Saat Patroli, Tim Mitigasi Inhil Temukan Sibelang Tengah Terperangkap

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR –  Saat melaksanakan patroli, Tim Mitigasi yang terdiri dari personil Koramil dan dua orang anggota Konservasi PT RIA menemukan sibelang (Harimau) tengah terperangkap didalam karangkeng besi.


Penemuam Harimau tersebut di wilayah sekunder 41D PT RIA Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Sabtu (02/05/2020).


Danramil 10/Pelangiran, Kapten Inf Effendi Sihombing
melalui Sertu Supriadi mnegatakan saat melaksanakan patroli sekitar pukul 09:00 Wib, tim melakukan pemeriksaan terhadap Box Trap (kotak jebakan) yang dipasang oleh BBKSDA Riau.


“Didalam Box Trap ditemukan seekor Harimau Sumatera terperangkap di dalamnya,” ujarnya.


Lanjurnya, kemudian tim melaksanakan pengamanan disekitar lokasi dan pihak perusahaan langsung menghubungi pihak BBKSDA Riau guna penjemputan Harimau Sumatera untuk dievakuasi dan dibawa ke PR HSD (Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya).


“Sekitar pukul 21:00 WIB, tim BBKSDA Provinsi berangkat menggunakan speedboat dari PT RIA menuju Tembilahan, untuk selanjutnya membawa Harimau yang telah dievakuasi menuju penangkaran satwa di Dharmasraya,” tuturnya.


Selama proses evakuasi, dilakukan pengawalan oleh Personil Koramil 10/Pelangiran dan Polsek Pelangiran. (Kodim 0314/Inhil)


Editor Arb




Belum Diketahui Tertular Darimana, Satu Dokter di Bengkalis Positif Covid

ARBindonesia.com, BENGKALIS – Berdasarkan hasil swab, satu orang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bengkalis dinyatakan positif terpapar Covid-19.


Dokter yang berinisial AR tersebut, saat ini sudah berada di ruang isolasi, dan pihak RSUD Bengkalis belum mengetahui secara pasti dari mana awal penularan virus tersebut.


Dalam hal itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Bengkalis Ersan Saputra TH membenarkan hasil swab salah seorang dokter yang bertugas di RSUD Bengkalis positif Covid-19.


“Benar, sedang kita tracking (lacak) dimana tertularnya. Saat bertugas di RSUD Bengkalis atau ditempat lain. Insyaallah siang ini kita akan adakan konferensi pers. Mohon bersabar” jelas Ersan melalui Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkalis Johansyah Syafri, Sabtu dini hari, 2 Mei 2020.


Dijelaskan Ersan yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, dokter tersebut merupakan bagian dari sejumlah tenaga medis yang merawat NZ (59).


NZ salah seorang Pasien Dalam Penanganan (PDP) Covid-19 asal Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu yang swab-nya negatif.


Masih menurut Ersan, bersama tenaga medis lainnya yang merawat NZ, dokter tersebut juga sempat dikarantina.


“Hasil swab pertamanya invalid (tidak valid). Sementara yang kedua negatif. Tapi hasil swab yang ketiga positif. Kita akan lacak dimana tertularnya. Sebab dari waktu meninggalnya NZ, sudah lewat waktu 14 hari. Pagi ini akan kita tracking”, tutupnya.


Dengan positifnya AR ini, maka sudah 2 orang di Kabupaten Bengkalis yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab. Yang pertama adalah AA (54).


AA yang merupakan warga Kecamatan Mandau. Sebelumnya dinyatakan sembuh dan pulang ke kediamannya pada 12 April 2020 lalu, AA dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. (Diskominfotik Bengkalis)


Editor Arb




Meski Puasa Ditengah Covid 19, Yayasan PKBM Zaliyah Rohul Berbagi Minuman Segar   

ARBindonesia.com, ROKAN HULU – Di tengah ancaman penyebaran pandemi Covid-19, rupanya tidak menyurutkan niat baik bagi Yayasan PKBM Zaliyah Rokan Hulu (Rohul), di bawah Pimpinan Hamsanah, dalam mengisi kegiatan ibadah dibulan suci Ramadhan 1441 Hijiriah yang penuh keberkahan dan ampunan.


Kegiatan ibadah tersebut diisi dengan berbagi minuman segar kepada para pengendara yang kebetulan melintas di Jalan Tuanku Tambusai Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu tepatnya di Areal Masjid Al-Hikmah, Sabtu (2/5/2020) sore.


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Hamsanah dan kawan kawan, tentunya tetap mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dalam mencegah Covid-19 dengan mengedepankan Social Distancing, Physical Distancing serta mengenakan masker.


Tak hanya itu, sembari membagikan minuman segar,  mereka tampak juga menghimbau kepada para pengendara agar patuh terhadap anjuran pemerintah dengan wajib mengenakan masker saat keluar rumah, optimalkan Social Distancing, Physical Distancing, tetap Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHSB) serta rajin cuci tangan pakai sabun setelah beraktifitas.


Hamsanah yang didampingi Kru Sanggar Seni juga menyatakan kegiatan itu semata-mata untuk berbagi kepada masyarakat yang sedang menjalani ibadah puasa di tengah musibah Pandemi Covid-19. Selain itu Yayasan PKBM Zaliyah Kampung Baru juga membagikan brosur penerimaan murid baru untuk yayasannya.


“Selain membagikan minuman segar kita juga memberikan informasi tentang kejar paket dan juga pendidikan usia dini karena kurangnya informasi masyarakat tentang adanya sebuah yayasan yang mempunyai life skill sehingga timbul ide-ide di tengah virus Corona ini.


“Biasanya setiap tahun PKBM Zaliyah selalu berbagi namun kali ini kami hanya membagikan minuman dan usaha tersebut juga milik adik-adik Sanggar Seni PKBM Zaliyah, semoga informasi yang disampaikan bermanfaat,” pungkasnya.(***/FDr/ALf)




Promosi Bintang Satu, Kombes Yassin: Tanggung Jawab Menjaga Perairan Amanah Luar Biasa

ARBindonesia.com, JAKARTA – Kasubdit Patroli Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol Mohammad Yassin Kokasih termasuk jajaran perwira yang promosi dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1383/V/KEP/2020 yang di keluarkan oleh mabes Polri tanggal 1 Mei 2020 kemarin.


Penelusuran awak media, Kombes Yassin promosi jabatan menjadi Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri yang merupakan jabatan perwira tinggi (pati) bintang satu, artinya tak lama lagi Kombes Yassin akan menyandang pangkat bintang satu dipundaknya.


Saat dikunjungi awak media diruang kerjanya di Baharkam Polri, lulusan Akpol 1991 ini mengatakan bahwa promosi yang diberikan pimpinan kepada dirinya merupakan amanah yang luar biasa.


“Tanggung Jawab Menjaga Perairan Amanah Luar Biasa”, ujar Kombes Yassin.


Lebih lanjut Kombes Yassin mengatakan bahwa menjaga perairan Indonesia merupakan sebuah tantangan, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki laut yang luas.


“Laut dan perairan kita yang luas tentu memiliki potensi kerawanan tindak kejahatan, sesuai perintah pak Kapolri melalui pak Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto kita harus mencegah gangguan keamanan yang berpotensi merugikan negara”, tutup Kombes Yassin. (***)


Laporan Faidar




Minta RT RW Validasi Data Bansos Covid-19, Bupati Inhil: Jangan Ada Yang Tidak Terima

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan meminta Ketua RT/RW melakukan validasi data bantuan sosial Covid-19. Bupati mengingatkan agar jangan sampai ada masyarakat yang membutuhkan tidak menerima bantuan sosial saat dikucurkan.


“Proses pendataan harus bottom-up. Kuncinya ada di level RT/RW. RT/RW berperan mendata warganya yang benar-benar masuk kriteria penerima bantuan sosial,” tutur Bupati, Jumat (1/5/2020) melalui keterangan tertulis.


Penerima bantuan sosial Covid-19, terbagi atas kategori penerima masyarakat kurang mampu dan masyarakat terdampak Covid-19. Masing-masing kategori atau jenis bantuan ini memiliki kriteria yang berbeda.


“Satu sama lain tidak bisa ditujukan untuk satu Kepala Keluarga yang sama. Mana yang masuk ke masyarakat kurang mampu dan mana yang terdampak itu dipisahkan,” jelas Bupati.


Penerima bantuan sosial untuk masyarakat kurang mampu akan diakomodir dalam Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai oleh pemerintah.


“Sementara untuk calon penerima kategori terdampak juga di-cover oleh anggaran pemerintah, yang mana setelah proses verifikasi yang bersangkutan dinyatakan tidak menerima bantuan dari program untuk masyarakat kurang mampu,” ungkap Bupati.


Validasi data calon penerima bantuan sosial, dikatakan Bupati akan dilakukan berlapis, mulai dari tingkat RT/RW, Lurah, Camat hingga Gugus Tugas Kabupaten bahkan Kementerian.


“Setelah selesai pendataan di tingkat RT/RW, pihak Kelurahan dan Kecamatan seyogyanya membentuk tim untuk memvalidasi data. Melihat kesesuaian laporan RT/RW dengan kondisi riil calon penerima bansos. Begitu juga pada tingkat Gugus Tugas,” tutur Bupati.


Jika dalam prosesnya, masih terdapat masyarakat yang berhak menerima namun tidak masuk dalam pendataan di tingkat RT/RW. Maka, masyarakat dapat melaporkan diri, baik pada tingkat Kelurahan maupun Kecamatan bahkan Gugus Tugas.


“Nanti tim Lurah dan Camat akan melakukan survei kepada yang bersangkutan. Jika benar layak, maka akan dimasukkan dalam pendataan. Jika laporan disampaikan kepada Gugus Tugas, nanti juga akan dilakukan verifikasi melalui aplikasi bahkan terjun langsung melihat kondisi yang bersangkutan,” papar Bupati.


Bupati berharap, penyaluran bantuan sosial, mulai dari proses pendataan sampai bantuan dikucurkan dapat berjalan lancar tanpa adanya kekisruhan di kalangan masyarakat.


“Kami sangat berhati-hati dengan hal ini. Proses verifikasi dilakukan berulang-ulang pada setiap level pemerintahan. Semoga penyaluran bantuan berlangsung lancar hingga selesai. Pihak gugus tugas juga senantiasa membuka diri terhadap masyarakat,” tandas Bupati. (Diskominfops Inhil)




Bertemakan Pendidikan di Masa Pandemi, Kovid Psikologi Kembali Gelar Seminar Online

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Komunitas Virtual Psikologi (Kovid Psikologi) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menggelar kegiatan  seminar online yang bertemakan ‘Pendidikan di Masa Pandemi’, Sabtu (1/5/2020).


Seminar online ini dilaksanakan mengingat salah satu ruang yang juga terdampak dari keadaan pandemi Covid-19 ini adalah pendidikan, yakni dari segi proses pembelajaran dengan diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan  Studying From Home ( SFH).


Diberlakukannya SFH (Belajar dari Rumah) tentunya mendatangkan berbagai konsekuensi dan pengaruh terhadap perserta didik itu sendiri.


Maka peran serta orang tua dalam mendampingi putra/putrinya sangat diutamakan pada pembelajaran menggunakan media seperti internet.


Namun keterlibatan orang tua secara intensif dalam memantau dan mendampingi anak-anak belajar di rumah dalam waktu yang cukup lama adalah kegiatan yang tidak biasa bagi sebagian orang.


Karenanya butuh perencanaan dan keterampilan khusus, apalagi bagi orang tua yang juga sedang menjalani Working From Home (WFH). Ini merupakan tantangan tersendiri dalam mendampingi anak-anak belajar di rumah.


Kondisi anak-anak yang biasanya belajar di sekolah sekarang dialihkan dirumah dengan metode dan strategi yang berbeda juga tak terlepas dari berbagai persoalan.


Pastinya semuanya terlibat dan berpengaruh baik sadar maupun tidak di kalangan pendidik maupun peserta didik.


Dikataka juru bicara tim Komunitas Virtual Psikologi (Kovid Psikologi), Cahya Maqbul, oleh karena itu jelang memperingati Hari Pendidikan Nasional, Kovid Psikologi kembali mengadakan seminar dengan basis dalam jaringan (online) kepada khalayak untuk membicarakan dan bersama menemukan solusi yang efektif bagi guru maupun siswa tentang sistem PJJ dan SFH ini, Jum’at (1/5/2020).


“Dengan turut mengajak dari kalangan guru, akademisi, juga dosen, acara virtual ini dilaksanakan dengan media salah satu aplikasi virtual meeting serta dikoneksikan secara streaming melalui platform media sosial,” tutur Cahaya Makbul.


Lanjutnya, lebih dari 100 peserta hadir dalam Seminar tersebut yang menghadirkan narasumber, Hamid Muhammad, M.Sc, Ph.D (PLT Dirjen PAUD Dikdasmen Kemdikbud) dan Dr. Vivik Shofiah, M.Si (Kaprodi Magister Psikologi UIN SUSKA Riau) yang mempersoalkan: Pendidikan di masa Pandemi, Problematika dan Solusinya (Perspektif Psikologi dan Kebijakan Publik).


Tidak ada yang memilih untuk mendapatkan keadaan pelik seperti ini, termasuk juga dampaknya. Segala konsekuensi dari keadaan yang kita dapati tidak menjadikan diri kita berputus asa. Begitulah kesimpulan singkat yang bisa dipetik dari pembicaraan virtual itu.


Anggapan-anggapan pesimistik bagi dari kalangan akademisi yang juga tak urung mendapatkan posisi kerja yang semestinya justru menjadikan orang tersebut sebenar-benarnya ‘pengangguran’, yakni tanpa adanya kegiatan produktif lainnya yang bisa menumbuh kembangkan diri layaknya manusia (bisa dengan membaca, menulis, membantu mengurus rumah, dan sebagainya)


“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga negeri ini melahirkan begitu banyak manusia yang intelek, bukan melahirkan intelek yang mengaku-ngaku manusia. Daya juang untuk mewujudkan itu ada pada hari ini dan selamanya,” ucap alumni S1 Psikologi UIN Suska Riau, Cahaya Makbul. (CM)


Editor Arb