Ada Corona, Penjual Daging dan Ikan Harus Pakai Sarung Tangan Plastik

ARB INdonesia.com – Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menyemprot disinfektan ke seluruh pasar tradisional yang merupakan kampung halaman Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan dan penyebaran Covid-19 atau virus Corona.


“Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa sesuai instruksi Bupati Gowa agar semua sektor ikut andil dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Sehingga kami melakukan penyemprotan di beberapa pasar yang merupakan binaan dinas kami,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Goea, Andi Sura Suaib melalui rilis yang diterima, Rabu, 25 Maret 2020.


Saat ini telah dilakukan penyemprotan disinfektan di sembilan pasar di Kabupaten Gowa. Diantaranya, di Pasar Induk Minasamaupa, Pasar Sentral Sungguminasa, Pasar Malakaji, Pasar Majannang, Pasar Limbung, Pasar Malino, Pasar Burung-burung, Pasar Taipa Le’leng Kampili dan Pasar Balang-balang.


“Kami menargetkan untuk menyelesaikan penyemprotan di semua pasar di bawah binaan kami yang jumlahnya 31. Pasar ini tersebar semua kecamatan di dataran rendah dan dataran tinggi di Gowa,” terang Andi.


Selain penyemprotan pasar, juga dilakukan pemasangan westafel cuci tangan agar pedagang selalu menjaga kebersihan. Sejumlah spanduk berisi imbauan agar penjual dan pembeli tidak melakukan kontak, bersentuhan badan ataupun pakaian juga terpasang.


Bahkan, ada imbauan khusus bagi penjual daging, ikan, sayuran agar mereka menggunakan sarung tangan dan baju plastik, seperti jas hujan yang agak tipis dan masker.


“Konsumen juga diimbau agar membeli bahan-bahan yang tahan lama, sehingga bisa mengurangi kunjungan ke pasar. Ini untuk mengurangi pengunjung ke pasar, sehingga risiko bersentuhan atau kontak antara pembeli dan penjual bisa diminimalisir,” jelas Andi.


Sumber : Vivanews.com https://www.vivanews.com/berita/42220-ada-corona-penjual-daging-dan-ikan-harus-pakai-sarung-tangan-plastik?medium=autonext




Pengunjung Bersuhu 37,5 Celcius ke Atas Tak Boleh Masuk Mal Pekanbaru

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Untuk mengantisiasi menyebarnya virus Corona atau Covid-19, pusat perbelanjaan Mal Pekanbaru (MP) melaksanakan pengecekan suhu tubuh pengunjung di dua pintu masuk utama Mal. Hanya pengunjung dengan suhu tubuh dibawah 37,5 derajat yang diizinkan masuk Mal.


Hal ini disampaikan oleh General Manager MP Megawati, Rabu (25/3/2020). Ia mengatakan, pengecekan suhu ini sebagai bentuk kepedulian MP dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.


“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pengunjung, karena hanya yang suhu tubuhnya 37,5 derajat ke bawah yang diizinkan masuk,” ujar Megawati.


Ia menyampaikan, selain pengecekan suhu tubuh, pihaknya juga menyediakan hand sanitizer bagi pengunjung yang akan masuk Mal. Selain itu, MP juga menyediakan wastafel di beberapa tempat, sehingga pengunjung dapat mencuci tangannya.


“Kami juga melakukan pembersihan menggunakan disinfektan di tempat-tempat yang kerap disentuh pengunjung, seperti tombol lift, pegangan eskalator, keranjang, troli, dan lain-lain,” cakap Megawati.


Selain itu, untuk meminimalisir penyebaran virus corona, pihaknya saat ini juga sudah mengurangi jam operasional Mall. “Sejak hari Selasa lalu kami buka mulai jam 12 siang sampai jam 20.00 WIB,” cakapnya.


Sumber : Cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/51513/2020/03/25/pengunjung-bersuhu-375-celcius-ke-atas-tak-boleh-masuk-mal-pekanbaru/#sthash.BZUgGIOv.dpbs




Pemprov DKI Sediakan Dua Tempat Pemakaman Khusus Korban Corona

ARB INdonesia.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk penguburan korban meninggal akibat virus corona (COVID-19).


Kepala Bidang Pemakaman Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Siti Hasni mengatakan, dua lokasi tersebut, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur.


“Lokasi tersebut masih cukup bisa banyak menampung, tapi tentunya kita semua berharap tidak ada lagi yang meninggal dan virus ini bisa segera kita atasi,” kata Siti di Jakarta, Rabu (25/3/2020).


Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif COVID-19.


Pemakaman jenazah di dua lokasi tersebut menganut Pasal 3 Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pemakaman.


Dalam perda tersebut dijelaskan bahwa yang berhak dimakamkan di TPU milik Pemprov DKI Jakarta, yakni warga ber-KTP DKI Jakarta, baik yang meninggal di Jakarta maupun di luar Jakarta.


Selain itu, warga luar Jakarta yang meninggal di wilayah Jakarta juga dapat dimakamkan di dua lokasi tersebut.


Sumber : Riaumandiri.id
https://www.riaumandiri.id/read/detail/82591/pemprov-dki-sediakan-dua-tempat-pemakaman-khusus-korban-corona




Wabah Virus Corona Renggut Nyawa Pilot Lion Air

ARB INdonesia.com, JAKARTA–Pemerintah akhirnya mengkonfirmasi bawah meninggalnya Sutopo Putro seorang pilot Lion Air, dikarenakan virus korona atau Covid-19.


Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengungkapkan penyebab meninggalnya pilot tersebut sudah dikonfirmasi dikarenakan virus korona atau Covid-19.


“Menko Maritim sudah menghubungi Dirjen Perhubungan Udara dan membahas mengenai kasus meninggalnya kapten Sutopo ini,” kata Jodi, Selasa (24/3) malam.


Jodi mengatakan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto sudah melakukan identifikasi. Khususnya identifikasi terhadap orang yang melakukan pengawasan dengan pilot Lion Air Sutopo Putro.


Setelah kejadian tersebut, Jodi memastikan maskapai yang bersangkutan sudah melakukan upaya pencegahan. “Mereka sudah melakukan disinfektan terhadap pesawat sesuai dengan panduan ICAO,” ungkap Jodi. (*)


Sumber : Haluanriau.co
https://riau.haluan.co/2020/03/25/wabah-virus-corona-renggut-nyawa-pilot-lion-air/




Jumlah ODP di Kampar Alami Peningkatan

ARB INdonesia.com , BANGKINANG-Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Kampar terus bertambah menjadi 782 orang. Satu hari sebelumnya, ODP di Kampar berjumlah 482 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 1 orang.


“Update tanggal 25 Maret 2020 pada pukul 08.00 WIB, untuk kategori ODP ada 782 orang, dan PDP ada 1 orang. Total 783 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Dedi Sambudi, Rabu (25/3) siang.


Diterangkan dia, ratusan orang dalam kategori ODP itu, sebagian besarnya adalah mereka yang baru pulang dari negeri jiran Malaysia. Yakni berjumlah 458 orang.


Sementara untuk PDP, kata Dedi, akan ditindaklanjuti secara cepat dan sebaik – baiknya. Pihaknya telah memberikan pelayanan kesehatan, dan perawatan kepada yang bersangkutan untuk memastikan apakah pasien itu merupakan suspect virus corona atau tidak.


“Dari informasi tim medis yang menyampaikan kepada saya, menyatakan kondisi yang bersangkutan semakin membaik,” sebut Dedi.


Lebih lanjut dikatakan Dedi, pihaknya telah mengintruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas se-Kampar, untuk melakukan langkah-langkah antisipasi pencegahan Corona virus disease atau Covid-19.


“Kita juga melakukan (penyemprotan) desinfektan terhadap fasilitas umum, dan ini sudah dijalankan,” kata dia.


“Upaya kita ke depannya adalah melakukan upaya pencegahan,” sambungnya.


Disinggung terkait alat perlindungan diri (APD) bagi tenaga medis, dia menjamin ketersediaan peralatan tersebut.


“Saya menjamin seluruh alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 dalam kondisi yang baik,” pungkas Dedi Sambudi.


Sumber : Haluanriau.co
https://riau.haluan.co/2020/03/25/jumlah-odp-di-kampar-alami-peningkatan/




Pengakuan Pacar yang Perkosa Siswi SMA di Solok, Sudah Rencanakan Aksi Jauh-jauh Hari

ARB INdonesia.com, PADANG – Tersangka pemerkosa siswi SMA di Kabupaten Solok, Sumatera Barat mengaku sudah merencanakan pemerkosaan ke korban jauh-jauh hari sebelumnya.


HZ (24) bahkan sengaja mengajak kawan-kawannya untuk memuluskan aksinya untuk memperkosa dengan menunggu di kawasan lapangan sepakbola, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung.


“Aksi itu sudah direncanakan oleh HZ jauh-jauh hari dan mengajak rekannya,” kata Kapolres Solok, AKBP Azhar Nugroho yang dihubungi Kompas.com, Rabu (25/3/2020).


Azhar menyebutkan tersangka mengenal korban VD (17) melalui media sosial.


Setelah kenal, mereka bertemu dan akhirnya pada Sabtu (21/3/2020) HZ mengajak VD keluar pergi malam minggu.


“Kemudian tersangka mengulur-ulur waktu hingga dini hari dan cuaca hujan,” kata Azhar.


Kemudian, tersangka mengajak ke kawasan lapangan sepakbola yang lima rekannya sudah menunggu.


Karena tidak mau akhirnya HZ melakukan pemerkosaan dengan dibantu empat rekannya, ZF (18), RR (20), SJ (20) dan AR (19) yang memegang kaki dan tangan korban.


Sementara satu rekan lainnya, GML (16) tidak ikut dan hanya menyaksikan saja.


Setelah HZ selesai, empat rekannya lainnya secara bergiliran memperkosa korban.


Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMA di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, VD (17) diduga diperkosa secara bergiliran oleh pacar dan empat orang temannya.


Korban diajak pacarnya HZ (24) pergi ke kawasan sepak bola di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Minggu (22/3/2020) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.


Di sana korban diperkosa pacar dan empat rekannya lainnya.


Kelima tersangka ditangkap Senin (23/3/2020) setelah keluarga korban melapor ke polisi.


Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.


“Karena korban masih di bawah umur, maka tersangka dijerat dengan undang-undang perlindungan anak,” kata Azhar.


Sumber : Kompas.com
https://regional.kompas.com/read/2020/03/25/13312621/pengakuan-pacar-yang-perkosa-siswi-sma-di-solok-sudah-rencanakan-aksi-jauh?page=2