Dugaan Mark Up Dana Covid 19 di Dinkes Inhil, ini Kata Inspektorat

Inspektur Pembantu (Irban) 2, H Safirizal saat dijumpai wartawan diruang kerjanya


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Saat ini Inspektorat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tengah melakukan audit beberapa kegiatan pengadaan barang dan jasa di Bidang Kesehatan Penanggulangan Covid 19.


Salah satunya, kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil untuk pengadaan seperti alkohol, disenfetan dan handsantizer.


Dimana, kuat dugaan adanya mark up pada kegiatan yang menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) Inhil Tahun 2020 sekitar 2,7 Miliar tersebut.


“Ada 3 kegiatan pengadaan barang dan jasa bidang kesehatan dalam proses audit saat ini. Jadi, khusus yang itu memang sedang diaudit,” terang Kepala Inspektorat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj Irianti melalui Inspektur Pembantu (Irban) 2, H Safirizal saat dijumpai wartawan diruang kerjanya, beberapa hari lalu.


Kemudian ia menjelaskan, setelah dilakukan refocusing anggaran awalnya, dari 11 kegiatan pengadaan barang dan jasa untuk penanganan Covid 19 di Dinas Kesehatan , 2 diantaranya sudah dibatalkan.


“Setelah refocusing anggaran awal, berikutnya dilakukan review terhadap pengadaan barang dan jasa. Dari hasil review ini, catatan-catatanya misalnya perusahaan ini tidak punya izin, itu kita sesuaikan dengan ketentuan yang ada,” jelasnya lagi.


Bahkan lanjut H Safrizal, hasil review 9 kegiatan pengadaan barang dan jasa di Dinas Kesehatan Inhil, juga telah disampaikan.


Jika ternyata dinas terkait tidak mengindahkan saran-saran sesuai hasil review pengadaan barang dan jasa, maka mereka akan mempertanggung jawabkan sesuai hukum yang berlaku.


“Semua akan terlihat saat proses audit. Untuk masalah harga itu terserah Dinas, tetapi ketika kita audit tidak bisa menunjukan harga itu wajar atau tidaknya disitulah harus mempertanggungjawabkan,” pungkasnya. (Arbain)




Khabib Nurmagomedov Pesiun Setalah Bertarung melawan Gaethje di UFC

ARBindonesia.com, ABU DHABI – Khabib Nurmagomedov benar-benar sosok yang sangat memuliakan orang tuanya. Kepergian sang ayah, Abdul Manap, pada Juli lalu membuatnya sangat terpukul secara mental hingga saat menjelang duel melawan Justin Gaethje.


Kedekatannya dengan kedua orang tuanya, terutama sang ayah yang sekaligus menjadi pelatihnya, menjadi salah satu penyemangat ketika bertarung di mana pun. Ketika sang ayah meninggal, Khabib Nurmagomedov menyatakan tidak bisa bertarung tanpa ayahnya di dekatnya.


Karena itulah, untuk menghormati almarhum ayahnya, Khabib telah berjanji kepada ibunya bahwa pertarungan melawan Gaethje adalah yang terakhir di UFC. Janji itu telah ditepatinya dengan menyatakan pensiun setelah menaklukkan Gaethje di Fight island, Abu Dhabi, Sabtu malam waktu setempat. Sambil menangis, Khabib Nurmagomedov pensiun.


”Aku tidak bisa bertarung tanpa ada ayah di dekatku. Aku telah berjanji kepada ibuku ini adalah yang terakhir. Aku menepati janjiku,”tutur Khabib.


Kini setelah pensiun, Khabib masih merasakan ditinggal ayahnya. Karena itu, Khabib menitipkan pesan kepada semua anak-anak di dunia untuk dekat dengan orang tua masing-masing. ’’Dekatlah dengan orang tua Anda.. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,’’tutur Khabib.


Petarung Rusia yang tak terkalahkan itu mengalahkan lawannya dengan triangle choke di babak kedua pertarungan perebutan sabuk juara UFC Kelas Ringan di Fight Island. Itu adalah pertarungan pertama Khabib sejak kematian ayah dan pelatihnya, Abdulmanap, pada bulan Juli.


Setelah kemenangan sensasionalnya, dia menjatuhkan diri ke tanah sambil menangis di matras Octagon sebelum mengumumkan pengunduran dirinya. Dan berbicara dengan Gaethje setelah pertarungan, dia menasihati orang Amerika itu untuk menghargai orang tuanya.


Dia berkata: “Terima kasih banyak Justin. Pada tahun 2016 saya ingat, ketika saya menurunkan berat badan, Anda banyak membantu saya. Terima kasih saudara. Saya tahu Anda pria yang hebat dan saya tahu bagaimana Anda menjaga orang-orang terdekat Anda.


“Aku tahu banyak hal tentangmu. Dekatilah orang tuamu karena suatu hari itu akan terjadi. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, kamu tidak pernah tahu.” Lihat Videonya.


Sama seperti Khabib, Gaethje memberikan penghormatan kepada orang tuanya jelang laga di Abu Dhabi. Pemain berusia 31 tahun itu juga mengungkapkan bahwa dia akan memaksa ibunya untuk pensiun setelah pertarungan malam ini.


Dia berkata: “Ketika pertarungan ini dimulai, ketika bel itu berbunyi di awal maka saya akan memastikan bahwa dia akan pensiun setelah pertarungan ini.”


“Dia telah berada di sana [pada pekerjaannya] selama 35 tahun.”


Gaethje menyingkir di babak kedua – tetapi wasit tampaknya melewatkannya beberapa kali sebelum dia turun tangan.


sumber Sindonews.com




Amankan 50 Kilogram Sabu-sabu, ini kata Kapolres Inhil

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Seakan tidak ada habisnya, peredaran Narkotika di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kian memperhatinkan.


Kali ini 50 Kg sabu-sabu kembali berhasil diamankan Polres Inhil. Tangkapan ini pun menjadi sejarah baru dalam pengungkapan kasus narkoba oleh Polres Inhil.


“Masing-masing paket seberat 1 Kg. Jadi, totalnya seberat 50 Kg,” ungkap Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan saat konferensi pers di Aula Rekonfu Mapolres Inhil, Jalan Gadjah Mada, Tembilahan, Jumat (23/10/2020).


Dia menjelaskan, barang haram tersebut sudah disekidiki oleh jajaran Satres Narkoba jauh-jauh hari. Sebab pada tanggal 4 Oktober lalu, petugas sudah menerima informasi akan adanya Narkoba dengan jumlah banyak masuk ke wilayah Kabupaten Inhil.


Kemudian pada tanggal 18 Oktober lalu, barang tersebut sudah tiba yang disimpan pelaku di kebun sawit.


“Barang ini disimpan dalam kebun sawit yang jauh dari pemukiman warga di daerah Kecamatan Keritang. Lokasinya tidak ada listrik dan akses menuju ke sana juga sulit, karena kondisi jalan berair,” kata Kapolres.


Sejak tanggal 18 itu, petugas sudah di lokasi menunggu penjemputan barang. Akhirnya, tanggal 22 Oktober, sekira pukul 19.30 WIB, seorang pria berinisial Y tiba di lokasi.


Kala itu juga, petugas langsung membekuk Y serta melakukan menggeledahan. Alhasil, petugas mengamankan Rp10 juta lebih uang tunai, 2 unit Handphone dan 1 unit sepeda motor.


Kapolres mengaku bahwa pengungkapan kasus ini adalah kasus perdana dalam sejarah pengungkapan kasus narkoba terbanyak mencapai 50 Kg.


“Ini belum selesai, kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Kemungkinan besar masih ada pelaku-pelaku lainnya,” janji Kapolres.


Terakhir, Kapolres juga menegaskan, anggota Satnarkoba Inhil yang berhasil mengungkap kasus tersebut akan mendapatkan reward.


“Pasti, anggota kita yang berprestasi pasti akan berikan reward sebagai bentuk apresiasi. Kita juga akan menyurati Kapolda mohon kiranya juga dapat memberikan reward,” pungkasnya. (*)




Plt Kadis Kesehatan Inhil Bantah Dugaan Mark Up Pengadaan Barang dan Jasa Penanggulangan Covid-19

“Sementara itu, dalam pemberitaan seblumnya selain dari pada Dugaan Mark Up Dana Kegiatan Covid 19 pada Dinas Kesehatan Inhil. Diduga juga, dalam kegiatan tersebut adanya indikasi pemalsuan tanda tangan terhadap pihak kedua dalam hal ini Kepala UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten Inhil, Irmanita”


Foto Ilustrasi, DJKN


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rahmi Indrasuri membantah adanya dugaan mark up dalam pengadaan barang dan jasa untuk penanggulangan Covid-19.


Belakangan beredar kabar terkait dugaan mark-up dalam pengadaan barang dan jasa untuk penanggulangan Covid-19, seperti masker, hand sanitizer dan lain sebagainya.


Rahmi memastikan kegiatan pengadaan yang dilaksanakan dalam kondisi darurat pandemi Covid-19 tersebut telah sesuai prosedur.


“Kami pastikan tidak ada mark-up, tidak ada unsur korupsi, kolusi dan nepotisme serta kick back. Apa yang dituduhkan itu tidak benar,” kata Rahmi, Rabu (21/10/2020) melalui keterangan tertulis.


Dalam proses pengadaan, diungkapkan Rahmi, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil telah mengikuti peraturan yang berlaku. Dinas Kesehatan, imbuhnya, berpedoman pada Peraturan Presiden, Instruksi Presiden hingga Keputusan Presiden.


“Harga wajar dalam keadaan tidak wajar. Prinsip utamanya adalah pemenuhan kebutuhan agar penanganan Covid-19 cepat dan tepat, bisa terlaksana sesegera mungkin. Apalagi, kita dalam kondisi darurat,” kata Rahmi


Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen, A Hadi menuturkan, perbedaan harga yang terpantau disebabkan oleh faktor kelangkaan barang-barang tersebut di masa awal pandemi Covid-19.


Lebih lanjut, Hadi menjelaskan, mekanisme pengadaan barang dan jasa darurat dijalankan dengan konsep sederhana oleh Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen dan Penyedia. Bahkan, dikatakan Hadi, pengadaan barang dan jasa ini diawasi langsung oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah atau APIP.


“Untuk kegiatan pengadaan itu yang menjadi perhatian kami efektifitas, transparansi dan akuntabel. Prinsipnya kehati-hatian. PPK didampingi juga oleh APIP,” jelas Hadi.


Sementara itu, dalam pemberitaan seblumnya selain dari pada Dugaan Mark Up Dana Kegiatan Covid 19 pada Dinas Kesehatan Inhil. Diduga juga, dalam kegiatan tersebut adanya indikasi pemalsuan tanda tangan terhadap pihak kedua dalam hal ini Kepala UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten Inhil, Irmanita.


Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Irmanita bahwa ia menegaskan tidak pernah menerima barang atas kegiatan pengadaan belanja bahan habis pakai material kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang menelan anggaran sebesar 2,7 Miliar lebih.


“Saya tidak menerima fisik ats pengadaan itu. Untuk lebih jelasnya lagsng aja ke Dinkes…krn barang tsb khusus perlakuannya..lansng dikelola oleh Dinkes..,” tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp beberapa hari lalu.


Namun sayangnya, ketika awak media kembali menanyai apakah ada indikasi pemalsuan tanda tangan? Dirinya enggan memberikan informasi lebih lanjut.


“Cukup ini saja yang bisa saya jawab. Nanti konfirmasi ke dinas aja ya. Langsung ke PPK nya aja..jadi jelas..tidak ada yg ditambah dan dikurangi informasinya..,” jawab Kepala UPTD Instalasi Farmasi Inhil, Irmanita.


Menjawab hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), A Hadi mengira bahwa yang bersangkutan (Kepala UPTD Instalasi Farmasi) saat itu lupa karena kesibukan yang padat.


“Kita mengira mungkin lupa, karena saat itu memang kondisinya (Irmanita) tengah dalam kesibukan yang padat. Karena dalam kondisi bukan covid saja yang harus dikoordinirnya (Irmanita) sudah sekian ribu jenisnya, apalagi dalam kondisi Covid ini,” tuturnya.


“Kita tidak bicara ini tanda tangan palsu atau tidak. Tetapi, didalam hal responnya kita berpersepsi positif saja. Mungkin saja lupa, karana ini juga sudah lama, atau ingin berkomentar takut salah. Jadi persepsi saya seperti itu” tutup PPK.


(Arbain)




Terima Penghargaan, Bripka Daniel Freddy : Ini Semua Tidak Terlepas dari Kerjasama Tim

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bripka Daniel Freddy, salah orang personil Polres Indragiri Hilir (Inhil) berkomitmen, untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam mendukung kesuksesan penegakan hukum di lapangan.


Komitmen tersebut disampaikan pria yang menjabat sebagai Katim Buser Polres Inhil ini, setelah menerima 2 penghargaan dari Kapolres AKBP Dian Setyawan, di halaman Mapolres, Jalan Gajah Mada Tembilahan, Selasa 20 Oktober 2020.


Dikatakan Bripka Daniel Freddy, dirinya merasa senang atas penghargaan yang diberikan oleh Kapolres dan membuatnya termotivasi untuk berbuat yang lebih baik lagi bagi Polri.


“Ini semua tentunya tidak terlepas dari kerjasama tim yang solid, khususnya dalam mencari informasi dari masyarakat,” ujarnya kepada awak media di Tembilahan.


Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Daniel ini mengucapkan terima kasih kepada Kasat Reskrim AKP Indra L Sihombing, yang telah memberikan dukungan, motivasi dan semangat dalam melaksanakan tugas-tugas di lapangan.


“Semoga Polres Inhil semakin sukses dalam melaksanakan tugas, khususnya Opsnal Sat Reskrim dan Polri semakin dipercaya masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Kapolres AKBP Dian Setyawan mengungkapkan bahwa pemberian penghargaan tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada anggota Polres Inhil, yang telah berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya di lapangan


“Ini merupakan bagian dari reward and punishment. Tentunya untuk anggota yang berprestasi kita berikan penghargaan, sedangkan bagi yg melanggar disiplin dan etik akan kita tindak,” pungkasnya.


Adapun penghargaan yang diberikan kepada Bripka Daniel Freddy, yakni :


1.Terkait keberhasilan dalam pengungkapan kasus penganiayaan/penyiraman air keras yang terjadi di wilayah hukum Polres Inhil pada Bulan September 2020 lalu 


2.Pengungkapan terhadap pelaku tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli dan atau memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis shabu pada Bulan Oktober 2020. (*/Arl)




Gatot Nurmantyo: Saya Sudah Tidak Punya Anak Buah, Bagaimana Caranya Menggulingkan Pemerintahan?

Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Foto: Youtube Refly Harun


ARBindonesia.com, JAKARTA – Banyak pihak menilai, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sarat dengan kepentingan politik.


Bahkan, tidak sedikit yang menganggap bahwa gerakan itu memiliki tujuan untuk menggulingkan Pemerintahan yang sah.
Namun anggapan itu dibantah salah satu inisiator KAMI, Gatot Nurmantyo.


Menurut Gatot, tudingan itu sama sekali tidak mendasar. Pasalnya, dirinya kini sudah tidak memiliki ‘power’.


Pun demikian dengan Din Syamsuddin yang menjadi ‘sejolinya’ dalam KAMI.


Hal itu disampaikan mantan Panglima TNI itu dalam video wawancara di akun Refly Harun yang dikutip pada Minggu (18/10/2020).


“Saya dan Pak Din Syamsuddin itu punya apa? Saya sudah rakyat biasa, pensiunan tentara. Kemudian Prof Din Syamsuddin juga bukan lagi Ketum PP Muhammadiyah,” ujarnya.


Karena itu, Presidium KAMI itu pun mempertanyakan tudingan miring yang dialamatkan kepada dirinya.


“(Saya) Sudah tidak punya anak buah. Bagaimana caranya menggulingkan pemerintahan?” sambungnya.


Gatot pun mempertanyakan tudingan penggulingan pemerintahan yang dialamatkan kepada dirinya.


“Apakah selama ini saya memang ada indikasi seperti itu?” tanya dia.


Menurut Gatot, tudingan ini ada lantaran muncul spanduk ‘Turunkan Jokowi’ saat deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi.


Hal itu kemudian disambung dengan adanya demo dengan mengusung isu yang sama.
Sejak saat itu, KAMI langsung dicap ingin menggulingkan pemerintahan yang sah.
“Padahal yang masang (banner) siapa, kami sendiri tidak tahu kok,” katanya.


Setelah kejadian itu, lanjut Gatot Nurmantyo, setiap ada KAMI selalu ada penolakan dari masyarakat.


Dalam penolakan tersebut, kata dia, seolah-olah KAMI adalah sesuatu yang sangat berbahaya.


“Berbanding terbalik dengan tujuan KAMI dan yang dilakukan. Ya, saya ketawa saja,” tuturnya.


Gatot menegaskan, sejawal awal terbentuk, KAMI sudah menyatakan bahwa KAMI adalah organisasi perjuangan yang penuh tantangan, hambatan dan ancaman.


“Siapkan mental, karena kadang-kadang menyuarakan kebenaran itu sulit. Lebih sulit dibandingkan menyuarakan ketidakbenaran,” ujarnya. (*)


Sumber pojoksatu.id