Petugas Diskes Gadungan Rampok Emas Nenek-nenek saat Wabah Corona Melanda Sumbar

ARB INdonesia.com, LUBUK SIKAPING – Seorang wanita lanjut usia atau lansia, Ewilda Yeti (61), menjadi korban penipuan dari komplotan penjahat yang berakting menjadi petugas Dinas Kesehatan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.


Tiga orang pelaku yang terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki itu beraksi dengan memanfaatkan wabah Corona alias COVID-19.


Komplotan ini menggasak emas seberat 50 gram milik Nenek Yeti hingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 34 juta.


Kapolsek Lubuk Sikaping, AKP Fion Joni Hayes kepada Covesia.com mengatakan, komplotan ini beraksi saat mendatangi rumah korban pada Kamis (27/3/2020) kemarin.


“Kasus penipuan itu dialami korban yang bernama Ewilda Yeti (61). Kejadian itu tepatnya di rumah korban sendiri di Jalan Bhakti Ibu Nomor 29, Jorong I Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping sekitar pukul 15.05 WIB,” kata Kapolsek.


Fion mengatakan, para pelaku berpura-pura ingin mendata jumlah lansia yang masih dalam kondisi sehat di tengah wabah corona.


“Dari pengakuan korban ada tiga orang pelaku yaitu dua laki-laki dan satu orang perempuan. Pelaku datang dengan modus bakal mengambil foto korban sebagai contoh lansia sehat di lingkungan tempat tinggal untuk dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman,” katanya.


Selanjutnya kata dia pelaku menyuruh korban untuk mengambil hand body untuk mensterilkan tangannya.


“Kemudian korban diminta untuk melepas gelang emasnya yang terpasang ditangan sebelah kanan dan cincin di jari tangan kiri. Selanjutnya korban disuruh mandi dan meninggalkan emas miliknya,” katanya.


Menurutnya, saat korban tengah mandi, pelaku mengunci pintu kamar mandi tersebut dari luar.


“Setelah korban berhasil keluar, didapatinya pelaku sudah tidak ada di tempat dan membawa kabur gelang emas seberat 37,5 gram, cincin emas dua buah seberat 10 gram dan satu cincin Intan seberat 2,5 gram. Totalnya 50 Gram dengan kerugian materil sekitar Rp 34 juta,” katanya.


Pihaknya hingga kini masih mendalami dan memburu ketiga pelaku tersebut.


Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dengan berbagai modus kejahatan saat pandemi corona ini.


“Atas kejadian ini, kami sekali lagi mengimbau kepada seluruh masyarakat Lubuk Sikaping khususnya dan Kabupaten Pasaman umumnya. Agar berhati-hati dengan modus kejahatan di tengah semaraknya wabah corona (Covid-19) ini. Apalagi bermodus petugas kesehatan. Jika memang ditemukan dan mencurigakan segera laporkan kepada kami untuk ditindak,” kata dia.


Sumber : Riaumandiri.id
https://www.riaumandiri.id/read/detail/82688/petugas-diskes-gadungan-rampok-emas-neneknenek-saat-wabah-corona-melanda-sumbar




25 Juta Orang Terancam PHK Massal Akibat Krisis Pandemi Corona

ARB INdonesia.com, JAKARTA – Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat krisis pandemi virus corona bisa melebihi 25 juta orang di seluruh dunia, angka yang diperkirakan hanya beberapa hari yang lalu.


Pejabat AS mengatakan bahwa pengangguran di negara itu melonjak ke posisi tertinggi yang secara jelas menunjukkan bencana ekonomi.


Organisasi Perburuhan Internasional, memperkirakan seminggu yang lalu bahwa, berdasarkan skenario yang berbeda untuk dampak pandemi virus corona pada pertumbuhan, peringkat global pengangguran akan meningkat antara 5,3 juta dan 24,7 juta orang.


Namun Sangheon Lee, direktur departemen kebijakan ketenagakerjaan ILO, mengatakan kepada Reuters di Jenewa pada hari Kamis bahwa skala pengangguran sementara, PHK dan jumlah klaim tunjangan pengangguran jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.


“Kami mencoba memasukkan kelompok besar sementara ke dalam pemodelan estimasi kami. Besarnya fluktuasi jauh lebih besar dari yang diperkirakan,” katanya.


“Proyeksi akan jauh lebih besar, jauh lebih tinggi dari 25 juta orang yang kami perkirakan.”


Sebagai perbandingan, krisis keuangan global 2008/2009 meningkatkan pengangguran global sebesar 22 juta orang.


Di Amerika Serikat, di mana, seperti di banyak bagian dunia, langkah-langkah untuk mengatasi pandemi telah menghentikan aktivitas negara itu secara tiba-tiba, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran melonjak menjadi lebih dari 3 juta orang minggu lalu.


Itu menghancurkan rekor sebelumnya yang ditetapkan 695.000 pada tahun 1982. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan klaim akan meningkat menjadi 1 juta orang, meskipun perkiraan setinggi 4 juta orang.


Data tersebut ditambahkan ke skenario mengkhawatirkan yang dijabarkan oleh James Bullard, presiden Federal Reserve Bank of St. Louis, yang memperingatkan bahwa hingga 46 juta orang di negara itu – hampir sepertiga dari pekerja AS – dapat kehilangan pekerjaan mereka dalam waktu singkat.


India Lockdown


Negara-negara di seluruh dunia merasakan kepedihan dari wabah virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 470.000 orang, menewaskan lebih dari 21.000, dan diperkirakan akan memicu resesi global.


Di India, Perdana Menteri Narendra Modi mengumumkan karantina wilayah secara nasional selama 21 hari pekan ini untuk membendung penyebaran penyakit.


Kelompok industri memperingatkan puluhan juta orang terancam kehilangan pekerjaan mereka.


Garish Oberoi, bendahara di Federasi Asosiasi di Pariwisata India & Perhotelan, mengatakan kepada Reuters bahwa sekitar 38 juta orang dapat kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata dan perhotelan saja.


Di antara mereka yang paling terpukul adalah 120 juta buruh migran India, yang terkena dampak karantina wilayah yang berarti upah mereka hilang.


Banyak yang tidak mampu membayar sewa atau makanan di kota-kota. Dengan sistem transportasi ditutup, mereka terpaksa berjalan ratusan mil untuk kembali ke desa mereka.


Di Eropa, Prancis membujuk perusahaan agar tidak memecat karyawan mereka, melalui skema yang memungkinkan bisnis untuk mengurangi jam kerja yang mengakibatkan karyawan tidak menerima gaji besar.


Kementerian Tenaga Kerja mengatakan hampir 100.000 perusahaan Prancis meminta pemerintah untuk memberikan kompensasi karena menempatkan 1,2 juta pekerja pada jam kerja yang lebih pendek atau nol sejak wabah. Lebih dari setengah permintaan itu datang pada hari Senin dan Selasa.


Krisis Pengangguran


Di Inggris, pemerintah mengatakan 477.000 orang mengajukan permohonan selama sembilan hari terakhir untuk Kredit Universal, pembayaran untuk membantu biaya hidup bagi mereka yang menganggur atau berpenghasilan rendah.


Resolution Foundation think-tank, lembaga riset yang berbasis di Inggris, mengatakan terjadi peningkatan lebih dari 500 persen dari periode yang sama tahun 2019.


Peningkatan itu menunjukkan bahwa negara itu “sudah berada di tengah-tengah krisis pengangguran yang bergerak lebih cepat dibandingkan saat krisis keuangan”.


Sementara itu tingkat pengangguran Irlandia dapat melonjak menjadi sekitar 18 persen pada musim panas dari 4,8 persen bulan lalu, Lembaga Riset Ekonomi dan Sosial mengatakan pada hari Kamis, memproyeksikan resesi sebesar 7,1 persen pada tahun 2020.


“Pengangguran sangat fluktuatif dalam menanggapi aktivitas ekonomi, yang cukup mengkhawatirkan dalam pandangan kami,” kata Lee dari Organisasi Buruh Internasional.


“Sentimen di kalangan bisnis mungkin akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali ke kegiatan normal,” katanya. “Mereka membuat keputusan cepat untuk menyesuaikan tenaga kerja mereka daripada mempertahankan pekerja mereka.”


Sumber : Riaumandiri.id
https://www.riaumandiri.id/read/detail/82684/25-juta-orang-terancam-phk-massal-akibat-krisis-pandemi-corona




Gubri: ICMI dan MDI hentikan sementara kirim khatib Jumat

ARB INdonesia.com, Pekanbaru – Gubernur Riau, Syamsuar, menyatakan mayoritas ulama di Kota Pekanbaru setuju untuk menghentikan sementara ibadah Shalat Jumat dengan tidak mengirimkan penceramah atau khatib ke masjid, saat wabah COVID-19.


“Hasil pertemuan dengan tokoh-tokoh agama, dari Majelis Ulama Indonesia menyatakan di Pekanbaru dari ICMI dan MDI mereka tidak mengirim khatibnya, jadi kemungkinan besar pada Jumat ini kita tidak Shalat Jumat,” kata Syamsuar di Pekanbaru, Kamis.


Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) adalah organisasi yang rutin mengirimkan penceramah pada pelaksanaan Shalat Jumat di seluruh masjid. Syamsuar mengatakan penghentian sementara itu untuk melaksanakan penjarakan (social distancing) guna memutus mata rantai penularan virus corona.


“Berarti apa gantinya ShalatJumat? kata ulama MUI adalah shalat dzuhur sekaligus nanti qunut nazilah untuk menangkal turunnya malapetaka,” ujarnya.


Ia mengatakan MUI juga terus mengimbau agar tidak dulu melakukan shalat berjamaah di masjid untuk sementara waktu, hentikan sementara kegiatan ceramah di masjid, termasuk peringatan maulid nabi.


Penghentian sementara kegiatan di rumah ibadah, lanjutnya, tidak hanya bagi Muslim melainkan juga untuk semua agama. Ia mengatakan pemuka agama Kristen kini juga meniadakan sementara kebaktian.


“Mereka yang sudah terlanjur ada jadwal menikah di gereja, silakan menikah. Tapi jumlah orang yang hadir harus dibatasi hanya keluarga inti saja,” katanya.


Ia bersyukur seluruh pemuka agama sudah bersepakat untuk mendukung program pemerintah dalam menanggulangi wabah COVID-19.


“Semua tokoh agama mendukung upaya pemerintah untuk menyelamatkan bangsa ini,” demikian Syamsuar.


Sumber : Riau.Antaranews.com https://riau.antaranews.com/berita/151250/gubri-icmi-dan-mdi-hentikan-sementara-kirim-khatib-jumat#.Xnwkc_QLGEU.facebook




Corona Covid-19 Bisa Menular Lewat Udara, Cek Faktanya

ARB INdonesia.com – Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa virus corona baru atau Covid-19 dapat menular melalui percikan air liur atau droplet orang yang positif. Karena itu, masyarakat disarankan mencuci tangannya secara rutin.


Belakangan sempat ramai isu Covid-19 menular lewat udara atau airborne. Penelitian soal ini pun masih dilakukan di luar negeri dan ramai diberitakan media internasional.


Mengutip VIVA.co.id, Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, dr. Erlina Burhan membantah asumsi Covid-19 dapat menular lewat udara. Katanya, WHO tak pernah menyatakan hal tersebut juga.


Menurut Erlina, komentar WHO soal Covid-19 bisa bertahan tiga jam di udara merupakan penelitian suatu terapi. Tapi hal itu terbatas pada tindakan medis yang memungkinkan virus ini ada di udara.


“Yang ingin disampaikan WHO adalah untuk petugas medis. Memang ada tindakan medis yang dilakukan, memungkinkan atau menimbulkan virus ini bisa (ada) di udara,” kata Erlina.


Ia memberi contoh saat perawatan inhalasi atau pasien asma diuap. Saat mesin uap dihidupkan akan keluar uap bernama aerosol.


“Kalau itu (inhalasi) dilakukan ke pasien Covid-19, yang keluar bukan cuma uap, tapi virusnya. Jadi kalau itu dilakukan petugas harus pakai masker N95, yang mampu menyaring 95 persen dari partikel yang berukuran 5 mikron. Jadi kecil sekali kemungkinan itu (virus) akan masuk,” ujar Erlina.


Ia mencontohkan lagi alat penyemprot yang digunakan dokter gigi. Dokter gigi harus berhati-hati karena bisa menyebabkan virus ada di udara dan berisiko masuk ke saluran napas.


Selanjutnya, contoh lain metode intubasi yang dilakukan dokter pada pasien gagal napas. Kondisi kadar oksigen di darah akan sangat rendah.


“Itu harus dipasang namanya ventilator, alat bantu napas. Dipasang pipa ke saluran napas. Ini berisiko terjadinya aerosol atau penguapan di mana virus bisa jadi airborne,” ujar Erlina. 


Sumber : vivanews.com https://www.vivanews.com/viva-fakta/42342-corona-covid-19-bisa-menular-lewat-udara-cek-faktanya?medium=autonext




Miris, Anak-anak Dimanfaatkan Cari Uang di Jalanan di Tengah Ancaman Corona

ARB INdonesia.com, PEKANBARU – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru baru-baru ini menjaring 19 gelandangan dan pengemis (Gepeng) di sejumlah titik. Mirisnya, 11 di antaranya masih anak-anak.


Kepala Dinsos Kota Pekanbaru Chairani tidak menampik ada dugaan keterlibatan orang tua dalam kasus ini. Anak-anak ini diduga disuruh orang tua untuk mencari uang di jalanan.


Chairani menyebutkan, ada beberapa titik ditemukan gepeng anak-anak ini. Seperti di traffic light depan kantor gubernur Riau dan persimpangan rumah dinas gubernur Riau, serta jalan Diponegoro. Ada juga di traffic light depan Polda Riau dan pertigaan jalan Jenderal Sudirman – jalan Tuanku Tambusai.


“Kami langsung bawa ke shelter Dinas Sosial. Banyak dari anak jalanan di Kota Pekanbaru itu masih anak-anak,” kata Chairani, Kamis (26/3/2020).


Chairani menyebutkan, setelah didata oleh petugas Dinsos, memang ditemukan anak-anak ini ditemani orang tua saat berjualan di jalan. Ia menegaskan kepada orang tua bahwa anak-anak itu tidak boleh berjualan di jalan.


“Mereka bisa saja jadi korban aksi kriminal atau pelecehan seksual. Kemudian saat ini sedang menyebar covid-19,” kata dia.


“Mereka seharusnya ada di rumah dalam kondisi seperti ini,” tambahnya.


Kata Chairani, kebanyakan anak-anak diajak untuk berjualan di jalanan, dengan alasan faktor ekonomi. Dinsos akan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Pendidikan.


Sumber : Cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/51549/2020/03/26/miris-anakanak-dimanfaatkan-cari-uang-di-jalanan-di-tengah-ancaman-corona/




Ibunda Wafat, Jokowi Tetap Ikuti Rapat Virtual KTT G20 Nanti Malam

ARB INdonesia.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tetap mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Kamis (26/3) malam.


Jokowi akan tetap mengikuti KTT melalui konferensi video jarak jauh di tengah masa duka atas wafatnya sang ibu, Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia kemarin, Rabu (25/3) sore.


Pramono mengatakan Jokowi tetap memikirkan pekerjaannya selaku kepala negara.


“Beliau tabah sekali dan tetap memikirkan urusan kerjaan,” kata Pramono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3).


Pramono menyatakan Jokowi tetap konsen dalam urusan pekerjaan, khususnya terkait dengan penanganan virus corona (Covid-19). Selain itu, Jokowi juga sempat menanyakan perihal Sidang Pemimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20


Menurutnya, Jokowi akan mengikuti Sidang Pemimpin KTT G20 melalui video conference sekitar pukul 19.00 WIB.


“Rencananya presiden akan tetap hadir dan menyampaikan pandangannya dari Istana Bogor,” ujarnya.


Negara-negara yang tergabung dalam G20 kali ini akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa secara virtual untuk membahas penanganan pandemi virus corona.


KTT virtual itu nantinya akan dipimpin oleh Raja Arab Saudi, Raja Salmanbin Abdulaziz al-Saud yang merupakan Presiden G20 tahun 2020.


Ibu Jokowi, Sujiatmi meninggal dunia di RST Tingkat III Slamet Riyadi Surakarta, Solo, sekitar pukul 16.45 WIB, Rabu (25/3). Jokowi menyebut sang ibu mengidap kanker selama empat tahun terakhir dan rutin berobat di RSPAD Gatot Subroto.


Rencananya, Sujiatmi akan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Jenazah akan dimakamkan Kamis sekitar pukul 13.00 WIB.


Sumber : Cakaplah.com
https://www.cakaplah.com/berita/baca/51551/2020/03/26/ibunda-wafat-jokowi-tetap-ikuti-rapat-virtual-ktt-g20-nanti-malam/#sthash.JnaP3GAP.dpbs