Pencari Ikan Ditemukan Tewas di Sungai Belakang Kantor Polisi di Sulsel

ARB INdonesia.com, Sidrap – Asri Arsyad (30), pria pencari ikan di Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan tewas di Sungai Tanrutedong. Titik penemuan korban tepat berada di sungai, yang belakang kantor polisi.


“Kita mulai tadi malam lakukan pencarian pukul 21.00 Wita, hampir pukul 01.00 Wita dini hari kita dapat (menemukan korban) di belakang polsek, Kan ada sungai di belakangnya polsek,” ujar Kanit Reskrim Polsek Dua Pitue Aipda Muh Amdas kepada detikcom, Selasa (17/3/2020).


Baca juga:Seorang Remaja di Brebes Tewas Tenggelam Saat Belajar Berenang


Amdas mengatakan, korban awalnya mencari ikan di sungai sekitar pukul 16.00 Wita. Namun hingga hari telah gelap, korban tak kunjung pulang ke rumah.


“Kan biasanya orang nangkap ikan di sungai sore sampai mahgrib. Mahgrib belum pulang ke rumah, makanya keluarganya cari,” kata Amdas.


Saat melakukan pencarian, keluarga korban hanya menemukan pakaian serta alat jaring ikan milik korban. Keluarga akhirnya menduga korban hanyut di sungai.


“Keluarganya cari, cuma dapat baju, sandal sama jaringnya, makanya dia diperkirakan hanyut,” sambung Amdas.


Baca juga:Cari Ikan, 3 Bocah di Bekasi Tewas Tenggelam


Karena korban tak kunjung ditemukan, polisi dan warga turun tangan membantu keluarga melakukan pencarian. Alhasil, korban ditemukan di sungai tepat di belakang polsek.


“Ditemukan oleh warga dan keluarga sekitar tiga kilometer dari tempat kejadian, di mana korban di perkirakan tenggelam saat akan menangkap ikan,” jelas Amdas.


Sumber : Detik.com
https://m.detik.com/news/berita/d-4942311/pencari-ikan-ditemukan-tewas-di-sungai-belakang-kantor-polisi-di-sulsel/2




Jenazah WN India di Cikarang, Petugas Evakuasi Gunakan SOP Virus Corona

ARB INdonesia.com – Seorang Warga Negara Asing (WNA) ditemukan tewas di Mess PT Sulindamil jalan Hos Cokroaminoto KM 51 Kalijaya Cikarang Barat Bekasi, pada Sabtu 14 Maret 2020. Korban bernama Palanianppan Ramanathan asal india.


Penemuan jasad itu dibenarkan Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan.


“Benar kemarin, seorang ditemukan meninggal di sebuah mess,” kata dia saat dihubungi, Selasa (17/3/2020).


Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, jasad ditemukan pertama kali oleh rekan kerjanya, Sismanto.


Korban sedianya menghadiri rapat pada pukul 08.00 WIB. Tapi, tak kunjung datang sampai pukul 10.30 WIB.


Sismato mendatangi Mess korban. Saat masuk ke dalam, melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.


Jasadnya pun dibawa ke RSUD Bekasi. Hendra mengatakan, pihak RSUD menangani jenazah dengan hati-hati sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Kementerian Kesehatan.


“Karena lagi pandemi maka perlakuannya sama sesuai SOP Kemenkes ketika menerima jasad yang terkena infeksi,” kata dia.


Hendra mengaku belum bisa memastikan apakah jenazah terjangkit virus Corona atau tidak. Ia mengatakan, yang berwenang menjawab adalah Kementerian Kesehatan.


“Hingga saat ini belum ada pemberitahuan oleh dokter bahwa yang bersangkutan Corona atau tidak. Pihak RSUD tidak melakukan autopsi atau pengecekan lebih lanjut,” ucap dia. 


Sumber : Merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/jenazah-wn-india-di-cikarang-petugas-evakuasi-gunakan-sop-virus-corona.html




Penumpang Asal Malaysia dalam Pengawasan di Padang, Meninggal Dunia

ARB INdonesia.com, PADANG – Satu penumpang pesawat Air Asia yang sempat dilarikan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr M Djamil Padang akibat gejala sesak nafas, batuk, dan bersin, meninggal dunia, Senin (16/3) sekitar pukul 21.10 WIB.


Hal itu dibenarkan oleh Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP dr M Djamil Padang, Gustavianof kepada Padang Ekspres (RPG). Ia mengatakan, pasien yang merupakan penumpang pesawat Air Asia tersebut meninggal sekitar pukul 21.10 WIB.


Ia menambahkan, sebelum meninggal dunia, pasien telah dilakukan pemeriksaan screening dan pengambilan sampel swab untuk dikirim ke Litbangkes Kemenkes yang kemudian akan diperiksa dan diketahui hasilnya.


“Sebelum meninggal, swab hidung dan tenggorokan pasien sudah diambil untuk dikirim ke Litbangkes sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan hasilnya keluar sekitar 5 sampai 6 hari ke depan,” jelasnya.


Gustavianof menyebutkan, selain mengalami gejala sesak napas, batuk, dan bersin, pasien juga memiliki riwayat penyakit penyerta seperti ginjal. “Jadi setelah diperiksa terdapat riwayat penyakit ginjal pada pasien,” ungkapnya.


Lebih lanjut Gustavianof mengatakan, untuk penyelenggaraan jenazah pasien penumpang tersebut dilakukan dengan standar penanganan seperti penanganan kasus virus Covid-19. Seluruh penyelenggaraan jenazah seperti pemandian dan salat jenazah telah dilakukan di RSUP.


“Jenazah sendiri sudah dibawa oleh pihak keluarga ke kampung halaman dan akan disemayamkan ke peristirahatan terakhir,” tuturnya.


Sementara itu, kronologi kasus tersebut bermula dari penumpang Air Asia dari penerbangan negara Malaysia tujuan Padang Sumatra Barat (Sumbar) mendarat di BIM sekitar pukul 07.30 pagi.


Kemudian tiba-tiba penumpang tersebut mengalami sesak napas dan termonitor oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) BIM melalui thermal scanner. Oleh petugas dilakukan pengecekan dan observasi.


Setelah itu, penumpang dilarikan ke RSUP dr M Djamil Padang dengan menggunakan perlengkapan alat perlindungan diri (APD) standar penanganan kasus virus Covid-19.


Petugas BIM pun terlihat menggunakan APD lengkap mulai dari pengangkatan penumpang ke mobil ambulans yang membawa penumpang ke RSUP dr M Djamil Padang.


Kemudian setelah tiba di RSUP dr M Djamil Padang, penumpang langsung dilakukan pemeriksaan screening dan pengambilan swab tenggorokan dan hidung untuk dikirim ke Litbangkes.


Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim RSUP dr. M Djamil Padang, lalu beberapa jam setelah itu hasil terhadap penumpang tersebut keluar dan dinyatakan bahwa penumpang tersebut dalam status Pasien dalam pengawasan (PDP) dan dirawat di ruang isolasi.


Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan dan Umum RSUP dr M Djamil Padang, dr Dovy Djanas kepada awak media membenarkan bahwasanya RSUP dr M Djamil Padang menerima satu orang penumpang pesawat terbang Air Asia dari Malaysia yang mendarat di BIM dimana penumpang tersebut mengalami gejala sesak napas dan batuk.


Ia menambahkan, setiba di RSUP, penumpang tersebut dibawa ke ruang isolasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara untuk hasilnya masih menunggu proses pemeriksaan tersebut.


“Kondisi penumpang tersebut dalam keadaan sesak napas, pilek, dan batuk yang kemudian dilakukan pemeriksaan screening untuk memastikan apakah penumpang tersebut dirawat atau tidak,” jelasnya.


Dovy menjelaskan, penanganan terhadap penumpang tersebut ditangani sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan virus Covid-19. Namun untuk hasil pastinya, belum bisa diketahui.


Selain satu penumpang Air Asia tersebut, RSUP dr M Djamil Padang juga menerima 3 orang pasien rujukan dari Rumah Sakit (RS) di Kota Padang pada hari yang sama. Ketiga pasien yang tersebut juga masih dilakukan pemeriksaan dan sampai saat ini belum diketahui status dari pasien tersebut.


“Jadi keempat pasien termasuk penumpang Air Asia tersebut sedang menunggu hasil pemeriksaan dan screening tentang kondisi mereka. Jadi belum kami pastikan status mereka,” ujarnya.


Lebih lanjut Dovy menyebutkan, untuk saat ini RSUP dr M Djamil Padang tengah merawat sebanyak 7 orang pasien di ruang isolasi khusus. 7 pasien tersebut terdiri 4 pasien suspect Mers Cov dan 3 pasien suspect Covid-19.


“Ketujuh pasien tersebut telah dilakukan pengambilan swab tenggorokan dan hidung dan telah dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI untuk diketahui hasilnya. Kemungkinan 3 sampai 5 hari ke depan,” jelasnya.


Sementara untuk pasien yang meninggal dunia beberapa waktu yang lalu, hasil pemeriksaan dari Litbangkes Kemenkes belum keluar sehingga belum diketahui hasil resminya.


Di RSUP dr M Djamil Padang sendiri terdapat 5 ruang isolasi yang memiliki yang berstandar tekanan negatif dan sesuai dengan penanganan kasus virus Covid-19. Tetapi melihat perkembangan saat ini, tentu ruangan tersebut tidak mencukupi sehingga RSUP menyiasati dengan mencari ruangan lain yang bisa digunakan untuk ruang isolasi.


“Kami pun berharap di Kota Padang juga ditambah jumlah RS yang bisa menangani kasus virus Covid-19 agar bisa menangani kasus virus Covid-19 ini,” ujarnya.


Sumber : Riaupos.Jawapos.com https://riaupos.jawapos.com/sumatera/17/03/2020/227198/penumpang-asal-malaysia-dalam-pengawasan-meninggal-dunia-di-padang.html




Gubri Imbau Masyarakat Kurangi Kegiatan Pertemuan

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Dalam upaya menangkal terjadinya penyebaran virus Corona di tengah masyarakat, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengimbau untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat berkumpul.


Hal ini disampaikan oleh Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar saat melantik Kepengurusan BKKKS Provinsi Riau Periode Thn 2020 – 2025 di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Senin (16/3/2020) malam.


Dikatakan Gubri, imbauan ini khususnya ditujukan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengurangi kegiatan-kegiatan yang bersifat mengumpulkan khalayak ramai.


“Sekarang pemerintah mengharapkan untuk masyarakat tidak mengikuti kegiatan-kegiatan terlebih dahulu. Sekarang tidak dianjurkan lagi adanya kegiatan-kegiatan yang dibuat oleh Pemerintah Derah (Pemda) dan masyarakat,” katanya, Senin (16/03/2020), dilansir mediacenterriau.


Syamsuar juga menghimbau kepada umat beragama untuk senantiasa melakukan ibadah di rumah. Sebab, ia mengatakan berkembangnya virus Corona banyak terjadi karena adanya agenda bersama atau pertemuan.


“Jadi artinya kita lebih baik sekarang ini bersama menjaga situasi yang kondusif, mudah-mudahan dengan adanya usaha ini, virus Corona tidak berkembang,” ujarnya.


Syamsuar menambahkan, saat ini Riau telah merawat 17 pasien suspect virus Corona. Diantaranya sembilan orang telah dinyatakan negatif dan sebagian sudah dipulangkan.


“Namun yang menjadi kekhawatiran kami saat ini, adanya masyarakat yang mengikuti pertemuan agama di Malaysia yang baru datang di Riau. Agenda tersebut banyak pesertanya terjangkit virus Corona,” pungkasnya. (LK)


Sumber : Lancangkuning.com https://m.lancangkuning.com/post-16985-gubri-imbau-masyarakat-kurangi-kegiatan-pertemuan.html




HP Disita Ibu, Siswi SMP di Tangerang Gantung Diri

ARB INdonesia.com – Diduga kesal karena handphone (HP) miliknya disita ibunya, seorang siswi SMP di Tangerang gantung diri, Minggu (15/3/2020) kemarin.


Korban diketahui berinisial RR (15), warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Aksi nekat remaja ini membuat ibu kandungnya M (36) tak tahan membendung kesedihannya melihat anaknya bunuh diri dengan menggunakan kabel listrik.


Menurut M, sebelum peristiwa tersebut, tepatnya Minggu (15/3/2020) malam, dia mengambil handphone anaknya yang merupakan siswi kelas 3 di salah satu SMPN di Kota Tangerang. Hal ini dilakukan M agar anaknya bisa fokus belajar.


“Waktu itu saya mau pergi keluar rumah. Sebelum pergi, saya bilang Hp-nya diambil dulu, dia ngomongnya iya aja. Saya juga sempat tawarin mau makan apa, tapi enggak jawab,” ujar M, Senin (16/3/2020).


Namun, saat M kembali ke rumah dan berusaha memangil-manggil nama RR, tidak tak ada jawaban dari anaknya tersebut. Bahkan, M terus berusaha mencari hingga ke belakang rumah. “Saya kaget tiba-tiba dia sudah tergantung pakai kabel listrik di belakang pintu,” ucap M sambil berderai air mata.


Sementara, Kasubag Humas Polrestro Tangerang, Kompol Abdul Rachim, membenarkan kejadian tersebut. Ia juga mengungkapkan penyebab korban nekat gantung diri.


“Dikarenakan orang tua korban mengamankan handphone milik korban,” ujar Rachim.


Menurutnya, sang ibu langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Cipondoh, Tangerang. Setelah menerima laporan, polisi langsung turun untuk menggelar olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti.


“Kami memeriksa saksi-saksi dan membuat visum. Masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” kata Rachim. (Tribunnews)


Sumber : https://medan.top/nasional/hp-disita-ibu-siswi-smp-di-tangerang-gantung-diri




Waspada Corona, Polda Metro Jaya Kurangi Jam dan Hari Besuk Tahanan

ARB INdonesia.com – Polda Metro Jaya melakukan antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Salah satunya dengan memperketat jam besuk tahanan yang berada di rumah tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya.


Direktur Tahti Polda Metro Jaya, AKBP Barnabas, mengatakan kebijakan pembatasan jam besuk sudah mulai diterapkan. Biasanya, para pembesuk tahanan bisa menjenguk pada hari Senin hingga Kamis.


“Tadinya (waktu besuk) hari Senin sampai dengan Kamis, menjadi hari Senin dan Kamis saja,” kata Barnabas saat dikonfirmasi, Selasa (17/3).


Tak hanya mengurangi hari untuk membesuk para tahanan saja, pihaknya juga memotong waktu besuk. Para pembesuk hanya diberikan waktu maksimal 30 menit.


“Ada pembatasan waktu kunjung yaitu maksimal 30 menit,” sebutnya.


Selain itu, untuk memastikan para pengunjung tidak membawa virus apapun dari luar, diterapkan tes suhu tubuh. Pihaknya juga menyiapkan sejumlah alat kesehatan untuk membersihkan tangan seperti hand sanitizer.


“Selain cek suhu, kita siapkan hand sanitizer di penjagaan,” jelas dia. 


Sumber : Merdeka.com
https://m.merdeka.com/peristiwa/waspada-corona-polda-metro-jaya-kurangi-jam-dan-hari-besuk-tahanan.html