Modus VCS, Pria Asal Jambi ini Nyamar jadi Wanita di Medsos untuk Peras Uang Korbannya di Riau


Foto: Pria nyamar di medsos jadi wanita lalu dia peras lelaki yang VCS (dok Istimewa), detik.com


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Bermoduskan panggilan video sex (video call sex atau VCS) dengan melakukan penyamaran sebagai wanita di media sosial, pria asal Sarolangun, Jambi ini lakukan pemerasan terhadap korbannya hingga 20 juta.


Dilansir dari detik.com, Ahmad Tantowi (24) ditangkap jajaran Ditreskrimsus Polda Riau atas kasus pemerasan lewat modus panggilan video seks (video call sex atau VCS).


Direktur Ditreskrimsus Polda Riau, Kombes Andri Sudarmadi, mengatakan pelaku ditangkap Rabu (6/1) pukul 17.30 WIB di Sarolangun. Penangkapan setelah adanya laporan pemerasan terhadap korban pria berinisial RS.


“Pada Rabu lalu di Desa Pemusiran, Mandi Angin, Sarolangun dilakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik inisial AT. Pelaku ditangkap atas penyebaran konten asusila dan atau pemerasan,” terang Andri kepada detikcom, Senin (11/1/2021).


Setelah ditangkap, Owi langsung dibawa ke Ditreskrimsus Polda Riau. Di hadapan polisi, dia mengakui membuat akun media sosial palsu dengan foto profil gadis tanpa busana alias bugil.


“Modusnya pelaku membuat akun palsu atas nama Chidy Moy yang menggunakan foto profil seorang perempuan. Pelaku mengambil foto perempuan tersebut dari internet,” kata Andri.



Setelah membuat akun, pelaku mencari beberapa korban secara acak dengan melakukan chatting terlebih dahulu. Isi chatting yaitu memancing korban untuk melakukan video call sex.


“Pelaku sudah mempersiapkan sebuah video porno di salah satu handphone lainnya, pelaku di sini menggunakan dua handphone. Handphone pertama untuk melakukan video call dan handphone yang kedua untuk memutar video porno yang kemudian diarahkan ke kamera handphone pertama,” katanya.


Ketika video call sex berjalan, pelaku lalu merekam layar atau screenshoot korban yang sedang melakukan VCS. Setelah itu pelaku memeras korban dengan meminta pulsa atau sejumlah uang.


“Jika tidak diberi, tangkapan layar tersebut akan disebarkan ke rekan-rekan Facebook korban. Pelaku awalnya meminta Rp 7 juta dan sudah dikirim,” kata mantan Kapolres Banyuasin tersebut.


Tak sampai di situ, pelaku kembali minta uang lagi ke korban sebesar Rp 13 juta. Merasa diperas, korban pun akhirnya melaporkan ke Ditreskrimsus Polda Riau pada Selasa (29/12/2020) dengan Nomor : LP/05/I/ 2021/SPKT/RIAU.


Dari pelaku diamankan 2 buah handphone, 1 buku tabungan, ATM, dan KTP milik pelaku. Atas perbuatannya, pelaku diancam UU ITE dengan ancaman 12 tahun penjara.


Editor arbain
Sumber detik.com




Sebelum Pesawat Terjatuh, Pramugari Mia TW Sempat Telpon Ibunya Bilang ini

Pramugari pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Mia Tresetyani Wadu


ARBindonesia.com, JAKARTA- Pramugari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 asal Denpasar, Bali, Mia Tresetyani Wadu sempat bercerita ke ibunya jika pesawat yang ditumpanginya delay karena hujan deras.


Pramugari berusia 23 tahun itu diketahui sempat menelepon ibunya sebelum pesawat yang ditumpanginya hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu 9 Januari 2021.


Kakak sepupu Mia, Ginsir mengatakan, dalam percakapan telepon itu, Mia sempat bercerita penerbangannya delay gara-gara hujan deras.


“Ya, sekitar dua jam sebelum kejadian, Mia sempat kontak ibunya, Ni Luh Sudarni. Ibu berpesan untuk berhati-hati,” kata Ginsir kakak sepupu Mia kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (10/1/2021).


Sore harinya, Sudarni dan suaminya, Zet Wadu mendapatkan kabar dari pemberitaan media pesawat yang ditumpangi putrinya los kontak dan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu.


Pasangan suami istri itu pun sangat terpukul dengan nasib putrinya kelahiran 23 November 1998 itu. “Bapak dan ibu syok kemudian kami yang menghandel telepon,” ujar Ginsir.


Mia baru sekitar tiga tahun bekerja di Sriwijaya Air. “Terakhir dia pulang ke rumah Agustus tahun lalu,” ucap Ginsir.


Rencananya, kakak almarhumah, Ardy S Cornelis Wadu dan sang paman akan berangkat ke Jakarta untuk membantu proses identifikasi.


“Mungkin dua hari ke depan berangkatnya,” kata Ginsir.


Dia menuturkan, pihak keluarga pertama kali mendapat kabar dari pemberitaan media yang merilis nama-nama penumpang Sriwijaya, Sabtu sore kemarin.


Sumber okezone.com




Warga Keluhkan Kondisi Jalan di Dalam Kota, ini Respon Bupati Inhil

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR –
Warga mengeluhkan kondisi jalan di dalam Kota Tembilahan, terutama di Jalan Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu dan Jalan Sungai Beringin Tembilahan yang kondisinya saat ini semakin memprihatinkan.


Merespon keluhan masyarakat, Bupati
Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan langsung memperintahkan Dinas PUPR untuk langsung melakukan pemeliharaan ruas jalan Kayu Jati di Kecamatan Tembilahan Hulu.


“Saya langsung perintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera mengambil tindakan sesuai ketentuan,” kata Bupati, Ahad (10/12/021).


Senada dengan warga yang meminta agar ada perbaikan terhadap kondisi jalan tersebut. Pada prinsipnya, Bupati juga demikian. Hanya saja meski dilakukan sesuai mekansime dan ketentuan yang ada.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil, Umar, ST MT mengaku langsung diperintahkan orang nomor satu di Inhil untuk mengambil tindakan sebagai mana yang dia perintahkan oleh Bupati Inhil.


Dia mengakui untuk perbaikan Jalan Kayu Jati, seyogyanya sudah dapat langsung dikerjakan beberapa hari lalu. Hanya saja terkendala kondisi alam. Dimana saat ini sebagain besar ruas jalan masih digenangi air pasang rob.


“Jadi kita sedikit terkendala. Makanya agak telat. Tapi hari ini (Ahad, red) langung kita kerjakan sebagai mana perintah pak Bupati, tersebut,” jawabnya.


Sedangkan Jalan Sungai Beringin, lanjut Umar, menjadi tanggung jawab dan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.


Walau demikian, pihaknya sudah berkoordinasi mengenai program perbaikan jalan itu.


“Jawaban teman-teman di Provinsi, akan segera ada pemeliharaan pada 2021 ini,”simpulnya. (*)


Editor arbain




Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Penghafal Al-Quran Selamat dari Maut

Keluarga penumpang di bandara pontianak (foto: Istimewa)


ARBindonesia.com, JAKARTA- Rachmawati seorang penghafal Al-qur’an turut berduka sekaligus merasakan keajaiban dari Allah SWT. Sebab ia merasa selamat dari maut atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.


Rachmawati yang merupakan warga Mempawah, Kalimantan Barat mengaku akan berangkat ke kampung halamannya di Pontianak dengan menumpangi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang dinyatakan jatuh itu.


Namun karena hasil tes swab belum keluar hingga dirinya harus menunggu penerbangan hingga ke esokan harinya.


“Sebenarnya saya akan berangkat menggunakan pesawat tersebut, tetapi karena menunggu hasil PCR Swab yang baru siang hari ini keluar, jadi batal ikut pesawat itu,” kata Rachmawati dilansir dari Tribunpontianak.co.id melalui telepon.


Mantan Qoriah Internasional tahun 1985-1986, baru akan berangkat pada Minggu (10/01/21) siang ini.


“Karena PCR SWAB baru keluar tadi, akhirnya saya jadinya berangkat besok (Minggu) menggunakan pesawat Air Asia,” ujar
Setelah kejadian pesawat itu hilang kontak, kata Rachmawati, pihak keluarga pun banyak yang menghubunginya. Sebab, di daftar nama penumpang tertera namanya.


“Tadi banyak yang telepon juga, anak dan saudara yang di Mempawah dan Sambas, karena beredarnya nama penumpang, yang tertera ada nama saya, dan pihak keluarga juga sebenarnya sudah tahu kalau saya rencana pulang hari ini,”katanya. (*)


Editor arbain

Sumber timurkota.com




Cekcok Gara-gara Baju, Seorang Ibu Dipolisikan Anak Kandungnya

Seorang ibu di Demak dipolisikan oleh anak kandungnya, Sabtu (9/1/2021). Foto: Dok Direktur LBH Demak Raya, Haryanto


ARBindonesia.com, JAWA TENGAH – Seorang gadis di Demak, Jawa Tengah, A (19) melaporkan ibu kandungnya ke polisi usai cekcok gara-gara baju. Akibatnya sang ibu, S (36), kini ditahan di kantor polisi.


“Kasihan ibunya sambil nangis-nangis, ‘Ya Allah Gusti uripku’, keluhnya. Karena ingat anaknya sendiri. Akhirnya si ibu pasif tidak mau melawan,” cerita kuasa hukum terlapor S (36), Haryanto saat dihubungi awak media, Sabtu (9/1/2021).


“Ditahan sejak kemarin di Polsek (Demak) Kota. Karena berkasnya sudah lengkap atau P-21” sambungnya.


Haryanto menyebut perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual pakaian di Pasar Bintaro itu tidak berniat melaporkan balik anaknya. “Karena saat didorong anaknya itu sebenarnya bisa juga dibuat melaporkan balik,” ucap Haryanto.


Peristiwa itu bermula saat A, yang ikut ayahnya tinggal di Jakarta sejak bercerai dengan ibunya, pulang ke Demak pada 21 Agustus 2020 lalu. Kala itu, A dan ayahnya, kata Haryanto, lebih dulu ke rumah Lurah dan RT setempat sebelum mendatangi rumah S. Lalu ayah dan anak itu mendatangi rumah S bersama perangkat desa.


“Terus dia (A) masuk, terus nyari bajunya. Ibunya jengkel, bilang ke anaknya, suruh minta belikan ayahnya, ‘karena sudah ikut ayahmu yang katanya uangnya banyak’,” cerita Haryanto.


A yang masih mencari itu terus mengomel karena tak menemukan bajunya di lemari. Hingga akhirnya sang ibu berkata jika baju-baju A itu telah dibuangnya.


“Kemudian anak tersebut mencari di lemari nggak ada, sambil ngomel-ngomel. Ibunya bilang, wes (sudah) tak buang,” terang Haryanto.


Haryanto mengungkap, A sempat mendorong ibunya sampai terjatuh. Menurutnya, saat sang ibu akan kembali berdiri dia refleks menyentuh anaknya.


“Itu kena kukunya, tapi ibunya juga tidak merasakan kalau kena kukunya, sampai divisum itu muncul dua cm di pelipis anak. Setelah itu ya sudah, karena masih banyak orang, dilerai dan setelah itu pak lurah dan pak RT pulang dan sudah selesai,” urainya.


Berbekal hasil visum luka tersebut, lanjut Haryanto, S dilaporkan sang anak kepada polisi keesokan harinya yakni 22 Oktober 2020 dengan dugaan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga. S dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT subsider Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. S akhirnya ditahan di Polsek Demak Kota setelah jaksa menyatakan berkas kasus ini P-21 kemarin.


Sementara itu, A juga telah buka suara soal pelaporan ibu kandungnya itu ke polisi. Namun, dia menyerahkan kasus ini lewat kuasa hukumnya.


“Saya belum bisa menjawab sekarang. Sejauh ini belum ada bahasa apapun berkenaan dengan masalah ini ke saya. Kalau masalah hukum ini saya serahkan pada pengemban hukum karena ini negara hukum, akan saya sampaikan ketika di persidangan nanti,” jelas A lewat pesan singkat, Sabtu (9/1).


Kuasa hukum A, M Syaefudin, mengungkap kliennya akan mempertimbangkan untuk mencabut laporan jika sang ibu meminta maaf. Permintaan maaf itu, kata Syaefudin, bisa disampaikan S melalui telepon, pesan singkat atau surat.


“Selaku PH-nya A, saya telpon A tadi, saya tanya kalau misalkan ibu kamu, ada upaya upaya kalau merasa salah minta maaf, baik itu melalui WA atau telepon, atau surat, atau keluarga, atau melalui PH nya itu gimana, nok? ‘Saya pertimbangkan, pak,’ bilangnya,” ujar M Syaefudin saat dihubungi detikcom, kemarin.


Syaefudin pun mengaku tak bisa mengurai kasus ini secara detail. Namun, dia masih akan berusaha untuk berkomunikasi dengan pihak S. Dia juga berharap kasus ini bisa diselesaikan kekeluargaan.


“Saya yakin perkara itu, saya yakin masih terbuka ruang lebar wong deliknya aduan. Saya berharap ibu dan anak itu baikan lagi, berpelukan lagi, bagaimanapun anak tidak ada mantan, bagaimanapun ibu tidak ada mantan. Kalau bicara hukum, saya akan memberi pengertian hukum dengan sebaik-baiknya sesuai dengan regulasi hukum yang ada,” ujarnya. (*)


Sumber detik.com




Pilot Sriwijaya Air SJ-182 Pergi Tanpa Setrika Baju, Sempat Minta Maaf ke Istri

ARBindonesia.com, JAKARTA – Keluarga pilot Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak dan diduga jatuh di Kepulauan Seribu DKI Jakarta, mengatakan Kapten Afwan pada Sabtu (9/1) berangkat tergesa-gesa dan mengenakan baju yang tidak diseterika.


“Semalam istrinya cerita bahwa ini adalah kali pertama dalam 15 tahun, suaminya pergi tergesa gesa dan tanpa disetrika bajunya,” kata keponakan Kapten Afwan, Muhammad Akbar saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (10/01/21) dilansir Antara.


Sebelum berangkat, Kapten Afwan mengucapkan permintaan maaf pada istrinya. Bahkan setelah sampai di bandara, Kapten Afwan juga melakukan video call kepada anaknya.


“Ini hal yang tak lazim dilakukan oleh beliau. Biasanya setiap kali ‘landing’, Kapten Afwan selalu telpon istrinya tapi sampai waktu ‘landing’ ternyata tidak ada kabarnya hingga sekarang,” terang Akbar.


Keluarga berharap ada mukjizat dan mendapatkan kabar baik atas keberadaan Kapten Afwan.


Diberitakan sebelumnya, Terlihat di lokasi saat ini, ada beberapa petugas yang datang dengan membawah kantong jenazah.


Menurut sumber terpercaya, kantong jenazah ini berisikan serpihan pesawat dan ada pula beberapa diduga kuat tubuh korban Sriwijaya Air SJ 182 di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021).


Sejumlah kapal dan personel TNI AL telah mencapai titik koordinat yang diduga kuat lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.


Salah satu kapal yang telah sampai adalah KRI Teluk Gilimanuk-531 tiba di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Minggu dini hari sekitar pukul 01.20 WIB.


KRI Teluk Gilimanuk berangkat dari Dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB.


Kapal itu merupakan kapan perang jenis pendarat yang turut membantu pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh perairan di Kepulauan Seribu.


Dikutip dari Antara, KRI itu mengangkut puluhan tim penyelam dari pasukan elit marinir, kopaska dan denjaka serta perlengkapan penyelamatan lainnya.
KRI Teluk Gilimanuk berlabuh tidak jauh dari sebuah patok/tanda yang berada di perairan itu.


Belum diketahui apakah tanda dalam bentuk bendera kecil itu, merupakan lokasi koordinat jatuhnya pesawat.


Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Muliadi dikabarkan mejadi penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ18 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh.


Hal itu dikonfirmasikan Sekjen Partai Hanura, I Gede Pasek mengatakan pihaknya masih mencari informasi soal kadernya itu.


“Beliau baru-baru menikah pada November 2020. Sekarang mau ke Jakarta dari Pontianak. PakMuliadi bersama istri dan mertua,”katanya.


Daftar identitas penumpang dan kru pesawat Sriwijaya Air SJ18 yang jatuh di kepulauan seribu.


Tampak puluhan keluarga penumpang mendatangi Bandara Pontianak guna menanyakan kejelasan informasi.


“Kami ke sini untuk mencari informasi. Keluarga di rumah sementara menggelar doa bersama,” kata seorang pria mengaku anaknya bernama, Iwan salah penumpang pesawat.


Tim Basarnas menunjukkan sejumlah foto serpihan pesawat dan dugaan potongan tubuh manusia.


Sejumlah nelayan mengakui melihat pesawat jatuh di laut dan terdengar bunyi dentuman keras.


“Nelayan mendengar dentuman dan terlihat pesawan jatuh,” kata, Kaptep Eko Komandan Kapal Trisula di Pulau Lancang.


Pesawat Sriwijaya Air SJ18 Jakarta-Pontianak dipiloti Capten Afwan, dengan Co Pilot Diego.M hilang kontak dalam penerbangan Jakarta-Pontianak.
Pesawat ini diketahui berpenumpang mencapai 56 orang.


“Sriwijaya Air SJ 182 pilot Cap.Afwan,Co.Diego.M,Cabin Crew: Dhika,Okky,Bisma,Mia.T,Gita L. tujuan Pontianak dengan jumlah penumpang : 56 penumpang, terdiri dari : 46 dewasa,7 anak-anak,3 bayi,” kata Humas Sriwijaya Air, Willy, Sabtu (09/01/21).


Pesawat hilang contak dengan tower sesuai jadwal take off pukul 13.25 WIB. Sementara landing pukul 15.00 WIB.


“Sempat delay menjadi take off jam 14.14 landing jam 15.50 Wib,” ujar dia.


Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ18 Jakarta-Pontianak Hilang Kontak. Belum diketahui kondisi pesawat tersebut.


“Sriwijaya Air sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta – Pontianak,” kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Theodora Erika, Sabtu (9/1).


Management masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini. Mereka segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya.
(*)


Sumber Timurkota.com