Menghadapi New Normal, Dandim dan Kapolres Inhil Laksanakan Sosialisasi Protokol Kesehatan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kodim 0314/Inhil melaksanakan sosialisasi protokol dasar kesehatan dalam menghadapi new normal kepada para pelaku usaha dan perbankan di Aula Makodim 0314/Inhil, Jum’at (29/5/20).


Dalam kesempatan sosialisasi tersebut, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal dan Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman SIK selaku pemateri menyampaikan protokol dasar kesehatan dalam menghadapi new normal.


Melalui pemaparannya, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal menjelaskan ada beberapa fase dalam menghadapi new normal, fase yang pertama Keputusan Presiden (Kepres) tentang kedaruratan.


“Dalam fase Darurat ini protokol kesehatan Covid-19 tidak akan dicabut sampai batas yang belum ditentukan hingga vaksin ditemukan. Selain itu mengenai surat edaran menteri kesehatan terkait bagaimana menjalankan protokol Kesehatan disektor usaha, jasa dan perekonomian,” ujar Dandim.


Masih dalam materi Penanganan Kesehatan new normal, Dandim Letkol Inf Imir Faishal mengatakan new normal adalah menjalani hidup damai dengan Covid-19, akan tetapi tetap menjaga jarak 1,5 meter, disiplin memakai masker, melakukan cek suhu tubuh, menyiapkan tempat cuci tangan, dan aturan yang terbaru yakni membatasi kegiatan-kegiatan di ruang publik hingga 50 persen dan penyemprotan desinfektan.


“Sesuai aturan new normal, dalam satu tempat publik harus ditentukan letak pintu masuk dan pintu keluar meskipun di area terbuka, seperti Pasar Tradisional. Di pintu masuk tersebut kita akan melakukan pengecekan masker dan suhu tubuh baik pedagang maupun pembeli,” jelas Letkol Inf Imir Faishal.


Selain itu, dalam new normal pedagang dengan pedagang yang lain harus memiliki jarak, begitu juga dengan pedagang dengan pembeli dan pembeli dengan pembeli. Sementara penyemprotan desinfektan juga terus dilakukan sebelum dan sesudah aktivitas di ruang publik tersebut.


Ruang publik yang ada di Kabupaten Inhil diantaranya swalayan, warung makan, perbankan dan perkantoran.


Sementara Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman SIK mengatakan pada hari Senin pertanggal 1 Juni 2020 sudah dilakukan kegiatan pendisiplinan dan pengecekan di sentra-sentra masyarakat yang melakukan aktivitas keramaian.


“Walaupun sudah ada penurunan pasien Covid-19 di Kabupaten Inhil secara signifikan protokol Penanganan Kesehatan akan tetap dilakukan apalagi dalam fase new normal nanti. Dan kami mempercayakan kepada para pelaku usaha, perbankan dan perkantoran tetap malaksanakan aktivitas sesuai dengan prosedur protokol Kesehatan Covid-19,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Indra Duaman.


Kapolres Inhil juga mengatakan sosialisasi tersebut harus segera dilakukan untuk menghadapi fase new normal.


“Kami juga akan membuat pos-pos di area-area keramaian yang bersifat statis dan pos-pos area keramaian yang bersifat mobile, artinya kami akan selalu melakukan kegiatan pengecekan terkait aktivitas di setiap area publik,” pungkasnya. (***)




9 Tiang Listrik di Inhil Tumbang, Satu Motor Remuk Tertimpa

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak  9 batang tiang listrik di Desa Pulau Kecil, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tumbang hingga menimpa satu buah kendaraan sepeda motor, Jum’at (29/5/2020).


Kepala Manager ULP PLN Kuala Enok saat dikomfirmasi membenarkan atas adanya informasi peristiwa tumbangnya tiang listrik hingga memimpa sebuah sepeda motor.


“Belum diketahui pasti penyebab dan berapa banyak tiang listrik yang tumbang, saat ini kita lagi menuju lokasi,” kata Boby saat dihubungi melalui via seluler, Jum’at (29/5/2020) sore.


Hingga berita ini diterbitkan,  Awak media masih menunggu informasi lanjutan mengenai penyebab tumbangnya tiang listrik dan tindak lanjut terkait kendaraan yang tertimpa tiang listrik hingga rusak parah. (Arb)




Tertangkap Tangan Nyuri Motor, Pelaku Diamankan Warga dan Diserahkan ke Polsek Siak Hulu

ARBindonesia.com, SIAK HULU – Warga Desa Pandau Jaya, Siak Hulu  sempat dihebohkan karena tertangkapnya seorang pelaku curanmor oleh warga beberapa saat setelah melakukan pencurian sepeda motor pada Kamis (28/5/2020) malam.


Pelaku curanmor yang tertangkap tangan oleh warga Pandau Jaya ini adalah HA alias SH (27) warga Perumahan Sidomulyo Marpoyan Damai Kota Pekanbaru.



Bersama tersangka juga diamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Vario dengan Nopol BM-4550-NQ bersama STNK kendaraan tersebut.


Peristiwa ini berawal pada Kamis (28/5/2020) sekira pukul 18.15 wib, saat itu Yoeliardi (korban) akan memasukkan sepeda motornya kedalam ruko, sebelumnya korban memarkirkan motornya di depan ruko miliknya dengan posisi kunci kontak masih menggantung pada sepeda motornya.


Lalu pada saat korban membuka pintu ruko dirinya kaget karena melihat seorang pria yang tidak dikenalnya membawa kabur motor miliknya, korban langsung meneriaki pelaku “Maling” yang didengar oleh warga sekitar.


Beberapa warga langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya saat melarikan diri ke arah Desa Gading Permai, selanjutnya warga menghubungi Polsek Siak Hulu.


Tidak berapa lama anggota Polsek Siak Hulu tiba di lokasi dan langsung mengamankan tersangka dan barang bukti, untuk menghindari amukan warga maka petugas langsung membawa tersangka dan barang bukti ke Polsek Siak Hulu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Kapolsek Siak Hulu Kompol Zulkarnain SE saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek bahwa tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Siak Hulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya. (Yusrizal)




Tertunda Selama 2 Tahun, Akhirnya Pemprov Riau Terima DBH dari Pusat Sebesar 439 Miliar

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Setelah tertunda selama 2 tahun, akhirnya Pemerintah Provinsi Riau menerima Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2018 dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 439 Miliar.


Sedangkan untuk DBH tahun 2019 belum disalurkan oleh Pemerintah Pusat.


Asisten III Setdaprov Riau, Syahrial Abdi, mengatakan dengan adanya anggaran DBH yang sudah disalurkan oleh pemerintah pusat ini, membuat Pemprov Riau menjadi lega dan kembali akan menjalankan kegiatan yang ada di Provinsi Riau.


“DBH yang kurang salur sudah terealisasi tahun 2018 sudah dapat. Yang 2019 belum, akan diatur oleh Kementrian PMK dan akan dibayarkan secara bertahap. Yang sudah terima tahun 2018 kurang bayar sebesar Rp 439 lebih, dan kita bisa sedikit lega,” ujar Syahrial Abdi, Kamis (28/5).


“Sebelumnya kita sudah melakukan relokasi anggaran, sekarang dengan adanya anggaran itu, bisa mengatur casflow, bisa mengatur uang dalam satu bulan dimanfaatkan. Seperti pembayaran gaji TPP, casflow doatur dalam belanja wajib pegawai,” jelasnya lagi.


Selanjutnya di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga bisa memanfaatkan anggaran yang ada di rekening OPD yang di depositokan. Dimana nantinya pada APBD Perubahan kembali menyusun kegiatan yang tertunda, setelah adanya realokasi anggaran.


“Jadi Kalau sudah diatur casflow sudah diatur yang di kasda dan belum termanfaat, bisa menanfaatkan lagi yang ada di deposito. Di APBD perubahan disesuaikan kembali ke fungsi awal mana yang prioritas, mudah-mudahan tidak terlalu lama,” ungkap mantan Pj Bupati Kampar ini.


Sementara itu, kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau, Indra, membenarkan DBH dari pemerintah pusat telah disalurkan dan masuk dalam kas daerah. Anggaran tersebut nantinya akan digunakan sesuai peruntukan melalui arahan pimpinan.


“Sudah masuk dalam kas daerah, itu besarannya Rp439 lebih. Tentu anggaran ini sangat bermanfaat sekali bagi kita dalam menjalankan kegiatan lain pada tahun ini,” jelas Indra.


Terkait dengan Dana Alonasi Umum (DAU) yang sempat ditahan sebesar 35 persen dari anggaran DAU Riau yang berkisar sebesar Rp110 Miliar. Indra menjelaskan, pemerintah pusat telah mentransfer sisa DAU Riau, setelah dipenuhinya persyaratan yang harus dilengkapi.


“DAU kita yang sempat tertahan sebesar 35 persen sudah dintransfer pusat. Dan kita sudah memenuhi syarat yang kurang dari SKB dua mentri. Hak kita yang ditahan itu 35 persen dari Rp110 Miliar lebih, sekarang sudah dipenuhi dan sudah di transfer,” tutup Indra.


Sumber MCR (JI)
Editor Arb




Hari ini Tiga Orang Pasien Positif Covid di Inhil Dinyatakan Sembuh

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Data grafis pasien Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir terus menurun. Hal ini tercermin dari jumlah Pasien Dalam Pengawasan atau PDP, Orang Dalam Pemantauan atau ODP dan pasien positif Covid-19 yang terus berkurang, Kamis (28/5/2020).


Hari ini, 3 orang pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Inhil kembali dinyatakan sembuh dan telah diizinkan pulang ke rumah.


Ketiga pasien tersebut, ialah Ar (26) berjenis kelamin laki-laki, warga Kecamatan Reteh, KH (16) laki-laki, warga Kecamatan Pelangiran, S (17) laki-laki, warga Kecamatan Keritang. Ketiga pasien yang dinyatakan sembuh tersebut merupakan santri Pondok Pesantren Al-fatah, Temboro, Magetan, Surabaya, Jawa Timur.


Dengan adanya penambahan 3 (tiga) orang pasien Covid-19 sembuh, maka jumlah pasien positif Covid-19 yang semula 11 orang kini tersisa 4 (empat) orang pasien yang masih menjalani isolasi demi mendapat perawatan.


Berdasarkan data pantauan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil, jumlah keseluruhan Pasien Dalam Pengawasan atau PDP di Kabupaten adalah sebanyak 75 orang dengan 66 orang diantaranya dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang, 3 orang meninggal dunia dan 6 orang masih menjalani perawatan.


“Kabar bahagia bagi kita, yang mana dalam kurun waktu sekitar 1 bulan ini telah ada 7 orang pasien yang sembuh. Begitu pula dengan jumlah PDP yang terus turun,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil, Trio Beni Putra melalui keterangan tertulis.


Tidak hanya jumlah PDP yang mengalami tren penurunan, penurunan juga terjadi pada jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP di Kabupaten Inhil sebagaimana data pantauan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil.


Hingga Kamis 28 Mei 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil mencatat, terdapat 10845 ODP, yang mana 10318 orang diantaranya dinyatakan selesai pemantauan dan menyisakan 527 ODP dalam proses pemantauan. Sementara, untuk ODP meninggal dunia adalah nihil.


“Kita patut mengapresiasi kinerja tim medis yang dengan segala daya dan upaya menekan angka pasien Covid-19. Kerja maksimal mereka dalam penanganan Covid-19 kini telah membuahkan hasil,” tutur Trio.


Ketua Tim Medis Penanganan Covid-19 Kabupaten Indragiri Hilir, dr Alexis, sebelum dinyatakan sembuh, ketiga orang pasien positif Covid-19 sempat menjalani perawatan selama beberapa waktu di rumah sakit rujukan.


“Semua pasien ini dinyatakan sembuh setelah di lakukan pemeriksaan sampel Swab dan dahak dengan hasil negatif 2 kali berturut turut. Pasien saat ini sudah diedukasi dan dipulangkan dengan kondisis klinik baik,” kata dr Alexis.


Lebih lanjut, Dr Alexis berpesan, agar seluruh pasien positif Covid-19 yang masih menjalani masa isolasi dan perawatan dapat senantiasa optimis dan bersemangat demi kesembuhan. (Diskominfopers / Gugus Tugas Covid-19 Inhil)




Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kabupaten Kampar Berakhir

ARBindonesia.com, KAMPAR – Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto didampingi Sekretaris Daerah Yusri dan Forkopimda Kampar serta Kepala OPD melakukan Teleconference dengan Gubernur Riau Syamsuar bersama Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau terkait evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Riau sekaligus sosialisasi mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman Covid-19, di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar, Kamis(28/5).


Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Kampar berakhir pada hari ini, Kamis 28 Mei 2020, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 merekomendasikan untuk tidak melanjutkan PSBB ke Kementerian Kesehatan RI.


“Kami merekomendasikan untuk tidak melanjutkan PSBB ke Kementerian Kesehatan RI, serta bersiap memberlakukan New Normal di Kabupaten Kampar,”ungkap Catur


Ketua Gugus Penanganan Covid-19, H. Catur Sugeng Susanto, SH dalam Video Conference dengan Gubernur Riau di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar akan menindaklanjuti atau laksanakan New Normal berdasarkan petunjuk dari pemerintah pusat.


“Komitmen bersama antara Pemerintah dan Masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dan bersih merupakan langkah yang dilaksanakan sehingga PSBB bisa dilalui dengan baik.” papar Catur


Selain itu,tempat-tempat ibadah sejauh ini berjalan dengan sebagaimana mestinya dengan menerapkan protokoler covid-19.


“Tempat-tempat ibadah telah melaksanakan protokol Covid-19 sehingga aktivitas ibadah berjalan dengan baik. Kami menyambut baik New Normal ini sehingga masyarakat bisa beraktifitas dan perekonomian menggeliat, kembali” harap Catur.


Jika diberlakukan New Normal, tentunya akan ada aktivitas berkenan dengan perekonomian, sehingga aktivitas seperti dibukanya beberapa destinasi wisata seperti ulu kasok, candi muara Takus dan lainnya diwajibkan menerapkan protokoler covid-19.


Sementara itu, Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, MSi menyambut baik New Normal yang akan diberlakukan di Kabupaten Kampar, dirinya berharap tiap-tiap daerah di Riau bisa menyesuaikan dengan kondisi perkembangan Covid-19.


“Objek wisata dapat dibuka namun harus memperhatikan protokol Covid-19, hindari kerumunan, sediakan alat pengukur suhu badan, cuci tangan dan wajib masker. Ini standar yang harus dibuat oleh setiap Kabupaten,” papar Syamsuar.


Saat Kabupaten Kampar menerapkan New Normal, Pemerintah Kabupaten harus kontrol, karena yang pergi berwisata disana bukan hanya orang Kampar, sehingga harus disosialisasikan ke pengelola wisata agar apa yang diharapkan berjalan dengan baik, dengan penerapan Protokol Kesehatan.


“Kalau untuk tempat ibadah kita masih menunggu arahan dari Menteri Agama, dan terhadap aktivitas sekolah, kita juga menunggu petunjuk dari menteri pendidikan,” tutup Syamsuar. (Yus)