Mengenai Unjuk Rasa di Desa Panglima Raja, ini kata Kades Erwanto

Foto : Scrinshoot video warga saat menggelar unjuk rasa di Kantor Desa Panglima Raja, Jum’at (22/5/2020)


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Mengenai pemberitaan melalui media siber Pesisirnews.com yang berjudul “Warga Desa Panglima Raja Unjuk Rasa Tuntut Cairkan Dana DD dan ADD”. Kepala Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berikan klarifikasi, Minggu (24/5/2020).


Terkait hal itu, dalam pemberitaan tersebut dituliskan bahwa Warga Desa Panglima Raja melakukan Unjuk Rasa di kantor kepala desa, mereka mempertanyakan penyaluran Dana DD dan ADD (Dana Desa dan Alokasi Dana Desa), Jum’at (22/05/2020).


Dana DD dan ADD ini sendiri sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak Covid-19. Dimana sebanyak lebih kurang 50 warga menuntut ke pemerintah desa untuk segera menyalurkanya sebelum Lebaran.


Camat Concong Antoni membenarkan telah terjadi aksi unjuk rasa, dimana dari informasi yang didapatnya masyarakat melakukan unjuk rasa bukan karena dana Bansos atau PKH. Akan tetapi pihak desa belum juga menyerahkan Sembako Dana Alokasi Desa (ADD) yang sudah masuk kerekening Desa pada hari selasa kemaren.


“Menurut kades tersebut habis lebaran saja baru dibagikan, sementara masyarakat Desa Panglima Raja membutuhkan,” ujar Camat, dilansir dari Pesisirnews.com.


Menaggapi hal tersebut, Kepala Desa Panglima Raja, Erwanto memberikan klarifikasi.


Dikatakannya, mengenai sembako yang dibagikan setelah lebaran, itu merupakan kesepakan bersama yang telah ditetapkan dalam rapat khusus antara Kepala Desa, BPD, dan RT RW.


“Sebab barang-barang untuk pembagian sembako akan dibeli di Bumdes Adil dan Makmur Desa Panglima Raja, yang mana barangnya sedang dibelanjakan oleh pengelola Bumdes. Tujuannya untuk mendukung program Pemkab Inhil dalam Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (Bumbes),” papar Erwanto.


“Terkait hal ini kami pihak desa tentunya berusaha secepatnya untuk dibagikan, tidak ada niat untuk menunda,” tambahnya.


Selanjutnya mengenai jumlah masa kurang lebih 50 warga yang ikut melakukan unjuk rasa. Dikatakan Kades, sebenarnya hanya Dua Puluhan warga saja yang ikut berunjuk rasa.


“Itupun ada nama-namanya yang sudah tercatat di BST, BLT, dan juga sudah ada nama-nama yang mendapat PKH,” ungkap Erwanto.


Tambahnya, memang saat unjuk rasa berlangsung saya tidak berada dilokasi. Tetapi kita dapat info tersebut.


“Saat itu saya sedang berada di Tembilahan untuk mencairkan anggaran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD),” terang Kades.


Selain itu, menurut Erwanto pihak desa tidak melanggar aturan yang berlaku. Sebab BLT-DD masuk di tanggal 20/05/2020, dan baru dapat informasi bahwa dana masuk pada tanggal 21/05/2020 sore.


“Pada tanggal 22 nya, saya ke Tembilahan untuk melakukan pencairan, dan di tanggal 23/05/2020 kami menyerahkan BLT sebesar 600 ribu per KK. Penyerahan kami lakukan dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang menerima manfaat BLT sebanyak 285 KK,” imbuh Erwanto.


“Sementara batas akhir penistribusian tanggal 24/05/2020, apa menyalahi aturan?,” tanya kades.


Terakhir sampaikan Erwanto, saat saya bertanya kepada  masyarakat yang ikut unjuk rasa, mereka tidak tau dana apa yang dimaksud.


“Makanya yang datang masyarakat yang sudah mendapat PKH, BPNT dan sudah terdata di BST dan BLT. Mereka hanya diajak saja,” ungkap Kades, Minggu (24/5/2020). (Arb)




Pemdes Sungai Berapit Salurkan BLT DD Tahap Pertama

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap pertama kepada warga kurang mampu dan terdampak Pandemi Covid-19, Sabtu (23/5/2020).


“133 KK warga yang menerima manfaat bantuan BLT DD pada tahap pertama,” kata Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah, Minggu (24/5/2020).


Pembagian BLT DD tersebut diserahkan oleh Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsan secara simbolis dan dihadiri langsung oleh Camat Concong, Kapolsek, P3MD, serta unsur Forkopimdes.



M Ihsan menambahkan, penetapan penerima BLT-DD telah melalui proses tahapan pendataan, verifikasi, musyawarah desa khusus (musdessus), dan penetapan penerima BLT DD.


“Penyaluran BLT DD diserahkan secara langsung kepada penerima,” tambahnya.


Dia mengharapkan dengan adanya BLT-DD ini, masyarakat Desa Sungai Berapit dapat terbantu dan bisa menggunakannya untuk keperluan kebutuhan sehari-hari.


“Diharapkan BLT DD ini bisa membantu meringankan beban warga yang terdampak Covid-19,” pungkasnya. (Arb)




Bupati Inhil Harapkan Program Listrik Desa Berkesinambungan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengharapkan program listrik desa dilaksanakan secara berkesinambungan, mengingat rasio elektrifikasi desa di Inhil masih dibawah rata-rata Provinsi Riau.


Harapan tersebut diungkapkan Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan usai peresmian 7 Desa Berlistrik di Provinsi Riau opeh Gubernur Riau, H Syamsuar melalui video conference, Kamis (10/5/2020).


“Bahkan kami berharap program elektrifikasi listik desa terus berlanjut hingga ke dusun – dusun yang belum teraliri listrik,” tutur Bupati usai vidcon.


Dari 7 desa yang diresmikan saat itu, 5 diantaranya adalah desa di Kabupaten Inhil, yakni Desa Tanjung Simpang, Desa Hibrida Mulia, Desa Hibrida Jaya, Desa Terusan Kempas, dan Desa Teluk Merbau.


“Ini sebuah progres di bidang kelistrikan. Kita sanga bersyukur 5 desa di Kabupaten Inhil ini dapat teraliri listrik. Mudah-mudah program ini bisa berlanjut hingga Inhil yang terang benderang dapat menjadi kenyataan,” kata Bupati.


Hal senada juga diungkapkan Gubernur Riau, H Syamsuar. Dia mengutarakan harapannya agar seluruh desa di Provinsi Riau dapat teraliri listrik.


“Kita menaruh harapan agar pihak PLN dapat menggesa listrik desa. Meski begitu, kami memahami dan menyadari akan sulitnya serta kendala dilapangan dalam proses pembangungan listrik,” pungkas Gubernur.


Sementara, GM PT PLN Provinsi Riau, Daru Tri Tjahjono menyatakan bahwa dari 1.859 Desa di Riau, sebanyak 1.833 desa telah teraliri listrik. Selain itu, saat ini di Provinsi Riau rasio elektrifikasi sudah mencapai 98,6 persen, masih terdapat 26 Desa yang belum dialiri listrik.


“Target penyelesaian hingga November. Mudah-mudahan rampung. Kami berharap dengan pemasangan listik ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Disk Inhil)




Pemdes Sungai Berapit Salurkan 133 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid 19

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga kurang mampu dan terdampak Pandemi Covid-19, Sabtu (23/5/2020).


Secara simbolis, penyerahan 133 paket sembako tersebut diserahkan oleh Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah dan dihadiri langsung oleh Camat Concong, Kapolsek, P3MD, serta unsur Forkopimdes.


Berdasarkan data dari Pemdes Sungai Berapit, sebanyak 133 KK yang menerima bantuan paket sembako tersebut.


Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah mengatakan bantuan sembako tersebut diberikan kepada masyarakat yang benar-benar terdampak akibat adanya Covid-19.


“Bantuan kita berikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan benar-benar terdampak covid-19. Tidak kita berikan kepada mereka yang sudah mendapat bantuan PKH dan BPNT,” sebutnya.


Lanjutnya, Ihsah berharap bantuan yang diberikan berjumlah 133 paket sembako dan disalurkan untuk 133 KK sebagai penerima bisa meringankan beban warga di tengah pandemi Covid-19.


“Kita berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat kita yang kurang mampu, saat penerapan social distancing dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19,” (Arb)




Merasa Tak Berhak Menerima BLT, Suami Istri di Rohul Kembalikan Bantuan ke Pemdes Suligi

ARBindonesia.com, ROKAN HULU – Merasa tidak berhak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT),  pasangan suami istri di Kabupaten Rokan Hulu kembalikan bantuan ke Pemerintah Desa Suligi, Kecamatan Pendalian IV Koto.


Pengembalian itu dilakukan Muryono (43 tahun) karena merasa mampu dan tidak berhak menerima bantuan BLT senilai 600 Ribu Rupiah per bulan tersebut.


Muryono saat ditemui dikediamanya mengatakan  awalnya saya dan Istri menerima bantuan langsung sebesar Rp 600.000,- dari kantor Pos Kecamatan Rokan IV koto.


“Sebenarnya saat saya dipanggil untuk mengambil bantuan tersebut saya merasa berat menerimanya apalagi dalam sekeluarga kami menerima dua  bantuan jadi rasanya kurang Etis,” ujarnya kepada Wartawan Rabu (20/5/2020) Siang.


Dia menambahkan, karena mengingat masih banyak orang disekitar kami, yang masih layak menerima bantuan, maka dari itu BLT atas nama istri saya itu kami limpahkan ke pemerintah desa untuk diteruskan kepada warga yang sangat membutuhkan.


“Ini kami lakukan secara ikhlas tanpa ada paksaan dari pihak manapun juga,” ucapnya.


Dari pantauan dilapangan, mereka sebenarnya tidak mampu-mampu amat, tetapi melihat ada warga yang disekitarnya lebih membutuhkan, merekapun iklas mengembalikannya.


Muryono mengatakan BLT yang dikembalikan kepada Pemdes Suligi menurutnya ada orang yang lebih pantas untuk menerima bantuan tersebut.


Meskipun dirinya tidak begitu memiliki kekayaan yang berlebih, dirinya tetap menyerahkan kembali kepada pemerintah guna untuk diserahkan lagi kepada warga yang lebih berhak.


“BLT itu saya kasihkan ke Amir, tetangga saya satu Desa, hanya beda RT saja, sedangkan yang menentukan adalah Pemerintah Desa, bukan saya,” katanya lagi.


Ditempat Terpisah Amir mengatakan sangat berterima kasih pada Muryono Suwarno atas partisifasinya.


Selain itu Pemdes Suligi juga mengapresiasi atas bantuan dan kesadaran Muryono sekeluarga dalam ikut serta membantu warga yang terdampak Covid -19. (Alfia/Faidar)  




Sudah 4 Pasien Positif Covid 19 di Inhil Dinyatakan Sembuh

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Hari ini sudah 4 orang Pasien Positif Covid-19 yang sembuh, SA (13) yang merupakan warga Sungai Beringin, Tembilahan dinyatakan sembuh.


Anak laki-laki yang sempat menjalani perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan sebagai pasien positif Covid-19, diketahui berasal dari klaster Santri Pondok Pesantren Al-fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur.


Kabar gembira tentang kesembuhan pasien positif Covid-19 ini disampaikan langsung oleh Ketua Tim Medis Percepatan Penanganan Covid-19, dr Alexis melalui press release, Jumat (22/5/2020) malam.


Menurut dr Alexis, SA (13) dinyatakan sembuh usai specimen miliknya di uji swab PCR di laboratorium. Uji swab PCR terhadap SA menunjukkan hasil yang negatif.


“SA sudah dipulangkan, dijemput oleh pihak keluarga. SA saat dipulangkan tengah dalam kondisi klinis yang baik,” tutur dr Alexis.


Selama masa perawatan di ruang isolasi khusus, SA dinilai cukup disiplin. Tim medis di RSUD Puri Husada Tembilahan, diungkapkan dr Alexis, juga memberikan perawatan intensif kepada pasiem demi hasil yang optimal, yakni kesembuhan pasien.


“Untuk para pasien yang masih dalam perawatan tetaplah optimis, selalu semangat untuk kesembuhan. Kepada masyarakat, selalu jaga kesehatan dan kebersihan diri agar senantiasa terhindar dari paparan virus corona,” pungkas dr Alexis. (Disk/Gtc)