Penerima Beasiswa Berprestasi 2020, Disdik Inhil Akan Umumkan Melalui Media Koran dan Online

Foto : Kasubag Keuangan dan Perlengkapan Disdik INHIL, Hj Ismiantun SE


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintahan Kabupaten Inhil melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil akan mengumumkan daftar penerimaan Beasiswa untuk mahasiswa DIII, SI, S2 dan S3 yang
berprestasi tahun 2020 melaui media koran dan online.


Hal itu dikatakan langsung plt Kepala Dinad Pendidikan Inhil, H Fathurrahman melalui Kasubag Keuangan dan Perlengkapan, Hj Ismiantun SE, Rabu(15/12/2020).


Pemberian beasiswa yang diumumkan secara langsung melalui media cetak dan online tersebut tidak lain agar keterbukaan dan transparansi terkait seleksi beasiswa tersebut bisa dilihat secara langsung oleh publik sehingga tidak adanya hal tidak diinginkan


” Yang jelas kita ingin ada transparansi, sehingga informasi yang dipublis melalui media dapat tersampaikan tanpa harus datang kekantor. Yang jelas pencairan dana beasiswa ini ada 2 tahap yakni Transfer dan tunai pada tanggal 18 Desember 2020,” ucapnya.


“Untuk beasiswa berprestasi ini kita umumkan dulu, bagi yang lulus bisa dapat mengambilnya melalui tunai atau non tunai pada tanggal yang telah ditetapkan di kantor Disdik Inhil ,” tambahnya.


Selain itu, Hj Ismiantun menyebutkan
tujuan diberikan beasiswa adalah untuk memotivasi mahasiswa agar lebih semangat untuk menyelesaikan kuliahnya.


“Dan juga dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga bagi mahasiswa yang menerima,” tutupnya


Untuk diketahui, terkait pengumuman tersebut dapat dilihat langsung melalui resmi Disdik Inhil (Disdik.inhil.com), Koran Harian Pagi Posmetro Indragiri dan media Inhilnews.com. (*)


Editor : Arbain




Melalui FKWI, Pelindo I Tembilahan Salurkan Paket Sembako

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Melalui Forum Komunikasi Wartawan Indragiri Hilir (FKWI), PT Pelindo I cabang Tembilahan menyalurkan bantuan 15 paket sembako.


Sembako tersebut nantinya akan diserahkan kepada masyarakat yang tidak mampu serta terdampak pandemi covid-19.


Bantuan sembako tersebut, diserahkan oleh Manager Keuangan PT. Pelindo I cabang Tembilahan, Janfryadi Tumanggor dan langsung di terima ketua FKWI, Debi Candra, Kamis (17/12/2020) di Sekretariat FKWI Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan.


Dikatakan Janfryadi, ini bentuk kepedulian dan perhatian dari PT Pelindo I Tembilahan kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19.


“Semoga dengan bantuan sembako ini bisa sedikit membantu masyarakat,” harapnya.


Sementara itu, ketua FKWI Debi Candra mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh PT Pelindo kepada FKWI untuk menyalurkan kembali bantuan sembako ini.


“Terima kasih kepada PT Pelindo 1 Tembilahan yang masih mempercayai kami untuk menyalurkan bantuan sembako ini ke masyarakat yang terdampak covid-19. Insyaallah akan kami salurkan tepat sasaran,” tutup pemuda visioner yang acap disapa Bung Boy.


(Arbain)




Hari ke 3 MTQ Inhil, Dewan Hakim : Semua Berjalan Lancar

Koordinator dan Sekretaris Dewan Hakim Tinjau pelaksanaan MTQ Inhil


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Di Hari ketiga pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50 Tingkat Kabupaten Inhil (Inhil) tahun 2020, Koordinator Dewan Hakim H Drs Tantawi Jauhari, MM di dampingi Sekretaris Dewan Hakim M Arifin, S.Sos.,MM meninjau langsung pelaksanaan MTQ di beberapa arena lomba, pada Rabu (16/12/2020).


Adapun arena lomba Tilawah golongan anak -anak dan Remaja berada di STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Masjid Darul Hikmah, Masjid Al-Huda, dan Masjid Yamp.


Koordinator Dewan Hakim Tantawi Jauhari
mengatakan kunjungan ke 4 lokasi lomba bertujuan untuk memastikan kelancaran acara dan melihat langsung keadaan dan kondisi dewan hakim dan majelis hakim dalam keadaan sehat walfiat dalam melaksanakan tugas.


“Alhamdulillah semua perlombaan berjalan dengan lancar dan para peserta dari berbagai cabang tampak serius dan benar-benar menampilkan kemampuan terbaiknya di depan para dewan hakim,” imbuhnya.


Selain itu, dalam kunjungan tersebut Tantawi juga berpesan agar para peserta selalu menjaga kesehatan terlebih dimasa pandemi.


“Yang sudah namanya masuk pengumuman final agar mempersiapkan diri dengan baik. Bagi yang belum masuk final tentu bisa menerima ini sebagai pembelajaran dan bisa berprestasi diwaktu mendatang,” pesan Tantawi.


Terakhir ia mengatakan, mudah-mudahan hasil dari MTQ ini sesuai dengan yang diharapkan Bupati Inhil untuk melahirkan Qori-qoriah yang mewakili Kabupaten Inhil di tingkat Provinsi Riau bahkan tingkat Nasional.


“Hal itu tentunya melalui mekanisme dan proses yang baik sesuai dengan Qaidah-qaidah dan aturan-aturan yang ada. Insa Allah akan melahirkan yang terbaik,” tutupnya. (arl)


Editor Arb




Warga Ingin Vaksin Gratis: Pakai Duit yang Dikorupsi, Balikin

Vaksin Sinovac yang baru tiba di Indonesia disimpan di Bio Farma Bandung (Muchlis – Biro Setpres)


ARBindonesia.com, JAKARTA – Pemerintah telah mendatangkan vaksin corona ke dalam negeri. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan  vaksin untuk melawan pandemi covid-19 bakal diberikan untuk 107 juta orang penduduk.


Angka tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan 67 persen dari 160 juta orang penduduk yang berada di rentang usia 18-59 tahun. Hanya saja, dari 107 juta penduduk itu, tak semua dapat gratis, alias harus beli sendiri.


Skemanya lewat dua program: subsidi pemerintah 32 juta orang, 75 juta dijual untuk mandiri. Tak bisa semua gratis, pemerintah menyebut anggaran jadi kendala.


Pemerintah belum menetapkan harga vaksin covid-19 untuk setiap dosisnya. Namun PT Bio Farma (Persero) pernah menyampaikan harga vaksin corona di kisaran Rp72.500– Rp145 ribu. Belum lama ini harga yang diusulkan naik lagi menjadi Rp200 ribu per dosis. Jika asumsi satu orang mendapatkan 2 dosis, maka vaksin yang kudu dibayar sekitar Rp400 ribu.


Masyarakat merespons, cenderung keberatan dengan vaksin berbayar atau sikap pemerintah yang enggan memberi gratis. Salah satunya adalah Surya, pria berusia 30 tahun yang tinggal di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan. Menurutnya, pemerintah berkewajiban untuk menyediakan vaksin gratis bagi seluruh masyarakat.


“Kalau vaksin ya harusnya pemerintah yang nanggung. Jangan ibarat kata, masyarakat lagi yang harus bayar,” kata Surya, Selasa (15/12).


Surya mengatakan, sejak pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, masyarakat mengalami kesulitan secara ekonomi, termasuk dirinya.
“Uang ratusan ribu, kalau lagi corona gini itu gede banget lah,” kata dia.


Jangankan untuk membayar vaksin, ia bahkan mengaku tak memiliki untuk membayar kontrakan.


“Boro-boro bayar vaksin, uang bayar kontrakan aja enggak ada. Kalau alasannya (pemerintah) enggak ada dana, pakai aja duit yang dikorupsi. Suruh balikin untuk vaksin buat rakyat aja,” ujar dia.


Warga Pancoran lainnya, Tarso juga sependapat dengan Surya. Menurut pria 60 tahun ini, jika memang pemerintah ingin menyelamatkan rakyat, vaksin harus disediakan secara gratis, sebab jika berbayar, tak semua masyarakat bisa mendapatkannya.


“Istilahnya ini ekonomi udah morat-marit kayak gini, ekonomi rakyat istilahnya buat hidup aja udah susah, kok malah suruh bayar,” ucap dia.


Jika memang harus berbayar, ia mengaku tidak akan mau mengeluarkan uang untuk vaksin. Alasannya, kata dia, masih ada kebutuhan pokok lainnya yang bisa dipenuhinya dengan uang ratusan ribu.


“Jangan sampai memberatkan rakyat. Bagi orang yang mampu, pejabat, itu enggak masalah. Kalau bagi rakyat kecil berat, makan harian aja susah banget,” ucap dia.


Ia juga mengatakan jika pemerintah beralasan tak memiliki anggaran untuk subsidi, anggaran untuk bansos bisa diganti untuk vaksin.


Sebab, selama ini, kata dia, bansos yang diberikan pemerintah bermasalah dan tidak tepat sasaran.


“Bisa itu dialihkan anggarannya, wong pemerintah yang berkuasa,” ujar dia.


Sementara itu, warga lainnya, May, mengatakan siap untuk membayar vaksin jika keadaan ekonominya normal. Namun, kata dia, saat ini, kondisi ekonominya tengah sulit.


“Kalau lagi ada duit, saya juga mendingan pilih bayar untuk sekeluarga, biar aman. Tapi kalau keadaan begini, buat makan aja susah. Harusnya kewajiban pemerintah,” mata May.


Ia mengatakan, jika mengikuti harga vaksin yang diusulkan senilai Rp400 dengan asumsi dua dosis. Ia membutuhkan uang setidaknya Rp2,4 juta untuk membayar bagi enam anggota keluarganya.
“Duit dari mana. Enggak mau saya, mendingan buat bayar kontrakan. Kalau gratis enggak papa,” ucap dia.


Tidak hanya ketiga warga itu yang meminta agar vaksin diberikan secara gratis, Herman, warga Mampang Prapatan, pun berpendapat demikian. Menurut Herman, pandemi ini adalah keadaan darurat yang seharusnya disikapi pemerintah dengan mengutamakan kesehatan masyarakat.


“Ya kalau bayar mah kita keberatan. Sedangkan kan warga itu enggak mungkin, apalagi lagi corona gini. Kayak saya jualan, dulu sebelum corona alhamdulillah ada begitu, sekarang kan udah sepi banget,” kata Herman.


Sama seperti warga lainnya, Herman juga menyatakan tidak akan mau mengeluarkan uang jika memang ia tak kebagian subsidi vaksin dari pemerintah.


“Ya misalnya harganya Rp400 ribu. Saya keluarga ada lima orang. Jutaan berarti saya harus keluarkan (uang),” ucap dia.
Sementara itu, berbeda dengan keempat warga sebelumnya, Tarman (30) mengaku tak akan mau divaksin meski diberikan secara gratis oleh pemerintah.


“Saya takut divaksin, jadi saya enggak mau walaupun gratis. Apalagi harus berbayar. Saya tidak mau pokoknya,” ucap Herman.
Ia sendiri mengaku percaya dengan adanya corona, namun menurutnya, banyak warga lainnya yang lebih penting mendapatkan vaksin dibanding dirinya.


“Ya mungkin orang-orang lanjut usia, tenaga kesehatan,” ucap dia.


sumber cnnindonesia.com




Kebakaran di Tembilahan, ini Identitas 6 Korban dan Kronologisnya

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Identitas 6 orang korban yang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di kisaran Jalan H Sadri dan Abdul Manaf, Tembilahan telah diketahui.


Dari keterangan yang di sampaikan Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan keenam korban ditemukan petugas Damkar di ujung lorong lantai 2 Wisma Abu dalam kondisi bertumpuk.


Diduga korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen, karena terjebak dalam ruangan bagian belakang lantai 2 yang tertutup tembok.


“Diduga korban tidak bisa turun karena
kondisi api sudah membesar di bagian tangga dan lantai 1,” terang Kapolres, Senin (14/12/2020).


Selain itu, AKBP Dian Setyawan juga menerangkan kronologis peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 18.45 WIB.


Dari keterangan saksi, Andi mengetuk pintu kamar Adi Mulyadi untuk mematikan sekring listrik karena mendengar teriakan kebakaran di samping rumah yang bersangkutan.


Selanjutnya Adi Mulyadi pergi keluar rumah dan melihat kobaran api berasal dari depan Wisma Abu.


Kemudian saksi meminta tolong kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api.


Sekira pukul 19.30 Wib api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.


“Penyebab awal kebakaran diduga dari konsleting listrik di bagian receptionis lobbi depan. Atas peristiwa kebakaran tersebut kerugian materiil ditaksir 400 juta,” ungkap Kapolres.


Berikut Identitas 6 Korban Jiwa, satu diantara perempuan :


  1. Sahruji (24 tahun) alamat Desa Parit Kemang, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil. (Mahasiswa).
  2. Heldi Gustyawan (18 tahun), alamat Desa Pangkalan Batang Barat (Rt 010/Rw 003), Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis,(Pelajar).
  3. Ilham Novariansyah (20 tahun) alamt Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Prov. Sulawesi Selatan, (Tidak Bekerja).
  4. Kamaludin (36 tahun), alamat Desa Lahang Baru (Rt 025/Rw 012) Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil, (Swasta).
  5. Mahyuni (42 tahun), almat Desa Tegal Rejo Jaya (Rt 009/Rw 005), Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, (Petani).
  6. Siti Nurhaliza (21 tahun), alamat Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah, Kabupaten Inhil, ( Mahasiswi). (Data Polres Inhil).


(Arbain)




Implementasi CSR, PLTU Tembilahan Santuni Anak Yatim Piatu

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – PT PJB Services PLTU Tembilahan menyantuni sejumlah anak yatim piatu, Senin (14/12/2020). Kegiatan kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai wujud implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PLTU Tembilahan.


Tercatat, 24 orang anak yatim piatu memperoleh bantuan CSR dari PLTU Tembilahan. Mereka merupakan anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan PLTU Tembilahan atau yang dikenal dengan istilah ring 1.


Bantuan CSR secara simbolis diserahkan langsung oleh Manager PLTU Tembilahan, Wahyono. Hadir pula dalam kegiatan saat itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), Dr. Halomoan.


Menurut Manager PLTU Tembilahan, Wahyono, bantuan CSR yang ditujukan bagi anak yatim piatu adalah bentuk perhatian dan kepedulian PLTU Tembilahan terhadap sesama.


“Alhamdulillah, hari ini PLTU Tembilahan bisa hadir di tengah adik-adik yatim piatu, memberikan sedikit bantuan bagi mereka,” tukas Wahyono usai kegiatan.


Wahyono juga mengungkapkan, bantuan CSR bagi anak yatim piatu ini adalah cerminan rasa syukur atas dukungan masyarakat terhadap PLTU Tembilahan selama ini.


“Tanpa dukungan itu, mungkin kami saat ini tidak dapat berdiri berdampingan dengan masyarakat dalam upaya menerangi negeri,” tutur Wahyono.


Lebih lanjut, Wahyono berharap agar dukungan masyarakat terhadap PLTU Tembilahan dapat terus berlanjut. Di samping itu, Dia juga berharap, bantum yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anak yatim piatu tersebut.


“Semoga dengan dukungan masyarakat, kami dapat bekerja lebih baik lagi. Dan untuk bantuan yang telah diberikan, semoga dapat bermanfaat. Sekali lagi Saya ucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat,” pungkas Wahyono.


Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), Dr. Halomoan mengapresiasi sikap peduli terhadap sesama yang ditunjukkan oleh PLTU Tembilahan dengan cara memberikan santunan bagi anak-anak yatim piatu.


“Tentunya ini akan sangat membantu mereka (anak yatim piatu, red) untuk memenuhi keperluan, seperti mungkin keperluan sekolah. Kesadaran oleh perusahaan seperti PLTU Tembilahan ini lah yang sebenarnya kita perlukan,” jelas dr Halomoan.


Senada dengan Manager PLTU Tembilahan, dr Halomoan mengharapkan, bantuan CSR yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak yatim piatu penerima bantuan.


“Semoga juga barokah. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, ekonomi masih dalam masa pemulihan, Saya yakin bantuan itu akan sangat-sangat bermanfaat bagi mereka,” tandas dr Halomoan.


Untuk diketahui, pada gelaran tersebut, pihak panitia penyelenggara tetap mematuhi protokol kesehatan, menerapkan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. (*)