UPT RSTP Bappeda Litbang Riau Bersama Bappeda Inhil Akan Laksanakan Demo Proses Penjernihan Air Tanah Gambut di Sungai Piring

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sebagai tindak lanjut pertemuan Bidang Litbang Bappeda Kab. Inhil dengan UPT. RSTP (Riau Science Techno Park) Bappedalitbang Provinsi Riau di Ruang Pertemuan UPT. RSTP beberapa waktu yang lalu, maka Bidang Litbang Bappeda Kabupaten Inhil kembali berkunjung ke UPT. RSTP bersama Dinas PUTR Inhil serta Camat Batang Tuaka beserta jajarannya dan Lurah Sungai Piring, dan rombongan dari Pemkab Inhil tersebut disambut langsung Oleh Kepala UPT. RSTP beserta jajarannya, Kamis (30/6/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka membawa sampel air tanah gambut yang berasal dari Kelurahan Sungai Piring untuk dilakukan uji labor sehingga nantinya bisa ditetapkan takaran Mix Caolin yang akan dibawa nantinya ke Kabupaten Indragiri Hilir untuk dilakukan demonstrasi terkait proses penjernihan air gambut tersebut kepada masyarakat, dan direncanakan kegiatan dilaksanakan di akhir Juli 2022 dengan rencana lokasi Pilot Projeck di Kelurahan Sungai Piring Kecamatan Batang Tuaka Kab. Inhil.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerjasama dalam Mereflikasikan Produk Inovasi Pemerintah Provinsi Riau melalui Bappedalitbang Provinsi Riau kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dengan tujuan untuk dalam membantu Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk memenuhi ketersediaan air bersih melalui penerapan Teknologi Penjernihan Air Gambut yang menggunakan Produk Inovasi Mix Kaolin (sejenis tanah liat) yang dibuat oleh UPT. RSTP Bappedalitbang Provinsi Riau.

Pada pertemuan tersebut, Pihak UPT. RSTP juga memberikan pengetahuan terkait proses yang dilakukan untuk menjernihkan air gambut tersebut, serta mendemonstrasikan tata cara penjernihan air gambut secara manual maupun mekanis yang langsung dibimbing oleh Kepala UPT. RSTP Bappedalitbang Provinsi Riau DR. Sofyan Hadi, S.Pi., MT.

Dalam paparannya, DR. Sofyan Hadi, S.Pi., MT, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Pemkab Inhil dalam mencari solusi untuk penyediaan air bersih dan pihak RSTP akan mendukung secara maksimal upaya tersebut salah satunya dengan memperkenalkan teknologi penjernihan air melalui Produk Inovasi Mix Kaolin yang lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis sebab bahan bakunya berasal dari tanah liat yang ada di Kabupaten Kampar dan tidak tertutup kemungkinan akan ada bahan bakunya di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Kami dari RSTP menyambut baik dan mendukung penuh upaya yang dilakukan Pemkab Inhil untuk mencari solusi terkait penyediaan air bersih di Kabupaten Indragiri Hilir yang mayoritas berupa lahan gambut dengan air tanah yang cendrung kecoklatan, dan jika teknologi penjernihan air ini sudah terlaksana di Kabupaten Indragiri Hilir maka Pihak RSTP akan membantu Pemkab Inhil untuk meneliti kembali kadar PH air tersebut sehingga nantinya akan dihasilkan kualitas air bersih yang bisa dikonsumsi dengan aman oleh masyarakat Indragiri Hilir” jelas DR. Sofyan.

Senada dengan yang di sampaikan Kepala UPT. RSTP tersebut, Camat Batang Tuaka Rahelmi, S.Pd juga memberikan apresiasi yang ucapan terimakasih atas nama masyarakat Kecamatan Batang Tuaka kepada Bappeda Kab Inhil dan UPT RSTP Bappedalitbang Prov Riau yang telah menetapkan Kelurahan Sungai Piring sebagai rencana pelaksanaan demonstrasi kegiatan penjernihan air tanah gambut tersebut.

“Saya atas nama masyarakat Kecamatan Batang Tuaka pada umumnya dan masyarakat Kelurahan Sungai Piring khususnya, mengucapkan terima kasih kepada Bappeda Kab Inhil dan UPT RSTP Bappedalitbang Prov Riau yang telah menetapkan Kelurahan Sungai Piring sebagai lokasi kegiatan demonstrasi proses penjernihan air tanah gambut dengan sampel air tanah Sungai Piring” ungkap Rahelmi.

Rahelmi juga memberikan Apresiasi yang setingi-tungginya kepada Bappeda Kab. Inhil dan UPT. RSTP Bappedalitbang Provinsi Riau yang telah membuat dan menerapkan program dan kegiatan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Kecamatan Batang Tuaka khususnya dan Kabupaten Indragiri Hilir pada umumnya, sebab menurut Rahelmi bahwa masih banyak masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir yang masih menggunakan air tanah dengan warna kecoklatan yang disebabkan karena kondisi geografis Kabuparen Indragiri Hilir dominan adalah lahan gambut seperti halnya di Kecamatan Batang Tuaka.

Selanjutnya dari Dinas PUTR Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Bidang Cipta Karya Olpi Adriadi ST, juga menyambut baik kegiatan demonstrasi proses penjernihan air tanah gambut yang akan dilaksanakan di Kabupaten Indragiri Hilir oleh UPT. RSTP bekerjasama dengan Bappeda Kab. Inhil tersebut.

“Kami dari Dinas PUTR pada prinsipnya sangat mendukung dan menyambut baik kegiatan demontrasi proses penjernihan air tanah gambut yang akan dilaksanakan oleh UPT RSTP dan Bappeda Kab Inhil dengan lokasi projeck di Kabupaten Indragiri Hilir, dan hasil pertemuan hari ini juga akan kami sampaikan kepada Pimpinan (Kadis PUTR) sebagai bahan referensi dalam menyusun program dan kegiatan untuk mendukung penyediaan air bersih di Kabupaten Indragiri Hilir” ujar Olpi.

Pihak Dinas PUTR juga akan siap berkolaborasi dengan Pihak Bappeda Kab Inhil serta UPT. Bappedalitbang Provinsi Riau jika nantinya hasil dari penerapan Inovasi yang didemontrasikan oleh pihak RSTP tersebut mampu menjadi solusi terbaik dalam penyediaan air bersih yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. (Nia. LITBANG).




Eko Wibowo Resmi Dikukuhkan Sebagai Ketua IKA FTK UIN Suska Riau

ARB INdonesia, PEKANBARU – Sebanyak 210 Pengurus Ikatan Alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (IKA FTK) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau periode 2022-2026 secara resmi dikukuhkan oleh Dekan FTK, Dr. H. Kadar, M.Ag.

Acara pelantikan yang mengusung tema “Menggapai FTK UIN SUSKA Riau yang Terbilang dan Gemilang” tersebut digelar di Aula Lantai 5 Rektorat UIN Suska Riau, Rabu (29/6/2022) pagi.

Dekan FTK UIN Suska Riau, Dr. H. Kadar, M.Ag.
dalam sambutannya mengatakan bahwa FTK merupakan Fakultas terbesar dan tertua serta menjadi fakultas terfavorit di Universitas ini.

Tak hanya itu kata Dekan, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini juga merupakan Fakultas yang paling banyak prodinya.

“Fakultas Tarbiyah merupakan fakultas terbesar di riau dan tertua kemudian terbanyak mahasiswanya dan juga yang paling banyak prodinya yang berbeda dari fakultas lainnya” ucapnya.

Sementara itu, Ketua IKA FTK UIN Suska Riau, Eko Wibowo dalam sambutan menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat mulai dari awal terbentuknya IKA FTK hingga terselenggaranya acara sakral yaitu pelantikan.

“Semoga IKA FTK kedepannya semakin maju dan berkembang ,” kata Eko Wibowo dalam sambutannya seusai dilantik oleh Dekan FTK.

IMG-20220630-WA0096
Pelantikan IKA Fakultas dan Prodi FTK UIN Suska Riau

Dalam acara tersebut, selain dari pelantikan pengurus IKA FTK, sebanyak 630 pengurus yang tergabung dalam 13 IKA Program Studi se-lingkungan FTK UIN Suska Riau juga dilantik oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. H. Kadar, M.Ag.

Kepala Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya pengurus IKA Fakultas dan Prodi Selingkungan FTK UIN Suska Riau.

“Atas nama Pemprov Riau, kami mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus IKA Fakultas dan Prodi, semoga kepengurusan ini semakin memperkokoh visi-misi dan profesi kita semua untuk menyongsong masa depan bangsa yang kita cintai menjadi lebih terbilang masa yang akan datang,” tuturnya.

Selain itu, Kepala Kanwil Kemenag Riau, Mahyudin yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa dirinya sangat antusias bisa hadir dalam acara ini.

“Kami mengucapkan terimakasih yang tak terhingga, dan hari ini saya sangat berbahagia bisa hadir pada pelantikan IKA Fakultas dan Prodi ini,” ujar Mahyudin yang juga merupakan alumni dari FTK juga pada tahun 1993.

“Saya sebetulnya hadir hari ini tidak sebagai Kepala Kanwil Kemenag Riau, tetapi hadir sebagai alumni,” imbuhnya.

Selain itu, Ia juga menyebutkan bahwa momentum pelantikan IKA Fakultas dan Prodi di FTK ini merupakan momentum yang sangat penting.

“Momen pelantikan IKA ini adalah momen yang sangat penting, dalam rangka menghimpun para alumni yang saya kira cukup berkiprah di berbagai tempat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IKA UIN Suska Riau, Abdul Wahid melalui Sekretaris Umum, Alnofrizal mengatakan bahwa IKA FTK ini merupakan IKA pertama di tingkat fakultas yang telah terbentuk dan dilantik.

“IKA FTK UIN Suska Riau ini merupakan Ikatan Alumni pertama yang ada di Fakultas Tarbiyah ini. Semoga dengan telah dilantikanya kepengurusan IKA Fakultaa dan Prodi FTK ini kedepannya bisa lebih mengharumkan nama baik Fakultas hingga Universitas,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pada acara yang bernuansa kekeluargaan itu dihadiri oleh Dekan FTK UIN Suska Riau, H Kadar, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan, Kepala Kanwil Kemenag Riau Mahyudin, Wakil Rektor I UIN Suska, Helmiati.

Selain itu, tampak juga hadir pengurus pusat IKA UIN SUSKA Riau yang diwakili oleh Sekretaris yaitu Alnofrizal, serta tamu undangan lainnya.

Editor : Arbain




Wakil Ketua DPRD Inhil Sambut Kedatangan Kapolda Riau

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR -Wakil Ketua DPRD Inhil Edi Gunawan, SE, M.Si menyambut kedatangan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Riau, lrjen Pol. Muhammad lqbal, S.l.K., M.H dan Istri Mrs. Nindya Astuti Aryani selaku Ketua Bhayangkari Daerah Riau, Kamis (30/06/2022).

Menggunakan Helikopter, kedatangan Kapolda Riau beserta rombongan yang juga turut dihadiri Dir.Samapta Kombes Pol Faried Zulkarnain, Ka.SPN Polda Kombes Pol Ruli Agus Pramono, Ka SPN Polda Riau yang mendarat di Helipad Halaman Kantor Bupati Jl. Akasia No. 1 Tembilahan disambut dengan pemasangan Tanjak Oleh Bupati Inhil.

Kedatangan Kapolda Riau turut juga disambut oleh Wakil Bupati Inhil H. Syamsuddin Uti (SU), Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan, SIK beserta Unsur Forkopimda dan Asisten Bupati Setda Inhil serta beberapa Pimpindan OPD di Lingkup Pemkab Inhil.

Sesaat setelah mendarat, rombongan bergerak menuju ruang transit di Kantor BAPPEDA Inhil. Selanjutnya rombongan bertolak menuju Mapolres Inhil.

Diketahui, kedatangan Kapolda Riau Muhammad Iqbal beserta rombongan ke Kabupaten Inhil dalam rangka Kunjungan kerja yakni ke Mapolres Inhil.

Usai kunjungan di Mapolres Inhil, Kapolda melanjutkan dengan jamuan makan siang yang telah dipersiapkan di Rumah Dinas Bupati Jl. Kesehatan Tembilahan. (Adv)




Negara Luar Batasi Import Kelapa dan Turunannya, ini Dampaknya Bagi Perusahaan di Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tak kunjung henti diterpa goncangan ekonomi terhadap perusahaan yang bergerak di pengolahan turunan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir.

Setelah mampu melewati masa krisis ekonomi  akibat pandemi Covid-19, kini perusahan ternama (Sambu Grub) kembali dihadapkan dengan dampak yang cukup hebat dari krisis ekonomi global, hingga membuat perusahaan yang berusia 54 tahun itu mulai ‘goyang’.

Negara Luar Membatasi Import Kelapa dan Turunannya

Dilansir dari kontan.co.id, menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (15/06/2022), seperti yang diungkapkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Setianto mengatakan bahwa krisis pangan dan energi (karena perang antara Rusia dan Ukraina) yang terjadi telah memicu inflasi dan perlambatan ekonomi di beberapa negara.

“Kabar buruknya, kondisi krisis pangan dan energi ini berimbas kepada Indonesia. Sebab negara-negara yang mengalami kondisi itu merupakan mitra dagang Indonesia, yang merupakan negara tujuan ekspor produk kita,” tuturnya.

Hal ini berdampak menurunnya permintaan produk dari Indonesia. Tercatat oleh BPS, angka ekspor Indonesia bulan Mei 2022 menurun 21, 29% dibanding bulan April 2022. Salah satu yang terkena imbasnya adalah kelapa dan produk turunannya (santan, minyak goreng, minuman air kelapa, kelapa parut, dan sebagainya). 

Amerika, Tiongkok, Korea Selatan, India, Thailand dan Malaysia, menurut data Badan Karantina Kementerian Pertanian Indonesia (Maret 2022), merupakan negara tujuan ekspor kelapa dan produk turunannya. Negara-negara tersebut mengurangi impor karena sedang krisis ekonomi, secara otomatis berkontribusi  mengurangi ekspor produk kelapa Indonesia. 

Tidak seperti di Indonesia, produk-produk hasil olahan kelapa bukan merupakan bagian dari konsumsi esensial untuk konsumen negara-negara tujuan ekspor tersebut. Negara terdampak krisis ekonomi akan mengurangi konsumsi produk esensial, dengan demikian produk olahan kelapa akan menjadi satu kelompok produk untuk dikurangi jumlah importasinya.

Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) Rudy Handiwidjaja, Indonesia harus waspada mencermati krisis ekonomi global ini. 

“Sebagian negara tujuan ekspor Indonesia untuk kelapa dan produk turunannya sudah mengurangi permintaan. Karena kondisi ekonomi negara mereka yang dilanda krisis ekonomi dan lesunya pasar. Dan ini  berdampak pada industri kelapa Indonesia,” ujar Rudy dalam keterangannya, Selasa (28/6). 

Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Industri Kelapa Sambu Group

Atas hal itu, Sambu Group saat ini tengah  mengalami goncangan nyata dan cukup hebat atas dampak krisis ekonomi tersebut.

“Produk olahan kelapa seperti santan, olahan air kelapa dan lainnya juga mengalami penurunan pada permintaan pasar, baik pasar dalam negeri maupun ekspor. Hal itu merupakan dampak dari krisis ekonomi global” ungkap A Ginting kepada Arbindonesia.com, Rabu (29/6/2022).

“Tentunya ini juga berdampak pada banyaknya jumlah stok produk yang tidak terjual,” tambahnya.

Selain itu, beberapa negara yang selama ini membeli kelapa dari Indonesia termasuk dari Indragiri Hilir sudah mengurangi pembeliannya, bahkan ada yang menghentikan pembelian kelapa bulat. Hal ini berdampak sebagian besar penjualan kelapa bertumpu ke Sambu Group.

Industri kelapa akan mengupayakan secara maksimal membeli kelapa dari petani, sesuai daya dan kemampuan yang dimiliki. Namun hal ini juga ada batasnya.

“Jadi harus ada solusi bersama dari seluruh stakeholder kelapa. Tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada industri kelapa yang saat ini juga mengalami kesulitan”, imbuh A Ginting.

Kami juga sadar bahwa harga kelapa yang rendah berdampak pada rendahnya biaya yang dialokasikan untuk pemeliharaan kebun. Hal ini dalam jangka panjang akan mengancam ketersediaan bahan baku untuk industri.

“Jadi kita berharap kondisi ekonomi segera membaik demi kebaikan bersama,” tutupnya. (ARBAIN)




Sambu Grub : Kalau Ada Harga Rp 1.500 Perkilo Itu Harga Pembeli Lain, Bukan Sambu

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR –  Ternyata harga beli buah kelapa di perusahan ‘raksasa’ (PT. Pulau Sambu) masih tergolong stabil ditengah maraknya kabar penurunan harga buah kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir.

Hal tersebut diketahui ketika awak media arbindonesia.com melakukan konfirmasi terhadap pihak perusahaan Sambu Grub.

“Saat ini harga kelapa bulat (KB) licin pada pancang di daerah Tembilahan masih Rp 2.300 per kilogramnya atau Rp 2.280 perkilo setelah di potong upah bongkar,” ungkap A Ginting, Humas Sambu Group, Rabu (29/6/2022).

“Kalau kelapa jambul masih di harga Rp 2.000 perkilogramnya,” tambahnya.

Lanjutnya, mengenai harga beli buah kelapa  dengan harga 1.500 perkilogram, A Ginting menyatakan bahwa harga tersebut bukan harga dari Sambu Grub melainkan harga dari pembeli lain.

“Kalau ada info Rp 1.500 per kilo itu harga pembeli lain, bukan Sambu,” tegas A Ginting.

Selian itu, A Ginting juga menjelaskan mengenai pembatasan pembelian buah kelapa milik petani pada masing-masing pancang Sambu tersebut dilakukan untuk lebih mengatur kedatangan buah kelapa ke pabrik.

“Untuk itu mulai Minggu lalu kita berlakukan kuota terima di pancang dengan jumlah yg bervariasi sesuai dengan rata-rata terima selama ini,” tuturnya.

“Tujuannya agar pancang bisa menyerap relasi lokal dan agar petani juga bisa mengatur jarak panen buah kelapa mereka,” tambah Humas Sambu Grub.

Dengan demikian kata A Ginting, buah kelapa tidak terlalu menumpuk di pancang dan tidak juga menumpuk di pabrik. Jika hal itu terjadi, dikhawatirkan mengurangi kwalitas kelapa.

Lanjutnya, saat ini banyak relasi yang jual kelapa ke pancang sambu, karena pembeli lain juga membatasi pembelian kelapa (seperti pembeli yang mengirim langsung ke Malaysia, Batam, Lobam, Jawa, Medan, dan lainnya). Hal itu ditandai dengan tidak adanya kapal pembeli tersebut, dan juga harga pembeliannya juga sangat rendah.

“Dari persoalan tersebut, sehingga penjualan kelapa membanjiri disetiap pancang sambu,” ungkapnya.

Saat ini kata Humas Sambu, antrian di pabrik saja mencapai puluhan juta kelapa tidak dapat terbongkar cepat karena gudang penyimpanan penuh.

“Maka pengaturan kuota di pancang lebih kepada masalah tehnis untuk mencegah penumpukan kelapa dan mengurangi resiko penurunan kwalitas yang juga bisa merugikan semua pihak,” terangnya. (Arbain)




Tak Hanya Harga Turun, Petani di Inhil Juga Kesulitan Menjual Kelapa

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tidak hanya harga jual kelapa yang mengalami penurunan, sebagaian petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga kesulitan untuk menjual hasil perkebunannya.

Hal tersebut dikarenakan perusahaan ‘raksasa’ PT Sambu Grub yang ada di negeri hamparan kelapa dunia ini juga dikabarkan membatasi kuota pembelian.

Kebijakan pembatasan kuota pembongkaran itu membuat masyarakat petani mengeluh karena kesulitan menjual buah kelapanya.

Menurut penuturan seorang petani, Mifprapul Musadikin, saat ini masyarakat hanya bisa membongkar kurang lebih 40 ton di setiap pancang.

“Setiap pancang masing-masing kecamatan, pembongkaran perharinya kurang lebih 40 ton saja,” sebut Mifprapul, Selasa (28/6).

Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat petani untuk menjual kelapanya, sedangkan kelapa yang datang bisa mencapai 100 ton perharinya.

“Kondisi seperti ini sudah hampir berjalan selama beberapa bulanan ini,” terangnya.

Hal ini membuat para petani dan pengepul banyak mengeluh karena harus mengantri 3 hari sampai 4 hari di pompong agar buah kelapa bisa dibongkar.

Bahkan hari Sabtu dan Minggu petani tidak bisa membongkar buah kelapa mereka. Akhirnya kualitas kelapa pun semakin memburuk yang harga jualnya bisa semakin jatuh.

“Kami sebagai petani merasa dengan kebijakan yang ada sekarang ini membuat kami kesulitan untuk panen kelapa,” sambungnya.

Mifprapul berharap kepada Pemerintah Inhil agar hal ini bisa diminimalisir atau di komunikasikan kepada pihak perusahaan untuk mencarikan solusinya.

“Saya harap pemerintah harus memberikan perhatian terhadap perkelapaan di Inhil ini,” sebutnya.

Bukanya hanya pemerintah, Mifprapul juga meminta kepada organisasi-organisasi agar mendiskusikan ini untuk mencarikan jalan keluar demi kesejahteraan petani.

“Tolonglah kepada para asosiasi perkelapaan untuk mencarikan solusinya juga. Hari ini petani menjerit,” tutupnya.

Untuk diketahui, sesuai informasi yang awak media dapat, harga kelapa bulat bervariasi sesuai dengan keinginan pengepul. Saat ini untuk perkilogram Rp Rp1.500.

Bulan lalu kelapa bulat Rp2.300 perkilogram, saat ini sudah turun Rp1.500,” ungkap Madi salah seorang petani, Senin (27/6).

Hingga berita ini disiarkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi pihak perusahaan mengenai hal tersebut. (M.Dd)

Editor : Arbain