Bayi Positif Corona, ini 6 Hal yang Ayah Bunda Harus Ketahui

ARBindonesia.com Hingga saat ini pandemi virus corona masih menjadi momok mengerikan di sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia. Baru-baru ini ditemukan bayi perempuan berusia enam bulan yang positif mengidap virus corona di Jayapura, Papua, Indonesia. Bayi tersebut merupakan anak seorang perawat yang juga positif terinfeksi COVID-19.


Dilansir dari laman halodoc.com, mengenai virus corona pada bayi, apa saja hal-hal yang perlu ayah bunda ketahui?


Pada umumnya, gejala seseorang yang terinfeksi COVID-19 pada bayi atau orang dewasa sedikit banyak hampir sama.


Gejala anak dengan virus corona ditandai dengan gejala sistemik dan saluran napas.


Saat gejala sistemik muncul, bayi akan terus-menerus menangis atau bahkan diam saja karena merasa tidak enak badan, rasa nyeri, demam, serta menurunnya kemauan untuk menyusu.


Sedangkan saat gejala pada saluran napas muncul, Si Kecil akan mengalami batuk atau pilek, yang ditandai dengan intensitas ringan hingga parah.


Jika gejala parah dibiarkan begitu saja, kondisi tersebut akan berakibat fatal bagi bayi.


Ibu perlu mengetahui beberapa hal berikut saat mencurigai adanya virus corona pada bayi:


1. Si Kecil menunjukkan gejala kesulitan bernapas.
2. Si Kecil mengalami batuk yang terus-menerus disertai dengan napas yang pendek.
3. Si Kecil mengalami penurunan jumlah urine karena terus-menerus menolak untuk menyusu.
4. Si Kecil akan rewel dan menangis terus-menerus, serta sulit untuk ditenangkan.
5. Si Kecil mengalami demam tinggi yang tidak mereda meskipun telah mengonsumsi obat penurun demam.
6. Si Kecil terlihat gusar dan tidur tidak tenang karena rasa nyeri di sekujur tubuhnya.


Gejala infeksi virus corona pada bayi dan orang dewasa umumnya akan serupa. Namun, virus corona pada bayi akan menunjukkan gejala yang lebih ringan.


Saat ibu mencurigai adanya gejala, ibu dapat langsung bergegas menuju rumah sakit terdekat untuk memastikan jika kondisi Si Kecil bukan disebabkan oleh infeksi COVID-19.


Virus corona pada bayi memang jarang sekali terjadi. Meski begitu, orangtua wajib waspada, serta mampu menentukan langkah tepat yang harus dijalani.


Pasalnya, saat virus corona pada bayi telah diidentifikasi, kehilangan nyawa merupakan komplikasi paling parah yang bisa saja terjadi.


Langkah Mencegah Infeksi COVID-19 pada Bayi?


Meski hingga saat ini belum ditemukan vaksin COVID-19 untuk mencegah virus, ibu dapat melakukan sejumlah langkah berikut:


Jika Si Kecil masih mengonsumsi ASI, berikan secara rutin dalam jumlah yang banyak. ASI sendiri mengandung nutrisi yang baik dalam membangun sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh akan terlindungi dari berbagai penyakit dan infeksi.


Tetap di rumah saja. Upaya ini dilakukan guna menjauhkan Si Kecil dari orang-orang sakit, atau orang-orang yang terlihat sehat, tapi tidak baik-baik saja.


Biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir sebelum menyentuh Si Kecil.


Praktikkan etika batuk dan bersin yang baik dengan menutup mulut dan hidung. Jika tidak dilakukan dengan tisu, segera cuci tangan.


Pastikan untuk menggunakan masker jika ibu sedang sakit agar tidak menulari Si Kecil.


Saat ibu mengajak Si Kecil bepergian dan nampak gejala infeksi setelah kembali ke rumah, segera bawa Si Kecil ke instalasi kesehatan terdekat.


Perlu diketahui bahwa virus akan lebih mudah menyerang pada seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah.


Risiko akan semakin tinggi dialami oleh bayi, lansia, anak-anak, serta ibu hamil.
(*_*)


Referensi:
Unicef. Diakses pada 2020. Coronavirus disease (COVID-19): What parents should know.
Healthy Children. Diakses pada 2020.. 2019 Novel Coronavirus.
Kids Health. Diakses pada 2020. Coronavirus.
/ Sumber halodoc.com




Baznas Kampar Salurkan Paket Sembako untuk 40 Ribu Jiwa

ARBindonesia.com, KAMPAR – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) salurkan bantuan non beras kepada masyarakat yang terdampak wabah pandemi Covid-19 sebanyak 10 Ribu paket atau untuk 40 Ribu jiwa penerima.


Sampai saat ini, Sabtu (10/5/2020) sebagian telah disalurkan kepada masyarakat sementara sisanya akan menyusul.


Hal ini sesuai dengan data yang telah masuk di posko satuan gugus tugas penanganan Covid-19 di gedung LPTQ Kabupaten Kampar pertanggal 9 Mei 2020, semoga dengan bantuan sembako non beras ini bisa meringankan beban perekonomian yang diderita oleh masyarakat Kampar yang terdampak Covid-19.


Secara keseluruhan sembako non beras di bagikan sebanyak 10.000 KK dengan jumlah 40.000 jiwa yang bersumber dari Baznas untuk masyarakat Kabupaten Kampar


Kabupaten Kampar terdiri dari 21 Kecamatan yang saat ini sebanyak 13 Kecamatan yang telah di distribusikan dan 8 Kecamatan nantinya akan segera di salurkan menunggu waktu yang belum ditentukan.


Dalam 13 Kecamatan yang ada di Kampar, paket sembako non beras sebanyak 6346 KK telah di distribusikan oleh Basnaz Kabupaten Kampar yang berisikan 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng kemasan dan 10 bungkus mie instan.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kampar Arizon menyatakan bahwa Pemkab Kampar melalui Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kampar terus memaksimalkan seluruh bantuan baik dari Kementerian Sosial maupun menggalang bantuan untuk masyarakat dari berbagai sumber baik pihak swasta maupun dari para dermawan.


“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang saat ini memang mengalami kemerosotan Ekonomi,” Kata Arizon (Disk/yus)




Bersama Komunitas Vespa Antik, Kapolres Kampar Bagikan Masker di Pasar Ramadhan

ARBindonesia.com, KAMPAR – Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid, S.IK didampingi Waka Polres Kompol Ricky Ricardo SIK dan sejumlah pejabat utama Polres Kampar serta Komunitas Vespa Antik Polres Kampar membagikan masker kepada masyarakat di Kawasan Pasar Ramadhan Kota Bangkinang, Sabtu sore (9/5/2020).


Kapolres Kampar yang memimpin kegiatan ini mengendarai Vespa antik kesayangannya, begitupun para pejabat utama Polres Kampar dan sejumlah personel yang tergabung dalam komunitas Pencinta Vespa Antik Polres Kampar.


“Sekitar 200 masker dibagikan kepada masyarakat di kawasan Pasar Ramadhan di Jalan Datuk Tabano Kecamatan Bangkinang Kota ini,” tutur Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid S.IK.


Selain itu Kapolres dan para personel Polres Kampar ini tidak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat, untuk selalu memakai masker dan menerapkan physical distancing (jaga jarak) guna mencegah penyebaran Covid-19.


Warga masyarakat pengunjung Pasar Ramadhan di Kota Bangkinang ini menyambut baik kegiatan dari Jajaran Polres Kampar, mereka mengucapkan terimakasih atas pemberian masker berbahan kain ini yang sangat mereka butuhkan.


Kegiatan pembagian masker dan himbauan tentang pencegahan penyebaran Covid-19 ini berakhir sekitar setengah jam sebelum buka puasa, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan dan lancar. (Humas Polres Kampar)


Laporan Yusrizal
Editor Arb




Wacana PSBB di Inhil, ini Pernyataan Bupati HM Wardan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengeluarkan pernyataan terkait rencana beberapa kabupaten/kota di Riau yang mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).


Menurutnya, Kabupaten Inhil dalam waktu dekat belum akan mengajukan usulan pemberlakuan PSBB.


Meski kondisi saat ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Inhil mengalami peningkatan hingga 7 orang. Pemberlakuan PSBB di Kabupaten Inhil dianggap masih belum memenuhi kriteria sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Kesehatan.


Dalam aturan tersebut, diungkapkan Bupati, jelas, salah satu kriteria pengajuan usulan PSBB harus daerah dengan transmisi lokal atau zona merah. Yang mana, di daerah tersebut telah terjadi penularan generasi kedua dan ketiga.


“Sementara, pasien positif Covid-19 kita ketahui semuanya tertular dari luar Inhil dan sampai saat ini belum ada penularan oleh pasien positif terhadap kontak erat setelah dilakukan uji SWAB,” tutur Bupati selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil dalam rapat evaluasi di kediaman dinas Bupati, Tembilahan, Jumat (8/5/2020).


Lebih lanjut, Bupati menjelaskan, pada prinsipnya Kabupaten Inhil telah menerapkan kebijakan yang hampir menyerupai PSBB, seperti halnya peliburan sekolah, pembatasan kegiatan yang menimbulkan kerumunan, baik kegiatan keagamaan maupun sosial lainnya.


“Kebijakan bahkan sejak awal sudah kita ambil. Imbauan terkait jangan berkerumun atau menimbulkan keramaian, libur sekolah hingga pembatasan jumlah penumpang dalam moda transportasi umum,” ungkap Bupati.


Bupati mengatakan, keputusan Pemerintah Kabupaten Inhil bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil untuk tidak mengajukan usulan pemberlakuan PSBB saat ini, telah melalui kajian yang matang. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan jika nantinya PSBB akan diberlakukan.


“Semua tergantung kondisi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Inhil. Kalau memang setelah melalui proses kajian, Inhil memenuhi kriteria PSBB, maka langkah itu akan kita ambil dengan pengajuan usulan ke Kemenkes,” pungkas Bupati.


Bupati mengungkapkan, dilihat dari aspek keuangan dan infrastruktur, Kabupaten Inhil sudah cukup siap dengan skenario penanganan Covid-19 sekalipun melalui pemberlakuan PSBB.


“Persediaan anggaran penanganan covid sudah ada hasil rekofusing tahap pertama. Infrastruktur seperti ruang isolasi tambahan khusus pasien Covid-19 juga akan segera difungsikan. Saat ini, TPU khusus jenazah pasien Covid-19 juga tengah dibangun. Artinya, secara umum kita sudah siap,” tandas Bupati.


Dalam rapat evaluasi kala itu, turut hadir ketua PKK kabupaten Indragiri Hilir, para Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil, yakni Wakil Bupati Kabupaten Inhil, Kapolres Inhil, Dandim 0314/Inhil, Kepala Kejaksaan Negeri Inhil, Ketua DPRD Inhil dan Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil serta beberapa unsur gugus tugas dan tim medis.
(Gugus Tugas Covid-19 Inhil/Diskominfops/Arb)




Kapolres Inhil Survey lokasi Penampungan Tunawisama Sekaligus Lakukan Pendataan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kapolres Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Indra Duaman, S.IK melaksanakan survey lokasi tempat penampungan bagi penderita Tunawisma, sekaligus melakukan pendataan, Sabtu (9/5/2020).


Kegitan tersebut dilaksanakan langsung oleh :
1. AKBP INDRA DUAMAN, S.I.K (Kapolres Inhil)
2. AKP INDRA LAMHOT SIHOMBING, S.I.K (Kasat Reskrim)
3. BRIPKA ASBON SIRAIT, SH( Kanit PPA).
4. AGUS ALPARISI ( Peksos).
5. EDISMAN, SE (Dinas Sosial)
6. SITI MUNZIARNI, SKM ( Dinas DP2KBP3A).
7. BRIPTU FRADHIL MENSA
8. BRIPDA SEPTRI WULANDARI.
9. BRIPDA REZA DAVIT ALVANI


Adapun sasaran lokasi pendataan penderita Tunawisma mulai dari Jalan M Boya, Jl Sudirman, dan Jl Batang Tuaka tembilahan.


Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman, S.IK mengatakan kegitan ini dilaksanakan untuk memastikan tempat penampungan dan data Tunawisma bersama Dinas Sosial.


“Ditemukan tunawisama sebanyak 4 orang,” tuturnya.


Melalui kegiatan ini, Kapolres berharap terjalinnya secara Proaktif sinergitas dengan instansi terkait dalam hal melaksanakan pengawasan dan penanggulangan Tunawisma di Kabupaten Inhil.


Terciptanya kesadaran hukum bagi masyarakat dan keperdulian bersama terhadap tunawisma,” imbuh Kapolres.


“Serta meningkatkan pengawasan secara khusus terhadap tunawisma untuk antisipasi penyebaran covit-19,” imbuhnya. (arb)




KNPI Dumai Barbagi Masker dan Hand Sanitizer

ARBindonesia.com, DUMAI – Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ) Kota Dumai kembali hadir di tengah-tengah masyarakat melakukan kegiatan pembagian masker dan hand sanitizer kepada masyarakat yang ada di Kelurahan Laksammana, Kecamatan Dumai Kota di sambut baik oleh masyarakat setempat, Jum’at (08/05/2020).


Ketua DPD KNPI  beserta Sekretaris DPD KNPI dan Wakil Ketua DPD KNPI, Pengurus Kecamatan KNPI Kota dumai Turut hadir pak Lurah Laksammana Dan Kapolsek Dumai Kota langsung mendatangi rumah-rumah warga untuk membagikan masker dan hand sanitizer.


“Tentunya kami sangat berterima kasih kepada KNPI kota dumai,dengan baik hati dan cepat tangap kepada kami,berkat KNPI kami bisa mendapatkan masker dan hand sanitizer cecara gratis,” ungkap salah satu warga kepada tim Bidik Riau.


Guspian Ketua DPD KNPI Kota Dumai menyampaikan kegiatan yang dilakukan ini merupakan betuk kepedulian terhadap masyarakat kota Dumai, karna diketahui bahwa masyarakat selalu mengeluh kesulitan untuk mendapatkan masker dan hand sanitizer, kalau pun ada harganya saat ini sangat tinggi.


“Kegiatan ini juga sekaligus membuktikan bahwa kami KNPI  Sangat tanggap dengan keluhan masyarakat dan ikut serta dalam memerangi Virus Covid-19 di Kota Dumai,” jelasnya.


Lanjutnya dalam kesempatan ini juga saya berterima kasih kepada seluruh Pengurus DPD KNPI Kota Dumai dan Pengurus Kecamatan KNPI yang telah bekerja sama dalam kegiatan ini, semoga kita semua di beri kesehatan dan di jauhkan dari wabah Covid-19.


Selain itu Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Dumai untuk tetap tenang, dan dengarkanlah himbauan yang di keluarkan pemerintah.


“Tetap diam di rumah, sering mencuci tangan, hindari keramaian, jangan melakukan perjalanan keluar kota, dan selalu mencari sumber informasi yang benar tentang Covid-19,″ tutur Ketua yang kerap di sapa Bung Agus Tera. (*)


Laporan Hendrik
Editor Arb