Kabar Duka, Syekh Ali Jaber Wafat

Syekh Ali Jaber. Foto cnnindonesia.com


ARBindonesia.com, JAKARTA –
Innalillahi wa innailaihi rajiun. Kabar duka datang dari pendakwah Syekh Ali Jaber. Syekh Ali Jaber wafat.


Kabar Syekh Ali Jaber meninggal dunia dikabarkan akun Instagram yayasan.syekhalijaber.


“Kami berduka atas wafatnya Syaikh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber,” ujar keterangan akun itu, Kamis (14/1/2021).


Ustaz Yusuf Mansur juga mengabarkan kabar duka Syekh Ali Jaber wafat. Yusuf Mansur menyebut Syekh Ali Jaber meninggal dalam keadaan negatif Corona.


“Benar Syeikh Ali wafat. 08.30 WIB, sudah dalam keadaan negatif COVID. Di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta,” tulis Yusuf Mansur.


Sumber detik.com




Pasien Positif Covid di Inhil, Apakah akan Divaksin?

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Melalui data yang dihimpun per 12 Januari, sebanyak 130 pasien positif covid-19 saat ini tengah menjalani Isolasi, baik mandiri maupun di Rumah Sakit perawatan Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Dari pasien yang saat ini masih dinyatakan positif covid, apakah akan disuntik Vaksin ?


Sebelumnya, pemerintah Kabupaten Inhil berencana akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada 14 Januari secara serempak se-Indonesia. Akan tetapi hal tersebut tertunda dikarenakan hal tertentu.


Mengenai pasien positif covid-19 apakah akan mendapatkan vaksin, secara tegas Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan mengatakan bahwa pasien positif covid-19 yang saat ini tengah menjalani perawatan tidak masuk dalam kategori pemberian vaksin.


Akan tetapi pasien yang sudah dinyatakan sembuh, nantinya akan diberi vaksin diwilayahnya masing-masing.


“Pasien positif yang bergejala tidak boleh di beri vaksin dulu. Sebab pasien ada penyakit komorbid (penyakit penyerta bawaan),” kata dr Saut kepada arbindonesia.com, Rabu (13/1/2021).


“Kita juga belum ada petunjuk mengenai hal tersebut. Petunjuk yang saat ini hanya untuk tenaga kesehatan saja dulu yang akan di berikan vaksin,” tambahnya.


Terpisah, hal senada juga disampaikan oleh dr Afrizal Darmawan, Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Inhil, bahwa pasien yang terkonfirmasi postif Covid-19, baik yang tidak bergejala maupun yang memiliki penyakit bawaan tidak masuk dalam pemberian vaksin.


“Tidak Disuntik Vaksin, karena sudah ada juknisnya (petunjuk teknis) mengenai pemberian vaksin. Tahap pertama ini difokuskan untuk tenaga kesehatan dulu,” kata H Afrizal kepada arbindonesia.com, Rabu (13/1/2021).


Arbain




Update Covid di Inhil Saat ini, 130 Pasien Positif

Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan, foto suara sindo


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Update perkembangan jumlah pasien yang terkonfirmasi postif terpapar covid-19 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Berdasarkan data per 12 Januari pukul 17.00 Wib, Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan, saat dikonfirmasi mengatakan saat ini yang terkonfirmasi postif Covid-19 sebanyak 130 pasien.


Dari 130 pasien tersebut, 63 orang diantaranya tengah menjalani isolasi mandiri dan 67 orang menjalani isolasi di Rumah Sakit.


“Yang sembuh sebanyak 631 orang, meninggal 36 orang. Total keseluruhan yang terkonfirmasi saat ini 797 orang,” papar Saut kepada arbindonesia.com, Rabu (13/1/2021).


Sedangkan kasus Suspek saat ini yang tengah menjalani Isolasi mandiri sebanyak 927 orang, 3 orang diantaranya menjalani isolasi di Rumah Sakit Covid-19.


“Selesai isolasi sebanyak 21.407, meninggal dunia 22 orang. Secara komulatif kasus Suspek Covid-19 di Kabupaten Inhil berjumlah 28.197 orang,” terang dr Saut.


Untuk diketahui, jumlah Tempat Tidur (TT) pada RS perawatan Covid-19 di Kabupaten Inhil saat ini sebanyak :


RSUD PH Tembilahan : 129 TT
RSUD Raja Musa : 9 TT
RSUD Tengku Sulung : 7 TT


Arbain




Begini Cara Cek Namamu Agar Bisa Tahu Kapan Mendapat Vaksin Covid-19

ARBindonesia.com, JAKARTA – Hari ini Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menjadi orang pertama yang telah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 di Istana Kepresidenan.


Adanya vaksin COVID-19 tahap awal di Indonesia memang masih akan difokuskan pada seluruh tenaga medis yang bertugas karena sangat rawan terkena COVID-19.


Nah berikut merupakan bagaimana cara pengecekan penerima vaksin tahap awal di Indonesia?


  1. Untuk pelaksanaan vaksinasi ini, pemerintah telah mengirimkan SMS blast kepada sejumlah penerima vaksin dari ID pengirim PEDULICOVID. Gelombang pertama dilakukan pada Januari hingga April 2021.
  2. Kemudian, calon penerima Vaksin COVID-19 akan mendapatkan SMS lagi dari PEDULI COVID untuk diarahkan melakukan registrasi ulang secara elektronik melalui:


• Aplikasi PeduliLindungi
• Web https://pedulilindungi.id
• Melakukan panggilan ke *119#


3. Selanjutnya Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi Covid-19 mengirim tiket elektronik sebagai undangan kepada penerima vaksin yang telah terverifikasi. Nantinya akan dingatkan kembali via SMS atau aplikasi Pedulilindungi.


Bagi tenaga kesehatan atau tenaga penunjang yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum mendapat SMS atau namanya belum terdaftar saat melakukan cek NIK, dapat melengkapi data:


NAMA, NIK, ALAMAT, NO HP, TIPE NAKES dan dilengkapi dengan SURAT KETERANGAN dari Kepala FASYANKES yang menerangkan, NAKES dari FASYANKES terkait ke email vaksin@pedulilindungi.id.


Sumber pojoksatu.id




Jabatan Sekda Riau, Apakah Akan Dilakukan Asessment Kembali ?

Foto: ilustrasi Sekda Riau


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Masih memunculkan tanda tanya, apakah pengisian pada jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau akan dilakukan Asessment kembali?.


Sebelumnya, saat seleksi terbuka Sekda Riau pada tahun 2019 lalu, Pemprov Riau mengusulkan tiga nama ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).


Ketiga nama itu diantaranya Yan Prana Jaya (Kepala Bappeda Siak), Said Syarifuddin (Sekda Inhil), dan Asrizal (Kepala Disperindagkop UKM Riau).


Namun dari tiga nama itu, Yan Prana Jaya direkomendasikan KASN sebagai Sekdaprov Riau. Namun baru menjabat 1 tahun 1 bulan, Yan Prana tersandung dugaan kasus korupsi di Bappeda Siak.


Atas hal tersebut, Pemprov Riau kemudian menunjuk Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintah, Masrul Kasmy sebagai Plh Sekdaprov Riau.


Sesuai regulasi, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) membolehkan kepala daerah, yakni Gubernur Riau Syamsuar, mengusulkan nama calon Sekda Riau yang masuk tiga besar asessment Sekda Riau beberapa waktu lalu. Mengingat proses asessment belum sampai dua tahun.


Dilansir dari cakaplah.com, mengenai hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan melalui Kepala UPT Penilaian Kompetensi, Budi Fakhri saat dikonfirmasi mengatakan bahwa secara aturan tidak disebutkan calon Sekda yang masuk tiga besar saat asessment bisa diusulkan menjadi Sekda Riau definitif.


“Itu kebijakan dari KASN jatuhnya. Karena dalam aturannya dari tiga calon Sekda Riau yang diusulkan ke KASN, ketika dipilih satu maka selesai, habis,” terang Budi, Selasa (12/1/2021).


Namun melihat kejadian yang sudah-sudah, lanjut Budi, jika waktunya tidak terlalu jauh, biasanya KASN berani mengambil keputusan calon Sekda yang tak terpilih menjadi Sekda definitif.


“Misalnya Sekda definitif masih menjabat dua atau tiga bulan, namun berhalangan. Biasanya kalau hitungan bulan KASN berani memberi diskresi. Tapi kalau sudah di atas 1 tahun, mereka tidak berani lagi dan harus buka asessment baru,” jelasnya.


Budi mencontohnya, misalnya Sekdako Dumai M Nasir ditangkap KPK setelah 1 tahun 1 bulan. Dan calon Sekda Dumai yang masuk dua besar Hamdan Kamal masih memungkinkan dilantik, namun KASN keberatan.


“Kalau Sekda kita (Yan Prana) kan sudah menjabat 1 tahun lebih, dilantik November 2019. Kemungkinan besar akan berlaku hal sama. Jadi kejadian yang sudah-sudah seperti itu, tetap dibuka seleksi terbuka lagi. Apalagi saat ini kasus Pak Yan Prana belum inkrah,” cakapnya.


Editor Arbain
Sumber cakaplah.com




Digrebek Warga, Tiga Oknum Polisi ini Diduga Menggunakan Narkoba

ilustrasi, foto fajar.co.id


ARBindonesia.com, MEDAN – Warga di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) melakukan aksi nekat dengan melakukan penggerebekan dan menangkap tiga oknum polisi yang diduga tengah menggunakan narkoba jenis sabu.


Dilansir dari pojoksatu.id, ketiganya diketahui satu diantaranya bertugas di Polsek Panai Tengah dan dua lainnya anggota Pol Air Polres Labuhanbatu dengan pangkat Bripka dan juga Brigadir.
Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan adanya kejadian itu.


“(Benar), kejadiannya tanggal 5 (Januari) sore, sekelompok masyarakat yang melakukan penggerebekan terhadap oknum anggota Polri,” ujarnya, Senin (11/1/2021).


Hanya saja, Hadi tidak membeber identitas ketiganya juga apa saja barang bukti yang ditemukan warga saat penggerebekan.
Hadi menjelaskan aksi warga itu lantaran sudah sangat resah dengan aktivitas yang dilakukan ketiga polisi.


“Ketiga orang ini sudah meresahkan masyarakat sekitar. Kemudian masyarakat melakukan penangkapan dan melaporkan ke Polres setempat,” jelasnya.


Ditegaskannya, pihak kepolisian akan bertindak tegas dan memproses para pelaku.


“Saat ini penanganan lebih lanjut, ketiga oknum telah ditarik ke Polres, tidak lagi bertugas di Polsek. Pidananya kita proses, karena ini kasus atensi kali. Bapak Kapolda menekankan berkali-kali bahwa tidak ada tempat untuk pelaku penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.


Hadi mengungkapkan pihak kepolisian berterima kasih atas upaya warga membantu aparat untuk memberantas narkoba.


“Kami menyampaikan terima kasih karena telah membantu petugas kepolisian melakukan hal seperti ini. Kami (juga) terus mengimbau kepada masyarakat jika menemukan oknum siapapun itu, untuk segera melaporkan ke kami untuk ditindaklanjut,” sebutnya.


Editor arb
Sumber Pojoksatu.id