Ikuti Lomba IGA 2020 Kemendagri, 7 OPD Akan Diberikan Penghargaan oleh Bupati Inhil

Bupati Inhil HM Wardan, Foto FB HM Wardan


ARBindonesia.com, TEMBILAHAN – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengikuti Lomba Inovative Goverment Award (IGA) 2020 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI yang dikirim oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Bidang Litbang.


Hal ini disampaikan oleh Kepala Bappeda Kab. Inhil Drs. H. Mukhtar T, kepada wartawan, Selasa (29/9/2020).


Inovative Goverment Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri merupakan ajang Kompetisi Inovasi tahunan yang diselenggarakan di Bidang Tata Kelola Pemerintahan, Pelayanan Publik dan Inovasi lainnya yang diikuti oleh Kabupaten, Kota dan Provinsi se-Indonesia.


“Alhamdulillah Pemkab Inhil ikut serta Lomba IGA Tahun 2020 yang di adakan oleh Kemendagri dan telah menginput dan mengirimkan 8 Inovasi dari 7 OPD yang dinilai lengkap dan sesuai dengan kriteria yg dimintakan oleh Kemendagri melalui situs resminya (http://indeks.inovasi.litbang.kemendagri.go.id) pada tanggal 20 September 2020,” ungkap Mantan Kadis Perikanan Kabupaten Inhil ini.


Ditambahkan oleh Mukhtar sapaan akrabnya, bahwa batas akhir yang ditetapkan Kemendagri dalam pengiriman Data Inovasi Daerah tersebut yakni tanggal 20 September 2020, dan jika Provinsi/Kabupaten/Kota tidak ikut serta Lomba tersebut maka akan mendapatkan teguran dan sanksi administratif dari Kemendagri.


Selanjutnya bagi Provinsi/Kabupaten/Kota yang masuk nominasi, maka Kepala Daerah yang langsung memaparkan Capaian Inovasi dihadapan Tim Penilai Inovative Goverment Award (IGA) 2020 Kemendagri RI, dan untuk daerah yang menang lomba tersebut akan mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) yg langsung ditransferkan ke rekening daerah.


Adapun 7 (tujuh) OPD yang ikut serta menyampaikan Inovasi nya yaitu : Dinas Kominfo PS, Dinas PMD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, RSUD Puri Husada, BPBD, DP2KBP3A, dan DPMPTSP. Untuk video inovasi yg ikut lomba tersebut sudah di upload di Akun Youtubr Resmi Inovasi Daerah Kab. Inhil melalui URL : https://www.youtube.com/channel/UC2Vdb3ZRVtSHbI8Ptyi8ujQ


Bupati Inhil Apresiasi 7 OPD Peserta IGA 2020 Kemendagri


Senada dengan hal di atas, dalam wawancara dengan Bupati Inhil HM. Wardan, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan akan memberikan penghargaan kepada OPD yang telah ikut serta IGA 2020 Kementerian Dalam Negeri RI.


“Alhamdulillah dan terimakasih kepada OPD yang telah ikut berpartisipasi dalam Inovative Goverment Award (IGA) 2020 yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI, dan ini merupakan salah satu langkah maju dalam memperkenalkan Indragiri Hilir di level Nasional dan membawa nama baik bagi Kabupaten Inhil, dan nantinya akan diberikan Penghargaan berupa Sertifikat dari Bupati Inhil kepada 7 OPD tersebut,” ungkap Ketua DPD Golkar Kabupaten Inhil ini dengan bersemangat.


Selain itu, HM Wardan juga menyampaikan pesan khusus kepada OPD yang tidak ikut serta agar pada IGA tahun depan wajib mengikuti lomba inovasi daerah tersebut.


“Untuk itu, kepada Kepala OPD agar menumbuhkan kreativitas dalam mewujudkan Inovasi yang bermanfaat bagi Daerah dan masyarakat dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Bahwa Daerah harus menumbuhkan Inovasi dalam pelaksanaan Pemerintahan di Daerah,” imbuhnya.


Diakhir wawancara, Bupati Inhil HM. Wardan menyampaikan harapan agar Kabupaten Indragiri Hilir terpilih sebagai pemenang dalam Inovative Goverment Award Tahun 2020 ini.


“Sehingga mampu membawa nama baik bagi Kabupaten Indragiri Hilir yang kita cintai ini,” tutupnya. (Sjy/*)




Kunjungi Project Tanaman Hyroponik FKWI, Ketua DPRD Inhil Bangga

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H.Ferriyandi memberikan apresiasi dan tampak senang saat mengunjungi project tanaman hyroponik milik pengurus Forum Komunikasi Wartawan Inhil (FKWI).


Tak hanya itu, Ketua DPRD Inhil, H.Feriyandi juga menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukannya bentuk dukungan terhadap aksi nyata Pengurus FKWI dalam mendukung Pemerintah terkait program ketahanan pangan.


“Tentunya kita bangga kepada pengurus FKWI, meskipun Inhil dalam situasi melonjaknya pandemi covid19. Akan tetapi teman-teman memiliki keinginan kuat untuk melaksanakan ketahanan pangan melalui tanaman hyroponik,” ucap H.Ferriyandi di lokasi lahan project, Sabtu siang (26/09).


“Ini bisa menjadi contoh untuk anak-anak muda yang lain, bahwa ketahanan pangan melalui hyroponik sangat bisa mengatasi masalah krisis ekonomi, apalagi yang ditanam adalah sayuran yang segar dan bagus untuk kesehatan tubuh,” tambahnya.


“Saya berharap kegiatan FKWI seperti ini terus berjalan dengan lancar, agar bisa menjadi contoh bagi semua kelompok anak muda di Kabupaten Inhil khususnya,” Harap Bang Ferry.


Disamping itu, Ketua FKWI Deby Chandra mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPRD Inhil yang berkesempatan mengunjungi Project Tanaman Hyroponik FKWI.


“Terimakasih kepada Ketua DPRD Inhil atas kunjungan dan dukungannya, semoga pengurus FKWI terus semangat dan selalu siap dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab terhadap Project Tanaman Hydroponik yang dijalankan,” ujar Deby. (*)




Perkuat Implementasi Atensi Anak, Balai Anak Rumbai Jalin MoU dengan Walikota Sawahlunto Sumbar

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Untuk memperkuat implementasi atensi anak, Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak “Rumbai” di Pekanbaru menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) peningkatan kualitas layanan rehabilitasi sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) dengan Walikota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Jum’at (25/92020).


Kepala Balai Anak “Rumbai” didampingi oleh Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial dan tim diterima oleh Walikota Sawahlunto, Deri Asta dan jajarannya serta beberapa Kepala Dinas terkait Perlindungan Anak.


Penandatanganan MoU dilaksanakan di ruang rapat utama kantor Walikota Sawahlunto.



MoU ini sebagai dasar bagi kedua belah pihak untuk dapat mengimplementasikan layanan rehabilitasi sosial bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat.


Kepala Balai Anak “Rumbai”, Ahmad Subarkah, memaparkan program Rehabilitasi Sosial yang dilakukan terhadap Anak AMPK, serta adanya paradigma baru dan arahan dari Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI di tahun 2021 dalam memberikan layanan rehabilitasi sosial terhadap anak berbasis Asistensi Anak.


“Kedepannya kami mendorong adanya layanan integratif untuk memudahkan dinas sosial dan SKPD lainnya dapat melaksanakan layanan asistensi sosial berbasis Keluarga, Komunitas dan Residensial dengan pendekatan Manajemen Kasus,” ungkapnya.


“Program Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) sebagai ujung tombak penanganan masalah sosial anak agar dapat melibatkan berbagai instansi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi sehingga penanganan permasalahan anak tidak hanya bertumpu pada dinas sosial,” tutup Ahmad Subarkah.


Sementara itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan sekilas informasi berkaitan bahwa Sawahlunto menjadi kawasan Heritage yang sudah ditetapkan UNESCO yang akan dikembangkan sebagai Kota Wisata Tambang Batu Bara.


“Sawahlunto sudah ditetapkan sebagai kota layak anak dengan predikat Nindya. Namun, sekarang kasus-kasus anak semakin meningkat. Dengan adanya MoU ini menjadi solusi bagi kami dan tentunya dapat saling menguntungkan para Pihak,” imbuhnya.


“MoU ini juga sesuai dengan RPJMD yang kami susun, program kami terhadap kelompok marginal salah satunya permasalahan anak. Kami sangat peduli terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak sehingga dengan adanya MoU ini menjadi manfaat yang luar biasa bagi anak-anak di Sawahlunto,” ujar Deri Asta.


Selain itu, saat sesi diskusi, Wakil Walikota Sawahlunto, Zuhrin Sayuti mengapresiasi dan menyambut baik kedatangan Tim dari Balai Anak “Rumbai” dan menanyakan bagaimana pengasuhan bagi anak-anak AMPK yang usia nya balita serta komunikasi beberapa hal terkait program Balai Anak Rumbai Pekanbaru.


Selain itu juga, Kepala Dinas Sosial Sawahlunto, Dedi Syahendry menambahkan bahwa agenda kerjasama ini sangat luar biasa sehingga nanti kalau ada masalah-masalah Anak dikemudian hari.


“Akan lebih mudah koordinasi penanganannya, dan akan kita implementasikan ke teknisnya,” tutupnya.


(Tim Humas Balai Anak “Rumbai” di Pekanbaru/arb)




Mendadak, Dandim 0314/Inhil Kunjungi Project Lahan Tanaman Hidroponik FKWI

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Komandan Kodim (Dandim) 0314/Inhil, Letkol Inf Imir Faishal, kunjungi project lahan tanaman hidroponik di samping Sekre FKWI, Jumat pagi (25/9).


Dalam kunjungan tersebut, Dandim sangat mendukung inovasi dan gagasan dari pengurus FKWI dalam mendukung program ketahanan pangan.


“Kita sangat mendukung, semoga apa yang diupayakan berjalan dengan lancar,” sebut Dandim.


Dandim mengungkapkan siap memberikan bimbingan kepada pengurus FKWI dalam membangun pertanian hidroponik ini.


Bukan hanya memberikan bimbingan teknis, Dandim juga memberikan bantuan material guna kelancaran dan memenuhi kebutuhan tanaman hidroponik.


Sementara itu, Ketua FKWI, Deby Candra sangat berterimakasih kepada Dandim, Kapolres, serta lembaga-lembaga lain yang ikut berkontribusi membantu kegiatan ketahan pangan ini.


“Terimakasih kami ucapkan. Semoga kegiatan kami ini berhasil seperti yang diharapkan,” terang Deby.


Terakhir Deby mengatakan, project pembuatan tanaman pola hidroponik ini akan sebagai contoh untuk memotivasi warga Inhil agar bisa memanfaatkan lahan kosong sebagai memenuhi kebutuhan mereka disaat perekonomian sedang sulit akibat wabah virus Corona.


“Ini akan menjadi percontohan. Dan kita siap mengedukasi masyarakat Inhil untuk membudidayakan tanaman melaui pola hidroponik,” tuturnya.


Untuk diketahui, project tanaman hidroponik berlokasi di samping Sekretariat FKWI, tepatnya dibelakang gedung Tasik Gemilang Tembilahan. (*)




Tidak ada Pengurangan Kouta Gas Elpiji 3 Kg ke Agen di Inhil, Lantas Langka dan Harga Melonjak Disebabkan oleh apa ?

Gas Elpiji 3kg, foto liputan6


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Mengenai kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram yang terjadi beberapa hari belakangan ini, pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtrin) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengungkapkan bahwa tidak ada pengurangan Kuota oleh Pertamina yang disuplai ke Agen-agen elpiji.


Dengan demikian, lantas kelangkaan dan melonjaknya harga Gas Elpiji 3 Kg di sebagian wilayah di Kabupaten Inhil di sebabkan oleh apa ?.


Kabid Perdagangan, Arispudin


“Komunikasi saya dengan pihak Pertamina tidak ada pengurangan, malah sudah diberi kuota tambahan oleh Pertamina ke para Agen yang ada,” ungkap Plt Disdagtrin Inhil, Dhoan Dwi Anggara melalui Kabid Perdagangan, Arispudin, Kamis (24/92020).


Lanjutnya, untuk mengatasi kelangkaan tersebut, saat ini pihak Pertamina melalui para agen sudah mulai melakukan operasi pasar di beberapa titik dengan harapan kebutuhan masyarakat akan Gas Elpiji dapat terpenuhi.


“Kita himbau kepada para agen elpiji yang beroperasi agar bisa menertibkan pangkalan-pangkalannya sehingga pendistribusian kepada masyarakat bisa lancar dan tidak terjadi kelangkaan,” harap Arispudin.


Tambahnya, agar tidak terjadi kelangkaan, kuncinya para agen harus bisa memberi sanksi kepada pangkalan jika ada yang tidak mengikuti aturan, apakah dikurangi atau di stop jatahnya serta pemberian peringatan.


“Tugas kita sebagai perpanjangan tangan pemerintah, bagaimana kondisi ini bisa stabil, distribusi bisa lancar,” tambahnya.


Selain itu, Arispudin juga meminta kepada masyarakat untuk membeli gas LPG ke pangkalan-pangkalan terdekat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.


“Jika ada yang menjual diatas HET, dapat dilaporkan kepada agennya,” pungkas Arispudin.


Terakhir disampaikannya, berdasarkan data milik Disdagtrin Inhil pada Desember 2019 lalu, terdapat sekitar 313 pangkalan Gas Elpiji di Kabupaten Inhil.


“Dimana kouta yang diberikan Pertamina sekitar 4.3 juta tabung untuk 7 agen, namun realisasi dilapangan hanya dapat menyerap sekitar 3.8 juta tabung saja,” tutup Arispudin. (*/R1)


Editor Arb




Warga Tembilahan Keluhkan Kelangkaan dan Melambungnya Harga Gas Elpiji 3 Kg

Ilustarasi kelangkaan gas elpiji 3kg, foto merah putih


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Warga Tembilahan keluhkan atas kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram (Kg) yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Terlebih dengan kelangkaan tersebut hargapun ikut melambung tinggi.


“Susah mencarinya, Jikapun ada harganya juga jauh berbeda dari biasanya. Biasa kita beli diwarung-warung harganya sekitar 30 ribuan, dan sekarang 45 ribu,” kata Andut salah satu warga Tembilahan yang mengeluhkan atas kondisi tersebut, Rabu (23/9/2020).


“Yang namanya kita butuh, mau tidak mau harus tetap kita beli juga Bang,” tambahnya kepada wartawan.


Selain mengeluhkan atas kelangkaan dan lonjakan harga, Andut berharap persoalan ini dapat segera diatasi oleh pemerintah daerah.


“Kita sebagai warga berharap kelangkaan seperti ini jangan sampai berlarut dan semoga ini bisa segera diatasi oleh pihak yang bersangkutan,” harapnya.


Sementara itu, Roza warga Tembilahan lainnya juga mengeluhkan hal yang serupa.


“Memang susah nyarinya, sempat juga mutar-mutar malam ini cari Gas tetapi Allhamdulillah belum jumpa. Rata-rata tempat biasa kita beli sudah habis, kalaupun tidak katanya lagi kosong,” ungkapnya, Rabu (23/9/2020).


“Kita berharap segera ada solusi dari pemerintah untuk mensiasati persoalan ini, sebab gas elpiji ini juga menjadi salah satu kebutuhan pokok disebagian rumah tangga,” tutup Roza.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi Dinas terkait untuk dimintai keterangan mengenai kelangkaan dan lonjakan harga Gas Elpiji 3 Kilogram di Tembilahan. (Arbain)