Mahasiswa Pekanbaru Demo Desak Kejari Periksa Hamdani Terkait Kepemilikan 3 Mobil Dinas

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Riau Menggugat (FMRM) mendatangi Kejaksaan Negeri Kota Pekanbaru guna menuntut agar Kejari segera memeriksa Ketua DPRR Kota Pekanbaru, Hamdani terkait kepemilikan 3 mobil dinas.


“Hamdani kami duga telah memiliki 3 mobil dinas plat merah sekaligus menerima tunjangan transportasi sebesar Rp30 juta,” ujar Koordinator Lapangan Aksi, Ahmad Ryan kepada Riaumandiri.co, Selasa (29/12/2020).


Dugaan kepemilikan mobil dinas lebih dari satu, diketahui melanggar aturan yang tertuang dalam PP No. 18 Tahun 2017 pasal 9 ayat 2 butir b tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD.


“Kami menuntut Kejari mengusut tuntas indikasi tindak pidana korupsi oleh Hamdani, yaitu pelanggaran kepemilikan mobil dinas tersebut,” ujar Ryan.


Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Kasi Intel Kejari Kota Pekanbaru, Lasargi Marel.


Diketahui, saat ini mobil yang di bawah penguasaan Hamdani ada 3 unit, yakni mobil Herrier BM 1363 T, Fortuner BM 1247 A dan Sedan Vios BM 1247 A.


Sumber riaumandiri.co




Surat Penunjukan PLH Sekda Provinsi Riau Beredar

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Beredar di jaringan media sosial (WhatsApp) tentang surat penunjukan Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Selasa (29/12/2020).


Dalam keterangan Surat Perintah nomor 571/XII/SPT/2020 yang beredar itu, disebutkan bahwa Drs.Masrul Kasmy, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Riau juga ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (PLH) Sekda Provinsi Riau sampai adanya penunjukan pejabat Sekda Provinsi Riau.


Hingga berita ini diterbitkan, Wakil Gubernur Provinsi Riau, Edy Natar Nasution belum menjawab upaya konfirmasi arbindonesia.com mengenai keabsahan surat yang beredar tersebut.


Surat penunjukan PLH Sekda Riau yang beredar


(Arbain)




Bupati Inhil Lantik Beberapa Kepala Dinas, Cek Namanya Disini

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – HM Wardan melakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (28/12/2020) malam di Gedung Engku Kelana Tembilahan.


Adapun pejabat setingkat Eselon II yang diambil sumpahnya adalah :


  1. INDRA YEVI RAIS, S.Sos, M. Si
    Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir
  2. Dr. H. MUHAMAD IRWAN, S.Pd, MM, M.Si
    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir
  3. dr. H. AFRIZAL D, MM
    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir
  4. UMAR, ST, MT
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Indragiri Hilir
  5. MARTA HARYADI, SH, MH
    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Indragiri Hilir
  6. H. ARIFIN, S.Sos, MM
    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hilir
  7. R. ARLIANSAH, S.Si, ME
    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan
    Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Indragiri
    Hilir
  8. BUDI NUGROHO PAMUNGKAS, S.STP, M.Si Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indragiri Hilir
  9. TRIO BENI PUTRA, SE, MM
    Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Indragiri Hilir
  10. Ir. ERY PUTRA
    Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Indragiri Hilir
  11. DHOAN DWI ANGGARA, S.STP, MH
    Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Indragiri Hilir
  12. FADILLAH, S.Pi, MT
    Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir


Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan menyampaikan bahwa pengangkatan suatu jabatan dalam pemerintahan adalah suatu yang lumrah.


Akan tetapi, pengangkatan tersebut bukan berdasarkan suka atau tidak suka dari seorang pimpinan, tetapi berdasarkan perundangan-undangan yang berlaku dan melali penilaian yang objektif.


“Maka pada prinsipnya seluruh ASN memiliki hak, tanpa harus memandang suku agama, Ras, dan golongan,” tutur HM Wardan dalam sambutannya.


Selain itu HM Wardan juga berharap dengan telah diambil sumpah jabatan tersebut dapat menimbulkan semangat, gairah. Hal itu tentunya dapat memberikan perubahan untuk nenumbuhkan kepercayaan publik, yang mungkin selama ini belum maksimal.


“Saya berharap Kepada yang baru dilantik dapat membuat trobosan, dengan membuat Inovasi-inovasi daerah,” imbuhnya


“Kita akan melakukan evaluasi pada 100 hari kerja,” tegas Bupati Inhil.


Arbain




PAN Inhil Siap Berpartisipasi Menyukseskan Muswil PAN Riau ke VI

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Besok, Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Riau akan menggelar Musyawarah Wilayah VI di Pekanbaru, Senin (28/12/2020).


Menindaklanjuti hal tersebut, DPD PAN Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga telah mempersiapkan segala sesuatunya dalam rangka ikut menyukseskan Muswil yang mengusung tema “Bersebati Membangun Negeri”.


“Semua kader dan DPC PAN Inhil kita undang agar sama-sama hadir rumah PAN di Jalan Subrantas, Kecamatan Tembilahan untuk berpartisipasi mengikuti virtual pelaksanaan Muswil, ” terang Edi Susanto selalu ketua Panitia Pelaksana usai rapat persiapan yang dipimpin langsung Ketua PAN Inhil Sulaiman MZ dan dihadiri Anggota Dewan asal PAN Buono Abdi, Minggu (27/12/2020).


Lebih lanjut pria yang akrab disapa Edi Dragon itu menjelaskan dikarenakan masih suasana Pandemi Covid 19, sehingga pelaksanaan pemilihan ketua DPW PAN Riau dilakukan secara virtual dan tetap mengikuti protokol kesehatan.


Sementara itu Sulaiman MZ yang juga Anggota DPRD Provinsi Riau berharap momontum Muswil dapat membawa kemajuan tidak hanya terhadap partai, namun juga bagi daerah sesuai tema yang diusung.


“Siapa pun yang terpilih menjadi ketua DPW PAN Riau nantinya, kita harapkan bisa terus bergandengan tangan bersama DPD demi kemajuan partai dan tentunya mampu membawa perubahan yang lebih baik lagi bagi negeri yang kita cintai ini, ” imbuhnya. (*)




Randi Arriavinandi Terpilih Sebagai Ketua IKA Pendidikan Ekonomi UIN Suska Riau

Randi Arriavinandi Ketua terpilih IKA-PE UIN Suska Riau


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Proses rentetan mekanisme pemilihan ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Ekonomi (IKA-PE) UIN Suska Riau periode 2021-2023 berlangsung lancar dan telah menetapkan Randi Arriavinandi sebagai ketua perdana.


Kegiatan tersebut dilaksanakan secara online melalui vote google form sejak tanggal 23 hingga 25 Desember 2020.


Pemilihan ini dilaksanakan dalam dua kali putaran dan tercatat ada 4 kandidat calon ketua IKA-PE UIN Suska Riau yaitu Buzmarizal Effendi, Juliwan, Randi Arriavinandi, dan Nurcia.


Pada hasil akhir pemilihan Ketua Organisasi Alumni ini, Randi Arriavinandi ditetapkan sebagai Ketua terpilih setelah meraih suara terbanyak melalui hasil vote di Keluarga Besar Pendidikan Ekonomi UIN Suska Riau, Jum’at(25/12/2020).


Selaku ketua terpilih, Randi Arriavinandi, S.Pd mengucapkan rasa terimakasih banyak kepada seluruh keluarga besar alumni Pendidikan Ekonomi UIN Suska Riau. Wabil khusus kepada kepanitiaan pemilihan ketua organisasi alumni yang telah berpartisipasi penuh melaksanakan rangkaian agenda pemilihan.


“Ini merupakan langkah awal dan ikhtiar kita bersama dalam membentuk wadah berhimpun, yakni Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Ekonomi (IKA-PE) UIN Suska Riau,” tuturnya.


“Tanpa kerjasama dan support dari keluarga besar pendidikan ekonomi kami sadari tidak akan mampu memajukan organisasi alumni ini,” tambah Randi.


Selain itu, Randi juga berharap agar seluruh yang tergabung di keluarga besar dapat berkontribusi dan berpartisipasi serta tak enggan memberikan saran, masukan, serta nasehat demi terwujudnya organisasi yang solid.


“Dalam waktu dekat kami akan melakukan aktivitas tahap awal yakni merancang dan menetapkan formasi struktur pengurus,” Imbuh Ketua IKA-PE UIN Suska Riau.


Selain itu Randi juga mengatakan akan mendata alumni sejak angkatan pertama hingga sekarang, serta melakukan silahturahmi dengan pihak jurusan, fakultas, Kampus termasuk IKA UIN Suska.


“Kita akan melihat kebutuhan untuk mahasiswa, jurusan, alumni Pendidikan Ekonomi,” tutup Randi yang juga sebagai Kandidat Magister Pendidikan Ekonomi Universitas Riau.


Untuk diketahui, dari hasil pemilihan tersebut, ketua terpilih juga mendapatkan ucapan selamat dari para dosen, alumni dan Mahasiswa jurusan Pendidikan Ekonomi UIN Suska Riau.


Editor Arbain




10 Fakta Tsunami Aceh, Tragedi 16 Tahun Lalu Yang Menyebabkan 227.000 Orang Meninggal

ARBindonesia.com, JAKARTA – Hari ini, tepat 16 tahun lalu, gempa bumi berkekuatan 9,2 skala Richter (SR) disusul tsunami besar dengan ketinggian mecapai puluhan meluluhlantakkan Aceh. Bencana yang menghatam bumi serambi Makkah kala itu tak hanya menjadi duka bagi Indonesia, tapi juga dunia.


Tsunami kala itu menyebabkan ratusan ribu orang tewas. Sejumlah negara pun terdampak oleh bencana alam itu.


Berikut 10 fakta tentang Tsunami Aceh 2004 yang dirangkum iNews.id dari berbagai sumber:


Terjadi Sehari Setelah Natal


Tsunami Aceh 14 tahun silam terjadi pada Minggu (26/12/2004), sehari setelah perayaan Natal. Tsunami diawali gempa bumi yang berpusat di lepas pesisir barat antara Simeulue dan daratan Sumatera. Sejumlah ilmuwan menyebut gempa ini sebagai Gempa Bumi Sumatera–Andaman.


Tinggi maksimum gelombang tsunami 30 meter


Gelombang tsunami Aceh memiliki ketinggian rata-rata 10 meter. Namun puncak tertingginya mencapai 30 meter.


15 Negara Terdampak


Sebanyak 15 negara terdampak oleh bencana Tsunami Aceh 2004. Kelima belas negara itu adalah Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, Myanmar, Maladewa, Malaysia, Tanzania, Seychelles, Bangladesh, Afrika Selatan, Yaman, Kenya, dan Madagaskar.


Total korban jiwa lebih dari 220.000 orang
Korban meninggal dunia dalam bencana tersebut mencapai 227.898 jiwa. Indonesia berada di urutan pertama dengan total 167.540 orang meninggal dunia dan 500.000 lebih penduduk kehilangan tempat tinggal.


Kekuatan tsunami setara lima megaton dinamit


Energi tsunami yang menyapu daratan Aceh 16 tahun silam setara dengan lima megaton dinamit. Indonesia menjadi negara yang terkena dampak paling besar, diikuti Sri Lanka, India, dan Thailand.


Bencana alam paling mematikan di abad ke-21


Peristiwa Tsunami Aceh 2004 atau oleh kalangan internasional juga disebut “2004 Indian Ocean earthquake and tsunami” alias Gempa Bumi dan Tsunami Samudera Hindia 2004, sejauh ini masih tercatat sebagai bencana alam paling mematikan di abad ke-21.


PLTD Apung 1


Bencana Tsunami Aceh 2004 memang sangat dahsyat. Gelombang tsunami itu bahkan mampu menghanyutkan PLTD Apung 1, sebuah kapal berbobot 2.600 ton, sejauh 2–3 km ke daratan. Saat ini, bangkai kapal Apung 1 menjadi tempat wisata populer di Kota Banda Aceh.


Kapal PLTD Apung 1 yang kini jadi museum di Banda Aceh. (Foto: Salman Mardira/Okezone)


Donasi internasional menembus Rp197,5 triliun


Penderitaan orang-orang dan negara-negara yang terkena dampak mendorong tanggapan kemanusiaan di seluruh dunia. Salah satu bentuknya adalah penggalangan donasi. Total sumbangan yang terhimpun pada waktu itu mencapai lebih dari 14 miliar dolar AS (setara dengan Rp197,5 triliun untuk kurs saat ini).


Mengubah Jalur Pelayaran


Gempa dan tsunami besar di Aceh 16 tahun lalu ikut memengaruhi jalur pelayaran di Selat Malaka. Bencana alam itu telah mengubah kedalaman dasar laut di perairan yang memisahkan Malaysia dengan Pulau Sumatra itu. Di satu tempat, kedalaman air yang sebelumnya mencapai 4.000 kaki mendangkal menjadi 100 kaki, sehingga pelayaran mustahil dan berbahaya dilakukan.


Seluruh Bumi Bergetar


Menurut hasil penghitungan para ahli, Gempa Aceh 2004 menyebabkan seluruh planet bumi bergetar 1 sentimeter.


“Secara global, gempa ini cukup besar untuk menggetarkan seluruh planet hingga setengah inci, atau satu sentimeter. Di mana pun kami memiliki instrumen, kami dapat melihat gerakan,” ungkap profesor geosains di Penn State University Amerika Serikat, Charles Ammon, dikutip CNN.


“Biasanya, gempa bumi kecil mungkin berlangsung kurang dari satu detik; gempa bumi berukuran sedang mungkin berlangsung beberapa detik. Gempa ini berlangsung antara 500 dan 600 detik,” kata dia.


Sumber rctiplus.com