dan Buka-buka Rok di Yogya Ditangkap!

ARB INdonesia.com, Yogyakarta – Pemotor yang viral diduga berusaha menculik dan melecehkan seorang bocah berusia lima tahun di Kota Yogyakarta tertangkap. Pelaku bernama Sukron Datu Adam (26) ini dibekuk di Sidoarjo, Jawa Timur.


“Dari rekaman CCTV itu kemudian kita tindaklanjuti, siapa orang tersebut (yang terekam di CCTV). Nah, akhirnya kita dapatkan dia (Sukron) di Sidoarjo, Jawa Timur Minggu (15/3/2020) dini hari,” kata Kapolsek Kota Gede, Kompol Dwi Tavianto saat jumpa pers di Polresta Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Minggu (15/3/2020).


“Jadi ditangkap dini hari dan baru sampai sini (Kota Yogyakarta) siang,” lanjut Dwi.


Polisi belum mengungkap motif Sukron melakukan aksinya secara gamblang. Untuk sementara polisi menyebut yang dilakukan Sukron sebagai penculikan.


“Kejadian dulu aja ya, jadi dia mengambil anak tanpa izin orang tua,” ucapnya.


Dwi juga belum mau bicara soal dugaan cabul yang dilakukan Sukron di Gang Satria, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta itu. Sebeb, Sukron masih dalam pemeriksaan.


“Kalau lainnya masih kita kembangkan, karena dia (Sukron) kan juga baru datang,” katanya.


Baca juga:Viral Pemotor Culik dan Buka-buka Rok Bocah, Polisi: Motornya Pinjam


Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kota Gede, Iptu Bambang Dwi Mulyono mengatakan Sukron sengaja ke Sidoarjo karena tahu aksinya viral di media sosial. Saat ini, polisi masih mendalami kasus yang dilakukan Sukron.


“Masih percobaan penculikan ya, ini masih kita dalami. Terus untuk motornya itu (yang dipakai Sukron saat beraksi) hanya minjem,” kata Bambang.


Di beritakan sebelumnya, video pemotor yang diduga berusaha menculik dan melecehkan seorang bocah di Kota Yogyakarta viral di media sosial. Seorang saksi mata menceritakan peristiwa yang dia ketahui setelah bocah tersebut berteriak dan menangis.


“Tahu-tahu kan sudah teriak-teriak itu, nangis tidak wajar, sekitar jam 15.30 WIB itu. Terus saya keluar sama teman saya, posisi anak itu duduk sambil nangis sama kakinya menghentak tanah itu,” ujar seorang karyawan di penginapan yang terletak dekat lokasi kejadian, Redy (25) kepada wartawan di Gang Satria, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (13/3).


Sumber : Detik.com




Selain Covid-19, Ini 5 Kasus Pandemi Paling Parah Sepanjang Sejarah

ARB INdonesia.com – Meluasnya penyebaran virus corona Covid-19 mendorong setiap negara yang terdampak untuk mengambil tindakan tegas dalam memerangi pandemi, seperti mengunci seluruh kota dan pembatasan perjalanan.


Berdasarkan data yang dilansir oleh Fox News, ada lebih dari 5.300 orang telah meninggal karena virus corona Covid-19.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi pun menyatakan wabah virus corona Covid-19 ini sebagai pandemi. Pernyataan ini tentu mengingatkan sebagian orang mengenai beberapa pandemi terburuk yang pernah terjadi sepanjang sejarah.


Berikut 5 kasus pandemi paling parah sepanjang sejarah. 


1. Flu Spanyol


Pandemi influenza telah menewaskan lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia, termasuk 670 ribu orang di Amerika Serikat. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), flu Spanyol merupakan virus paling mematikan di abad ke-20.


Beberapa kasus yang pertama kali terdeteksi adalah tentara di Camp Funston di Fort Riley, Kansas. Pada Oktober 1918, flu itu sudah membunuh sekitar 195 ribu orang Amerika. Bahkan pandemi ini menurunkan harapan hidup rata-rata di AS lebih dari 12 tahun.


Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]


2. HIV/AIDS


Sekitar 32 juta orang telah meninggal dunia karena human immunodeficiency virus (HIV) dan AIDS, yang mengakuisisi sindrom imunodefisiensi sejak pertama kali ditemukan pada awal 1980-an.


Secara global, 75 juta orang telah terinfeksi. Namun kemajuan ilmiah yang pesat telah membantu memperpanjang kehidupan mereka yang terinfeksi HIV/AIDS.


3. Flu Babi


Pada 2009 terjadi wabah flu babi dengan virus influenza yang dikenal sebagai H1N1. Virus ini pertama kali terdeteksi di AS dan menyebar sangat cepat. Sekitar 61 juta kasus flu babi telah dilaporkan sepanjang April 2009-2010. Secara global, ada lebih dari 575 ribu orang meninggal karena flu babi.


4. Flu Asia


Flu Asia timur mulai terjadi pada 1957. Strain H2N2 ini pertama kali ditemukan di Singapura, sebelum akhirnya menyebar di Hong Kong dan Amerika Serikat. Secara global, flu Asia telah menewaskan 1,1 juta orang, termasuk 116 orang Amerika.


5. Flu Hong Kong


Flu Hong Kong yang menjadi pandemi 1968 juga telah menewaskan sekitar 1 juta orang, sekitar 100 ribu orang berasal dari AS. Sebagian besar kasus kematian adalah orang berusia 65 tahun ke atas yang terinfeksi flu Hong Kong.


Wabah flu Hong Kong ini termasuk pandemi influenza ketiga yang terjadi pada abad ke-20. Penyakit ini muncul dari virus H3N2, yang diduga telah berevolusi dari strain yang menyebabkan flu Asia.


Sumber : Suara.com




Tetap Jalani Aturan Pencegahan Corona, Besok 30.118 Siswa SMK Tetap Jalani UN

ARB INdonesia.com, PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau, tetap melaksanakan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMK sederajat, mulai besok, Senin (16/3). Tercatat sebanyak 30.118 Siswa SMK se Riau ajan menjalni UN berbasis Komputer (UNBK).


Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Ahyu Suhendra, mengatakan UN tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan pihaknya belum ada menerima surat resmi untuk pengunduran jadwal UN, di saat wabah virus Corina (Covid 19) mulai merebak.


“UN tingkat SMK di Riau tetap dilaksanakan sesuai jadwal mulai besok sampai 19 Maret. Kami sudah menelppin pihak Kementrian pendidikan dan Kebudayaan terkait UN ini. Dan kita di Riau tetap bisa melaksanakannya, terkait virus corona sudah kita sampaikan, di wilayah Riau tetap waspasa walupun belum ada yang positif,” ujar Ahyu, Minggu (15/3).


Dijelaskan Ahyu, untuk jadwal UN tingkat SMA, pihaknya juga masih menunggu dari Kemendikbud dan juga dari Pemprov Riau, apakah akan ada pengunduran jadwal UN atau tidak. Termasuk meliburkan sekolah pasca pengumuman dari Presiden Indonesia siaga Covid 19.


“Untuk UN tingkat SMA kita juga menunggu arahah dari Kemendikbud dan juga Gubernur. Kalau diundur tentu ada himbauan dari pemerintah. Kalau untuk libur sekolah karena virus corona itu kebijakannya kita menunggu arahan Gubernur,” kata Ahyu.


Dalam pelaksanaan UN dan juga masih berjalannya proses belahar mengajat di sekolah, kata Ahyu, Disdik Riau juga telah mengirimkan himbauan dalam mengantisipasi virua corona. Setiap siswa juga harus menjalani himbauan yang dikeluarkan, sesuai dengan surat BSN itu, penyelenggaraan ujian nasional tahun pelajaran 2019/2020 tetap dilaksanakan sesuai jadwal.


“Namun kita diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dan selama penyelenggaraan ujian, warga sekolah harus memperhatikan hal-hal pencegahan dini Covid-19,” kata Ahyu.


Berikut poin-poin penting yang harus menjadi perhatian warga sekolah dalam pencegahan Covid-19 saat pelaksanaan UN sesuai surat edaran Disdik Riau. Pertama menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, ciuman tangan dan sebagainya dengan satu sama lain sebelum selama dan sesudah ujian.


Kedua mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer/disinfectant/antiseptik sebelum dan sesudah ujian. Ketiga, tidak memaksakan hadir di sekolah bagi yang memiliki keluhan sakit dengan gejala demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas. Khusus peserta ujian agar tidak memaksakan mengikuti ujian dan dapat mengikuti ujian pada waktu lain yang akan ditetapkan pusat asesmen dan pembelajaran.


Keempat, memastikan, ketersediaan alat pembersih sekali pakai di depan ruang ujian. Kelima membersihkan ruang ujian sebelum dan sesudah digunakan untuk setiap sesi ujian. Pembersihan dilakukan menggunakan disinfektan untuk seluruh piranti yang digunakan oleh peserta UN, seperti hendel pintu, saklar lampu, komputer, papan ketik (keyboard), mouse, kursi, meja dan alat tulis.


Keenam, memastikan pengisian daftar hadir ujian terhindar dari potensi paparan Covid-19 antar peserta UN, antara lain menghindari penggunaan alat tulis yang dipakai bersama. Ketujuh peserta UN tidak saling meminjam alat tulis atau peralatan lainnya. Dan ke delapan Jika ditemukan warga sekolah yang mengalami gejala infeksi 19 agar kepala sekolah segera meminta yang bersangkutan untuk memeriksakan diri ke plastisitas kesehatan terdekat. Jika terdapat kasus dalam jumlah besar kepala sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat.


Untuk diketahui, dari 30.118 SMK yang melaksanakan UN, sebanyak 18.118 siswa SMK negeri dan 12.070 siswa SMK swasta. Untuk SMK negeri 100 persen menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).


Sumber : Haluanriau.co




Terkait Virus Corona, Pemko Liburkan Sekolah Selama 14 hari

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Walikota Pekanbaru Firdaus ,non-aktifkan aktivitas belajar mengajar sistem tatap muka di sekolah terhitung 16 hingga 30 Maret 2020 mendatang sebagai antisipasi penyebaran coronavirus atau Covid-19.Minggu (15/3/2020).


Dalam instruksi itu disampaikan, proses belajar mengajar akan dialihkan dari sekolah ke rumah melalui sistem e-learning atau pembelajaran menggunakan sistem elektronik.


“Kepada Dinas Pendidikan, mulai Senin 16 sampai 30 Maret agar mengalihkan sistem belajar dari tatap muka di dalam kelas ke belajar e-learning yang dapat dilakukan di rumah,” pinta walikota dalam instruksinya.


Disampaikan walikota, kebijakan yang diambil pemerintah merupakan langkah pencegahan oleh pemerintah kota terhadap penularan virus corona.


“Untuk itu masyarakat tidak perlu panik menghadapi situasi ini. Masyarakat kita himbau tetap menjaga perilaku hidup sehat dan menjaga stamina,” pintanya.


Selain menonaktifkan belajar mengajar di sekolah, walikota juga mengimbau warga untuk menghindari tempat-tempat keramaian.


“Kemudian di pusat-pusat pelayanan pemerintah kota seperti di MPP dan layanan kependudukan dan pencatatan sipil, saya minta dilakukan sterilisasi,” ucapnya.


Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Abdul Jamal mengaku sudah menerima instruksi dari Walikota Pekanbaru tersebut.


“Sesuai instruksi pak wali, kami Disdik Pekanbaru memindahkan pembelajaran selama 14 hari ini di rumah. Bukan libur, tapi tetap belajar di rumah. Untuk itu kami himbau agar orang tua siswa dapat mengawasi anaknya,” ujar dia.


Selama peserta didik belajar dirumah dalam 14 hari ke depan, terang Jamal, peserta didik dapat belajar menggunakan sistem e-learning atau aplikasi online. Seperti ruang, dan aplikasi lainnya.


“Selama 14 hari ini kami evaluasi dulu. Nanti kita akan lihat ke depan nya seperti apa. Apakah bisa masuk ke sekolah seperti biasa lagi, atau memperpanjang pemindahan pembelajaran ini ke rumah,” tutupnya. (Sumber betuah.com/rd)




Sah, PSSI Hentikan Liga 1 dan 2 Akibat Wabah Virus Corona

ARB INdonesia, BALIKPAPAN – Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan akan menghentikan kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 mulai pekan depan. Sisa pertandingan yang berlangsung minggu ini masih bakal digelar.


Akibat wabah virus Corona yang semakin meluas, Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan terpaksa mengambil keputusan ini. Kebijakan ini dibuat setelah berkoordinasi dengan Komite Eksekutif (Exco) PSSI dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.


“Jauh-jauh hari kami sudah berdiskusi dengan Pak Menpora berkaitan dengan virus Corona. Dinamika di lapangan makin meningkat. Meminta pandangan Menpora, disepakati bahwa Shopee Liga 1 akan diberhentikan mulai senin (16/3),” ujar Iwan Bule setelah membuka laga pertama Liga 2 antara Persiba Balikpapan kontra Kalteng Putra di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (14/3).


“Senin nanti, kami akan panggil para manajer klub. PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga sudah menyampaikan via grup WhatsApp untuk Liga 2 dan semuanya hampir menyetujui,” katanya menambahkan.


Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.


Keputusan Bersama


Dengan kata lain, Shopee Liga 1 dan Liga 2 masih akan berlangsung hingga Minggu (15/3). Setelah itu, kompetisi baru diberhentikan.


“Jadi ini adalah keputusan kami dengan para Exco yang menghasilkan Shopee Liga 1 dan Liga 2 ditunda,” imbuh Iwan Bule.


Iwan Bule menambahkan, Shopee Liga 1 dan Liga 2 paling cepat diberhentikan dalam kurun waktu dua pekan. Kebetulan untuk Shopee Liga 1, setelah pekan ketiga rampung minggu ini, kompetisi akan diliburkan hingga awal bulan depan.


Bola.net




Bertengkar Dengan Pacar, Remaja Di Maesa Akhiri Hidupnya Dengan Tali

ARB INdonesia.com, MAESA – Remaja Kecamatan Maesa ini nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali di kamar tidurnya.


Dari informasi, KB pertama kali ditemukan Virgin yang curiga kamar korban dalam keadaan gelap dan terkunci dari dalam.


Bocah perempuan berusia sepulun tahun ini kemudian mengintip dari balik lubang kunci dan melihat bayangan orang tergantung, lalu memanggil warga lain.


Dibantu warga, pintu kamar didobrak dan banyangan yang dilihat Virgin dari balik lubang kunci adalah KB, tergantung tak bernyawa.


Rupanya, menurut keterangan sejumlah saksi, sebelum melakukan aksinya, KB sudah dalam pengaruh minuman keras yang dikonsumsi dari sore hari.


Dan aksi nekat KB itu rupanya pernah dilakukan tahun sebelumnya dengan meminum cairan pembersih lantai namun berhasil diselamatkan.


Aksi itu nekat dilakukan KB diduga akibat sakit hati telah bertengkar dengan pacarnya.


Kejadian itu dibenarkan Kapolsek Maesa, Kompol Elia Maramis yang menyatakan pihaknya langsung melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah bukti.


“Korban sudah di bawa ke RS Budia Mulia oleh keluarganya, kemudian dilakukan pemeriksaan luar dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain tanda-tanda bunuh diri,” kata Elia.


Keluarga korban kata Kapolsek, juga menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi serta telah menandatangani berita acara penolakan otopsi.


“Sesuai keterangan saksi dan barang bukti kita temukan di lokasi, korban nekat mengakhiri hidupnya diduga karena sakit hati telah bertengkar dengan pacarnya,” katanya.


Sumber: beritamanado.com