Korban Jiwa Kebakaran Kapal Tanker di Belawan Bertambah 7 Orang

ARBindonesia.com, MEDAN Jumlah korban jiwa akibat kebakaran kapal tanker MT Jag Leela di Pelabuhan Belawan, Provinsi Sumatera Utara hingga Selasa (12/5) siang terus bertambah, total sudah tujuh orang.


“Para jenazah sudah di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Jumlah ini didapat selama dua hari ini,” kata Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan AKBP, Zulkhairi yang dijumpai di RS Bhayangkara Medan.


Ia mengatakan, proses identifikasi masih terus dilakukan pihak kepolisian karena seluruh jenazah korban meninggal dunia hingga saat ini belum diketahui identitasnya.


“Belum ada terindentifikasi masih dalam proses. Belum ada yang rilis pastinya dan dipastikan identitasnya,” ujarnya.


Sementara itu pantauan di RS Bhayangkara, pihak rumah sakit telah mendirikan posko Post Mortem untuk mengambil data korban dari pihak keluarga.


Kebakaran yang terjadi di kapal tanker MT Jag Leela di Pelabuhan Belawan juga menyebabkan 22 orang terluka.


Korban yang terluka akibat kebakaran tersebut dibawa ke Rumah Sakit PHC Belawan dan Rumah Sakit TNI AU Belawan untuk menjalani perawatan.


Kapal tanker sepanjang 250 meter milik MT Jag Leela yang digunakan untuk mengangkut minyak terbakar pada Senin (11/5) sekitar pukul 08.30 WIB, ketika sedang ditambatkan di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard di Pelabuhan Belawan. (*)


Sumber Pojoksatu.id




Datangi Rumah Warga, KNPI Dumai Barat Kembali Salurkan Sembako

ARBindonesia.com, DUMAI – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyalurkan bantuan berbentuk sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, kegiatan ini sudah kali kedua yang di lakukan KNPI Lawan Covid-19 di Kota Dumai.


Beberapa hari yang lalu tepatnya, Jum’at (08/05/2020)
DPD KNPI Kota Dumai membagikan masker dan hend sanitizer kepada masyarakat secara gratis.


Dengan mendatangi langsung rumah warga, PK KNPI Dumai Barat Kembali menyalurkan bantuan berbentuk sembako kepada masyarakat yang ada di Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Senin (11/05/2020).


Semua kegiatan yang di lakukan ,salah satu bentuk kepedulian KNPI Kota Dumai kepada masyarakat yang ada yang kurang mampu


“Kami hanya menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu, ada 70 paket berbentuk sembako, beras, minyak makan, ikan sarden, gula, dan indomie. Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu mereka,” ujar Hendra Sekretaris KNPI Dumai Barat.


Tambahnya lagi, bantuan ini juga dari seorang hamba Allah yang tak mau di sebut nama nya, Kami hanya membantu menyalurkan.


“Saya bangga Kepada kader KNPI Kota Dumai yang selalu hadir untuk masyarakat, semoga KNPI semakin jaya di tangan pemuda-pemuda yang peduli kepada Negara dan Daerah nya,” ungkap ketua DPD KNPI Kota Dumai, Bung Guspian.


“Semoga apa yang di lakukan kader KNPI Dumai Barat ini bisa mendapat tempat di hati masyarakat Kota Dumai terkhusus masyarakat yang ada di Kecamatan Dumai Barat,” tutup ketua yang kerap disapa Bung Agus Tera. (hrk)




4 Remaja di Bone Dilapor ke Polisi karena Pura-pura Kena Corona

Pihak RSUD Tenriawaru saat berada di Polres Bone melaporkan aksi empat remaja yang pura-pura terinfeksi corona. Foto: iNews/Bulan Sri Indra Maya


ARBindonesia.com, BONE – Petugas medis di RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone melaporkan aksi remaja yang diduga berpura-pura terinfeksi virus corona atau COVID-19 ke polisi. Aksi para remaja tersebut dianggap telah meresahkan petugas medis.


Humas RSUD Tenriwaru, Ramly Syam, membenarkan telah membuat laporan ke Polres Bone atas ulah remaja tersebut. Mereka kata Ramly membuat petugas medis panik dengan mengaku tertular virus corona.


“Kami sudah melaporkan ulah empat remaja yang mengaku terkena COVID-19, ternyata tidak. Ini menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Ramly kepada iNews di Mapolres Bone, Senin (11/5/2020).


Ramly bercerita, kejadian tersebut bermula ketika seorang remaja mendatangi rumah sakit dan melaporkan soal temannya yang pingsan. Remaja tersebut juga melapor diduga terinfeksi virus corona, sehingga petugas medis segera mengevakuasi korban.


Saat dievakuasi itu kata Ramly, salah seorang petugas mencium aroma alkohol dari remaja yang dievakuasi tersebut.


Kemudian, ketika dilakukan pemeriksaan medis, remaja tersebut tiba-tiba sadar dan langsung pergi meninggalkan RSUD Tenriwaru. Petugas kemudian menyadari kalau mereka hanya dikerjai oleh remaja yang berjumlah empat tersebut.


“Kami tidak tahu mereka prank ke temannya atau ke kami (rumah sakit). Tapi ini sudah meresahkan keluarga pasien, petugas medis dan warga sekitar,” katanya.


Dengan laporan ini, Ramly berharap mereka mendapat pelajaran agar ke depannya tidak lagi membuat aksi yang meresahkan masyarakat.


“Kasihan juga mereka masih muda. Tapi ini semoga menjadi pelajaran,” pungkas dia. (*)


Sumber sindonews.com




Kapan Virus Corona akan Berakhir ?

ARBindonesia.com – Kapan pandemi Covid-19 akan berakhir? dan bagaimana?


Menurut sejarawan, akhir pandemi biasanya dilihat dari dua hal: medis, yang terjadi ketika insiden dan tingkat kematian anjlok, dan sosial, ketika ketakutan mengenai penyakit tersebut berkurang.


“Ketika orang bertanya, ‘Kapan ini akan berakhir?,’ Mereka bertanya tentang akhir sosial,” kata sejarawan kedokteran Universitas John Hopkins, Dr. Jeremy Greene, dilansir dari The New York Times, Senin (11/5).


Dengan kata lain, suatu akhir dapat terjadi bukan karena suatu penyakit telah ditaklukkan tetapi karena orang menjadi bosan dengan kepanikan dan belajar untuk hidup penyakit tersebut.


Menurut sejarawan sejarawan Yale, Naomi Rogers, bahwa satu kemungkinan pandemi virus corona dapat berakhir secara sosial sebelum berakhir secara medis.


Orang-orang mungkin menjadi sangat lelah dengan pembatasan-pembatasan sehingga mereka menyatakan pandemi telah berakhir, bahkan ketika virus terus menyebar di tengah masyarakat dan sebelum vaksin atau pengobatan yang efektif ditemukan.

“Saya pikir ada semacam masalah psikologis sosial kelelahan dan frustrasi,” kata sejarawan Yale, Naomi Rogers.

“Kita mungkin berada di saat ketika orang-orang hanya mengatakan:” Sudah cukup. Saya berhak untuk dapat kembali ke kehidupan normal saya,” katanya lagi.

Hal ini sudah terjadi; di beberapa negara bagian di AS, gubernur mencabut pembatasan, yang memungkinkan salon dan arena kebugaran dibuka kembali, yang bertentangan dengan peringatan pejabat kesehatan masyarakat yang menilai penerapan langkah-langkah tersebut terlalu dini. Ketika bencana ekonomi yang diakibatkan lockdown semakin meningkat, semakin banyak orang mungkin siap untuk mengatakan “cukup.”

“Ada konflik semacam ini sekarang,” kata Dr. Rogers.


Pejabat kesehatan masyarakat memiliki tujuan medis yang nyata, tetapi beberapa anggota masyarakat melihat tujuan sosial.

“Siapa yang bisa mengklaim akhir semua ini?” Kata Rogers.

“Jika Anda menolak gagasan tentang berakhirnya pandemi ini, apa yang Anda lawan balik? Apa yang Anda klaim ketika Anda berkata, ‘Tidak, ini belum berakhir.'”

Tantangannya, kata Dr. Brandt, adalah tidak akan ada kemenangan yang tiba-tiba. Mencoba mendefinisikan akhir epidemi “akan menjadi proses yang panjang dan sulit.”

Satu kemungkinan, kata sejarawan, adalah pandemi virus corona dapat berakhir secara sosial sebelum berakhir secara medis. Orang-orang mungkin menjadi sangat lelah dengan pembatasan-pembatasan sehingga mereka menyatakan pandemi telah berakhir, bahkan ketika virus terus menyebar di tengah masyarakat dan sebelum vaksin atau pengobatan yang efektif ditemukan.

“Saya pikir ada semacam masalah psikologis sosial kelelahan dan frustrasi,” kata sejarawan Yale, Naomi Rogers.

“Kita mungkin berada di saat ketika orang-orang hanya mengatakan:” Sudah cukup. Saya berhak untuk dapat kembali ke kehidupan normal saya.”

Hal ini sudah terjadi di beberapa negara bagian di AS, gubernur mencabut pembatasan, yang memungkinkan salon dan arena kebugaran dibuka kembali, yang bertentangan dengan peringatan pejabat kesehatan masyarakat yang menilai penerapan langkah-langkah tersebut terlalu dini.


Ketika bencana ekonomi yang diakibatkan lockdown semakin meningkat, semakin banyak orang mungkin siap untuk mengatakan “cukup.”

“Ada konflik semacam ini sekarang,” kata Dr. Rogers.


Pejabat kesehatan masyarakat memiliki tujuan medis yang nyata, tetapi beberapa anggota masyarakat melihat tujuan sosial.

“Siapa yang bisa mengklaim akhir semua ini ?. Jika Anda menolak gagasan tentang berakhirnya pandemi ini, apa yang Anda lawan balik? Apa yang Anda klaim ketika Anda berkata, ‘Tidak, ini belum berakhir’,” kata Rogers.

Tantangannya, kata Dr. Brandt, adalah tidak akan ada kemenangan yang tiba-tiba. Mencoba mendefinisikan akhir epidemi “akan menjadi proses yang panjang dan sulit.”


Sumber merdeka.com
Editor Arb




Kendalikan Sabu dari dalam Sel, Polres Inhu Ungkap Mafia Narkoba di Rutan Rengat

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HULU – Kepolisian Resor (Polres) Inhu melalui Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Inhu berhasil meringkus salah seorang Napi yang mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dari dalam sel tahanannya.


Napi yang sedang menjalani masa hukuman terkait kasus narkoba yang diketahui berinisial S (42) warga Desa Batu Gajah Kecamatan Pasir Penyu ini diringkus Satres Narkoba Polres Inhu, Minggu 3 Mei 2020 sekitar pukul 02.00 WIB.


Kapolres Inhu, AKBP Efrizal S.IK melalui PS Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap Napi pengendali narkoba dari dalam Rutan tersebut.


Dikatakan Misran, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama dan peran aktif Kepala Rutan Rengat, Fauzi Harahap yang ingin lingkungan tempat tugasnya bersih dari segala bentuk tindak pidana.


Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima dari masyarakat, jika Rutan Rengat sering dijadikan sebagai pusat peredaran narkoba disebagian wilayah Inhu, bahkan untuk didalam Rutan itu sendiri.


Setelah mendapat informasi tersebut, Kasat Narkoba Polres Inhu, AKP Jalifer L Toruan S.AP  berkoordinasi dengan kepala Rutan sekaligus melakukan penyelidikan.


Ternyata benar, hanya beberapa jam saja melakukan penyelidikan, sekitar pukul 02.00 WIB, polisi berhasil meringkus S dikamar tahanan blok B dengan Barang Bukti (BB) narkoba sebanyak 7 (tujuh) bungkus plastik besar, 5 (lima) bungkus plastik sedang, 95 (sembilan puluh lima) bungkus plastik kecil, 1 (satu) bungkus plastik berisi 37 butir di duga narkotika jenis ekstacy bruto 14 gram, 2 (dua) pak plastik bening, Uang tunai Rp 21.400.000, 2 (dua) unit hp, 2 (dua) unit timbangan elektrik, 1 (satu) dompet warna cream.


Kemudian dilakukan pengembangan, selang beberapa menit kemudian kembali polisi berhasil mengamankan Z (38) yang juga Napi Rutan Rengat, warga Desa Pelangko Kecamatan Kelayang yang sedang menjalani hukuman kasus narkoba.


Selanjutnya, Sabtu 9 Mei 2020 sekitar pukul 14.00 WIB, kembali diamankan seorang Napi Rutan Rengat DD (31) dengan BB 1 (satu) bungkus plastik diduga narkotika jenis sabu bruto 3 gram, kemudian 1 (satu) bungkus plastik diduga narkotika jenis pil ekstacy sebanyak 15 butir bruto 6 gram dan 1 (satu) unit HP merk Vivo yang digunakan tersangka untuk bertransaksi.


“Ketiga tersangka dan BB sudah diamankan di Mapolres Inhu untuk proses selanjutnya,” ucap Misran (**)




Mengejutkan! Wuhan Kembali Diserang Corona

ARBindonesia.com, WUHAN – Kabar mengejutkan terkait virus corona datang dari Wuhan, Tiongkok. Setelah sebulan lebih tanpa kasus baru, kota kelahiran virus corona itu melaporkan temuan lima transmisi lokal pada Minggu (10/5).


Wuhan terakhir kali melaporkan penambahan kasus pada awal April lalu. Sementara terakhir kali ibu kota Provinsi Hubei itu mengumumkan lima tambahan kasus baru adalah pada 11 Maret.


Pemerintah setempat menyatakan bahwa kelima kasus baru itu ditemukan di sebuah kawasan permukiman.
Secara nasional, jumlah kasus baru yang dilaporkan kemarin mencapai 17 kasus. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Tiongkok sejak 28 April.


Data baru ini menunjukkan sulitnya mencegah gelombang kedua infeksi virus corona di tengah upaya menggenjot kembali perekonomian Tiongkok.


Kini, sebagian besar infeksi baru di Negeri Tirai Bambu itu berasal dari luar negeri. Dari total 17 kasus baru yang ditemukan kemarin, sebanyak tujuh di antaranya merupakan impor. (*)


Sumber pojoksatu.id