Tingkatkan Pengawasan, Cegah Aksi Kekerasan di Sekolah

ARB INdonesia.com, JAMBI – Publik kembali dibuat geger dengan kasus kejahatan seksual yang menimpa siswi sekolah dasar (SD) berusia delapan tahun di Jambi. Bocah malang tersebut diduga dilecehkan oleh empat kakak kelasnya. Akibat dari aksi tersebut, korban tak hanya mengalami penderitaan secara fisik, tapi juga psikologis.


Korban dilanda rasa trauma yang luar biasa hingga membuatnya enggan kembali ke sekolah. Pemberitaan mengenai kasus pemerkosaan yang terjadi akhir Februari 2020 lalu ini, tak pelak membuat banyak orang terkesiap. Bukan saja karena pelaku pemerkosaan adalah kakak kelas korban yang notabene juga masih berada di bawah umur, melainkan juga karena faktor lokasi kejadian.


Aksi memprihatinkan tersebut diduga terjadi di dalam kelas dan pada saat di mana seharusnya kegiatan belajar mengajar sekolah sedang dilakukan. Pada hakikatnya, sekolah merupakan tempat bagi anak-anak untuk menimba ilmu, mendapatkan pengetahuan serta bimbingan dari para guru. Sekolah juga merupakan tempat pembinaan nilai moralitas bagi anak-anak didik. Lengkapnya, sekolah merupakan institusi yang tidak sekadar menjalankan fungsi untuk mengasah intelektualisme anak, tetapi juga membantu mengembangkan karakter, perilaku, serta budi pekerti anak.


Sumber : Sindonews.com




PNS Bisa Kerja di Rumah, Ini Kata Ketua PHK2I

ARB INdonesia.com – Kebijakan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo yang meminta pimpinan instansi pusat dan daerah untuk mengizinkan PNS bekerja di rumah imbas penyebaran virus Corona, membuat honorer K2 bertanya-tanya.


Apakah kebijakan tersebut berlaku juga buat mereka ? Atau honorer K2 tetap disuruh masuk kerja? Sebab, ada ketentuan tidak semua aparatur sipil negara (ASN) bisa kerja di rumah.


“Kira-kira honorer K2 kerja di rumah atau enggak ya. Yang jelas hari ini saya tetap masuk seperti biasa karena belum ada edaran,” kata Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih kepada JPNN.com, Senin (16/3).


Dia mengungkapkan, sampai hari ini tidak ada edaran buat honorer. Berarti yang disuruh kerja di rumah PNS saja. Sedangkan honorer mungkin disuruh masuk kerja.


“Ya kalau belum ada perintah enggak berani enggak masuk kerja. Ini saya sudah di sekolah,” ujar Titi.


Sumarni Azis, Korwil PHK2I Sulawesi Selatan menambahkan, kalau PNS libur, honorer tetap kerja, tidak adil namanya.


“kasihan tuh nanti kena semua honorer kena Corona. Terus nanti siapa yang bertanggung jawab.


“Jangan karena honorer itu kerja ibarat prajurit terus dipasang di garda terdepan. Mudah-mudahan edaran PNS kerja di rumah berlaku juga untuk honorer,” ucapnya.


Eko Mardiono, Korwil PHK2I Jawa Timur menilai instruksi MenPAN-RB tidak lengkap karena tidak menyebut honorer.


Padahal, bukan hanya PNS yang bekerja di instansi pemerintah tetapi ada honorer juga. (*)


Sumber: www.jpnn.com/news




Pegawai Dindikbud Serang Buat Surat Edaran Palsu Soal Libur Sekolah Akibat Corona

ARB INdonesia.com – Surat edaran tentang tindakan pencegahan penyebaran virus Corona dari Wali kota Serang dengan nomor 421/225-Dindikbud/2020 menuai polemik. Surat edaran tersebut tanpa ada tanda tangan Wali kota serang dan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Serang Wasis Dewanto.


Kepala Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto mengakui tersebarnya draf surat edaran tentang liburnya Sekolah tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik yang bersifat negeri maupun swasta akibat kelalaian dari pegawainya.


“Itu bercandanya anak buah saya, dia (pegawai Dindikbud Kota Serang) sebarkan ke grupnya dia. Itu enggak ada tanda tangan pak Wali, sudah saya tegur kok malah jadi buat bercandaan. Dia mengaku salah dan meminta maaf,” katanya, Minggu (15/03).


Wasis mengungkapkan surat tersebut masih dalam pembahasan Wali kota yang tersebar masih berbentuk draf belum ada persetujuan dan secara aturan belum berlaku.


“Karena kan harus ada tanda tangan. Jadi abis maghrib itu saya baru akan bertemu dengan pak Wali untuk mendiskusikan ini. Jadi saya konsultasi dulu dengan beliau,” ungkapnya


Wasis mengimbau kepada masyarakat dan seluruh instansi pendidikan di Kota Serang agar tidak menyikapi surat edaran tersebut.


“Itulah gegabah anak buah saya, lagi seperti ini malah dibuat bercanda. Jadi untuk yang saat ini tersebar dinyatakan masih belum berlaku sampai ada keputusan dari pak Wali langkahnya akan seperti apa,” ujarnya. 


Sumber : Merdeka.com https://www.merdeka.com/peristiwa/pegawai-dindikbud-serang-buat-surat-edaran-palsu-soal-libur-sekolah-akibat-corona.html




Terlalu Fokus Main HP di Jalan, Driver Ojol Ini Tabrak Pemotor dari Belakang

ARB INdonesia.com, Jakarta – Salah satu faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah hilangnya konsentrasi pengendara saat sedang mengemudi di jalanan.


Salah satu penyebab utama hilangnya konsentrasi tersebut yakni karena pengendara aktif menggunakan telepon genggam saat mengemudi.


Hal itu pula yang menyebabkan driver ojek online (Ojol) ini mengalami kecelakaan lalu lintas di jalanan.


Dalam sebuah video yang kini tengah viral di media sosial, Minggu, 15 Maret 2020, tampak seorang driver ojol menabrak pengemudi sepeda motor di jalanan.


Ojol yang belum diketahui identitasnya ini menabrak pengendara tersebut dari arah belakang.


Sumber : Terkini.id




Gelar Razia, Polisi Pergoki 7 Pasangan Mesum 'Kelonan' di Hotel

ARB INdonesia.com – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) melalui Tim Operasi Pekat I mengamankan tujuh pasangan bukan suami istri saat kegiatan razia di hotel dan penginapan yang ada di Kota Ternate.


“Dalam menghadapi bulan suci Ramadan 1441 Hijriah, Tim Operasi Pekat I melakukan patroli dan razia di penginapan dan mengamankan tujuh pasangan bukan suami istri di TKP,” kata Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan di Ternate, Minggu (15/3).


Dalam razia itu, dua pasangan diamankan di penginapan Lemon Inn berinisial SN dan HH serta MS dan SHB, satu pasangan di penginapan Mandiri IV berinisial RL dan AI, satu pasangan di Wisma D’Boss berinisial AS dan EN, satu pasangan di penginapan Aranis berinisial MSR dan SA, dua pasangan di Hotel Forum berinisial SH dan Y serta AK dan RL.


Dalam pelaksanaan patroli dan razia penginapan ini Tim Ops Pekat I Polda Malut juga mengamankan dua pemuda yang sedang mengkonsumsi minuman keras di dalam kamar Hotel Forum Kelurahan Gamalama dengan inisial RS dan FD.


Selanjutnya, 7 pasangan yang bukan pasangan suami istri dan 2 pemuda itu di bawa ke Posko Ops Pekat untuk didata dan diberikan pembinaan.


Sedangkan, untuk 7 pasangan yang bukan pasangan suami istri dan dua pemuda yang mengkonsumsi minuman keras yang beragama Islam langsung diserahkan ke Tim TGRM Polda Malut di Masjid Soa untuk dilakukan pembinaan secara agama, sedangkan untuk Nasrani diberikan pembinaan di posko digital Ops Pekat I 2020 Polda Malut.


Adip menyampaikan kegiatan Operasi Pekat I 2020 Polda Malut dilaksanakan dalam rangka meminimalisir gangguan kambtibmas.


“Polda tengah genjar melaksanakan Operasi Pekat I tahun 2020 menjelang bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah dan diharapkan dengan operasi ini dapat meminimalisir gangguan kambtibmas, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan tenteram.” ujar Adip.


Dia menambahkan, untuk kegiatan ini akan terus dilaksanakan sampai masyarakat di Malut benar-benar terbebas dari penyakit masyarakat.


Sumber : Merdeka.com




Sesosok Mayat Ditemukan di Dalam Parit Jalan Riau

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Sesosok mayat ditemukan dalam kondisi telungkup di dalan parit di Jalan Riau depan kedai Kopi Pao Pekanbaru, Ahad (15/3/2020) pagi.


Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Budhia mengatakan bahwa penemuan mayat terjadi pada saat saksi yang hendak menyapu di pinggir jalan.


“Melihat kejadian tersebut, warga segera menghubungi Polsek terdekat,” ucap Budhia, Ahad (15/3/2020).


Pukul 08.30 WIB anggota patroli Polsek Payung Sekaki beserta piket Reskrim mendatangi TKP dan menghubungi Tim Identifikasi bersama piket Reskrim Polresta Pekanbaru untuk selanjutnya dilakukan olah TKP dan korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk di visum.


“Setelah pemeriksaan, bahwa mayat diketahui atas nama HA alias Cilin berkelamin laki-laki. HA berasal dari Selat Panjang dan tinggal di Jalan Karet, Pekanbaru,” tukasnya.


“Hasil pemeriksaan visum tidak ditemukan tanda kekerasan, keluarga juga tidak bersedia dilakukan otopsi. Polisi masih menyelidiki terkait mayat korban yang telungkup di parit ini,” pungkasnya.


Sumber : Cakaplah.com